NovelToon NovelToon
Wanita Pengganti

Wanita Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asni J Kasim

Rela meninggalkan orang yang dicintai demi keluarga. Dan yang lebih menyakitkannya lagi, mendapatkan suami yang penuh dengan kebencian. Itulah yang dirasakan Allesia. Allesia harus meninggalkan kekasihnya, ia dipaksa menikah dengan tunangan kakaknya, namanya Alfano. Alfano adalah pria yang sangat kejam. Kejamnya Alfano bukan tanpa alasan. Ia memiliki alasan kenapa ia bisa sejahat itu.

Apa yang membuat Alfano kejam dan kehidupan seperti apa yang akan Allesia jalani? Mari simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Allesia berlari menuruni anak tangga bersamaan dengan deraian air mata. Mendengar kejadian yang menimpah mantan kekasihnya membuat hatinya hancur. Hanya mantan kekasihnya dan Ibu mertuanya yang baik padanya. Ia tidak ingin salah satu dari mereka terluka.

"Paman... tolong antar aku ke Johns Hopkins Hospital" pintah Allesia pada supir yang baru saja hendak duduk di kursi.

"Baik, Nyonya" balas sang supir.

Mobil perlahan bergerak meninggalkan Mansion. Dalam mobil Allesia terus menangis. Pria yang yang ia cintai terbaring lemas di rumah sakit.

Johns Hopkins Hospital

Allesia berjalan tergesa-gesa memasuki rumah sakit, berjalan sedikit berlari menuju kamar rawat di mana Ansel berada. VVIP, di salah satu kamar itu Ansel dirawat. Allesia meraih gagang pintu, membukanya lebar-lebar.

"Tante... Ansel kenapa, Tante?" tanya Allesia pada Nyonya Masra, orang tua Ansel.

Plak... satu tamparan berhasil mendarat di pipi manis Allesia. "Kamu tanya kenapa? Hah!" bentak Masra. "Ini karena kamu.. kamu membuat anakku terluka. Inilah alasan kenapa aku menentang hubungan kalian, kamu wanita pembawa sial...!!" lanjutnya.

Kalimat itu membuat Allesia mundur selangkah ke belakang. Ia melirik Ansel yang tengah terbaring lemas, perban terdapat disekujur tubuhnya. Bahkan ada alat bantu pernapasan yang terpasang dibagian mulutnya.

"Masih ada muka kamu berdiri disitu.. ke luar kamu dari sini!! Ingat Allesia! Cukup hari ini aku melihatmu bertemu anakku" ancam Masra, ia menunjuk Allesia dengan jari telunjuknya. Amarahnya memuncak, menatap Allesia bagaikan musuhnya.

Hanya isak tangis yang ke luar dari mulut Allesia. Wanita itu membenarkan perkataan Tante Marsa. Karena dirinya, Ansel selalu mendapat masalah. Tanpa diperintah lagi, Allesia berjalan ke luar dari ruang rawat mantan kekasihnya. "Maafkan aku Ansel," batin Allesia.

Allesia menangis meraung-raung, memukul dadanya yang tidak sakit. Namun hatinya terasa sakit.

"Nonya, ayo kita pulang. Di sini bukan tempat yang baik untuk Nyonya" ujar supir yang tadi mengantar Allesia ke rumah sakit. Sang supir menuntun majiksnnya berdiri, mereka pun berjalan menelusuri lorong rumah sakit menuju tempat parkir. Sesampainya di parkiran, sang supir membukakan pintu mobil untuk majikannya.

"Nyonya, tidak selamanya kesedihan itu akan menghampiri kita. Akan ada saatnya kesedihan itu pergi dan tergantikan oleh kebahagiaan" ujar sang supir, mencoba menghibur majikannya.

"Sampai kapan aku menunggu, Paman. Rasanya aku lelah dan ingin menyerah. Berulang kali aku mencoba mengakhiri hidupku. Dan si saat aku bangun, aku berharap berada di alam lain tapi nyatanya tidak. Aku masih di dunia yang dipenuhi orang-orang yang kejam" balas Allesia, menatap jauh ke luar jendela.

Mansion A

Allesia ke luar dari mobil berjalan masuk ke dalam Mansion. Kedua keningnya sedikit mengkerut, melihat kelima ART menangis sembari berpelukan. Allesia menghampiri mereka. "Bibi, kenapa kalian menangis?" tanya Allesia.

"Nyonya Allesia..." Bi Arlen berhambur memeluk majikannya. "Nyonya Vania kecelakaan. Pesawat yang ditumpangi Nyonya Vania jatuh saat akan mendarat di Italia" jelas Bi Arlen. salah seorang ART parubaya.

Deg... bagai disambar petir, tubuh Allesia seketika lemas. Bulir air mata kembali menumpuk dipelupuk matanya. Pandangannya buram dan ia pun jatuh tergeletak di lantai.

"Ibu, panggil aku" batin Allesia sesaat sebelum ia tak sadarkan diri.

"Nyonya...!!" seorang ART yang bernama Neona berteriak histris. "Nyonya, bangun nyonya... Nyonya bangun..." seru Bi Neona sembari mendekap kedua pipi majikannya.

"Cepat hubungi Tuan!!" pintah Bi Neona pada rekan Bi Arlen.

Bi Arlen menghubungi Tuan mereka. Sedangkan keempat ART lainnya membawa majikan mereka ke dalam kamar. Panggilan telepon masuk namun tidak dijawab oleh Alfano.

"Halo, Tuan. N--n-nyonya... Nyonya pingsan" ujar Bi Arlen panik.

"Aku tidak perduli!! Karena wanita itu ibuku kecelakaan!! Aku tidak akan memaafkannya!" balas Alfano dengan dingin. Lalu memutuskan panggilan telepon.

"Hubungi Dokter Arga, minta Dokter Arga ke sini" titah Bi Neona. Bi Arlen mencari nomor Dokter Arga lalu menghubunginya. Tak membutuhkan waktu lama, Dokter Arga menjawab panggilan telepon dari wanita yang ia kenal.

"Halo Dokter Arga, ke Mansion sekarang. Menantu Nyonya Vania pingsan" ujar Bi Arlen.

"Aku akan segera kesitu" balas Dokter Arga.

---------

Dokter Arga tiba di Mansion A. Berjalan masuk ke dalam. "Di mana menantu Nyonya Vania?" tanya Dokter Arga pada ART yang bernama Ayana.

"Di dalam kamar, Dokter" balas Ayana. Mengantar Dokter Arga ke dalam kamar Allesia.

Dokter Arga memeriksa keadaan Allesia, namun ada sesuatu yang membuar Dokter Arga tak bisa berkata-kata.

"Wanita ini hamil" batin Dokter Arga.

"Di mana suaminya?" tanya Dokter Arga, menatap kelima ART.

"Suaminya sedang berada di Italia. Bagaimana kondisi majikan kami Dokter," tanya Bi Neona.

"Psikisnya tidak baik, terlebih lagi Nyonya Allesia sedang mengandung. Ini sangat berbahaya bagi janin yang dikandung" jelas Dokter Arga.

"Apa! Hamil...!" Kelima ART terperanjat saat mendengar kabar tentang kehamilan majikan mereka. Haruskah mereka bersorak atau bersedih.

"Iya, sebentar lagi akan lahir pewaris keluarga ini" ujar Dokter Arga.

"Aku pulang selarang. Jaga Nyonya kalian dengan baik" pamit Dokter Arga lalu ke luar dari kamar Allesia.

"Nyonya, kami akan menjaga Nyonya dan juga anak yang Nyonya kandung. Nyonya jangan cemas dan takut, kami akan membawa Nyonya di Mansion baru. Di sana, Tuan Alfano tidak akan menemukan kita" gumam Bi Neona, ia menggenggam erat tangan Allesia.

Waktu menunjukan pukul 18:00, Allesia sudah berada di Mansion baru yang dibelikan Vania untuknya. "Aku di mana?" gumam Allesia saat tersadar dari tidur yang panjang.

"Nyonya, kita sudah berada di Mansion milik Nonya. Nyonya harus banyak istrahat dan jangan banyak pikiran. Ada satu nyawa yang harus nyonya jaga" jelas Bi Neona.

"Panggil aku Allesia. Aku tidak nyaman dengan panggilan itu" ujar Allesia. "Bibi, apa maksud bibi ada nyawa yang harus aku jaga?" tanya Allesia.

------------

Italia

Vania sudah dimakamkan. Sepulang dari pemakaman, Alfano memilih kembali ke rumah ibunya. Di sana, ia membanting semua benda yang ada di rumah. "Kenapa ibu meninggalkan aku...!" pekik Alfano.

Langkah kakinya terus berjalan memasuki kamar ibunya. Pandanganya menangkap kotak kecil yang berisi tulisan tangan ibunya. Dimana dalam kotak kecil itu, terdapat buku diary Vania. Alfano membuka kotak tersebut lalu membaca satu persatu lembar yang ada di dalamnya.

"Malam pertama adalah malam yang panjang bagi mereka yang saling mencintai. Sedangkan aku, aku disiksa oleh suamiku sendiri tepat di malam pertama pernikahan kami. Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri, bagaimana suamiku bercinta dengan wanita lain. Hatiku menjerit kesakitan, namun aku tetap berusaha untuk kuat. Ku tutup kedua telingaku agar aku tak mendengar suara desahan yang ke luar dari mulut mereka"

"Setiap harinya, tubuhku dipenuhi dengan bekas luka. Dia menendangkangku, memukulku hingga tubuhku melemah, kadang aku kehilangan kesadaran. Di saat aku bangun, aku berharap berada di dunia lain dan ternyata aku masih berada di rumah laki-laki yang seperti harimau"

"Ibu..." teriak Alfano, dia menangis meraung raung saat membaca tulisan tangan ibunya. Rasanya seperti ditampar, tiba-tiba ia mengingat istrinya.

"Allesia," nama itu yang tiba-tiba ke luar dari mulut Alfano.

Ilusi Allesia

Ilusi Alfano

Ilusi Ansel

Ilusi Nyonya Vania

Like, share, vote dan Fav 😊

Salam manis : Story by Asni J Kasim

1
Supriyatijunaidi Wicaksono
Luar biasa
Anifa Anifa
kuliah dan tinggal di luar negri, dh tau kk nya di bunuh eh masih aja belagak cupu, novel kek gini kok di up nggak jelas
Kasmiwati P Yusuf
heran knp mau menikah kmrn ,sdh tau g cinta..
Nay Chan
klo kata aq mah kabur weh da
Aissyah
Luar biasa
Aissyah
Lumayan
maya ummu ihsan
eh geblek
sita
7 tahun merasakan hal itu,menjaga jodoh orang.
A Yes
sukaaaaa
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
Herliana Sulvianti
koq kesal yah baca karakter lusiaa😏
Asni J Kasim: Hooh. Aku juga kesal waktu ngetik dulu, jadi kekesalanku terbawa 😔😔
total 1 replies
Tobeli Hiatus 💞
jangan kasi titik. koma aja kak
Asni J Kasim: Ya Allah 🤣🤣🤣🤣🤣. Aku nggak buka dan lihat 🤣🤣🤣. Maaf 🙏🙏
total 3 replies
Grecilia
suami yg kejam...
Dewi Soraya
visualny ko gt thor.hrsny yg ckep2 bule kn byk yg ckep spt novel lain
Asni J Kasim: Nggak punya 🤣
total 1 replies
Dewi Soraya
ye akhirny da malaikat yg nolong n jgn biarin alfano ktmu allesia lg
Dewi Soraya
bunuh dri aj ngpain mw hdup dg laki2 bejat kek gt
Yuni Satriani Lumban Toruan
❤️❤️❤️❤️
Asni J Kasim: Terima kasih, Kak.
total 1 replies
Lilian Sawori
alisia,!!!! alisia
Lilian Sawori
aku syanh mama
Lilian Sawori
lanjut thor
Ari Sekar
paman hill aja...jd pasangan lusia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!