NovelToon NovelToon
Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:83k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma .R

Noda hitam yang sudah mengotori tak akan bisa di hapus oleh waktu. Menikahi perempuan yang pernah di sakiti tidak menjadikannya terobati. Tapi justru dendam akan menjadi bumbu rumah tangga. Tapi kini ia meminta maaf dengan kedatangan dirinya yang telah bertransformasi menjadi ustadz, apakah akan ada ujung dendam?
Simak kisahnya,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Rumah baru

"Telponan nya udah selesai?" tanya Athar mengejutkan Mina.

"Ngagetin aja sih," cetus Mina ketika ia menyadari ternyata Athar ada di belakangnya.

"Itu aja kok kaget, pulang yuk,"

"Lah Lia mana?" tanya Mina.

"Udah pergi dari tadi,"

"Ya udah ayok pulang," ajak Mina yang mulai melangkah menuju ke arah rumah.

Sembari berjalan, sesekali Athar melirik ke arah Mina. "Mina," panggil Athar

"HM.."

"Kamu setuju nggak kalau kita nggak usah pindah ke rumah baru dulu, maksud aku biar kita lebih lama bersama ayah dan bunda dulu, menurut kamu gimana?"

"Jangan dong, kan sayang kalau rumah kamu nggak di tempati, lagi pula kan kita bisa setiap hari ketemu ayah sama bunda," tutur Mina seraya mengutarakan pendapatnya.

"Oh jadi menurut kamu gitu, ya udah deh, kalau itu mau kamu, aku setuju setuju aja sih," ucap Athar seraya mengiyakan usulan Mina.

Seketika suasana senyap dalam perjalanan Athar dan Mina menuju rumah. Mina memikirkan hal hal picik dalam pikirannya. Yang ada di pikirannya kini adalah cara untuk mencelakai Athar.

Mina berjalan di belakang Athar. dan seperti biasa Athar akan berjalan di depan Mina.

Tepat saat mereka melewati jalan yang di tepinya terdapat lumpur, Mina bergerak cepat untuk mendorong Athar.

Dengan semangat Mina ingin mengerjai Athar, tapi ia malah ceroboh hingga menjatuhkan diri sendiri ke lumpur bekas hujan. Mina terjatuh karena kakinya tersandung batu.

Malangnya nasib Mina yang kini penuh lumpur. Melihat itu, Athar pun terkejut, buru-buru ia menolong Mina.

"Ya ampun Mina, kok bisa jatuh sih," Athar membantu Mina berdiri. Ia membersihkan wajah Mina yang terkena percikan lumpur.

"Sial..kok malah aku sih yang kena," batin Mina dengan wajah masamnya menatap Athar. Wajahnya tak terkondisikan karena rasa kesal.

Athar membuka sorbannya, ia menggunakan sorban putihnya untuk membersihkan lumpur di tangan istrinya itu. Bak mengurus seorang anak, ia memperlakukan Mina dengan lembut.

"Mina..lain kali kalau jalan,nggak usah malu jalan di samping aku, kan kita udah nikah," ujar Athar menatap Mina.

Mina menghela nafas dalam, merasa diri selalu sial saat ingin mengerjai Athar.

Orang orang yang lewat pasti menertawai Mina, hingga Mina pun merasa malu. Athar pun dengan pengertian membuka jaket hitamnya untuk Mina.

Tak mengucap terimakasih, Mina malah berjalan cepat menuju rumah.

...********...

Kini Mina dan Athar membereskan barang barangnya untuk pindah ke rumah baru. Ayah dan bunda tampak sedih, karena rumah akan sepi. Sejujurnya Athar pun masih ingin menetap di rumah untuk beberapa hari, namun mendengar ucapan Mina tadi, ia hanya bisa menyetujui saran Mina.

Supir sudah menunggu di depan rumah, Athar dan Mina masih berpelukan dengan ayah dan bunda seraya berpamitan. Meski rumah baru Athar tak jauh dari rumah itu, akan tetapi suasana rumah tentu akan jauh berbeda.

"Kami pamit ya Yah, Bun..jangan terlalu sedih, kan dekat, kita masih bisa ketemu setiap hari, malahan Ayah masih bisa ngobrol sama aku pas di kantor," ucap Athar pada Ayah dan bundanya.

"Iya nak bunda tau kok, tolong jaga Mina baik baik ya, jangan lukai dia, jangan biarkan dia di ganggu orang lain, perhatikan kesehatannya," ujar bunda menasehatinya putranya.

"Iya Bun..aku janji," ucap Athar.

Mina mencium tangan Ayah dan bunda seraya berpamitan.

"Kamu juga jaga Athar ya nak, kalian harus saling menjaga," tutur bunda menatap Mina.

"Iya bunda," Mina hanya mengiyakan di lisan tanpa di ikuti hatinya.

Di mobil,

Mina dan Athar duduk di bangku belakang, namun keduanya berjauhan. Suasana tampak senyap. Athar ingin mengajak mengobrol tapi ia tak tau harus membahas apa.

"Aku ingin ke makam ayah dan ibu ku dulu," ucap Mina singkat.

"Baiklah, kalau gitu kita ke makam dulu," Athar langsung menyetujui permintaan Mina.

Sampailah di makam, Mina tampak menangis menyandarkan kepalanya di batu nisan makam bundanya.

"Bu..maafkan Mina telah melakukan apa yang ibu larang dulu, ibu memang tidak pernah membolehkan aku melukai orang lain, tapi aku hanya ingin mendapatkan keadilan Bu, maafin Mina," ucap Mina dalam hatinya, sedang air mata bercucuran di wajahnya.

Athar mengelus lengan Mina seraya menenangkannya. "Jangan sedih sedih lagi ya Mina, sekarang udah ada aku yang akan selalu menjaga kamu, kita sama sama berdoa semoga kedua orang tuamu di tempatkan di tempat terbaik," ucap Athar.

...*********...

Sampailah di rumah Baru Athar dan Mina.

Langsung saja Mina turun dari mobil, ia membuka bagasi lalu mengangkat kopernya.

"Jangan sayang biar aku aja, kamu masuk ke dalam ya, biar aku sama pak Parto (Supir) yang ngangkat," tegur Athar sembari mengambil koper di tangan Mina.

"Jangan lebai deh, aku tuh bisa lakuin hal beginian, cuma koper doang kok, nggak berat berat amat, sama satu lagi, jangan panggil sayang, geli dengarnya," balas Mina, ia merebut kembali koper itu dan langsung membawanya ke dalam.

Tiba-tiba seorang gadis yang merupakan tetangga datang karena pagar terbuka. Gadis itu bernama Julia, seorang gadis cantik, putih, dan berambut panjang.

"Abang yang mau tinggal di rumah ini ya," sapa Julia dengan nada yang lembut tapi justru menggelikan di telinga wanita.

"Iya," jawab Athar singkat, namun ia kini menundukkan pandangannya.

"oh gitu, kita tetanggaan dong bang, selamat datang di kawasan ini ya, semoga abangnya betah, tapi saya yakin sih Abang betah," lanjut Julia.

"Buset ganteng amat, bisa nih kayaknya, siapa tau masih jomblo abangnya," batin Julia tersenyum dalam hatinya.

"Oh iyah, iya dik, saya permisi ke dalam dulu," ucap Athar tanpa menatap wajah gadis itu.

"Kok buru-buru amat sih bang,"

"Istri saya di dalam nunggu,"

"Hah istri.." Julia ternganga melihat seorang perempuan muncul dari dalam rumah yang tak lain adalah Mina. Mina keluar untuk mengambil Hp nya yang tertinggal di Mobil. Mina tentu melihat Athar yang sedang berbicara dengan seorang gadis.

Namun ia tampak cuek, ia pergi setelah mengambil Hp nya. Athar melihat Mina yang langsung pergi dengan wajah tidak enak. "Pasti dia cemburu," batin Athar.

Athar buru-buru masuk mengejar Mina.

"Et dah bang, kok main pergi pergi aja," Julia merasa kesal karena Athar tak memperdulikannya.

Athar menemui Mina yang tengah sibuk membereskan barang-barangnya. "Jangan ngambek gitu dong Mina, tadi aku nggak bicara apa apa kok sama perempuan itu, dia bukan siapa siapa aku, bahkan baru kenal, lagi pula aku tidak akan melirik wanita lain," ujar Athar mengklarifikasi pada Mina.

Mina mengerutkan keningnya, menatap Athar yang berbicara seolah Mina cemburu.

"Yang cemburu siapa sih," cetus Mina tanpa menghentikan pekerjaannya.

1
Riadatul Jannah
benci saya lihat karakter mina yg awal polos tapi kejam. athar yg sudh berubah sprtinya lbh baik mencri yg bner2 menrima masa lalu seorang. kalau krakter mina gak baget di crta ne. males sy bacanya
amalia gati subagio
poor nurul, naif, egoistis, narsistis absurd!!! apa penderita sindrom hubungan rumit tuan dan hamba? menggunakan syariat utk memuaskan kebutuhannya utk menghamba, gpp mengorbankan org yg katanya dia 'cinta' ? Gpp tuan besar melakukan apa pun, nerimo aja, hamba syahaya hrs & wajib menerima, karna Allah aja maha pemaaf?! #poor syariat #RIP akal sehat
Memyr 67
cerita apa lagi ini? kakak ipsr modelan gitu siii, aq tinggal. alhamdulillah ayah ibuq masih hidup sampai aq nikah, jadi nggak harus tekanan batin ma kakak ipar munafiq.
Memyr 67
ooou dah tamat
Memyr 67
mina sok tau. memang sudah pernah ngurus anak dari bayi? sok sok an jijik, kalau ayamnya buang kotoran, laa nanti kotoran anaknya pas dia pup waktu bayi, bakalan jijik juga? kotoran ayam si kecil, kotoran pupnya bayi lebih banyak min
Pena R
Semangat mba min..
Risanna Rambe
Oke Thor...
Risanna Rambe
Kaget lihat author tiba-tiba up banyak sampe di tamatin hari ini dong..
Makasih Thor..
aku tunggu karyamu yang lain..
Risanna Rambe
Terimakasih up nya thor
Risanna Rambe
Keren mas Athar mendirikan Panti asuhan
Risanna Rambe
Aisha beruntung menemukan keluarga seperti mas Athar dan mba mina
Risanna Rambe
Tante Maya mau beraksi lagi???
Risanna Rambe
🥰🥰🥰🥰🥰
Risanna Rambe
Semoga Tante Maya nggak jahat lagi
Risanna Rambe
Tamu siapa ya..
Risanna Rambe
Tetangga ngeselin..🤣
Risanna Rambe
Makin seru ini..
Risanna Rambe
Kasihan mba min😔
Risanna Rambe
Bagas cuma tempat curhat 😁
Risanna Rambe
Pendukung Bagas✊✊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!