Bagaimana jadinya jika kalian baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan kuliah, Namun dengan syarat menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya, itu lah yang di alami oleh Lavanya.
Lavanya harus menikah dengan laki- laki yang tidak ia kenal dan juga tidak pernah ia temui sama sekali dan ternyata laki- laki tersebut adalah seorang presiden mahasiswa di kampus yang akan menjadi kampus Lavanya.
bagaimana kisah Lavanya selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERJODOHAN
" Apa, harus nikah? apa enggak ada cara lain yah?" tanya Vanya seorang gadis yang baru saja lulus SMA.
" enggak, Ayah sudah fikirkan ini matang- matang 3 minggu lagi kamu harus menikah dengan anak sahabat Ayah, agar Ayah bisa tenang melepaskan mu kuliah di jakarta " jawab Pria paruh baya tersebut.
" Tapi Vanya masih kecil yah, Vanya masih delapan belas tahun, masih banyak keinginan Vanya yang ingin vanya lakukan " balas Vanya.
" Cita- cita akan tetap bisa kamu gapai Vanya, Ayah jamin itu" sahut Ayah vanya.
Vanya cukup lelah hari ini menghadapi terdebatan panjang di antara dirinya dan ayahnya sedari tadi.
" Ya sudah terserah Ayah, Vanya patuh perintah Ayah" jawab final Vanya.
LAVANYA ARUMI SERAYU atau kerap di sapa Lavanya, gadis berusia delapan belas tahun dan baru saja lulus sekolah menengah atas atau SMA, dan ingin melanjutkan pendidikannya di salah satu universitas ternama di Jakarta.
anak pertama dari pasangan Narendra dan juga Paramita, memiliki satu adik bernama Aruna Clara Serayu atau kerap di panggil Clara, anak seorang pengusaha ternama di Semarang.
Lavanya harus menikah dengan seorang laki- laki yang tidak ia kenal sama sekali, katanya agar sang ayah dan juga Bundanya bisa tenang saat membiarkan dirinya kuliah di jakarta, di sisi lain mereka juga sudah di jodohku sedari kecil.
...****************...
Sedangkan di tempat lain seorang pria muda sedang berhadapan dengan kedua orang tuanya,Sambara Lakeswara atau kerap di sapa dengan Barra, anak kedua dari tiga bersaudara.
Seorang Presma di kampus ternama di Jakarta anak dari pengusaha terkenal dan terkaya di Indonesia , Namun ia tidak pernah bersantai menikmati fasilitas dari kedua orang tuanya.
Bara dari sejak SMA ia sudah berbisnis berjualan baju dan kini sudah menjadi brand yang di gemari dari semua kalangan mau dari muda hingga tua, tokonya sudah memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia, Classic Cuts nama brand baju milik Bara.
Sekarang ia sedang mengembangkan usaha Cafenya yang baru memiliki dua cabang di Jakarta dan juga Bandung.
" Mama sama Papa mau kamu nikah sama Vanya,anak tante Paramita dan juga Om Narendra" Ujar Mahagra papa Bara.
" Loh,enggak bisa gitu dong Pa, Aku udah punya Aurora, kalau aku nikah sama orang lain Aurora gimana?" tolak Bara mentah- mentah.
" Kamu masih punya hubungan sama perempuan itu?" tanya Mama Zoya.
" perempuan mana yang Mama maksud? dia punya nama ma, namanya Aurora dan aku enggak bakal nglepasin Aurora, untuk perempuan yang sama sekali enggak aku kenal" balas Sambara tegas.
" Apa kamu tau perempuan yang kamu anggap baik itu !! hanya memanfaatkan uang kamu saja, dia memang tidak masalah jika kamu tidak bisa membagi waktu dengan dia, yang dia butuhkan bukan kamu, tapi uang kamu" Ucap Papa Mahagra tenang,namun tegas.
" Papa jangan nuduh Aurora seperti itu pa, Aurora bukan perempuan seperti yang mama dan papa tuduhkan" Jawab Sambara membela sang pacar.
" Mau tidak mau kamu harus menerima perjodohan ini, kamu tau papa bisa dengan mudah menghancurkan bisnis kamu, jika kamu enggak nurut dengan papa dan Mama, modal awal juga dari papa" ujar Papa Mahagra kemudian meninggalkan ruang kerjanya.
" Pa enggak bisa gitu dong pa, aku susah payah bangun bisnis itu dari bangku sekolah" teriak Sambara percuma karena papanya tidak menerima alasan apapun.
" Ma, jangan gitu dong ma, usaha itu aku bangun susah payah mah, masak iya karena aku enggak menerima perjodohan itu usaha ku mau di hancurin papa, ini enggak adil ma" ucap Sambara pada sang Mama.
" Mama sama Papa cuma mau yang terbaik untuk kamu Sambara, Mama dan Papa enggak mau kamu salah pilih pasangan, mau gimana pun,nantinya setelah lulus kamu akan menggantikan papa kamu di kantor" ujar Mama Zoya kemudian juga pergi meninggalkan Sambara sendirian di ruang kerja sang papa.
...****************...
2 minggu kemudian.
"Saya terima nikah dan kawinnya Lavanya arumi serayu binti Narendra dengan mas kawin tersebut tunai."
" sah?"
" sah"
" sah"
Lavanya dan Sambara memutuskan untuk menerim perjodohan ini, setelah perdebatan panjang,namun dengan syarat, pernikahan mereka harus di sembunyikan, mereka akan tinggal sendiri di apartemen dan tidak ingin di buru- buru soal anak.
Setelah acara akad di hotel bintang 5 dan hanya di hadiri keluar besar, mereka kembali ke kamar masing- masing.
Di kamar Lavanya dan Sambara tampak sekali kecanggungan di antara mereka berdua, Setelah mengganti bajunya Vanya melaksanakan ibadah sholat dhuzur berbeda dengan Sambara yang langsung tidur di sofa.
Ponsel Sambara sedari tadi terus berdering, Vanya ingin mengangkatnya namun ia urungkan setelah melihat nama yang tertera di ponsel Sambara.
" enggak ah, takut ...tapi dia udah punya pacar kenapa mau nikah sama aku yaa?"gumam Lavanya.
Saat sedang melamun , lamunannya buyar karena suara bell dari luar terdengar, Lavanya segera membukakan pintu, ternyata adik iparnya yang tak lain adalah adik Sambara, Kiran yang dimana mereka berdua seumuran, hanya lebih dulu Kiran beberapa bulan
" Ada apa?" tanya Lavanya ketika membuka pintu.
" Di tunggu mama papa di Lobby, Keluarga Paman Adam mau pamit, mereka ada urusan" jawab Kiran .
" okey terima kasih, aku dan Kak Bara akan segera turun" sahut Vanya.
Kemudian Kiran pergi meninggalkan Vanya di depan pintu kamar hotel mereka, Setelah melihat Kiran pergi, Vanya kembali masuk dan mencoba membangunkan Sambara.
" Kak" panggil Vanya tanpa menyentuh suaminya.
" Kak Barra" panggil Vanya kembali.
Setelah berusaha Vanya menggoyangkan lengan suaminya, Namun Bara malah menarik tangan Vanya.
Vanya yang belum siap terjatuh tepat di atas tubuh Bara, Bara yang merasakan tubuhnya kejatuhan sesuatu, ia membuka matanya terlihat Vanya yang sudah ada di atas dada bidang miliknya.
Bara yang terkejut reflek mendorong Vanya hingga ia terjatuh dan dahinya terbentur ke lantai.
" Aduh" pekik Vanya.
" loe ngapain? mau modus yaa loe" tuduh Bara yang bangkit.
" Modus ngapain, aku dari tadi bangunin kak Bara, enggak bangun- bangun, aku coba bangunin lagi kakak malah narik tangan aku" jawab Vanya.
" enggak mungkin, ngapain gue tarik tangan loe,bilang aja loe mau moduskan" sahut Sambara.
Vanya kemudian bangkit perlahan walau menahan pusing di kepalanya,namun berdebat dengan suaminya membuat kepalanya semakin pusing.
" Ya sudah kalau gak percaya, tadi Kak Kiran kesini, di panggil Mama dan Papa keluar Paman Adam ingin pamit" jelas Vanya kemudian keluar dari kamar dengan perasan jengkel.
brakkk
pintu di banting oleh Vanya, Sambara terlihat terkejut saat Istrinya membanting pintu.
" kenapa dia yang marah? kan emang dia moduskan" gumam Sambara