NovelToon NovelToon
Gadis Berdaster Milik CEO

Gadis Berdaster Milik CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 5
Nama Author: Realrf

Seorang gadis yatim piatu tinggal dengan neneknya, bertemu dengan CEO tampan. Pertemuan yang tak di sengaja membuat mereka mereka terikat di sebuah pernikahan.

"Tuan Alex yang terhormat, jangan coba-coba menyentuhku atau kau harus ganti rugi." jari telunjuk Arie menegak tepat di wajah Alex, Arie merasa itu akal akalan Alex agar bisa menyentuhnya.

"Cih.. kau bahkan bukan levelku."
Alex menatap tak kalah mengintimidasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

noda darah

Seorang wanita tua, dengan rambut putih yang di sanggul ala kadarnya, dan memakai kaos lusuh yang sudah berlubang di beberapa bagiannya. Beliau duduk di sebuah bangku kayu panjang, sambil sesekali menengok ke arah jalan raya. Beliau tersenyum mendapati seorang yang di tunggu telah terlihat.

"Mbok." sapa Arie sembari mencium tangan mbok nya yang sudah keriput di makan usia.

"Kok suwe, Nduk, lha sepedamu endi, lha Ki tanganmu kene opo beshet kabeh?"

[ "Kok lama Nduk, di mana sepeda mu, lha ini tangan mu kenapa luka semua?" ] tanya si Mbok sambil membolak-balik lengan Arie yang goresan luka akibat ciuman sama aspal.

"Nganu Mbok aku tibo, sepeda e rusak, tak titipno ten bengkel e Cak Mat,"

[ "Itu Mbok aku jatuh, sepedanya aku titipkan di bengkel Cak Mat," ] jawab Arie sembari duduk di samping mbok nya.

"Oalah ati ati.. Nduk.."

[ "Ya sudah Nduk hati hati," ] mata si Mbok sudah berkaca kaca, beliau tak tega melihat cucunya yang terluka.

"Iya ... Mbok, Kulo lesu mbok pean masak opo?"

[ "Iya Mbok, aku lapar, Mbok masak apa?"] Arie mengalihkan pembicaraan aga si Mbok tidak sedih, dia tau. Si Mbok Sangat menyayanginya karena hanya dia yang si Mbok punya.

"Ayo. . mangan sek, Mbok masak tempe,sama sayur asem."

[ "Ayo makan, Mbok masak tempe, sama sayur asem." ]

"Ayo Mbok." Arie memegang lengan si Mbok dan mereka berdua menuju ke dalam rumah.

Rumah yang tak luas 3x2 meter, tak ada kursi atau meja di ruang tamu melainkan sebuah ranjang reot, untuk tidur si Mbok. Sementara ruang belakang adalah kamar Arie yang bersanding dengan dapur, tak ada pintu hanya kelambu dari kain bekas sepanduk. Sementara untuk MCK mereka menggunakan milik bersama tak jauh dari sana.

Selesai menyantap makan siangnya Arie kembali keluar untuk bekerja. Dengan bekal masker, topi, celana training kumal yang dia padu dengan daster. Besi dengan ujung yang melengkung serta sebuah karung Arie siap bertempur menyusuri jalan di Surabaya. Ya ini lebih baik daripada jadi pengemis.

"Arie berangkat ya Mbok," lirih Arie mencium tangan si mbok yang tengah beristirahat. Ia tak ingin si Mbok terganggu, Arie dengan pelan menutup pintu rumah. Baru beberapa langkah kaki Arie dari rumahnya seseorang telah menyapa dirinya.

"Rie.. Arie.. Arep budal ya?"

[ "Arie mau berangkat?"] seorang memakai atasan warna merah terang, dengan celana selutut yang press body, roll rambut yang nangkring di poninya. Wanita itu berlari kecil sambil melambaikan tangan memanggil Arie.

Arie yang mendengar namanya di panggil pun, sontak berhenti dan menoleh ke sumber suara.

"iya Mbak Sum," jawab Arie ramah sambil tersenyum balik maskernya.

"Rie.. wes onok gurung duite, sepurane ya soale aku ya lagi butuh."

[ "Rie, apa sudah ada uangnya, maaf tapi aku lagi butuh."] tanya Mba Sum to the point.

"Sek ya Mba kurang titik, insyaallah sesuk sore Mba Sum" [ "Sebentar ya Mba Sum, insyaallah besok sore."]

"Ya wes .. ga popo, tak tunggu ya Rie, wes ati ati aku muleh sek."

[ "Ya sudah tidak apa apa, aku tunggu ya Rie, hati hati, aku pulang.'] dulu pamit mba sum sembari menepuk bahu Arie.

Arie hanya mengangguk pelan Sebenarnya Arie merasa tidak enak dengan mbak Sumirah pemilik rumah yang di kontrak Arie dan mboknya. Sudah lebih dari seminggu Arie telat membayar kontrakan bulan lalu. Arie pun melanjutkan perjalanan nya, ia tak ingin larut dalam perasaan sedihnya.

"Semoga hari ini bisa dapat rejeki lebih," gumam Arie lirih.

*****

Tap.. .tap..

Rambut klemis tersisir rapi, wangi, kacamata hitam, jas warna hitam rapi udah kaya ganteng pula, oh my good siapa yang ga klepek klepek sama pangeran sipit ini. Semua orang membungkuk memberi hormat padanya.

Bisik bisik para penghuni kantor, mengiringi langkah sang CEO muda yang baru saja menjabat 1 bulan yang lalu mengantikan sang kakek sang sudah pensiun.

BRAAAK

Alex membuka pintu ruangan dengan kasar.

karena gadis bar bar tadi meeting siang ini tertunda, hingga dia harus membayar pinalti.

"Dasar cewek sialan liat saja kalau sampai aku melihat mu lagi," ujarnya sambil menaikkan bibirnya.

******

Cakrawala senja terlihat indah di sela gedung pencakar langit Surabaya. Seorang wanita penuh peluh berjalan dengan payah, setelah bergelut dengan debu jalan raya, membawa sekarung penuh botol bekas ke tempat pengepul.

"Iki, Cak," ujar Arie sambil meletakkan karung di atas timbang.

"Ok... 3 kilo ya, Rie." jawab seorang pria tua sambil mencatat di buku besarnya, lalu mengambil beberapa lembar uang dari laci dan menyerahkan kepada Arie.

"ki oleh mu sak Minggu Iki."

[ "ini hasilnya kemarin."]

"Iya Cak, matur nuwun," Mata Arie begitu berbinar, tersenyum sumringah menerima uang dari pria itu. Setidaknya ada tambahan untuk bayar uang kontrakan meski belum sepenuhnya. Arie mengayunkan langkah dengan riang menyusuri gang kecil menuju rumah.

kriet

"Mbok," lirih Arie saat membuka pintu, didapati si mbok masih terbaring di ranjangnya. Melihat si mbok masih tidur Arie pun memutuskan untuk pergi membersihkan dirinya.

Setelah antri beberapa waktu di ponten umum, akhirnya Arie selesai membersihkan diri. Ia kembali ke rumah, di lihatnya si mbok sudah bangun duduk termenung di tepi ranjang. Arie mendekati nya, matanya terbelalak melihat noda darah di telapak tangan si mbok.

"Mbok.. kenek opo mbok,"

[ "Mbok kenapa."] Arie meraih tangan si mbok matanya berkaca-kaca.

Raut mukanya bertambah pucat tubuhnya terasa dingin.

Bukk

Tubuh si mbok jatuh di atas kasurnya.

"MBOKKKKK!" Arie berteriak histeris, ia mengguncangkan tubuh lemah neneknya.

Arie segera berlari keluar rumah, meminta pertolongan pada tetangga. Tak lama Beberapa orang memenuhi rumah Arie. Mobil Ambulan membawa tubuh si Mbok yang tak sadarkan diri. Arie terus menangis di pelukan Mba Sumirah yang berusaha menenangkannya.

1
Sumardani Yati Ori
💪aku pernah ngalamin cuma beda versi nangis sesek tapi aku main cantik alm ibu ngajarin jangan pernah perlihatkan kehancuranmu
Realrf: hebat😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Sumardani Yati Ori
makanya w ga suka deket2 horang kaya🤣dan horang kaya juga ga suka ma w mumet......misqueen ae wes stress palagu kaya raya🤣 mumet kan
Realrf: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 biasanya gitu ya kak
total 1 replies
Umahnendy Alisia
🤣🤣🤣kena kamu 🤣🤣🤣
Lilis Ika Supriatna
Nurut ya siska... nurut sama suami km skrg itu Tama kepala keluarga nya,,, jdi km hrus nurut apa kata dia jadi ikuti dn nurut saja. lbih baik ikut Tama pindah ke rumh nya Tama dari pada di situ,,,, emng nya km betah tinggal di situ org²nya aja pada nyinyir mulutnya
Lilis Ika Supriatna
Alex memang gila Arie 🤣🤣 dia gila karena cinta mu gk peduli dia sdng berada di mna yg. penting vcall sama km 🤭
Lilis Ika Supriatna
Buahahahah 🤣🤣🤣 lucu sekali km ini Arie 🤭 lagian salah Alex jg sih 😁 Arie kan sudah minta untuk berhenti dn bilng udah gk kuat...bukn berati udh gk kuat krna pngen nganu 🤭 tp gk kuat krna paggilan alam yg mendesak dn akhirnya kluar lah bunyi seruling yg sngt merdu 🤣🤣🤣🤣
Lilis Ika Supriatna
Kasian Arie,,, dia sampai mengira dirinya kotor tp dgn adanya Alex... berkat Alex yg bgitu sabar sama Arie dn menghilangkan bekas kismark si laki² br3ng53k itu di tubuh Arie,,, dn berakhir dgn bermain di ranjang 🤭🤣🤣
Lilis Ika Supriatna
DORR... siapa yg kena tembak jgn sampai Alex dn Arie kena tembak semoga mreka Selmat
Lilis Ika Supriatna
Pasti ini ulahnya Nuwa atau mantannya Alex,,, Arie semoga aja km gk knpa-napa ya semoga km dan bayi km slmat bertahanlah tunggu sampai Alex dtng
Lilis Ika Supriatna
Hastaga kakek sama cucu ternyata sama aja... 🤣🤣
Lilis Ika Supriatna
Alex panggil nya junior terus,,,, gimna klo anak nya cewek dn yg pasti emng cewek sih 🤭
Lilis Ika Supriatna
Ntahlah Alex memiliki rahasia apa,,,, dia seperti bgitu enggan untuk tinggal di rumh utama,,,, dn mlh memilih tinggal di apartemen dn sepertinya ada trauma di masa lalu nya Alex
Lilis Ika Supriatna
Sudah mulai di part Tama dan Siska nih,,,, kasian juga sih Siska dia selalu di pandang sebelah mata sama warga di tempat tinggalnya,,,,, dn selalu di hina dn stelah ini Siska dn Tama di paksa harus mnikah
Lilis Ika Supriatna
keterluan km Tama. apa maksud km berbuat seperti itu....sudahlah ikhlaskan saja dn move on tam move on,,,,, Arie itu bukn milik km dn Arie sudah mnikah segitu frustasinya kah krna cinta mu di tolak
Lilis Ika Supriatna
Masalahnya ada pada ibu mu tuan Adinata... apa ada bertanya kepada ibu mu atau tidak,,,, dn seharusnya sih ya tuan Adinata curiga sma ibu nya tp kayaknya tidak
Lilis Ika Supriatna
Thor buah strawberry terlalu besar pling Nana Buah ceri kali ya..... yeeee Alex buka puasa yeee brpa ronde itu 🤭
Lilis Ika Supriatna
wkwkwk 🤣🤣 Arie km ini sengaja bgt ya udah tau suami km itu gk bisa tahan klo pengen anu. eh km mlh mancing² trus
Lilis Ika Supriatna
Wkwkwk 🤣🤣 ini knpa ketiga laki² ini gk ada yg mau ngalah satu pun kasihan Arie dia sampai pusing mendengarnya,,,,, kira² Arie sedang merencanakan apa ya untuk menghukum Alex
Lilis Ika Supriatna
Kurang Arie klo bisa sebula jgn seminggu biar kapok tu si Alex
Lilis Ika Supriatna
kau memang bodoh Lex kau itu laki² yg to**l
cewek lain km perhatikan sedangkan istri sendiri km abaikan dasar gob**k
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!