VANO SALVATRUCHA
Putra dari Vino Salvatrucha dan Vira Laurent. pria yang mengambil hampir seluruh sifat ayahnya itu kini tumbuh dewasa, Vano mengambil alih seluruh kekuasaan Salvatrucha dari tangan orangtuanya. Sebagai pewaris satu satunya Vano harus bekerja keras untuk mengembangkan seluruh perusahaan Salvatrucha namun disamping itu sifat gilanya terhadap senjata senjata tajam dan berbahaya memang sudah tidak bisa dihilangkan oleh karena itu selain menjadi pemimpin Salvatrucha Group vano adalah pemberantas mafia terbesar dinegara nya.
Vallen
Gadis delapan belas tahun yang sudah mendapat gelar sebagai pembunuh tanpa ampun, Valen adalah gadis bermata dingin dan tajam. Valen tidak memiliki hati ketika membunuh seseorang, sekali saja dia tahu dirinya dibohongi oleh musuh maka orang itu akan habis ditangan sang mafia unik ini, namun karakter yang dimiliki Vallen berbeda beda. ada saatnya dia menjadi kucing kecil penurut namun ada saatnya dia menjadi gadis tangguh yang membunuh seluruh musuhnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11
"Bicaralah kau bisu!!" Ucap Vano kesal karena Vallen tidak pernah mengeluarkan suaranya.
"Kenapa Vallen ada ditempat ini?" Tanya Vallen polos.
Vano sedikit tersentak dengan suara lembut dan halus yang dikeluarkan oleh Vallen sang ketua mafia ditambah dengan posisi duduk Vallen seperti gadis polos tanpa dosa
"Untuk membunuh mu!" Jawab Vano menyeringai.
Vallen mengangguk-anggukkan kepalanya tanpa peduli apa yang dikatakan oleh Vano, dia bingung kenapa tempat itu sangat terang seolah dirinya baru terlahir didunia.
"Kau tidak takut?" Tanya Vano heran.
"Kau manusia? Siapa namamu?" Tanya Vallen mengabaikan pertanyaan Vano.
"Pertanyaan bodoh macam apa ini tentu saja manusia" jawab Vano semakin kesal.
"Dia bilang Vallen tidak boleh berteman dengan manusia, apa kau bisa berubah menjadi hewan agar kita bisa berteman?" Ujar Vallen dengan polosnya.
Vano mengeryitkan dahi mendengar seluruh ucapan Vallen sedari tadi, gadis itu seperti mahluk yang hidup didalam hutan bertahun-tahun.
"Jangan bercanda dengan ku, gara gara dirimu aku harus mengorbankan pernikahan dengan mu, jika kau ingin pergi maka jelaskan terlebih dahulu pada umi ku setelah kau bebas" ucap Vano memandang kearah bawah dimana Vallen sedang duduk bersila.
"Pernikahan itu apa?" Tanya Vallen.
Kenapa gadis ini selalu menanyakan sesuatu yang aneh. Batin Vano.
"Pernikahan itu suatu ikatan yang antara laki laki dan perempuan" jawab Vano tidak sadar dirinya juga bodoh mau saja menjawab pertanyaan Vallen.
"Apa kita bisa berteman setelah menikah walaupun dia tidak berubah menjadi hewan?" Tanya Vallen.
"Ck iyaa Vallen iya sekarang pergilah jelaskan pada umi ku jika kita tidak melakukan apa-apa" jawab Vano frustasi menghadapi gadis didepannya.
"Umi itu siapa?" Tanya Vallen lagi.
"Manusia yang tadi menggunakan pakaian biru muda dan penutup wajah, pergilah jangan banyak bertanya atau,,,," Vano kembali menodongkan pistol dikepala Vallen.
"Baiklah" Vallen berlari keluar kamar untuk menemui Vira namun sebelum itu dia kembali mengintip kedalam kamar.
"Apa umi itu berteman denganmu mu juga?" Tanya Vallen.
"Pergii!!!" Vano hampir saja menarik pelatuk pistol nya, untung saja Vallen cepat menutup pintu kamar.
Vallen berlari menuruni anak tangga menemui wanita yang menggunakan pakaian berwarna biru muda seperti yang dikatakan oleh Vano.
"Umi" panggil Vallen mencium tangan Vira, Vino, Faris, dan Andre.
"Umi Vallen ingin berteman dengan dia kapan kami akan menikah umi?" Tanya Vallen antusias.
"Segera sayang, tenang ya Vano akan bertanggung jawab" jawab vira mengelus rambut lurus calon menantunya.
"Ck ck ck menantu mu sangat agresif Vino" ujar Andre menepuk bahu bosnya.
"Berapa usia mu?" Tanya Vino menatap Vallen.
"Dia bilang 18 tahun" jawab Vallen tersenyum ramah.
"Sayang untuk hari ini pindah ke rumah umi ya" ucap Vira.
"Tidak mau umi, teman Vallen tinggal disini"
"Vano akan ikut dengan kita sayang" kata Vira
Vallen mengangguk patuh karena dia sedikit mengetahui beberapa nama orang baru disana terutama Vano. Vira mengajak Vallen keluar dari rumah itu, saat mereka melangkah keluar dari pintu Vallen berteriak keras hingga membuat Vira terkejut.
"Aaaaaaa!!!" Vallen melompat masuk kedalam pelukan Andre.
"Astagfirullah Astagfirullah tolong!!!" Teriak Andre histeris.
"Sayang ada apa?" Tanya Vira panik.
"Umi kenapa diluar sangat terang!" Ucap Vallen menutup matanya.
"Vira bantu aku melepaskan gadis ini terlebih dahulu nanti Zoya melihatnya" saut Andre.
"Vallen sayang ayo turun, om itu sudah punya teman nanti temannya marah jika kau tidak melepasnya" ujar Vira dengan sangat lembut.
Suara lembut itu berhasil menenangkan hati dan pikiran Vallen, matanya terbuka pelan melihat dunia. Vallen melangkahkan kaki ke taman, dia bingung kenapa ada dunia seterang dan seindah itu didunia ini.