NovelToon NovelToon
Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Horor / Teen
Popularitas:37.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

​"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka loh!"
​Bagi Arash, menjadi cowok indigo itu melelahkan. Makanya, dia pakai trik keramat: Pura-pura buta huruf soal hal gaib. Mau ada pocong kayang pun, Arash bakal tetap lempeng.
​Strategi itu sukses bertahun-tahun, sampai dia ketempelan sesosok roh cewek misterius yang punya jiwa "cegil" (cewek gila) akut. Bukannya nakutin, roh genit ini malah rusuh mengintil kemana-mana, bahkan nekat narik kerah jaket Arash demi minta perhatian.
​Arash mati-matian bertahan demi menjaga iman dan aktingnya. Tapi saat teror mistis yang mengancam nyawanya datang, si hantu cegil justru pasang badan paling depan dengan cara yang paling bar-bar.
​Gimana jadinya kalau cowok sholeh berkharisma harus menghadapi musuh gaib bersama hantu cegil yang ternyata... belum sepenuhnya mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

​Mantra terpenting dalam hidup Arash hanya ada satu: Jangan menengok, jangan merespons, dan pura-pura bodoh.

​Prinsip itu sudah dia pegang teguh sejak saat ia kecil, dimana ia dan ibunya hampir menjadi bagian dari dunia ghoib.

Sejak saat itu, Arash tahu cara kerja dunia gaib. Mereka itu seperti anjing galak; makin kita takut atau makin kita sok tahu menunjukkan kalau kita bisa melihat mereka, mereka akan semakin melunjak dan bertingkah.

​Maka dari itu, Arash memilih menjadi aktor terbaik di dunia spiritual. Dia melatih matanya untuk menatap lurus menembus makhluk-makhluk mengerikan seolah mereka hanyalah udara kosong.

​Seperti malam ini.

​Arash baru saja pulang dari pengajian bulanan di masjid raya.

Cowok berusia 17 tahun itu mengendarai motor matic-nya dengan kecepatan sedang membelah jalanan pinggiran kota yang mulai sepi. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Sinar lampu jalanan yang remang-remang membuat atmosfer sekitar terasa kian mencekam.

​Di sebuah pertigaan dekat pohon kapuk tua, lampu merah menyala. Arash menghentikan motornya.

Dia mendesah pelan, merapatkan jaket denimnya untuk menghalau angin malam yang mendadak terasa dingin menusuk tulang.

​“Astagfirullah…” desis Arash dalam hati begitu pandangannya tidak sengaja menangkap sesuatu di atas dahan pohon kapuk.

​Ada sesosok kuntilanak dengan gaun putih yang sudah koyak-koyak dan berlumuran tanah, sedang duduk berayun-ayun sambil tertawa melengking yang memilukan. Rambutnya yang panjang meranggas menjuntai ke bawah.

​Arash tidak berkedip. Wajahnya tetap lempeng, sedatar tripleks toko bangunan. Dia mengeluarkan ponsel dari saku jaket, pura-pura mengecek pesan masuk dengan santai, sementara tangan kirinya yang berada di bawah stang motor sudah meremas tas tasbihnya kuat-kuat sambil merapalkan Ayat Kursi di dalam dada.

​Sang kuntilanak menyadari keberadaan Arash. Makhluk itu meluncur turun dari dahan, melayang mendekat, lalu mencondongkan wajahnya yang hancur tepat di samping kaca spion motor Arash. Bau busuk bangkai langsung menyeruak.

​“Lihaaat akuuu… kamu bisa lihat akuuu, kan? Pura-pura yaaa…” bisik suara parau itu, tepat di telinga kanan Arash.

​Jantung Arash bergedup kencang, namun otot-otot wajahnya menolak untuk berkompromi. Dia tetap menatap layar ponsel, lalu memasukkannya kembali ke saku.

Detik-detik lampu merah terasa seperti satu abad. Begitu lampu berubah hijau, Arash langsung menarik gasnya dalam-dalam, meninggalkan kepulan asap tipis dan sesosok hantu yang mendengus kecewa karena gagal mendapat panggung.

​Satu poin untuk Arash, batinnya lega. Aktingnya sukses lagi.

​Namun, ketenangan Arash tidak bertahan lama.

Sekitar dua kilometer dari pertigaan itu, tepat di area jalanan sepi yang kanan-kirinya masih berupa kebun kosong, motor Arash mendatangkan sensasi aneh.

Setirnya mendadak terasa berat, dan bagian belakang motornya ambles ke bawah seolah-olah dia baru saja membonceng seseorang yang beratnya seratus kilogram.

​Hawa sedingin es langsung merayap dari jok belakang, menembus jaket tebalnya.

​Arash menghela napas lelah.

Apalagi ini? Pocong lagi? Atau genderuwo numpang mudik?

​Sesuai SOP pribadi, Arash menolak untuk melihat ke kaca spion. Dia fokus menatap aspal di depannya. Tapi kali ini, penumpangnya benar-benar tidak tahu sopan santun.

Sepasang lengan yang putih santun, aneh, bukan putih pucat seperti hantu pada umumnya tiba-tiba melingkar erat di pinggang Aras.

​Arash tersentak kecil, hampir saja kehilangan keseimbangan motornya.

​"Ih, Masnya wangi banget! Wangi minyak kasturi ya? Adem banget deh kayak ubin masjid!" sebuah suara perempuan terdengar.

Tapi suara ini sama sekali tidak parau, tidak melengking, juga tidak menyeramkan. Suaranya renyah, ceria, dan kelewat berisik untuk ukuran makhluk halus.

​Arash tetap membisu. Dia komat-kamit membaca doa, berharap makhluk di belakangnya kepanasan dan segera melompat turun.

​"Mas? Mas ganteng? Kamu denger aku gak sih?" Roh cewek itu mulai bertingkah. Dia menggeser posisi duduknya menjadi menyamping, lalu melayangkan tubuhnya ke depan.

​Kini, wajah cewek itu berada tepat di samping wajah Arash, ikut menatap ke depan sambil bertumpu pada pundak Arash. Arash bisa melihatnya dari sudut mata, cewek itu sangat cantik, rambutnya hitam panjang terurai indah, mengenakan pakaian hitam tanpa lengan, dan matanya berbinar-binar penuh rasa ingin tahu.

Masalahnya, tubuh bagian bawah cewek ini agak transparan dan tidak menapak pada pijakan kaki motor.

​"Kok dicuekin sih? Padahal aku udah dandan secantik ini loh buat nyari bantuan," keluh roh cewek itu sambil memajukan bibirnya, merajuk.

"Masa cowok seganteng dan sesholeh kamu tega ngebiarin cewek cantik terlantar di jalanan gaib? Mana banyak om-om genderuwo matanya genit lagi tadi di belakang!"

​Arash mati-matian menahan kedutan di bibirnya agar tidak tersenyum ataupun berteriak. Ini hantu jenis apa? Kenapa agresif dan kurang kerjaan begini?

​Merasa tidak mendapat respons, jiwa setan gatel dari roh tersebut tampaknya mulai meronta. Dia tidak suka diabaikan. Roh cewek itu sengaja melayangkan tangan kanannya ke depan mata Arash, melambai-lambai dengan rusuh.

​"Permisiii! Hellooo! Ada orang di dalam sana? Atau Masnya emang lagi cosplay jadi patung manekin?"

​Arash memejamkan mata sekejap, lalu membukanya lagi. Fokus pada jalanan. Fokus.

​"Oh, mau main tahan-tahanan ya? Oke, siapa takut!" Roh cewek itu tersenyum licik. Dia tiba-tiba memajukan wajahnya hingga jarak hidungnya dan pipi Arash hanya tersisa beberapa senti.

Dia mulai meniup-niup telinga Arash. "Fuuh... Fuuuh... Dingin gak? Dingin dong, kan aku spek kulkas dua pintu..."

​“Astagfirullahaladzim…” Arash meracik zikir dalam hatinya secepat kilat.

Telinganya terasa beku, tapi yang lebih berbahaya adalah jantungnya yang mulai berdegup tidak karuan karena jarak mereka yang kelewat dekat.

​"Wah, dadanya deg-degan! Berarti Mas bisa ngerasain aku, kan?! Iya, kan?!"

Roh cewek itu memekik kegirangan, matanya berbinar menang judi. Dia langsung mencengkeram kerah jaket denim Arash dengan kedua tangannya, menariknya sedikit hingga tubuh Arash agak condong ke arahnya.

"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka sama aku loh!"

​Arash menggertakkan giginya. Tangannya mencengkeram stang motor begitu kuat hingga urat-uratnya menonjol. Ini adalah ujian iman, mental, dan akting terberat dalam sejarah hidupnya sebagai seorang indigo.

​Bagaimana mungkin dia bisa mempertahankan akting "buta gaib" nya.

...____...

...Hallo guys! welcome di kamar baru Mommy ☺...

...Genre terbaru, semoga bisa tamat deh ya 🤣...

...Update suka suka, ...

...Kalau rame, lanjut, kalau sepi, dahlah biang ke kuburan aja 🤣🤣🤣...

1
Rosy
gemblengannya di mulai besok saja kyai.. sekarang Arash lagi di tungguin sama hantu cegil yg lagi mau curhat 🤭🤭
Rosy
kenapa pake di perjelas segala sih mom...ngeri banget bayanginnya 😭😭😭😭
Rosy
astaghfirullah ternyata Lala lagi ngobrol sama pocong 😭😭🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
yah Arash mau belajar lagi, Lala pasti merasa dibohongi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
eh pocongnya kenapa gak bisa bebas ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Wah Lala nangkring sama mas pocong 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
La diajak jadian tuh 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kau sedang cemburu kah La 🤔🤣
Halimah
Siapa lg nih pocong...Kyk y perlu disekametin jg.
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
walaupun sama² hantu,,,
si Cegil ini ternyata pilih² pasangan ya,,
😅😅
Vike Kusumaningrum 💜
Siap² Rash, Lala ngambek nanti. pasti katanya kamu menghindar dan ingkar janji 🤭
Vike Kusumaningrum 💜
🤣🤣🤣 siapa nih dulunya 🤣🤔🤭🤭
Vike Kusumaningrum 💜
pocong 🤣🤣🤣🤣🤣😭
Vike Kusumaningrum 💜
Cemburu la ? 🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
heh Lala,,knp kamu ngagetin Arash🫵🫵🫵

bisa kan,,,sapa,,

Assalamualaikum dlu😅😅😅
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
ayooohh Arash,,,banguuunnnn
suci nurfarida
cerita yang menarik dan unik dengan latar belakang spritual, menegangkan, lucu
HR_junior
eee alah JD PD di jadiin tumbal ya..Fira juga ya
HR_junior
knp LG Lo..apa si Fira juga korban ibunya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!