NovelToon NovelToon
AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Pelakor / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Febriliani

Menceritakan seorang gadis cantik yang bernama Halwatu Zahra terpaksa menikah siri dengan seorang pria yang dikiranya duda. Karena sebuah kesalahpahaman. Ternyata pria yang dinikahinya mendadak itu, adalah ayah tirinya.

Akankah Zahra akan terus jadi madu sang ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan pertama

Brakkkk......

Motor yang dikendarai Zahra tersenggol bagian belakang, sehingga motornya jatuh, begitu juga dengan dirinya. Syukurlah mobil yang menabraknya tidak melaju kencang. Sempat melaju kencang. Mungkin Zahra sudah menghadap yang Maha Kuasa.

Zahra meringis kesakitan. Karena jidatnya terbentur ke trotoar jalan. Jidatnya memar tapi masih bisa ditahannya. Lutut dan sikunya juga lecet.

"Sakit....!" ucapnya, sembari memperhatikan bagian tubuh lainnya yang luka. Saat itu juga seorang pria turun dari mobil, mendekati Zahra yang meringis kesakitan.

"Sekolah yang benar, jangan main dijalanan. Lihat ulah cerobohmu. Hampir saja kita semua celaka." Ucap pria itu ketus, menampilkan ekspresi wajah bringas. Dia menilai Zahra adalah siswa yang suka cabut dari sekolah dan main tawuran.

Zahra menatap kesal pria arogan dihadapannya. Pria itu bukannya membantu malah memarahinya. Dasar orang kaya sombong.

"Kalau mau marah-marah, gak usah anda turun. Sana tabrak lari saja. Bapak tidak lihat saya terluka." Zahra meringis kesakitan, berusaha untuk bangkit. Si pria malah bengong, bukannya membantu.

Saat itu juga perhatian Zahra teralihkan. Karena seorang pria tampan keluar dari mobil yang menabraknya tadi.

Syurrrr....

Angin sepoi-sepoi berhembus. Membuat hati Zahra sejenak jadi sejuk. Rasa sakit di sekujur tubuhnya hilang sudah. Rambut panjangnya melambai-lambai, mengikuti arah angin, sedangkan kedua bola matanya melotot kagum tanpa berkedip, sehingga mata indahnya itu mengeluarkan air. Karena kena angin.

Sosok pria tampan itu kini berjalan ke arahnya. Setiap langkahnya, tak lepas dari tatapannya Zahra. Dia menahan matanya agar tidak berkedip, padahal matanya sudah memerah, karena terpaan angin.

"Tampan sekali!" gumam Zahra, matanya masih saja menatap lekat pria yang kini sudah berdiri di hadapannya. Pria itu hanya memakai kemeja lengan panjang warna Soft blue polos. Dipadu celana jeans hitam, dengan sepatu pentofel hitam mengkilap. Penampilan tergolong biasa. Tapi, sangat memikat hati Zahra. Dia pun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi, rasa kagum itu ditepisnya cepat dari otak mesumnya. Karena dia yakin pria matang dihadapannya, pasti sudah berkeluarga.

"Pak Ujang, ayo kita bawa dia berobat." Ujar lelaki matang itu sembari membenarkan posisi motor bututnya Zahra. Wanita itu pun tersadar dari angan-angannya.

Zahra menoleh secara bergantian kepada pria beda level di depannya. Jelas pria yang terakhir menghampirinya adalah majikannya dan pria yang kasar kepadanya adalah seorang supir sombong.

Pria dewasa dihadapannya ini sangat wangi, hingga membuat Zahra terhipnotis.

"Gak usah Pak, saya hanya lecet sedikit. Tidak perlu ke rumah sakit. Saya juga terburu-buru." Ucap Zahra dengan lemah, sembari menahan sakit di lututnya yang lecet. Dia tidak mungkin ke rumah sakit. Dia harus cepat membawa neneknya ke sekolah. Entah kenapa Zahra nampak tidak berdaya, biasanya juga dia galak. Apa karena insiden ini. karena, dirinya juga yang berhenti di tengah jalan. Sehingga dia tidak ngotot untuk mendebat. Atau , terpana melihat sosok pria matang dihadapannya.

Zahra sedikit canggung karena ditatap lekat oleh pria tampan dihadapannya.

"Kenapa dia menatapku seperti itu? apa dia naksir juga padaku? seperti aku yang langsung jatuh pada pandangan pertama." Zahra membathin.

"Pak Ujang, periksa kondisi motornya." Titah si majikan tegas. Pak Ujang langsung menjalankan perintah. Mengengkol motor bututnya Zahra, karena starternya sudah tidak bagus lagi.

"Masih bagus tuan." Jawabnya sopan. Dan seperti hewan peliharaan yang tidak ada nyali. Beda sekali sikapnya barusan kepada Zahra.

"Maaf ya dek, kami sedang terburu-buru. Ini terimalah sedikit uang untuk kamu berobat." Si pria tampan dewasa itu, memberikan satu ikat uang kepada Zahara.

Zahra enggan menerimanya.

"Terimalah!" masih menyodorkan uang itu. Dengan ragu Zahrapun akhirnya menerima uang itu. Dia merasa uang yang diberikan lumayan banyak. Tapi, dia hanya diam sembari bersyukur dalam hati. Gak apa-apa lecet-lecet, yang penting ada uang Bayar hutang.

"Lain kali lebih berhati-hati, jangan tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Oke Adek manis." Si pria tersenyum dan mengacak rambut Zahra. Dia pun refleks menghindar dari perlakuan sok akrab si pria yang sempat dikaguminya itu.

Si pria matang tampan itu tersenyum, kemudian bergegas berjalan menuju mobilnya. Zahra pun meninggalkan Tempat Kejadian Perkara, setelah mobil mewah itu membelok di persimpangan dan hilang dari jangkauan matanya.

"Koq ada ya pria setampan itu? pasti orang kaya." Zahra berbicara sendiri sambil tersenyum manis, memacu motornya menuju pasar.

"Pesona jauh lebih memikat dari Ferdy." Zahra berbicara sendiri, saat menyetir. Kemudian dia tertawa teringat ocehan tetangganya yang sering marah, suaminya digaet istri orang.

"Zaman edan, sekarang lebih laku suami orang dan istri orang. Aku saja sempat terpesona tadi sama Bapak tampan itu. Padahal sudah jelas dia itu, pasti suami orang." Zahra masih berbicara sendiri, dan tersenyum kecut. Merasa dirinya sama saja dengan orang lain, yang matanya melotot melihat yang bening.

#Istri orang lagi naik Daun. Janda dan perawan Gulung tikar. Awas-banyak-pelakor." Zahra teringat ucapan tetangganya, yang mengomel, saat ketahuan suaminya selingkuh. Ternyata sekarang yang lagi trend. Perselingkuhan yang sudah punya pasangan masing-masing.

"Aku koq mikirnya kesitu sih?" Zahra pun menyesal kan dirinya yang buang-buang waktu memikirkan pelakor dan pebinor.

Gak banget deh jadi pelakor. Zahra membathin.

❤️❤️❤️

Sementara di dalam mobil yang menabrak Zahra. Si majikan dan pak supir berbincang.

"Pak Ujang, aku koq merasa sangat familiar dengan wajah anak tadi. Seperti pernah lihat sebelumnya." Ucap sang majikan, yang duduk santai di jok belakang supir.

"Iya tuan, aku juga tadi sempat berfikir seperti itu. Mirip Koki baru kita, Bu Anindya, koki baru yang masakannya begitu tuan suka." Jawab Pak supir ramah dan sopan. Mengingat ungkapan sang majikan, yang memuji masakan koki baru mereka.

"Iya ya. Koq wajah mereka mirip gitu. Tapi, wajah anak tadi lebih garang. Kalau koki baru kita, wajahnya ayu." Kedua bibir majikan melengkung, saat membicarakan wanita yang mulai mengusik hati dan pikirannya itu.

"Apa tuan menyukai Koki baru itu?" pak Supir membatin, memperhatikan wajah sang majikan yang begitu bahagia dengan senyam-senyum dari kaca spion. Pak supir pun tidak banyak berkomentar, dia menambah kecepatan mobil, agar cepat sampai ke tujuan.

Sesampainya ditujuan, sang supir memarkir mobilnya di tempat parkir. Dan si Bos sudah turun, tanpa menunggu sang supir membuka pintu mobil.

"Pak Ujang tunggu di sini saja. Biar saya yang masuk ke dalam." Sang majikan melangkah lebar. Melapor ke Pak Satpam. Pak Satpam pun mengantarnya ke petugas piket.

"Dek, ada tamu ini." Ucap Pak Satpam kepada petugas piket dengan tersenyum.

"Oh iya, silahkan duduk pak. Kita isi buku tamu dulu." Wanita yang masih muda itu, terpesona melihat tamu yang datang.

"Bapak ini dari dinas mana ya? kalau bapak wartawan, maaf kepala sekolah kami sedang tidak ada di sekolah." Ucap pegawai yang masih gadis yang bertugas piket hari ini. Ya, kebanyakan kepala sekolah selalu menghindari wartawan. Apalagi wartawan yang bersifat memeras. Bukan wartawan yang amanah.

"Saya Ezra, orang tua dari Rara Putri Assegaf, saya kesini memenuhi surat panggilan orangtua untuk Putri saya." Pria tampan itu, menampilkan ekspresi wajah biasa saja, hanya senyum tipis yang menghiasi wajah tampannya. Dia bukan pria yang suka tebar pesona.

"Aaa--pa? Bapak ini Ayahnya Rara?" tanyanya tidak percaya. Kedua bola mata jengkol ibu guru itu, hampir copot dari tempatnya. Baru kali ini dia melihat seorang pria, sudah bapak-bapak. Tapi, masih good looking. Ibu guru itu memperhatikan lagi dengan lekat, pria tampan dihadapannya. Si Ibu jadi salah tingkah. Maklumlah Ibu guru juga manusia. Yang gampang tergoda dengan dengan produk baru dan menggiurkan.

Si Ezra tersenyum, matanya melihat bed nama si ibu guru piket. Nur Azizah.

Rara adalah murid baru, pindahan dari kota. Dia baru dua bulan di sekolah ini. Tapi, kasusnya di buku hitam sudah banyak.

1
Eka Aphalah Aphalah
ada gitu cucunya di dukung jd pelakor,, walaupun alasan apapun itu
emang gak sakit hati istri pertama nya nanti kalo ketauan,,
si Zahra az cemburu kalo ibunya telponan Ama kakinya
l apa kbr sama ibunya,,,untung ibunya blm di garap juga Ama si bandot😅😅😅 kalo gk,,dosaa besaaaarrr tu
Puji Rahayu
pengalaman...mantan terindahku mo jd misua gk jd jg org batak sayyy...
tp dy islam se iman sm akoh.
jd gk masalah keless...
nm nya dunia nopel ya halu
ikut aja alur crita authornya.
kl gk mo bc ya sudah tp jgn mnghina n berkata kasar.
ni karya org d bkn susah payah tlg hargai..
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
wakkk nyungsep
Noer Hasanah
Cerita dlm Novel mah bebas ya...mau pestax dibuat lbih meriah dri pernikahan pangeran Charles dan Lady Diana pun ok lah ya
febriliani: hihihi.. iya kak. moga suka ceritanya. Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Sulastri Tri
aku enggak suka thor untuk ezra nya, terlalu tua.
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
cerita yg bikin penasaran
Elminar Varida
iiissh..gw mah ohah😅😅
Elminar Varida
astaga...aku yg baca ikutan tegang bayangin ada pempakan gitu😄😄😄
Angel Cristin noel
cerita nya menarik
mommyanis
lanjut....👍👍👍👍👍👍👍👍👍
febriliani: baca novelnya kk
total 1 replies
Mega
kl membaca dr judulnya AKU MADU IBU KU. brti seharusnua anaknya lah yg harus keluar dr lingkup dosa yg tidak di sengaja,apa pun itu alasannya biar cinta mati sm suaminya dan tidak di sengaja itu pasti akan ada salah 1 yg tersakiti,kl mau mundur harus anak dan ibu mundur semua biar tdk ada hati yg tersakiti,kl yg tersakiti si suami itu resiko dia yg main menikah2 aja kayak beli kucing dalam karung ngk tau apa2 main nikah aja,,, jd kl menurut sy sndri si kl mau ada yg mundur ya harus anak sm ibu mundur bareng,kl cmn 1 yg mundur itu bukan pengorbanan tp egois buat dr sendiri,,,,,
Mega
bagus zahra,kl blh jujur jg yg harus mengalah itu zahra,kl bicara mslh cinta mmg zahra sm ezra sama2 cinta,lalu sblm ada zahra ezra cinta ngk sm anin,,, di sini mmg org ke 3 itu jg zahra si anak,dan memang buasanya orang tua mengalah buat kebaikan anak,tp lihat dr awal lg,apa pantas seorg anak merebuat suami ibu kandungnya sndri,,,, dan dlm hukum jg tdk di perbolehkan,,,, ibu anin udh sakit2an mkn hanya pingin merakan kebahagiaan walau pun hanya sebentar,sdgkan zahra,maaa depannya msh panjang msh bisa mncari kebahagiaan yg lain, dan udh jelas jg yg salah ezra main nikah2 aja ngk pernah mau tau keluarga anin atau pun zahra,buat apa katanya org kaya tp ngk bisa mencari info yg sangat mudah sptri itu,konyol kan jdnya,,, anak dan ibu jd ke egoisan ezra,,,,
Tarrie Sidik
maaf ya toorrr...biasanya orang batak itu manggil mantunya itu bukan bere tapi hela at kela buat orang batak karo.
febriliani: ini batak angkola kk, beda kk
total 1 replies
Chy Teteh Bhawel
pak arif digantara nih
Calista
semangat terus yaa tor buat nulis cerita yg baru lagi...
Calista: yo I say...
total 2 replies
Imes Maesaroh
baik
Calista
kutunggu karya terbaru mu slalu...
Calista
sungguh karya yg baik karna banyak mengajarkan tetang cara bersikap lebih baik menghadapi semua situasi... Semangaaaaat terus yaaa tor buat berkarya... sukses slalu buat mu... 😘😘😘
febriliani: iya kak, buka profilku kak, aku sdh ada 9 novel
total 1 replies
Hence Mamanya Ramadhan
tambah seru nih cerita nya
Hence Mamanya Ramadhan
mantap Thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!