Pembalasan seorang wanita yang telah mati di perk#sa oleh ketua genk mafia terkejam di negara ini. Tiba tiba dirinya terbangun dalam tubuh seorang gadis yang mati akibat kecelakaan.
" Tubuh siapa ini? Kenapa aku hidup lagi?"
" Savea, akhirnya kamu selamat? Kamu tidak jadi mati?" Pekik gadis di samping tubuh Savea.
" Oh namaku Savea."
Savea Andara akan mendekati Xaver dan membuat Xaver jatuh cinta padanya demi membalaskan dendamnya kepada ayah Xaver. Setelah berhasil membuat Xaver tergila gila padanya, Savea mengatakan yang sebenarnya dan memutuskan hubungan tepat di depan ayah Xaver.
" Yang aku inginkan kehancuranmu, kau putra kebanggaan ayahmu, hancurnya dirimu sama saja kehancuran dirinya."
Setelah di tinggalkan Savea, Xaver menjadi gila. Apalagi saat ia mendengar kabar pernikahan Savea dengan pria lain, ia datang dan dengan penuh emosi dengan pistol di tangannya.
" Jika aku tidak bisa memilikimu maka kau tidak bisa menjadi milik orang lain.
Dor... Dor... Dor..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERLAHIR DI TUBUH ORANG LAIN
Di sebuah ruang UGD rumah sakit Teratai medika, terdengar tangisan dari beberapa orang pria dan wanita. yang sedang meratapi kepergian seorang gadis berusia dua puluh lima tahun yang selama tiga tahun ini menjadi rekan kerja mereka di sebuah instansi.
Savea Andara di nyatakan meninggal dunia oleh dokter yang menanganinya akibat kecelakaan yang ia alami saat berangkat kerja tadi. Motor yang ia kendarai menabrak sebuah truk tronton hingga ia terseret sejauh sepuluh meter. Tubuhnya memang utuh, namun ia mengalami luka berat di kepalanya hingga ia kehilangan banyak darah dan meninggal saat tiba di rumah sakit.
" Hiks... Bangun Savea! Aku tidak mau kehilangan teman sebaik kamu. Kalau kamu pergi, siapa yang akan menjadi penasehat kami kalau kami lagi bertengkar? Siapa yang akan menggantikan shift kami kalau kami lagi ada urusan mendadak? Savea, jangan tinggalkan kami." Ujar gadis berambut sebahu. Ia adalah Meta, sahabat karib Savea sejak mereka duduk di bangku SMP.
" Iya Vea, please jangan tinggalin aku! Aku nggak bisa hidup tanpa kamu. Aku sayang kamu, bukan kah kita sudah merajut mimpi untuk hidup bersama? Kamu janji akan menerima lamaranku setelah kamu berhasil mendirikan panti asuhan sendiri. Dan sekarang impianmu sudah terwujud, aku menagih janjimu sayang. Buka lah mata kamu, aku menunggumu sayang. Aku mohon bukalah matamu!" Ucap Satya, pria yang menjadi kekasih Savea sejak lima tahun lalu.
" Hiks.. Sepertinya kita harus ikhlas Sat. Savea sudah tenang di alam sana." Ujar Ana, salah satu anggota pertemanan mereka.
" Tidak, aku tidak mau kehilangan Savea, Ana. Aku sangat mencintainya hiks.. Andai saja bisa di tukar, aku mau menggantikan posisinya. Biar aku saja yang terbaring di sini. Jangan dia hiksss.." Isak Satya yang belum ikhlas kehilangan sang kekasih.
" Meta, apa kamu sudah menghubungi om Andre dan tante Andin?" Tanya Roni, pria berkacamata yang terkenal paling genius di antara mereka.
" Mereka sedang berada di luar kota. Bagaimana cara kita mengabarinya? Aku takut tante Andin akan syok mendengar kabar ini dan drop di sana. Kamu kan tahu gimana rentannya tante Andin tentang Savea." Sahut Meta sedih.
" Lalu kita harus bagaimana? Tidak mungkin kalau kita tidak menghubungi mereka. Savea anak mereka, apa iya kita akan melakukan pemakaman tanpa mereka. Bisa bisa kita di tuntut sama mereka Met." Ujar Ana.
Saat mereka sedang membahas perihal cara menyampaikan kabar duka ini kepada orang tua Savea, tiba tiba jari jemari Savea bergerak. Hal ini pertama kali di tangkap oleh Ana.
" Jari Vea bergerak." Pekik Ana membuat mereka terkejut.
" Jangan mengada ada Ana!" Ujar Meta mengusap air matanya.
" Coba kalian perhatikan! Jari Vea beneran bergerak. Sumpah! Gue nggak bohong. Savea masih hidup." Ucap Ana, " Iya dia masih hidup. Lihatlah!" Ana menunjuk jari jemari Savea.
Dan benar saja, jari jemari Savea bergerak. Di alam bawah sadarnya, Savea merasa sedang berada di suatu tempat dimana tempat itu semuanya nampak putih. Sesaat kemudian, ada sebuah cahaya yang menyorot tubuhnya. Matanya silau, bahkan ia tak mampu menahan kesilauan itu dan...
Deg...
Savea langsung membuka matanya.
" Dimana ini? Apakah aku masih hidup?" Pikir Rosli yang tiba tiba terbangun di tubuh orang lain.
" Savea, akhirnya kamu selamat. Kamu tidak jadi meninggoy, aaaaa." Pekik Meta yang memang anaknya rada rada cerdas. Ia merasa senang akhirnya sahabatnya tidak jadi meninggalkannya. Tidak tahu saja Meta, kalau dia bukan sahabatnya melainkan roh orang lain.
Rosli mengerutkan keningnya, Savea? Savea siapa? Apa aku berubah nama? Pikir Rosli.
" Vea, apa kamu baik baik saja sayang?" Tanya Satya melihat kekasihnya diam saja.
Rosli menatap Satya, " Sa... Sayang? Kamu panggil aku sayang? Memangnya kamu siapa? Apa hubungan kita?"
Semua orang terbengong mendengar ucapan Rosli.
" Vea, jangan bercanda! Kamu tidak kenal aku? Aku kekasihmu." Ucap Satya.
Rosli semakin tak mengerti. Kekasih? Jangan kan kekasih, teman pria saja dia tidak punya.
" Sepertinya Savea kehilangan ingatannya, kita harus memanggil dokter." Ujar Ana.
" Sebentar! Dari tadi kalian memanggilku Savea. Apa namaku Savea bukan Rosli? Apa aku teman kalian?" Tanya Rosli.
" Tentu saja kamu teman kami. Kamu Savea, bukan Rosli. Kami tidak kenal yang namanya Rosli. Kamu tadi kecelakaan, dokter memberitahu kami kalau nyawa kamu tidak tertolong. Tapi syukurlah! Akhirnya kamu hidup kembali." Ucap Meta melemah di akhir kalimatnya.
" Hidup kembali? Ja.. Jadi aku masuk ke tubuh orang lain? Aku terlahir kembali? Tuhan memberikan aku kesempatan ini? Benarkah ini bisa terjadi di dunia ini? Aku harus memastikannya." Rosli sedikit mengerti dengan situasinya saat ini. Rupanya Tuhan telah memberikan keajaiban padanya. Ia terlahir kembali.
" Bisakah aku meminta cermin?" Ujar Rosli.
" Cermin An, buruan kasih Savea cermin. Jangan jangan dia bukan hanya lupa ingatan, tapi juga lupa sama wajahnya sendiri. Aduh jangan sampai deh. Buruan An mana cerminnya?" Ucap Meta melawak.
" Oke bentar!" Ana segera mengambil kotak bedak dari tas kecilnya. Ia pun membukanya lalu menyodorkan bagian cerminnya ke depan wajah Rosli.
Deg...
Jantung Rosli terasa berhenti berdetak. Benar, dia berada di tubuh orang lain. Tubuh gadis seusianya yang cantik, punya hidung mancung, pipi tirus, bentuk gigi seperti biji mentimun. Pokoknya benar benar cantik deh. Bahkan lebih cantik dari Rosli yang sebelumnya meskipun terbalut perban kepalanya.
Rosli mengelus lembut pipinya, ia tersenyum senang. Akhirnya ia bisa membalaskan dendamnya.
" Hari ini bukan Savea yang mati, tapi Rosli. Tidak ada Rosli di dunia ini, yang ada hanya Savea. Ya.. Aku Savea. Aku akan mengorek informasi dari mereka tentang pemilik tubuh ini. Lihat Pratam, aku akan menghancurkanmu dan keluargamu. Kau harus merasakan apa yang telah aku rasakan. Tunggu pembalasanku Pratam." Ujar Rosli dalam hati.
Mulai hari ini tidak ada lagi Rosli melainkan Savea.
" Sayang, apa kamu baik baik saja." Melihat Savea yang diam saja, Satya pun menggenggam tangannya.
" A.. Aku baik baik saja." Sahut Savea langsung menarik tangannya dari genggaman Satya.
" Kenapa sayang? Apa kamu tidak suka aku sentuh?" Tanya Satya memastikan.
" Iya, aku tidak suka di sentuh. Dan mulai hari ini, jangan sentuh aku sembarangan." Sahut Savea penuh penekanan.
" Baiklah maafkan aku! Aku akan meminta ijin kamu dulu kalau aku ingin melakukan kontak fisik denganmu."
Mata Savea melotot mendengar kata kontak fisik.
" Apakah pemilik tubuh ini sering melakukan kontak fisik dengan pacarnya? Lalu kontak fisik seperti apa? Ciuman? Atau grepe grepe? Ih najis. Kalau sampai cowok ini berani sentuh sentuh gue, bakal gua patahin tuh tangannya." Batin Savea.
Setelah itu dokter datang memeriksa Savea. Dokter menyatakan jika Savea mengalami amnesia total. Ia kehilangan semua memori di kepalanya. Savea bernafas lega, setidaknya ia benar benar terlahir menjadi diri yang baru.
" Setelah tubuh ini sembuh, aku akan memulai rencanaku. Tunggu aku Pratam."
TBC....