NovelToon NovelToon
Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Nikahmuda
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Karakter Utama:

​Arga: Cowok yang biasanya tenang, rapi, dan selalu jadi "penjaga" kalau mereka nongkrong. Tapi malam itu, dia sama mabuknya.

​Kinar: Cewek ceplas-ceplos, panikan, dan tipe sahabat yang tahu semua aib Arga dari zaman masih ngompol sampai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Akibat Terlalu Baper di Jalan Pulang

Suasana di dalam mobil Avanza sewaan yang membawa Arga dan Kinar pulang dari kafe terasa tiga kali lipat lebih hening daripada biasanya. Hanya ada suara sayup-sayup lagu pop galau dari radio mobil dan deru mesin yang membelah jalanan kota yang mulai basah karena rintik hujan sore. Kaca mobil perlahan mulai mengembun, menciptakan sekat tipis antara kehangatan di dalam kabin dan dinginnya cuaca di luar sana.

​Kinar membuang pandangannya keluar jendela kiri, menatap lampu-lampu jalanan dan sorot lampu kendaraan lain yang mulai menyala satu per satu, berbaur dengan rintik air yang berkejaran di kaca. Namun, sejujurnya, fokus matanya sama sekali tidak ada pada pemandangan malam kota. Otaknya sedari tadi masih berputar-putar tanpa henti, memikirkan rentetan kejadian mengejutkan di kafe beberapa jam yang lalu.

​Lebih spesifiknya, tentang bagaimana jemari tangan Arga yang hangat dengan begitu alami bergerak mengusap rambutnya di depan semua orang. Dan bagaimana suara bariton cowok itu—yang biasanya terdengar cempreng dan menyebalkan saat berantem—mendadak berubah menjadi sangat tenang dan penuh wibawa ketika memanggilnya dengan sebutan 'Mama'.

​Kinar meremas pelan ujung jilbabnya, mencoba menenangkan debaran aneh di dalam dadanya yang masih enggan mereda.

​"Lo... tadi aktingnya dapet piala Oscar banget ya," gumam Kinar akhirnya memecah keheningan yang mencekik itu. Matanya masih menolak untuk menoleh ke arah kanan, ke arah Arga yang duduk di kursi kemudi.

​Arga yang sedang fokus menembus kemacetan jalanan pasca-hujan terkekeh pelan. Kedua tangannya memegang setir dengan santai. "Ya harus totalitas dong, Nar. Kalau setengah-setengah atau keliatan ragu, si Rendi bakal makin ngelunjak dan mikir lo masih gamon sama dia. Lagian lo liat sendiri kan gimana ekspresi mukanya pas gue bahas soal proyek masa depan kita? Langsung sepet kaya kesemek mentah, gak bisa berkutik lagi dia."

​"Tapi panggilan 'Papa-Mama' itu agak kelewatan tahu gak!" Kinar akhirnya menoleh, memelototi Arga dengan wajah yang mendadak kembali terasa panas bergejolak. "Gue hampir aja keselek mi beneran pas lo ngomong begitu dengan muka tanpa dosa. Jantung gue berasa abis dipaksa ikutan lomba lari maraton keliling lapangan sepak bola tahu!"

​Arga menghentikan laju mobilnya karena lampu lalu lintas di depan mereka mendadak berubah warna menjadi merah tua. Dia melepaskan satu tangannya dari setir, lalu menoleh sepenuhnya ke arah Kinar. Cowok itu menatap Kinar dengan lekat, lekat sekali, lalu mengulas sebuah senyuman tipis—bukan senyuman jail atau mengejek yang biasanya sering dia pamerkan, melainkan senyuman hangat yang entah kenapa terasa sangat tulus dan bikin pertahanan ego Kinar goyah lagi dalam sekejap.

​"Lah, kok lo yang jantungan? Harusnya kan gue yang panik setengah mati takut lo refleks nampar atau nendang tulang kering gue di depan anak-anak karena lancang," balas Arga dengan suara yang agak melembut. "Tapi ya bagus deh, berarti akting instan kita sore ini sukses besar bikin semua orang percaya kalau kita ini pasang suami istri yang harmonis."

​"S-sukses matamu!" Kinar sewot, langsung memalingkan wajahnya lagi dengan cepat ke arah jendela untuk menyembunyikan rona merah merona di pipinya yang semakin tidak bisa dikontrol oleh logika.

​'Sialan, kenapa gue malah baper beneran sih? Inget, Kinar! Sadar! Dia itu Arga! Sahabat lo sejak zaman orok yang pernah nangis kejer semalaman cuma gara-gara celananya robek pas main petak umpet di lapangan kampung!' Kinar merutuki dirinya sendiri di dalam hati, mencoba mengembalikan akal sehatnya yang mulai terbang entah ke mana.

​Mobil kembali berjalan perlahan saat lampu lalu lintas berubah menjadi hijau muda. Arga diam-diam melirik Kinar dari sudut spion tengah, lalu mengulum senyum tipis yang sengaja dia sembunyikan. Ada rasa geli sekaligus sensasi hangat aneh yang entah sejak kapan mulai lancang merusak garis batas tebal dari kata 'sahabat' yang sudah mereka sepakati bersama di atas kertas meterai sepuluh ribu kemarin.

1
Delia_Sherlyn
bola mata ap bola apa?
Markario Putra: bola matanya k,siap salah🙏😄
total 1 replies
Delia_Sherlyn
semangat ya kak, mohon izin untuk jadi refrensi🙏
Markario Putra: ok ka👍
total 1 replies
Markario Putra
Untuk sahabat ku semua yang baru membaca novel ku ini,jangan lupa untuk klik tombol IKUTI ya kawan ku semua🙏🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. ceritanya masuk di aku 🤣. semangat terus ya author.


btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya juga ya. tinggal tekan profile, terima kasih /Smirk//Rose/
Kim Borahae: terima kasih yaa
total 2 replies
Markario Putra
Tinggalkan komentar Anda🙏🙏
Markario Putra: untuk sahabat ku,mohon tinggalkan komentar supaya sy bisa lebih semangat lagi untuk menulis🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!