NovelToon NovelToon
The Hidden Truth

The Hidden Truth

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:879
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Di balik hilangnya seorang gadis, tersimpan rahasia yang selama ini disembunyikan. Seorang ibu bertekad mengungkapnya, meski harus melawan kekuasaan yang selama ini tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak akan lagi diam!

"Lyn... sarapan sudah siap."

Teriak Elea yang berada di dapur memanggil putrinya.

"Lyn..."

"Lyn..."

Elea terus memanggil nama putrinya, tetapi yang terdengar hanyalah keheningan.

Elea menatap pintu kamar putrinya yang masih tertutup rapat. Ia menghela napas pelan, sambil menggeleng kepala.

"Kebiasaan tuh anak."

Elea berjalan ke kamar putrinya.

"Evelyn Rosa Walker!"

Suara tegas Elea membuat Lyn yang masih dalam selimut terperanjat.

"Kalau kamu nggak bangun, Ibu akan..."

"Lyn sudah bangun, Bu..."

Lyn segera turun dari ranjang lalu melangkah cepat menuju ke kamar mandi.

Elea menggeleng kecil sambil tersenyum tipis. Putrinya memang sulit dibangunkan setiap pagi.

Elea kembali ke dapur, menyelesaikan aktivitasnya di pagi hari.

Beberapa saat pintu kamar Lyn terbuka, membuat Elea menoleh.

Putrinya tersenyum padanya, lalu mendekat.

"Nonton drakor lagi?" ucap Elea.

Lyn tercengir. "Hehehe iya, Bu. Ceritanya seru banget, sampai aku nggak bisa berhenti nonton."

"Kamu ini kebiasaan banget, nonton drakor sampai larut malam. Sekarang lihat, bangun paginya jadi susah, kan?" omel Elea.

Lyn hanya nyengir kecil, lalu duduk di meja makan sambil menatap menu sarapan pagi kali ini.

"Dari aromanya ini pasti sangat nikmat," ucap Lyn.

"Gak usah puji masakan Ibu, habiskan sarapanmu. Bentar lagi bus akan tiba."

"Siap, Bu."

Lyn segera menyantap sarapan paginya, sementara Elea menyiapkan kue-kuenya yang akan siap dijual.

"Ibu nggak sarapan?" tanya Lyn sambil menatap ibunya.

"Ibu sudah sarapan lebih dulu, Nak," jawab Elea tanpa menoleh.

Lyn mengangguk-angguk lalu kembali melanjutkan sarapannya.

Beberapa saat Lyn telah menyelesaikan sarapannya, ia beranjak dari duduknya lalu menghampiri ibunya yang sibuk di kedai toko kue.

"Bu, Lyn berangkat ya."

"Iya, sayang. Hati-hati, ya."

"Siap, Bu."

Lyn berjalan menuju halte bus, tempat ia biasanya menunggu bus yang akan mengantarkannya ke sekolah.

Baru saja ia hendak duduk, bus sudah terlihat.

Bus berhenti tepat di depan Lyn.

Lyn bersama beberapa remaja lainnya masuk ke dalam bus.

Sekitar sepuluh menit, bus berhenti di Eldoria International School.

Lyn turun dari bus, lalu melangkah masuk ke dalam lingkungan sekolah.

Penjaga keamanan menyapa para siswa yang baru datang.

Lyn melangkah ke kelasnya dengan headset di telinganya.

Sesampai di kelas, tatapan sinis menyambut Lyn.

Lyn hanya bisa menghela napas berat, sebagai siswa beasiswa, ia di pandang rendah oleh siswa dari kalangan atas. Menurutnya, siswa yang diterima melalui jalur prestasi seharusnya mendapat penghargaan. Namun, di sekolah ini siswa yang berasal dari keluarga terpandang atau memiliki kekuasaanlah justru mendapat perlakuan istimewa.

Lyn berjalan ke tempat duduk yang paling belakang.

Tak berselang lama, suasana kelas mendadak hening saat Geng Aster melangkah masuk. Kelompok yang beranggotakan tiga siswi itu dikenal sebagai geng paling disegani sekaligus ditakuti di sekolah.

Di barisan paling depan ada Clarisa Narendra, sang ketua yang merupakan putri seorang konglomerat ternama di Kota Eldoria.

Di belakangnya berjalan Selana dan Bianca, dua sahabat sekaligus anggota Geng Aster yang juga berasal dari keluarga pejabat berpengaruh.

Mereka bertiga berjalan menuju tempat duduk masing-masing.

Clarisa menatap Lyn yang sedang menulis.

Clarisa mengode kedua sahabatnya.

Selena dan Bianca yang paham, mengangguk lalu beranjak dari duduknya.

Brugh!

Lyn tersentak saat beberapa buku dilempar begitu saja ke hadapannya.

"Woi, anak beasiswa! Kerjain PR gue," ucap Selena dengan tatapan sinis.

Lyn menelan ludahnya dengan kasar sambil menatap buku Geng Aster.

"A-aku nggak bisa..." lirihnya.

"Argh!"

Kepala Lyn sontak terdongak ketika rambutnya dijambak Clarisa dari belakang.

"Yang nyuruh lo nolak siapa, hah?!" ucap Clarisa sambil mempererat genggamannya.

"Clarisa, lepas..." ucap Lyn menahan sakit.

Clarisa berdecak.

"Lo siapa nyuruh-nyuruh gue?"

Bianca menampar pipi Lyn pelan, tetapi cukup keras hingga meninggalkan rasa perih. "Makanya kalau disuruh, nurut aja. Jangan membantah."

"Gue nggak suka ngulang omongan. Kerjain sekarang..." Clarisa mempererat genggamannya pada rambut Lyn. "Atau..."

"I-iya, aku akan kerjakan tugas kalian," jawab Lyn pasrah, tak ada pilihan untuk membantah.

Geng Aster tersenyum puas.

Clarisa melepas genggamannya. Bianca menyedorkan tisu basah kepadanya.

"Nah, gitu dong. Dari tadi kek, lo nurut. Tangan gue jijik tahu pegang rambut lo yang bau asem ini," ucap Clarisa sambil membersihkan tangannya.

Lyn hanya menundukkan kepalanya.

Jemarinya mengepal erat di bawah meja. Pipinya masih terasa perih, akibat tamparan Bianca. Sementara kulit kepalanya berdenyut karena jambakan Clarisa.

Lyn memilih diam, melawan mereka akan membuat keadaan semakin buruk.

"Cepat buruan kerja," ketus Bianca.

"Awas lo yah, sampai jawabannya salah," ancam Selena.

Lyn hanya mengangguk pelan.

Kring!

Bel masuk berbunyi, pertanda pelajaran siap dimulai.

"Girls, balik ke tempat," perintah Clarisa pada dua anggotanya, lalu ia menatap Lyn kembali.

"Pastikan semuanya selesai sebelum jam istirahat terakhir!"

"I-iya," jawab Lyn.

Clarisa tersenyum puas.

Tak lama, terdengar suara hak sepatu. Seorang wanita melangkah masuk dengan anggun.

"Selamat pagi anak-anak," sapa Ibu Ranti.

"Pagi, Bu!" jawab serampak para siswa.

Ibu Ranti tersenyum. "Baik, pelajaran hari ini kita mulai. Siapkan buku masing-masing."

"Iya, Bu."

Pembelajaran pun dimulai.

Ibu Ranti mulai menjelaskan pembelajaran hari ini.

Lyn yang ada di bangku paling belakang, melupakan kejadian yang menimpanya barusan. Kejadian seperti ini sudah menjadi makanannya hampir setiap hari, dan tak ada niat untuk melaporkan. Sebab dia tahu, melaporkan perbuatan Geng Aster hanya akan sia-sia.

Dua jam berlalu, bunyi Kring kembali terdengar. Jam pembelajaran telah berakhir dan akan digantikan dengan jam istirahat.

Ibu Ranti pamit undur diri.

"Selamat istirahat anak-anak," ucapnya sebelum meninggalkan kelas.

"Iya, Bu."

Para siswa perlahan bangkit dari duduknya, melangkah menuju kantin.

Baru saja Lyn ingin beranjak, Geng Aster sudah menghadangnya.

"Mau kemana, lo?" ucap Selena dengan tangan dilipat menatap sinis Lyn.

"Aku mau ke kantin," balas Lyn.

Clarisa melangkah mendekati Lyn, hingga jarak mereka hanya beberapa sentimeter. "Perintah gue udah lo kerjain?"

Lyn tak menjawab.

Brugh!

Tanpa aba-aba, Clarisa membenturkan kepala Lyn ke meja hingga ia mengerang kesakitan.

"Beraninya lo pergi makan tanpa ngerjain tugas gue!"

"A-ampun Cla..." ucap Lyn menahan sakit.

Clarisa lebih menekan kepala Lyn. "Gue gak butuh jawaban itu!"

Air mata Lyn mengalir tak terbendung menahan sakit.

"Aku akan kerjakan PR kalian, sekarang juga," ucap Lyn dengan getar.

Clarisa tersenyum penuh kemenangan, tangannya perlahan lepas dari kepala Lyn. Bianca menyodorkan tisu basah ke Clarisa.

"Bagus. Lo gak boleh keluar sebelum PR kami selesai."

Lyn hanya bisa mengangguk.

"Cabut!" ucap Clarisa pada kedua sahabatnya.

"Awas lo yah, kalau sampai gak selesai," ancam Selena sebelum meninggalkan kelas.

Setelah geng berlin pergi, Lyn merosot jatuh ke lantai.

Kepalanya terasa sakit.

"Cukup. Ini nggak boleh berlanjut."

Tangan Lyn perlahan mengepal.

Wajahnya perlahan menjadi datar.

"Kalian akan aku balas!"

1
Anne Rukpaida
smngat lyn 💪
Nona Jmn: Terima kasih
total 1 replies
Anne Rukpaida
akhirnya lyn ketemu juga 😇
Nona Jmn: Akhirnya🫰😁...
Ikutin terus yah... masih ada plot twist kebelakangnya🤭
total 1 replies
Anne Rukpaida
critanya luar biasa keren 😎
Nona Jmn: Terima kasih🫰🫰
total 1 replies
Anne Rukpaida
smangat ka, jadi smkin penasaran ma jln ceritanya asal muasal ortunya Lyn bisa punya keahlian bela diri gitu🔥
Nona Jmn: Sabar yah🤭🤭😁😁
total 1 replies
Anne Rukpaida
ceritanya bkin deg²n 🔥 smangat ka
Nona Jmn: Terima kasih kak😊😊🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!