NovelToon NovelToon
Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Sugar daddy / Obsesi / Tamat
Popularitas:64.4k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Dipertemukan lagi dengan mantan sugar daddy nya secara tidak terduga membuat Bryssa Kalysandra menginginkan laki-laki yang pernah dengan sengaja ia tinggalkan itu, untuk sekali lagi memilikinya.

Terdengar egois dan sangat tidak tahu diri memang, pasalnya laki-laki yang pernah dekat dan membiayai sekolah semasa SMA nya itu kini sudah menjadi pacar sang kaka.

Nyatanya, itu tidak menjadi penghalang bagi Bryssa, 2 Tahun tidak bertemu dengan Davion Sakya Maharu ternyata banyak yang berubah, laki-laki tampan, matang, dan mapan itu membuat Bryssa merasa sedikit gila, tidak rela sekalipun Davion bersama dengan kakanya. Tetapi Davion yang sekarang tidak semudah itu untuk ditaklukan. Bryssa harus berjuang lebih untuk mendapatkan cinta pertamanya lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehidupan Baru Bryssa

Sudah 2 minggu Bryssa berada di singapore untuk melanjutkan kuliahnya, tidak ada kabar dari mantan sugar daddy nya sebenarnya cukup mengusik ketenangan Bryssa, gadis itu masih merasa rindu, terkadang juga sangat ingin menghubungi laki-laki yang ia tinggalkan dengan sengaja.

Aneh memang, karena bisa dikatakan Bryssa pergi tanpa penjelasan Davion, tetapi sebagai sugar baby Bryssa berharap apa? Davion menjelaskan dan memohon jika pun Bryssa bertanya, rasanya tidak mungkin, Bryssa cukup sadar diri posisinya, meski tidak dipungkiri mati-matian Bryssa menahan egonya agar tidak menghubungi laki-laki itu.

"Hai Bry," sapa seroang gadis yang beberapa waktu lalu baru dikenalnya.

Namanya Cisel, gadis keturunan cina yang kebetulan satu kampus dengan Bryssa. Anaknya humble dan sejauh ini cukup membantu Bryssa dalam apapun, termasuk mencari pekerjaan part time untuk Bryssa.

Bryssa tersenyum simpul, keduanya berjalan beriringan menuju ke bangunan besar di depannya.

"Btw, gimana? Elgan uda wa lo belum?" tanya Cisel menaik turunkan kedua alisnya.

Bryssa terkekeh, lalu mengangkat kedua bahunya. "Ya gitu deh."

Kedua bola mata Cisel langsung melotot, menghentikan langkah Bryssa dan juga langkahnya sendiri.

"Demi?" kaget Cisel berdiri di depan Bryssa.

"Apa si? Biasa aja deh," elak Bryssa yang sebenarnya tidak dipungkiri dengan adanya Elgan membuatnya sedikit merasa lupa dengan Davion.

"Ngga bisa gitu dong, Elgan cowok ter ter ter di kampus, lo harusnya bikin sw bege," ujar Cisel layaknya sahabat yang sudah mengenal lama.

Bryssa menghela napas dalam, menatap Cisel lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Cisel.

"Masih jauh dari tipe gue," bisik Bryssa berlalu meninggalkan Cisel yang menganga di tempatnya.

"What? Cowok sekeren Elgan bukan tipe Bryssa? tuh anak normal nggak sih?" gumam Cisel tidak habis pikir dengan Bryssa, sebelum akhirnya sadar dan segera menyusul langkah Bryssa dan meneriakinya. "Bry! Tunggu."

Menjadi salah satu mahasiswi di kampus ternama membuat Bryssa merasa bangga, otaknya cukup pintar, dan itu yang membawanya sampai bisa berada di kampus tersebut, tentunya selain uang dari Davion 2 tahun terakhir yang memang sengaja ia kumpulkan, hidup hemat tanpa berfoya-foya nyatanya membuatnya bisa berada di titik seperti sekarang.

Bryssa tidak bisa membayangkan jika di masa SMA nya ia hidup dengan gaya lebih elite lagi, mungkin uang yang dikirimkan Davion akan habis dan akan membuatnya menyesal di saat ini. Nyatanya hal itu tidak sampai terjadi.

"Bry, are you okay?" tanya Cisel memicing melihat tingkah Bryssa yang tadi sedang bergidik ngeri.

Bryssa menoleh, lalu menatap Cisel dan mengangguk. "Sel, untung gue nggak jadi kere," ujarnya seketika membuat Cisel kebingungan.

"Hah?"

"Lupakan, gue mau nikmati makanan enak ini," ujar Bryssa lagi semakin membuat Cisel menatap aneh Bryssa.

"Jangan gila deh Bry, liat Elgan mau ke sini kayanya." Cisel menyiku lengan Bryssa, dengan tatapan terarah pada Elgan yang sedang berjalan menuju kr arah mereka.

"Eh, mana iya lagi," balas Bryssa meneguk minumannya.

"Hai," sapa Elgan dengan senyum khasnya, ramah dan menambah wajah tampannya.

"Ha-hai, duduk El." Cisel langsung menjawab dan memberi senyumnya juga, berbeda dengan Bryssa yang hanya tersenyum tanpa mengeluarkan suaranya.

"Nggak ganggu kan?" tanya Elgan langsung mendapat gelengan kepala dari Cisel. "Enggak kok, aman," balasnya.

Ekor mata Cisel melirik ke arah Bryssa yang santai tanpa menjawab apa-apa, ia langsung menyiku lengan Bryssa sampai membuat gadis itu melotot.

"Sel," tekan Bryssa lirih.

Cisel menunjuk dengan dagunya ke arag Elgan, membuat Bryssa mengangguk saja tahu apa maksud Cisel.

"Belum ada yang makan kan?" tanya Elgan lagi-lagi langsung mendapat respon dari Cisel.

"Belum El," balas Cisel dengan gelengan kepala. Cisel tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.

"Bry, lo pengen apa?" tanya Elgan menatap Bryssa dengan tatapan yang berbeda dari Elgan menatap Cisel.

Sorot mata Elgan menunjukan ketertarikan pada Bryssa.

"Gue apa aja deh," balas Bryssa menaruh ponselnya ke dalam tas.

"Oke, spesial buat cewek cantik satu ini," ujar Elgan mendapat godaan Cisel dengan semangat.

"Cieeee."

Sementara di lain tempat yang jauh dari tempat Bryssa kini berada. Amora berdiri di depan ruangan Davion sebelum menyerahkan map berisi kertas yang harus Davion tanda tangani. Perlahan ia membuka pintu ruangan Davion setelah sempat mengetuknya terlebih dahulu.

"Permisi pak Dav," ujar Amora sopan.

Davion yang sedari tadi sibuk dengan kegiatannya mendongak, lalu menatap Amora yang sudah berdiri di depan meja kerjanya.

"Saya taruh di sini ya pak, dimohon segera tanda tangani," ujar Amora cukup jenuh karena beberapa hari ini Davion selalu mengabaikan hal-hal yang mungkin menurut Davion sepele, tetapi tidak bagi Amora yang kini menjabat sebagai menejer kantor.

Amora ingin apa yang menjadi pekerjaannya sekarang mengantarkan pada kesuksesan untuk tempatnya bekerja, tetapi sepertinya bos mudanya itu sangat santai sekali. Dan Amora cukup gemas dan sudah tidak bisa untuk sabar lagi.

"Maaf pak Dav, setelah pulang nanti bisa kita bicara?" tanya Amora mendapat perhatian dari Davion.

Laki-laki itu menatap Amora, lalu menganggukan kepalanya tanpa bersuara.

Melihat respon biasa Davion, membuat Amora menghela napas dalam, mati-matian dia menahan agar tetap bisa mengendalikan diri dan tidak emosi.

"Baik, kalau begitu saya permisi," ujar Amora tanpa senyum seperti biasa.

Wanita cantik itu membalikan tubuhnya dan segera melangkah untuk keluar. Tetapi di tengah langkahnya, suara Davion seketika menghentikannya.

"Di restoran dekat kantor, jm 5 saya tunggu di sana."

Amora sempat terdiam beberapa saat, ia menatap Davion tanpa berkata-kata, lalu kembali melanjutkan langkahnya dan benar-benar keluar dari ruangan laki-laki itu.

Entah kata-kata Davion yang sangat langka itu seperti angin segar baginya, meski Amora yang mengajaknya terlebih dahulu, tetapi pada akhirnya Davion menanggapinya.

Amora memang sempat tertarik pada laki-laki itu, tetapi itu berlaku hanya diawal-awal pertemuan keduanya saja, karena setelah tahu bagaimana sosok Davion yang bahkan sering mengabaikan orang di sekitarnya hanya karna baru saja putu cinta membuat image tentang Davion darinya berkurang.

Amora si wanita tangguh tentu menertawai bagaimana sikap dan perilaku Davion setelah ditinggal atau berpisah dengan kekasihnya. Jauh dari kata gentel man menurut Amora.

"Oke, dimulai dari bikin dia semangat lagi buat kerja, kalau kaya gini aku juga yang repot sebagai menejer kantornya," gumam Amora penuh tekad.

Sengaja memang Amora mengajak Davion untuk berbicara empat mata, tidak ada unsur niat untuk mencari perhatian atau lagi mendekati laki-laki itu, tetapi Amora ingin Davion sadar, bahwa karna kegalauannya selama ini cukup berimbas pada pekerjaan di kantor, terkadang Davion membatalkan rapat dengan klien seenaknya saja, alhasil Amora yang harus menanggung semuanya sebagai menejer.

"Galau? Aku jadi ingat Sasa, bagaimana dia sekarang?"

1
Lestary Tri
kak riri. i lope u kak . . semangat nulis cerita" yg bagus lainnya . sehat" kak . .
nunggu cerita yg baru , beralih ke alsa dan gerald lagi ahh . . ❤️
Ayu Rahayu
/Good//Good//Good//Good//Good/
Herman Lim
harus ada extra part ne min , selalu di tgg karya baru nya
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
l lope yu kak❤️❤️💪💪
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
kasih extra part kak riri, mnimal kek Alsha smpe punya anak trs baru dehh END hihi..
💥💚 Sany ❤💕
Makasih ya Thoor dan kasih bonus. 🥰🥰
💥💚 Sany ❤💕
Mom Yossy masih aja blom bisa menerima. Cinta gak bisa dipaksa Mom..., lagian Dav dah dewasa biarkan dia menentukan hidupnya. Mom cukup melihat dan mengarahkan disaat dia salah aja.
💥💚 Sany ❤💕
Yang penting Ara dah berdamai dengan semuanya dan melepaskan apa yg seharusnya. Berharap Ara bertemu jodoh yang gak kalah dari Dav.
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😘 kereen 😘 terimakasih 🥰
Herman Lim
akhir bry BS bahagia setelah di kecewa kan sama keluarga sdr
Herman Lim
dav u srh bry pake mulut aneh bgt sih u apa g ans tahan dl sampe sah 🤪🤪
Herman Lim: harus cepat² di kawinkan ne Thor bahaya kllo tiap hari diajak mandi bareng bs² bunting anak org
total 2 replies
💥💚 Sany ❤💕
Mentang2 mau melangkah ke jenjang yang sah, eeehh... mulut si Dav gak pakek filter lagi, semua lolos tanpa editan 🤣🤣🤣
💥💚 Sany ❤💕: Iya emang, perlu di rukyah biar otaknya benar 😂😂
total 2 replies
Herman Lim
dav sabar Napa masak diperawanin di kamar mandi sih
Dian Rahmawati
😄😄😄
💥💚 Sany ❤💕
Sah kan aja dulu Dav... jangan main nyicil terus.... takutnya kebablasan 🤣
dwi alfiah
inget om blm sah ngk boleh yg aneh aneh
💥💚 Sany ❤💕
Ibarat kata, berpikirlah sebelum bertindak. Karena kesalahan ortu Bry, 3 wanita tersakiti, Mom Linda, Ara dan yg paling sakit Bry. Terlahir dalam lebel anak haram meskipun gak tertulis, kebencian dari Mom Linda dan harus mengalah dalam segala hal.
💥💚 Sany ❤💕
Benar Ara, bertahan dan berjuang untuk apa kalo tidak diharapkan. Cinta tidak bisa dipaksakan, dia bertahta dengan sendirinya. Malah akan lebih sakit kalo mencintai sendiri tanpa ada balasan, lepaskan Dav... suatu saat kamu pasti dapat pengganti yang benar-benar tulus mencintaimu.
💥💚 Sany ❤💕
Jujur ya, meskipun gak mudah diposisi Mom Linda tapi yang salah itu suami Mom dan mamanya Bry. Jangan limpahkan semuanya ke Bry, dia juga berharap lahir dari kluarga seperti itu. Tapi takdir gak ada yg bisa nolak.
💥💚 Sany ❤💕
Kasian Bry, mentang2 anak yang gak diharapkan dia harus selalu ngalah. Gak gitu juga kamus nya Mom...., sudah cukup sakit yg dia rasa. Seharusnya Anda tanya ma Dav... apa Bry yang merebut dia dari Ara ato sebaliknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!