**"Bagaimana jika seseorang yang ingin kau sembuhkan justru menjadi alasan hatimu sendiri terluka?"**
Setiap orang memiliki masa lalu yang ingin dilupakan. Namun, tidak semua orang mampu melepaskan kenangan yang pernah membuatnya bahagia.
Begitu pula dengan seorang lelaki yang masih terjebak dalam penyesalan masa lalunya. Di balik sikap dingin dan tatapan kosongnya, tersimpan sebuah kisah cinta yang belum selesai. Ia terus menunggu seseorang yang entah akan kembali atau tidak, seolah waktu berhenti sejak hari ketika ia kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.
Hingga suatu hari, seorang murid baru datang ke sekolahnya.
Gadis pendiam yang awalnya hanya ingin menjalani kehidupan sekolah dengan tenang itu tanpa sengaja menaruh rasa penasaran pada sosok lelaki yang selalu terlihat menyendiri.
"Aku datang karena pena dengan kisahmu. Namun tanpa sadar, aku justru ingin menjadi bagian dari kisah yang baru dalam hidupmu"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bammoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari pertama sekolah
terdengar bel masuk sekolah berbunyi para murid berlarian masuk kedalam kelasnya masing-masing, murid-murid terdengar ricuh saat memasuki kelas.
saat ini sedang di kelas 9A murid di kelas ini sedang ricuh ada yang sedang mengobrol, bercanda terdengar berisik sampai keluar kelas saat seorang guru masuk di ikuti oleh seorang perempuan rambut terurai, memakai seragam sekolah yang berbeda dari murid yang ada di sekolah ini. Guru itu pun seperti biasa menyapa murid di kelas saat ini.
"selamat pagi anak-anak, apa kabar" saapan guru dan di jawab oleh murid-muridnya "pagi ibu, baik" serentak
bu arin menoleh ke arah murid baru itu sembari tersenyum lalu mempersilahkan murid itu untuk memperkenalkan dirinya pada kelas saat ini "silahkan hikari perkenalkan kamu ke teman-teman baru kamu" ucap ibu arin dengan senyumannya.
hikari melangkah kedepan menatap kelas dan orang-orang yang ada di kelas itu terdiam sejenak hikari pun langsung membuka mulutnya "halo saya hikari senang bertemu dengan kalian semua"ucap hikari tersenyum kecut.
"silahkan duduk hikari" ucap ibu arin mempersilahkan hikari untuk duduk di bangku kosong, lalu hikari berjalan perlahan untuk menemukan kursi yang nyaman, karna terlihat ada 2 bangku kosong di kelas itu. hikari langsung duduk ketika dia menemukan kursi yang membuatnya nyaman.
"maaf, boleh aku duduk disinikak"ucap hikari duduk di samping perempuan yang baru ia kenali saat ini, hikari tersenyum lalu menyodorkan tangannya untuk bersalaman
"salam kenal ya aku hikari" teman sebangkunya ikut tersenyum lalu menerima ajakan salaman itu "iya salam kenal juga aku neta" ucap neta tersenyum
perkenalkan murid baru selesai mereka kembali belajar seperti biasanya agak berisik tapi itulah keadaan kelas ini
waktu berlalu bel istirahat sudah berbunyi kelas-kelas mulai berisik, ada murid yang keluar ada juga pergi kelapangan untuk bermain bola, ada yang pergi ke kantin
saat ini hikari hanya diam di kelas, neta yang sudah pergi bersama temannya untuk kekantin hikari sempat di ajak tapi hikari menolak ajaknya. setelah bel istirahat berbunyi para teman sekelasnya sempat menyapanya dan berkenalan pada hikari, hikari dengan senang hati juga kembali berkenalan dengan teman sekelasnya terkecuali lelaki mereka tidak memperkenalkan dirinya, tapi hikari tidak terlalu mempedulikannya.
setelah beberapa saat hikari merasa bosan hikari keluar kelas tanpa teman, mungkin hikari sedang mencari teman sekelasnya atau teman sebangkunya, hikari terdiam sejenak melihat sekitar merasa sangat gugup karna di sekolahan baru ini hikari bener-benar tidak punya teman bahkan seorang kenalam pun tidak ada. hikari akhirnya memberanikan diri untuk pergi melihat sekolah ini untuk pertama kalinya karna saat masuk ke sekolah ini dia tidak sempat melihat-lihat.
hikari berjalan di koridor seorang diri, ada banyak orang yang memperhatikannya tapi hikari tidak memperdulikannya, dari mereka sempat penasaran dan menyapanya lalu memperkenalkan dirinya pada hikari, hikari membalas sapaan meraka dan memperkenalkan dirinya, hikari juga sempat bertanya dimana perpustakaan pada mereka yang menyapanya, lalu seseorang yang baik mengantarkan hikari keperpustakaan itu.
hikari masuk keperpustakaan yang asing baginya saat ini melihat-lihat buku yang cukup menarik untuknya, hanya ada beberapa orang di perpustakaan ini jadi hikari tidak terlalu gugup meskipun mereka memperhatikannya.
Saat melihat beberapa buku hikari melihat sebuah buka yang menarik untuknya, hikari melangkah untuk mendekati buku yang akan di bacanya, hikari segera mengambil buku itu tetapi sebuah tangan yang agak kasar itu menyetuh buku yang sama
"oh! maaf" hikari menjauhkan tangannya yang sedikit tersentuh
Pria itu menatap sekilas pada hikari "oh iya gak papa, apa kamu mau baca buku ini juga" ucapnya yang sudah menggenggam bukunya. merasa tidak enak hikari menggelengkan kepalanya "tidak juga, cuman penasaran aja kalo kamu mau baca silahkan"
setelah mendengar ucapan hari pria itu langsung pergi tanpa kata, wajah nya agak suram pucat pasi jadi hikari merasa takut padanya padahal hikari ingin membaca buku itu, tapi hikari tidak terlalu penasaran dengan buku itu, akhirnya hikari keluar dari perpustakaan tanpa membaca buku
setelah keluar dari perpustakaan seseorang memanggilnya dari jauh,"HIKARIII!!! TUNGGU" hikari yang sedang berjalan menuju kantin langsung berhenti, "neta, ada apa?" neta segera berjalan menghampiri hikari
"yaampun gue kira lo kemna, ayo temenin gue keruang guru" ucap neta langsung menarik hikari tanpa mendengar perkataan hikari apa dia mau menemaninya atau tidak
saat sedang berjalan menuju ruang guru, di lapangan terlihat
penuh dengan orang-orang entah menonton pertandingan apa tapi para lelaki dan perempuan berteriak, hikari penasaran sedikit melihat dan ternyata hanya permainan sepak bola. tapi mata hikari tertuju pada seorang pria yang berwajah suram dan pucat pasi itu
"oh! bukan nya dia yang tadi" guman hikari memperlambat perjalanannya, neta melihat ke arah hikari dan bertanya "lo mau liat yang main bola ya" ucap neta berhenti sejenak
hikari tersadar lalu melihat ke arah neta, "enga kok, itu kamu tau gak cowo itu" pertanyaan hikari pada neta, neta mencoba mencari pria yang di maksud hikari setelah menemukannya neta langsung menjawab "oh dia itu kelas 9.A1 namanya keiran, dia emang cakep banyak di incer juga sama cewe-cewe dulu"
"dulu?" hikari mempertanyakan, kenapa dulu padahal dia masih terlihat tampan hanya saja sedikit suram. "nanti deh ceritanya soalnya panjang banget, kalo lo mau kesana ayo aja sama gue, tapi bentaran doang ya" ucap neta kembali menarik hikari tanpa mendengar ucapan hikari lagi
karna hikari juga agak penasaran kenapa begitu ramai padahal bukan pertandingan resmi, jadi hikari tidak menolak untuk melihat meskipun hanya sebentar.
"emang suka serame ini ya kalo ada yang main bola" ucap hikari yang agak penasaran
"engak juga, mungkin karna ada kei sama agatha" jawab neta. hikari mengganguk paham karna sekolah ini seperti punya fanatik pada pria-pria tampan "oh gitu ya"
beberapa saat kemudian neta dan hikari hendak pergi untuk kembali pada tujuan yang seharusnya tadi keruang guru jadi mereka dua tidak lama menonton pertandingan bola ini.
saat hendak pergi sebuah bola melayang ke arah dimana hikari berada, semua orang berteriak pada hikari tapi hikari tidak memperdulikan teriakan itu karna mengira teriakan itu untuk orang lain saat hendak berbalik bola sudah ada di dekat wajahnya dan segera menghantam wajahnya yang polos itu. *BUK* suara hantaman ke wajah hikari terdengar nyaring sehingga neta yang di sebelah hikari langsung berteriak kaget melihat hikari yang sudah terbaring, orang-orang yang disamping hikari ikut terkejut dan langsung mengerumuni hikari yang sudah terbaring
"ASTAGA HIKARI"