NovelToon NovelToon
Dewi Perang Tidak Pernah Takut

Dewi Perang Tidak Pernah Takut

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Transmigrasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Iris Quinn hanyalah sekretaris culun yang mudah diinjak-injak. Di rumah ia dijadikan keset oleh keluarganya, di kantor ia jadi samsak perundungan. Bahkan sang CEO, Ethan Cole, memilihnya hanya karena yakin gadis itu tidak akan punya nyali untuk menggodanya.

Tapi mereka tidak tahu, Iris yang asli sudah mati.

Tubuh ringkih itu kini dikuasai oleh jiwa Valerie Crowe, jenderal perang wanita kejam yang tewas diterkam harimau di medan tempur. Bagi Valerie, menghadapi drama kantor dan keluarga picik bukanlah masalah besar. Ini hanyalah medan perang baru yang sangat mudah ditaklukkan.

Dengan kecerdasan otak Iris dan insting membunuh seorang jenderal, Valerie mulai mematahkan satu per satu harga diri orang yang pernah menindasnya. Saat Ethan Cole menyadari sekretaris penurutnya berubah menjadi wanita berdarah dingin yang bisa melumpuhkan lawan dengan tangan kosong, sang CEO justru mulai terobsesi.

Mereka pikir Iris bisa terus ditindas? Selamat datang di neraka. Permainan baru saja dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama Sebagai Iris

Dering alarm dari ponsel Iris membangunkan Valerie yang rasanya baru memejamkan mata. Cahaya matahari masuk melalui jendela kaca tanpa tirai.

"Suaranya lebih merdu dari terompet peperangan" kata Valerie tertawa lalu ia mulai membersihkan dirinya karena ingat harus bekerja.

Sebelum bekerja, Valerie sempatkan dirinya membeli sandwich dan secangkir kopi hangat untuk mengisi perut. Sejak semalam ia masuk ke dalam tubuh Iris, yang dirasakannya adalah lapar yang menyayat perutnya.

Dalam ingatannya, seorang Iris tidak pernah menghabiskan uangnya untuk membeli sarapan sederhana ini. Setiap hari ia hanya makan mi instan dan roti tawar yang sudah mengering karena terlalu lama di simpan.

Di dukung rasa penasarannya, Valerie pergi ke ATM pinggir jalan untuk mengecek berapa kekayaan yang dimilikinya.

Ia terdiam sebentar di depan mesin. Tidak tau harus berbuat apa. Lalu tiba-tiba tangannya terulur memasukkan kartu tersebut dan menekan tombolnya.

Bibirnya tersenyum melihat angka yang tertera di layar. Meskipun tidak bisa dikatakan kaya, namun dengan uang ini sepertinya ia bisa mencari tempat tinggal yang lebih layak.

Cole Enterprise, lantai 42, Queens.

Semua orang tahu siapa Ethan Cole. Usia tiga puluh satu tahun, pewaris tunggal perusahaan teknologi terbesar kota Queens . Wajahnya tampan, namun tatapannya selalu dingin seperti es. Tidak ada satu pun karyawan yang berani membuat kesalahan di depannya. Dia tidak pernah berteriak. Dia hanya diam, dan diamnya itu lebih menakutkan daripada bentakan.

Dan semua orang juga tahu siapa Iris Quinn. Sekretaris baru yang sudah bekerja tiga bulan, tapi tidak pernah dianggap ada. Anak baru yang disuruh-suruh. Yang selalu datang paling pagi dan pulang paling malam. Yang selalu mengangguk dan meminta maaf, bahkan ketika bukan dia yang salah. Yang fotokopinya selalu salah dan kopinya selalu terlalu manis menurut Ethan.

Pintu lift terbuka. Iris Quinn keluar. Namun langkahnya berbeda. Iris yang lama berjalan dengan kepala menunduk, memeluk map erat-erat seperti takut jatuh. Iris yang hari ini berjalan dengan punggung tegak lurus. Dagunya terangkat. Rambut pirang kepang dua yang biasanya diikat seadanya, kini diikat kencang dan rapi ke belakang seperti ekor kuda seorang prajurit.

Dia tidak memakai kemeja lusuh lagi. Dia memakai satu-satunya kemeja putih bersih yang ia miliki, disetrika licin, dengan lengan digulung sampai siku. Menampakkan lengan kurus namun tegas.

Meja resepsionis menatapnya heran. "Selamat pagi," sapa Iris dengan suara jelas. Bukan suara pelan yang hampir tidak terdengar seperti dulu. Semua mata di ruangan itu menoleh. Seperti orang yang berbeda.

Iris berjalan menuju pantry. Seperti biasa, sudah ada daftar panjang di tempel di kulkas. Tulisannya: IRIS, BUATKAN KOPI UNTUK SEMUA TIM MARKETING.

Perintah yang sudah ia lakukan setiap hari selama tiga bulan tanpa dibayar tambahan. Iris menatap kertas itu. Lalu, dengan tenang, ia mengambil kertas itu, meremasnya, dan membuangnya ke tempat sampah.

Seorang staf marketing bernama Jessica yang melihat itu langsung berdiri. "Hei, Iris! Apa yang kau lakukan? Itu tugasmu! Kau mau dipecat?"

Iris berbalik. Ia menatap Jessica lurus-lurus. Tatapan yang sama yang dulu ia berikan kepada musuh di medan perang sebelum memenggal kepalanya.

"Aku adalah sekretaris pribadi untuk Tuan Ethan Cole," kata Iris, setiap kata diucapkan dengan jeda yang jelas dan dingin. "Aku dibayar untuk mengatur jadwal Tuan Cole. Bukan untuk menjadi pelayan kopi untuk satu lantai."

Ruangan itu hening seketika.

Jessica mundur selangkah tanpa sadar. Entah kenapa, tengkuknya merinding.

Iris bergerak membuat kopi untuk Ethan. Beberapa ingatan lamanya seperti file di laptop yang memerlukan waktu untuk di unduh. Dan ia ingat apa saja pekerjaan nya sebagai sekretaris Ethan.

Ia berjalan kearah ruang Ethan. Di tengah jalan langkahnya di cegat oleh Chloe, si ketua pembuli.

Ia melipat tangannya di depan dada. Menilai penampilan Iris dari atas ke bawah lalu tertawa sinis.

"Iris, apa ku pikir kepang mu sudah membeku terkena salju Queens. Tapi rupanya semakin tegak saja haha..."

Iris tidak menyahut. Tapi matanya seolah sedang menilai orang yang berani menghina nya. Chloe terperanjat, tidak pernah sekalipun Iris berani menatap matanya. Tapi hari ini sepertinya seorang Iris mulai berani.

Saat itu juga, pintu besar di ujung ruangan terbuka. Ethan Cole keluar. Dengan setelan jas hitam yang rapi, wajahnya tanpa ekspresi. Ia melihat keributan kecil itu.

Matanya berhenti pada Iris. Ethan mengerutkan dahi. Ada yang berbeda dari sekretarisnya itu. Sangat berbeda. Tatapan takut itu hilang.

"Iris," panggil Ethan dengan suara rendah. "Jadwal rapat jam delapan."

Iris yang lama akan panik dan berkata, maaf Tuan, saya siapkan sekarang juga Tuan.

Iris yang sekarang hanya mengangguk sekali. Singkat. Tegas. Seperti seorang prajurit menerima perintah dari rajanya, bukan seperti budak yang ketakutan.

"Siap. Semua sudah ada di meja Bos sejak jam tujuh pagi." jawabnya dengan sedikit anggukan.

Ethan terdiam. Ia masuk kembali ke ruangannya, namun sebelum pintu tertutup, ia menatap Iris sekali lagi. Untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, Ethan Cole benar-benar melihat siapa sekretarisnya.

Dan Valerie Crowe tersenyum tipis di dalam hatinya. Medan perang pertama hari ini, berhasil ia menangkan.

Di ruangan rapat, lagi-lagi Chloe ingin membuat nama Iris jelek. Ia sengaja menyerahkan berkas yang berbeda yang tidak ada sangkut pautnya dengan rapat kali ini.

"Jangan sampai kau salah dan malah mempermalukan Tuan Ethan" bisik Chloe sembari meletakkan map tersebut di depan Iris. Iris tidak menjawab. Ia membuka map tersebut dan membaca nya.

Keningnya mengerut saat melihat semua tulisan itu tidak sama dengan apa yang sedang dipikirkannya sekarang. Tidak tau saja Chloe, jika semalam Valerie bangun dari tidurnya hanya untuk mempelajari siapa Iris dan apa pekerjaan nya.

Sudut bibir Iris terangkat. Jika itu adalah Iris yang lama, pasti sekarang sudah berkeringat dingin dan akan menerima segala tuduhan yang mengarah padanya.

Ethan Cole masuk ke dalam ruangan diikuti oleh Kevin Mayor sang asisten pribadinya. Lalu beberapa orang penting lainnya juga masuk dan rapat pun dimulai.

..

Happy reading bestie🥰

1
Noey Aprilia
Hhhmmm.....
abs pnya apartmen baru,abs tu blnju baju yg bgus...trs k salon,kl prlu ptong rmbut biar buang sial.....
kl kluarganya mnta uang,jgn d ksih...lbh baik pke buat dri sndri aja...ok jendral....
Noey Aprilia
Hai kk...
Aku udh mmpir lg....crtanya seru,sm ky crtamu yg lain....😁😁😁...
ska bgt kl cwek tngguh ky gni,ga menye2 trs kl ada yg ngusik lngsng d bls....d tnggu up'ny y....smngttt....😘😘😘
Noey Aprilia: sama2...😁😁😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!