NovelToon NovelToon
CEO Masuk Desa

CEO Masuk Desa

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Konglomerat berpura-pura miskin / Budidaya dan Peningkatan / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:182.4k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku tidak mau menikah!" Teriak seorang petani miskin tidak dapat menerima segalanya.

Dalam hatinya masih yakin, jika ini hanya perangkap.

Namun...

"Sayang, aku hamil anakmu..." Kalimat sang gadis desa membuat dirinya terpojokkan. Gadis yang melekat bagaikan lem, tidak ingin menerima pernikahan dengan juragan Burhan. Hingga membuat perangkap untuk tetangga barunya.

Namun sang tetangga baru yang terkenal sebagai petani miskin, berusaha tersenyum."Kalian sudah gila! Saat pulang nanti desa kotor ini akan ku ratakan dengan tanah!"

Teriakan dari Jefri (Joseph Northan Fredrik), CEO anti bakteri. Yang terjebak di desa akibat melanggar aturan taruhan dengan saudaranya.

Menikah dengan gadis paling jorok di desa ini? Tentu saja dirinya tidak akan pernah sudi. Walaupun ada kalanya, ketika batu kali diamplas maka berlian akan muncul.

🍀🍀🍀🍀

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terinfeksi

...🌾🌾🌾CEO Masuk Desa 🌾🌾🌾...

Memakai setelan jas rapi, sarung tangan, masker ditambah dengan semprotan anti bakteri. Baru saja selesai mandi dan berganti pakaian setelah berolahraga di gym pribadi dalam rumahnya.

Dapat dikatakan dirinya lebih nyaman hidup seorang diri. Semua orang bagaikan kotor dapat menyebarkan virus dan bakteri padanya.

Joseph Northan Fredrik, itulah namanya. Pemuda yatim-piatu yang menghabiskan masa kecil dengan adiknya Jonathan Northan hidup di jalanan, hingga dapat membangun kerajaan bisnis seperti saat ini. Mengapa kondisi psikologis mysophobia (ketakutan berlebihan terhadap virus dan bakteri) dapat terjadi?

Ada alasan tersendiri, alasan yang bahkan tidak diketahui oleh Nathan. Tapi yang jelas jika ditanyakan siapa yang lebih rupawan dan disegani antara dirinya dan adiknya. Maka jawabannya adalah...

"Pa...pagi pak Joseph..." Sapa pegawai front office tersipu.

Tidak ada jawaban, Nathan yang mengikuti kakaknya hanya menipiskan bibir menahan tawanya. Tidak pernah ada yang membuat sang kakak tertarik, mau perempuan, laki-laki, maupun setengah perempuan setengah laki-laki.

"Nathan! Tekan tombol liftnya." Perintah dari sang kakak, yang tidak ingin sarung tangannya tercemar bakteri atau virus.

"Baik...kakak..." Jawaban dari Nathan penuh senyuman. Dirinya benar-benar akan memberi pelajaran pada kakaknya, bahwa terkadang kotor itu tidak begitu buruk.

Bagaimana caranya? Sang kakak benar-benar tangguh. Walaupun menderita mysophobia namun merupakan atlet hangar profesional. Ditambah dengan otaknya yang cerdas.

Memasuki ruang kerjanya, kala seorang sekretaris pria membukakan pintu untuknya. Chief Executive Officer, sekaligus komisaris itulah jabatan yang diemban Joseph. Sedangkan adiknya memegang jabatan sebagai Presiden Direktur.

Seperti biasanya juga, sebelum duduk, sang kakak akan kembali menyemprotkan semprotan anti bakteri dan virus.

"Kakak bagaimana dengan taruhannya?" Tanya sang adik masih menanti pernikahan sang kakak.

"Sudah aku bilang, punya pasangan itu kotor." Joseph perlahan membuka laptopnya menggunakan tissue basah, kemudian mengelap setiap celah tombol, barulah mulai menyalakannya.

Seorang office boy memasuki ruangan. Meletakkan minuman dingin di atas meja sang CEO. Kala itu Jonathan tersenyum, menatap sang kakak yang minum perlahan tanpa ragu.

"Kak, aku bisa saja menghancurkan perusahaan ini kalau kakak masih menolak untuk menikah." Sebuah ancaman penuh senyuman dari sang adik.

"Kalau perusahaan ini hancur kamu tidak akan bisa makan." Joseph menertawakan ancaman adiknya.

"Kakak lupa istriku memiliki perusahaan yang dikelola orang lain? Aku diminta untuk mengelolanya. Ini bukan ancaman, tapi peringatan. Tinggal di desa selama setahun, alami penderitaan yang aku alami. Jika tidak aku akan meruntuhkan perusahaan yang sudah payah kakak bangun..."

"Hah?" Joseph memegangi kepalanya yang tiba-tiba sakit. Begitu berat rasanya, tubuhnya juga lemas.

"A...apa yang kamu masukkan ke dalam minumanku br*ngsek!" Bentak sang kakak.

"Obat tidur, dosisnya lumayan. Jadi tinggallah di desa yang dipenuhi lumpur. Kakakku tersayang, dengar! Aku melakukan ini karena benar-benar menyayangimu..." Wajah penuh senyuman dari Jonathan, hal terakhir yang diingat oleh Joseph. Sebelum pemuda itu tidak sadarkan diri.

Kala itulah Kevin (sekretaris Jonathan) memasuki ruangan.

"Pindahkan makhluk anti bakteri ini! Buat dia menjadi petani kotor." Nathan tersenyum senang. Ini menjadi semakin menarik saja. Bagaimana kakaknya akan bertahan di lingkungan yang berbeda?

*

Kala dirinya membuka mata, matahari telah bersinar menembus genteng. Bau yang aneh seperti kotoran? Ini dimana? Itulah yang ada di otaknya.

Kasur kapuk menbuat dirinya bangkit dengan cepat. Melihat keadaan sekitar yang begitu hening.

"Jonathan...!" Geram Joseph, menghela napas berkali-kali berusaha bersabar. Hal pertama yang dicarinya adalah semprotan anti bakteri dan sarung tangan, serta masker. Tapi nihil, kebutuhan pokoknya bagaikan nasi tidak ada sama sekali.

Hanya sebuah catatan, yang bahkan terlalu jijik disentuh Joseph berada di atas meja.

'Nikmati hidup setahun sebagai petani, pengganti janji kalah taruhan. Sebagai adik yang dermawan aku sudah memberikan bekal yang cukup. Lahan di depan gubuk juga ada, tinggal beli pupuk dan tanam semangka. 60-70 hari lagi masa panen. Beres!' Itulah pesan dari sang adik membuat Joseph begitu murka.

"Aku akan menghancurkannya! Tidak lain kali aku akan mengirim adik sialan itu ke wilayah konflik bersenjata!" Teriak Joseph, sebelum dirinya menyadari sesuatu.

"Ada tikus yang lewat!"

"Sial! Ada kecoa!"

"Desa br*ngsek! Disini bahkan sabunnya batangan. Kamar mandi sebau ini!"

Berbagai keluhan dari makhluk yang mulai menerima kenyataan membersihkan rumah. Dirinya harus membuat lingkungan yang bersih agar dapat bertahan hidup.

*

Kala siang menyapa, maka energi sudah habis. Sialnya Joseph benar-benar tidak tahu lokasi desa ini. Yang jelas kala melewati jembatan kayu seadanya, ingin rasanya melompat dan mati. Tempat ini benar-benar kotor baginya. Menjijikkan dan...

Melangkah melewati area pesisir sungai. Kakinya terkena lumpur, beberapa kali dirinya mencuci kaki. Benar! Sabun adalah kebutuhan utama.

Namun kala turun untuk kembali mencuci kaki. Dirinya tidak sengaja menatap seorang wanita yang berjongkok di aliran sungai yang sedikit tertutup semak-semak.

Wajahnya terlihat rileks, sesekali mengejan.

"Kamu buang air besar di sungai!?" Teriak Joseph yang hendak mencuci kaki ke 10 kalinya.

Wanita yang baru menyadari keberadaan Joseph mengernyitkan keningnya. Dirinya diintip oleh malaikat kala tengah konsentrasi mengeluarkan isi perut.

"Dasar mesum!" Teriaknya melempar Joseph menggunakan batu kali. Tapi dengan cepat pemuda itu menghindar.

"A...aku tidak sengaja! Mau cuci kaki! Kamu yang salah! Ini pencemaran lingkungan, tidak boleh buang air besar di sungai!" Teriak Joseph mengalihkan pandangannya.

"Mau bagaimana lagi, jamban penuh!" Jawaban dari Dewi, menunjuk ke arah jamban yang ada di sisi seberang sungai.

Seketika Joseph berusaha mencerna segalanya. Bangunan aneh yang terletak di tengah sungai, berbentuk kotak dimana ada orang di dalamnya.

Warga desa sini masih buang air besar di sungai? Jadi dirinya dari tadi mencuci kaki di tempat yang terdapat kotoran.

Seketika kepalanya sakit, pemuda yang tidak dapat menerima kenyataan jatuh pingsan. Sementara Dewi bangkit usai membersihkan... membersihkan... sudahlah.

"Hai! Kamu malaikat dari mana? Artis ya? Kok pingsan!?" Tanya Dewi mengguncang pelan tubuh Joseph. Namun, bagaikan tenggelam dalam kematian, dirinya lebih baik mati dengan tenang dari pada menerima kenyataan ini.

*

Namun sayangnya Tuhan tidak begitu baik padanya. Dirinya mengerjapkan mata terbangun di rumah kepala desa.

"Sudah bangun?" Tanya Dewi menyodorkan teh hangat.

Tapi membayangkan pasti tangan itu yang digunakan untuk cebok, membuat dirinya memalingkan wajah."Aku ingin pulang!" Gumamnya yang merindukan shower serta bathtub.

"Memang rumahmu dimana? Maaf saya kepala desa disini. Karena belum ada laporan warga baru jadi---" Kalimat sang kepala desa disela.

"A...aku CEO perusahaan White Rose. A...aku ingin pulang..." Ucapnya lagi, ketakutan akan bakteri dan virus di tempat ini.

"Bapak White Rose, bukannya perusahaan yang mereknya ada pada makanan ringan dan alat pembersih ya?" Tanya Dewi berusaha tersenyum.

"Anak cabang perusahaannya juga ada di industri penerbangan. Bapak pernah baca di koran dagang gorengan." Gumam sang kades berusaha tersenyum.

"Mungkin dia rada-rada tidak waras..." Ucap Dewi penuh keyakinan dijawab dengan anggukan kepala oleh sang ayah.

Sementara Joseph masih begitu trauma mengingat Dewi berjongkok di sungai. Serta beberapa petak jamban di sana. Tubuhnya gemetar ketakutan."Jonatan sial..." Batinnya mengingat sang adik laknat.

🌾🌾🌾

...Sisi baikmu begitu indah....

...Sisi burukmu, terkadang membuatku tersenyum ketika mengingatnya....

...Bunga Lily putih yang terjatuh, terhanyut derasnya sungai. Menyelam untuk mendapatkannya, memeluknya walaupun harus mati bersamanya....

Joseph Northan Fredrik.

1
Kikin
bagus
✨Susanti✨
🤣🤣🤣😄
✨Susanti✨
🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
kalo tahu Dewi itu itu istri bosnya, bakal ketar ketir ntar si Cici
✨Susanti✨
ibarat kalo belum makan nasi dibilang belum makan 😄
✨Susanti✨
kalo tahu itu Joseph masa kecilnya, apa bakal ditinggal sama si Dewi?
✨Susanti✨
bagus, lucu
sukaa pokoknya
✨Susanti✨
aku sukaaaaaaaaa hampir semua karyamu menghibur
semangat terus kak
✨Susanti✨
👍🏼
✨Susanti✨
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
✨Susanti✨
ngakak terus aku 🤣🤣🤣
✨Susanti✨
kira-kira apa Ndak pingsan si Jefri dilamar dadakan
✨Susanti✨
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
✨Susanti✨
minta nikah kayak minta uang jajan
✨Susanti✨
Dy bukan pengamen keles 😩
✨Susanti✨
hadirrr
Ika Febriyanti
bapak gw 😭😭
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!