NovelToon NovelToon
King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:622.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi.msari

Harap bijak dalam membaca!!

Max Agha Mexmar seseorang yang memiliki penuh pesona tetapi berbanding terbalik dengan sifatnya yang dingin kejam dan sulit ditebak. Max yang dikenal sebagai king mafia mata merah di dalam dunia gelap.

Saat sedang menjalankan misinya di sebuah negara X dengan beberapa timnya hingga tanpa sengaja salah satu dari mereka melakukan kecerobohan yang menimbulkan kecurigaan hingga berakhir dikejar oleh para polisi di negara X, Max pisah mobil dari para anak buahnya segera memencar sesuai intruksi namun malangnya nasib baik tidak berpihak pada Max sehingga membuat dirinya saja yang dikejar para polisi, Max memanfaatkan kesempatan saat melihat lampu hijau yang akan berganti agar dapat kabur dari para kejaran polisi.

Max memberhentikan mobilnya tepat di parkiran sebuah toko dan dan langsung masuk ke dalam taksi yang ternyata telah ada seorang wanita, wanita itu bernama Aneska Zoya Zetana merasa terkejut lalu menampar keras sehingga meninggalkan bercak tangannya.


Bagaimana kelanjutan kisah sang King Mafia dengan seorang Bad Girl? simak terus ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi.msari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mansion Utama

Belakang mansion utama sangat luas hingga beberapa lahan menjadi tempat landas helikopter milik keluarga Mexmar.

Setelah Max menghubungi Omar, maka mereka semua segera datang untuk melihat keberhasilan Max beserta tim nya. Helikopter pertama telah terlihat dan akan segera mendarat, pendaratan pertama keluar Max dengan kacamata hitam nya disusul oleh beberapa anak buah nya membawa barang penyeludupan mereka dibantu oleh beberapa tim A keluarga Mexmar. Dikeluarga Mexmar terdiri dari 3 Tim dengan kapten di masing-masing tim.

Mereka semua bersorak gembira dan langsung ingin merangkul Max tetapi tangan Max menjulur kedepan untuk memberhentikan langkah mereka yang membuat seluruh yang berada disana merasa heran.

"Ada apa Max?" Tanya Brees.

"Berapa banyak yang tewas?" Tanya Brees yang sudah mengerti.

Max tidak menjawab dan juga tidak melepaskan kacamata nya karena sudah pasti mata nya yang masih memerah, terlihat helikopter kedua telah mendarat dan terlihat Volker beserta timnya sedang menurunkan box berisi jenazah.

"Vincent, siapkan tempat pemakaman!!" Perintah Brees dengan lesuh.

"Siap tuan besar." Ucap Vincent kapten tim A dan langsung membawa tim nya untuk terus mengerjakan dengan cepat agar segera selesai.

"Om Omar segera cari tahu tentang keberadaan mafia gadungan tersebut, malam ini juga kita hancurkan semuanya." Perintah Max dengan raut wajah yang sangat murka dan mereka sudah paham ketika Max tidak membuka kacamata tersebut sudah dipastikan mata nya saat ini memerah dan sangat tersulut amarah.

"Siap Max, tetapi setelah pemakaman selesai baru kau lanjutkan pertempuran ini," sahut Omar.

"Ayah, sudah bisa periksa barangnya, aku ke kamar sebentar!!" Ucap Max.

Brees memperhatikan putra nya, jika ada yang meninggal saat melakukan misi bersamanya sudah dipastikan dia akan mengurung diri nya di dalam kamar. Brees yakin pasti trauma masa lalu nya selalu muncul saat melihat ini semua, dan kebencian itu akan terus berlipat ganda. Brees ingin memberhentikan dan menghilangkan dendam yang ada di dalam diri Max agar tidak terus menyakiti dirinya, tetapi semua terlambat tidak ada yang bisa meredam kebencian yang sudah terlanjur mendarah daging tersebut.

Max tidak ikut hadir di dalam pemakaman, sudah seratus manusia yang sudah mengajak nya untuk pergi ke pemakaman tetapi tidak dia pedulikan. Max membuka kacamata nya dan menyusun strategi untuk kembali ke negara x menyerang kediaman mafia gadungan tersebut. Setelah selesai menyusun strategi dia menghampiri paman Omar yang berada di dalam ruangan bersama ayah nya.

Meletakkan kertas rencana nya di meja Omar dan langsung duduk di sofa. Omar langsung memeriksa gimana strategi yang dia buat, menurut Omar ini strategi yang bagus tetapi tidak bisa kalau Max sendiri yang menjadikan diri nya sebagai umpan.

"Ini terlalu berbahaya, pikirkan lagi dengan kepala dingin Max. Aku curiga dengan mafia ini jika dia hanya mafia gadungan tidak mungkin dia mengirim umpan agar kita menghancurkan mereka. Dari yang kau jelaskan tadi kalau kapten dari tim mereka mengenal dirimu. Sudah dapat kita simpulkan bahwa dia hanyalah umpan, dan memberikan infomasi palsu terhadap kita. Ini hanya provokasi antara keluarga mafia, kita harus mencari tahu terlebih dahulu siapa dalang dibalik ini semua." Tutur Omar dengan detail.

"Benar nak, kita harus merapatkan ini semua dan Omar aku ingin Saguna berada disini dan ikut serta dalam rapat kali ini." Perintah Brees yang langsung di setujui oleh Omar.

Waktu masih menunjukkan pukul 10.00 pagi, Max merasa dirinya selalu kesepian jika tidak menjalankan misi yang membuat nya lupa akan kekosongan ini. Setelah selesai sarapan Max pergi ke brankas belakang tempat seluruh senjata di simpan, barang penyeludupan mereka adalah senjata senjata terbaik. Mereka terus mengumpulkan senjata sebelum perang yang sesungguhnya dimulai. Max mencoba salah satu Senapan terbaik itu dan mencoba nya di ruang percobaan, Max mencoba nya ketempat yang tidak dapat ditembus peluru, peluru hanya dapat tersangkut di benda tersebut. Dengan fokus dan konsentrasi nya Max mengarahkan pistol tersebut ke arah tepat sasaran nya. Dan melepaskan pelurunya tetapi ternyata peluru tersebut berhasil menembus benda yang disebut anti peluru itu, hingga membuat Max takjub.

"Ternyata ini yang menjadi perebutan?" Tanya Max sambil melihat lihat senapan tersebut.

"Wajar aja, sebagus ini dan sekarang kau akan menjadi milik pribadiku!!" Ucap nya dengan seringai.

Drrrttt...

Drrrttt....

Max mengambil handphone yang diletak di meja memperhatikan siapa yang menelephon ternyata adalah Saguna.

📞

"Hmm" dehem Max.

"Kenapa kau terus melibatkan aku?" Tanya Saguna.

"Kenapa? Kenapa harus ada pertanyaan?" Tanya balik Max dengan dingin.

"Terjun kedalam nya mungkin kau akan menemukan semua dari pertanyaan konyol dirimu itu, stop jadi munafik. Aku tau kau ingin ikut terjun kedalam tetapi ada sesuatu yang membatasi mu aku gak akan bertanya lebih dalam tentang masalahmu tetapi kau tetap ditakdir kan disini sejauh apapun kau lari." Tegas Max.

"Apa kau tidak pernah berfikir tentang masa depan mu?" Tanya Saguna.

"Masa depanku ada disini, begitupun masa depanmu!!" Ujar Max.

"Cihh," geram Saguna.

"Mau mengajukan pertanyaan konyol lain lagi?" Tanya Max tertawa.

"Siapkan jamuan yang istimewa aku berangkat 30 menit lagi," ucap Saguna dan mematikan telephonnya.

"Dasar Saguna bodoh," ucap Max dengan tertawa.

-----~°~-----

Ruang rapat tertutup yang hanya dihadiri dengan anggota inti saja. Terlihat Max, Brees, Omar. Tetapi Saguna belum juga terlihat, mereka masih menunggu kehadiran Saguna.

"Cihh, dasar anak itu ya." Geram Omar.

"Sabar paman!" Max menenangkan.

30 menit sudah berlalu tetapi kemunculan Saguna masih menjadi pertanyaan, Max merasa bosan dengan keheningan yang tercipta begitu saja di dalam hingga memutuskan keluar ruangan.

"Dari dulu tetap aja Saguna bodoh," kesal Max.

"Na na na" senandung max dengan tidak jelas.

"Tuan muda apa sudah selesai rapat nya?" Tanya Sien seorang dokter pribadi keluarga Mexmar yang berada di ruang tamu.

"Saguna buat kacau, mau aku bogem kepala nya pakai batu besar kalau ketemu." Jawab Max.

"Dia belum datang juga? Kalau berangkat pukul 11 tadi sudah dipastikan pukul 06.00 sore sudah sampai ke Indonesia." Ucap paman Sien dan berfikir.

"Saya kenal Saguna, dia tidak akan ingkar janji." Tutur paman Sien.

"Yaudah aku keluar dulu paman," ucap Max dan berjalan menuju keluar pintu utama.

Saat pintu utama terbuka badan dan wajah Max langsung penuh dengan bersimbah darah terkena cipratan darah yang dikeluarkan oleh tubuh seseorang yang tersungkur dihadapan nya.

"Cih, sialan." Umpat Max.

Max langsung memperhatikan tubuh yang tersungkur tersebut dan kembali menatap kedepan menyusuri tempat untuk mencari pelakunya tetapi mata Max tidak menangkap bayangan apapun. Dan segera menggunakan kaki nya mendorong tubuh tersebut untuk memperlihatkan wajahnya.

"SAGUNA." Ucap Max penuh amarah.

Dan menekan tombol yang berada di jam nya yang menghubungkan dengan alarm darurat mansion utama.

"KEHALAMAN DEPAN SEKARANG JUGA." perintah Max dengan tersulut amarah.

Semua penguni mansion yang mendengarnya segera berlari menuju depan dengan tergesa-gesa karena kemarahan Mata Merah adalah yang paling mereka takuti.

Paman Sien yang dekat dengan halaman depan langsung berlari dan melihat Saguna tidak berdaya di ambang pintu lalu melihat tubuh Saguna yang sudah tidak berdaya. Dan langsung meriksa keadaan Saguna yang ternyata masih bernafas.

"Vincent bawa Saguna keruangan saya sekarang juga," ucap nya dengan panik dan berlari diikuti oleh Vincent dan Volker yang ikut membopong tubuh Saguna.

Mereka semua tersulut amarah dan tidak ada yang bisa menenangkan Max saat ini.

"DIMANA PENJAGA DEPAN?" tanya Max dengan teriak.

"Maaf tuan muda saya dan tim B yang lainnya sedang berjaga di sekitar sini tetapi tidak ada kejadian atau hal yang mencurigakan, hingga kami berpencar keseluruh mansion utama." Ucap Will dengan gemetar.

Bugh..

Bogeman mentah melayang tepat di wajah nya. Max terus melayangkan pukulan demi pukulan kepada Will selaku kepala kapten tim B. Aturan di keluarga Mexmar ketika di hajar dengan keluarga inti Mexmar karena melakukan kesalahan fatal ataupun tidak tetap harus melawan nya, dan mempertahankan diri nya agar tidak tewas dan setelah pertarungan selesai maka yang salah wajib mendapatkan hukuman lain. Itu adalah aturan tidak tertulis tetapi harus dipatuhi oleh seluruh anggota Mexmar.

Maka sebab itu Will terus melayangkan pukulan juga ke arah Max, hingga pertarungan semakin menjadi.

Brees yang menyaksikan nya tidak dapat berbuat apapun karena ini adalah peraturan yang wajib dipatuhi, karena kelalaian penjaga menyebabkan Saguna hampir meregang nyawa jika saja Max tidak pergi keluar.

Semua yang berada dihalaman depan menunduk kecuali Omar dan Brees.

"Apa tidak sebaik nya ini kita hentikan saja tuan besar, kemarahan Max kali ini diluar kendali jika dia terus bertarung dengan Will maka tidak dapat kita hindari kalau Will akan tewas di tangan Max yang akan membuat nya menyesali seumur hidup nya!" Saran Omar.

"Kau benar Omar, aku tidak ingin Max semakin terkubur dengan dendam dan rasa bersalah nya lagi," sahut Brees.

"Volker, Zeroun, Vincent segera berhentikan pertarungan mereka!" Perintah Brees.

"Siap tuan besar," ucap mereka dan segera berlari untuk melerai pertarungan itu.

Tentu saja satu orang cukup untuk memberhentikan Will karena dia tidak ingin pertarungan ini, tetapi dua orang kesusahan merendamkan emosi dan menahan tubuh Max.

"Max stop, kalau kau tidak ingin merasa menyesal karena telah membunuh keluargamu." Ucap Brees tegas.

Ucapan Brees tersebut berhasil membuat runtuh keinginan Max untuk menghajar kembali Will dan menatap Brees dengan tatapan tidak dapat ditebak karena mengingat masa lalu nya. Dan mengacak rambut nya frustasi dan beralih menatap Will yang juga sedang menatap dirinya dengan wajah bersalah. Max langsung berjalan menuju parkiran mobil dan keluar dari perkarangan mansion tersebut untuk menenangkan dirinya.

Dia terus memukul setir dan mengacak rambut nya frustasi karena hampir saja dia akan membunuh keluarga nya untuk kedua kali nya. Max memakai kacamata nya untuk menutupi mata merah nya lalu menghidupkan sebuah lagu untuk menetralisir kan hati nya.

Bersambung....

-----~**°~-----

Hai para kesayangan author mohon dukungannya yaa buat karya kedua authorrrr.

saya ucapkan beribu terimakasih kepada yang sudah ikut mendukung karya ini! dukungan bisa berupa like,komentar,vote,hadiah, bintang 5. intinya mohon dukungannya yaa semua**!

1
C a l l i s t o ®
Nyenyenyenye.. komennya si Qaisaa kayak mak mak komplek kalo komplain ~~
C a l l i s t o ®
Fazya ngrepotin orang aja lu
C a l l i s t o ®
Ihhh sumpah gue ga suka sama pemikiran yg kek gini. Dr awal mreka tau situasinya kan lagi bahaya lagi di medan lawan. Gue liatnya si cewek2 lemah itu kayak playing victim deh. Sekarang gue nanya ada nggak orang pinter yg tau dirinya ga bisa perang nekad nyatain cinta di situasi perang?? kalo koid yg disalahin malah cowok² yg dr awal emang mau menjalankan misi di medan itu?! sumpah ga like sama pikiran lemah duo cewek itu
C a l l i s t o ®
Iya kok jadi Saguna... siapa yg bego coba orang lagi perang, tau diri lu ga punya modal perang.. pegang senjata ga bisa bela diri ga bisa, ee nekad dateng cuma demi nyatain cinta... siapa yg begoooo??????
C a l l i s t o ®
Gue setuju hilangin Faysa 😈
C a l l i s t o ®
TU KAN APA KATAKU FAYSA BAKAL JADI BEBAN... iya si mnyelamatkan tp ga bisa pake senjata malah jd tameng yg artinya b e b a n.. emosi guee
C a l l i s t o ®
Aku jg greget.. apa dia ga mikir kalo dia datang malah jd bebannya Saguna.. Otaknya uda pindah dengkul kah?? harusnya kalo dia ada pemikiran gt, knapa ga dr pas masih ktmu Saguna, kenapa nunggu dia uda mau dinikahin timing uda mepet, Saguna jg lg ada urusan menyangkut nyawa, ee dia nambah²i urusan.. Sebel ma Faysa.. sadar lu ga bisa bela diri 😤
C a l l i s t o ®
Tiga sahabat dan tiga sahabat
Fixedlah, Max x Zoya, Fayza (siapa ya lupa smoga bener) x Saguna, terus Erlan x Khanza.. pas jodoh di tangan pembaca
C a l l i s t o ®
Gue pengen ketawa tp kasian Saguna 😭😭 Dikit2 Sagunaaaa, abis itu Sagunaaa, abis itu Sagunaa lagi... Hahahaa nikmat mana yg kau dustakan jadi majikan kayak Max 🤧
C a l l i s t o ®
Paling ketinggalan pesawat gara2 Khanza kebelet trus ajak Zoya. Biasanya begitu di tivi tivi 🤣
C a l l i s t o ®
Si Qaisaa Nazarudin komennya pengen gue jadiin pupuk kandang 🤧 asik asik baca lagi seru²nya tp harus liat komen dia yg ewww
C a l l i s t o ®
50% dalam jiwaku meragukan Laskar karna tkadang tokoh yg begini agak mencurigakan, takutnya dia mata2 lagi 🤣
C a l l i s t o ®
Aku penasaran kok matanya mudah memerah.. kalo anime keren ya, tp kalo ini kan cerita bukan genre fantasi ya, jadi imajinasi karakternya kalo aku bayangin mata memerah itu malah kayak mata yg iritasi jd keliatan ga keren dikit² iritasi 🤧
C a l l i s t o ®
Nanti begitu tau cinta, pasti langsung ada backsound : Tiba tiba cinta datang kepadaku~
Nana Niez
fayza fayza,,, knp knp km kok begitu
Nana Niez
Luar biasa
Siti Nina
oke banget ceritanya,,,👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Wah udah END aja,Tq thor nivel yg bagus, Aku minta maaf kalo ada komentar ku yg terlalu kasar, tapi komentar itu aku tuju kan ke peran novel mu,Bukan ke kamu ya, Dan itu berarti tulisan karya mu berhasil memporak proandakan hati dan pikiran ku,Semoga sehat selalu dan Sukses selalu, Teruskan berkarya,,🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🥰🥰🥰⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Qaisaa Nazarudin
Kenapa firasat ku mengatakan ini jebakan,,Alex masih hidup kan,,
Qaisaa Nazarudin
Cih alesan, kenapa saat Zoya dtg ngasih tau kamu Fayza mau tunangan kamu masih linglung aja, gak tau harus milih cinta pertama atau Fayza? Tapi saat tau Erlan dtg bawak undangan Geisha baru kamu ngejar Fayza,,🙄🙄Dari situ situ aja udah tau siapa pilihan pertama kamu,Juga saat Dansa di pestanya Max dan Zoya waktu itu, kamu juga memlih Fayza jadi pilihan kedua saat Gheisa dansa dgn org lain,,ckck..Dasar gak becus..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!