Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 02 Silang pendapat.
Pagi aku bangun sholat subuh, tapi aku nggak keluar kamar, ku goda anaku biar bangun, aku sudah mandi tapi masih pakai daster, anakku bangun dan ku mandikan dia sekalian ku pakaikan seragamnya, aku ambil seragam di kamar Zidan, mereka masih tidur dan mungkin masih bercocok tanam, dasar pasangan laknat
Kalau di bilang sakit hati, tentu saja sakit siapa yang kuat melihat suami bercocok tanam di sebelah kamar ku sendiri dengan wanita lain.
Selesai memakaikan seragam anakku, kuajak dia berangkat pagi, karena aku akan mengajak anakku membeli sarapan lebih dahulu, kami beli saja dan baju kotor kubawa ke laundry sekalian, biasa nya kalau ada mas Pram aku mencuci dan menyeterika sendiri, tapi kalau mas Pram pamit keluar kota, ya aku laundry lah karena aku harus bekerja yaitu membuat desain dan biasanya aku ke apartemen Oma dan mendesain di sana.
Rumah masih sepi ku,matikan lampu kemudian ku keluarkan sepeda maticku dan pintu rumah ku kunci kembali.
Ku tinggal hpku di kamar biar mas Pram nggak bisa menghubungi aku, untuk urusan kerja semua jadi satu di tabletku dan hp iPhone terbaru yang di kirimi Miss valen jadi hp pemberian mas Pram hanya berisi nomer mas dan mobile banking untuk jaga jaga kalau mas Pram tranfer uang nafkah. Itu saja.
" Ayo sayang kita cari sarapan dulu" ajaku ke anak lelakiku
. Sampai di warung soto ayam kampung kesukaan anak ku, aku pesan porsi kecil untuk dia dan porsi besar untukku, temyata sakit hati dan menangis semalam itu lebih lapar.
" Bunda tumben makannya banyak?" tanya si Zidan
" Iya ganteng bunda lapar banget, semalam makanan habis di makan ayahmu dan istri barunya" Jawab ku
" kata ayah Tante Dewi itu mama ku yang baru Bun?" tanya Zidan
" Iya tapi dia mama tiri, kalau bunda kan bunda kandung" jawabku
Hem ngerti apa nggak tuh anak, sebenarnya aku mau menutupi kepada anak lelakiku, tapi mas Pram sudah menjelaskan semalam, memang bapak edan
Selesai makan Zidan aku antarkan kesekolah, karena masih pagi, aku duduk dulu di taman kota nunggu jam,setengah delapan, nanti ku antar Zidan, ku awasi dia bermain biarlah dia berkeringat namanya juga anak anak.
Jam setengah delapan, ku panggil Zidan aku ambil tisu basah ku lap keringatnya degan tisu basah, dan ku tabur bedak wangi yang aku taruh di jok motor, sudah wangi, aku antar dia ke sekolah.aku titipkan dia pada gurunya aku izin mau ada keperluan.
Aku pergi ke bank, sesuai arahan Miss Valen dan aku mencari nama pak Bima dan dengan bantuan pak Bima aku bisa menitipkan perhiasanku di sini. Selama ini aku mendapatkan perhiasan dan baju sample dari perusahaan Miss Valen khusus yang desainernya aku kerjakan dengan merek ERZA collection, jadi koleksiku banyak.
Selesai aku menitipkan perhiasan ku di bank, aku segara kembali ke sekolah Zidan, seperti biasa aku menunggu di kafe depan sekolah Zidan sambil pesan kopi, aku mulai mengambar dengan desain dengan tabletku, zidan belum pulang kayaknya, kalau dia pulang pasti akan di antar ke sini oleh gurunya, atau penjaga sekolah.
Sekitar jam sebelas Zidan pulang, dia ke kafe menyusul aku, dan di antar gurunya, dan dia aku pesankan makan siang mungkin dia sudah lapar, aku pesan nasi sama ayam goreng dan aku suapi dia biar nanti sampai rumah nggak minta makan, aku malas bertemu para penghianat di rumah, jadi aku nanti di dalam kamar saja, Jam dua belas aku pulang karena waktunya Zidan tidur siang
Aku menstarter motorku dan aku pulang, di rumah sepi, aku membuka pintu dengan kunci cadangan dan aku masuk ke kamar aku mandi sholat dan ingin tidur.
Ku ganti baju seragam anak ku kemudian ku ajak tidur siang, aku harus beli alat perekam dan ku telephon temanku, dia bersedia membelikan, besok di antar di TK tempat anak ku sekolah,
Aku pun tidur bersama anak ku, aku ngantuk banget, karena semalam aku nggak bisa tidur dan hanya menangis jadi cukuplah lelah ku.
Aku bangun mendengar suara kamarku di ketuk tenyata mas Pram ku buka
" Ada apa ketuk pintu?" tanya ku dengan ketus
" Dek kamu masih istriku jangan kurang ajar kamu ya, bikinkan kopi sekarang masak dong mas belum makan dari pagi" kata mas Pram
" lebih baik kamu ceraikan saja aku, aku nggak mu di madu, kenapa kamu nggak minta istri mu saja bikin kopi, sana sekalian suruh bikinkan makanan aku ogah, dan satu lagi aku bukan babu mu " jawabku ketus
" Dia capek dek dari jalan jalan" jawab mas Pram
" Bisa jalan jalan nggak bisa bikin kopi dan masak, ya kok minta aku bikinkan kamu waras " jawabku
" Istri siri di ajak jalan jalan istri sah di jadikan babu, ngenes banget nasibku" jawabku sambil menangis.
Melihat aku akting menangis dia nggak jadi menyuruh ku, aku akan akting terus sebagai wanita tersakiti, sampai pada waktunya.
Mas Pram kedapur bikin mie instan, aku kembali ke kamar sambil nunggu anakku aku mengerjakan desain, aku di suruh sabar sama Miss Valen sampai Miss Valen menarik investasinya dan menurut rencana nya, uang akan di investasikan ke butik yang menjual produk hasil desainku,
kalau tidak ada rencana itu mungkin aku sudah pergi kerja di Singapura, tempat pusat usahanya Miss Valen, aku kerja sebagai desainer freelance dan bayaranku sebenarnya sangat besar, dan semua di investasi ke perusahaan suamiku. tapi pria tidak tahu diri itu malah menghianati aku.
Aku tidak keluar kamar karena malas, tapi ada yang mengetuk pintu kamar ku dan ku buka ternyata mas Pram
" Dek keluar dulu ada yang ingin mas bicarakan " kata dia
Aku pun keluar dan duduk di kursi di situ sudah ada istri mas Pram yang baru, ada pak RT, dan pak ustadz
" Dek maafkan mas, mas sudah menyakiti adek, mas menikah lagi tanpa izin adek tapi ketahuilah, bahwa suami boleh menikah lagi tanpa izin istri pertama dan agama tidak melarang nya" kata dia
" Iya mbak aku lho selama ini ngalah, di sembunyikan dan di nikahi secara siri masak sih kamu nggak mau, Surga lho mbak pahalanya" kata dia
Aku menghubungi Bu ustadz dan Bu RT, agar datang ke sini, karena suaminya mengisi tausiyah pernikahan ke dua suami ku dan bertempat di rumah ku dan ku minta mereka segara datang.
" Iya mbak Erin hukum Islam memperbolehkan poligami walau banyak di tentang di masyarakat kita, tapi hukum agama tidak melarang, tolong jangan menentang poligami" kata pak ustadz dan semua sudah aku rekam ku kirimkan ke Bu ustadz.
" bapak ngomong gitu jangan jangan bapak sudah poligami ya sama siapa pak biar jadi gosip baru nih" jawab ku mengejek.
" ya akan sih mbak tapi masih belum terlaksana". kata dia, tiba tiba datang Bu ustadz yang masuk diam-diam di belakang mereka
" Apa bapak sudah punya pandangan mau nikah lagi, tua bangka nggak tahu diri berapa gajimu sebulan, berani nikah lagi, biar ku buat burung mu tak berkicau lagi" kata Bu ustadz marah.
" Duduk dulu Bu kita dengarkan tausiyah suami ibu, dan itu Dewi istri sirinya mas pram, tadi malam dia datang bawa istri, dan sekarang mengundang pak ustadz sama pak RT mau menceramahi saya" kata ku
" Eh Bu RT sini Bu biar ibu bisa jadi saksi juga bahwa saya sudah di poligami tanpa izin" kata ku pada mereka.
Setelah semua duduk, pak ustadz dan pak RT nggak berani bicara apapun, mereka berdua jadi pendiam, kan ada istrinya masing masing.
" Dek lelaki itu di tuntut tanggung jawab nya bukan kesetiaannya,kan selama ini mas sudah cukup kasih nafkah dan kamu kan enak di rumah bebas menghabiskan nafkah dari mas" kata mas Pram.
Pak RT mau bicara tapi Bu RT melotot ngasih kode
" Tapi hukum negara tidak boleh nikah lagi tanpa ijin istri pertama, dan selama nak Erin nggak tanda tangan, selamanya kamu Dewi nggak di akui Secara negara dan kamu nggak punya hak apa apa" kata pak RT bijak.
Bersambung.
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut