Sangkar Emas
Suara tamparan keras itu terdengar nyaring di telinga. Siapa itu? Tak perlu aku tebak. Selain kedua orangtua, rumah ini hanya berisi aku dan Mara. Kencana Asmara, ia kakakku. Mahasiswi kedokteran di s
0
0
Pelindung dibalik Pengagum
Khansa membuka kelopak matanya dan mendapati seorang lelaki ada dihadapannya. Sontak saja membuat matanya melebae sempurna, kala tersadar dirinya saat ini tengah berbaring di atas paha lelaki itu. Kha
0
0
If Only…
Kaos hitam yang basah oleh keringat masih melekat di tubuh. Sepertinya sudah berjam-jam aku berbaring di ranjang sambil menatap kegelapan. Dering telepon yang tiada henti semakin lama semakin tersamar
0
0
Tentang Rasa
Nama gue Geisha Adhyaksa, anak bungsu dari 2 bersaudara. Mereka biasa manggil gue dengan sebutan Gege. Entahlah, sedikit aneh, tapi katanya panggilan kesayangan untuk putri satu satunya. Gue punya kak
0
0
The Night Will Be Over Soon (Part 2)
“Ares jangan nangis ya?” Ares terbangun dengan kepala yang masih berdenyut-denyut. Ia mengenali ruangan yang ia tempati itu. Rumah sakit. Tempat yang sama dengan tempat terakhir ia melihat kekasihnya
0
0
Hanya Cinta Yang Bisa Menyakiti
Ini adalah cerita tentang seorang gadis yang bernama Nefi Lija dia saat ini sedang bekerja di salah satu rumah sakit sebagai seorang dokter umum. Nefi Lija biasa dipanggil Nefi adalah seorang anak tun
0
0
Di Balik Peron
Aku pernah bodoh. Ya, siapa yang tidak? Aku rasa semua orang pernah menjadi bodoh dan bertindak bodoh, terutama saat hal itu menyangkut soal hati dan perasaan. Seperti apa yang aku lakukan saat ini, t
0
0
Fall in You (Part 1)
“Kenapa nggak langsung pembinanya aja sih yang ngajuin ke Bu Sar?” Ucapku sedikit kesal. Dia benar-benar mengganggu waktuku yang tengah menyantap bekal di kantin. “Kan lo OSIS, setau gue OSIS itu mena
0
0
Fall in You (Part 2)
“Fay, ayo nyari kayu bakar” Panggil Fito “Mmm, Fayra nyari kayu bakar sama gue” Ucap Kak Dimas tiba-tiba. Maksudnya, aku akan mencari kayu bakar bersama dia? Oh, sudah pasti ini akan menjadi kegiatan
0
0
Senja yang Menjadi Saksi
Dengan headset yang masih menyumpal di kedua telinganya, Bulan menikmati keindahan hamparan sawah dan pegunungan di senja hari yang cerah. Langit memancarkan sinar orange ke segala penjuru, pemandanga
0
0
Tentangku dan kak Asahi
Jalanan Seoul tampak sepi disaat awal musim semi ini, padahal jika dipikir-pikir banyak orang yang akan menyaksikan bunga sakura yang tumbuh dengan suburnya. Berwarna pink yang melekat pada kelopaknya
0
0
Sepotong Janji
Aku dan dia begitu dekat. Melewati ribuan tenggelamnya matahari. Menjejaki ratusan ruang dan waktu. Dan entah sudah berapa puluh tetes air matanya yang telah tumpah di pundakku. Aku tetap di sini. Mem
0
0
Perfect Couple (Part 1)
Hari Sabtu Aku sudah selesai mandi, memakai handuk Pinknya, lalu masuk ke kamar. “Gak sabar bisa jalan jalan deh sama temen temen” katanya. Aku mengeringkan badannya lalu memakai baju yang sudah kusia
0
0
Aletta dan First Love
Aletta Kimberly tidak ada yang istimewa darinya gadis cupu dengan kacamata. Aletta ia jomblo belum memiliki kekasih. Satu-satunya harapan ia bertahan hidup terhadap penyakitnya cuma Devano. Devano mem
0
0
Perfect Couple (Part 2)
Hujan datang… “Udah ujan nih, ayo neduh di bekas Halte Bus itu” kata Ryan sambil menunjuk Bekas Halte Bus 500 meter dari posisi Ryan dan Aku. Ryan langsung menuntunku berjalan ke Bekas Halte itu, Aku
0
0
Benci Jadi Cinta (Part 2)
Aku lalu bergegas pulang dari Cafe itu. Cafe Rainbow Day. Aku menemui mama yang sedang duduk santai bersama papa di taman depan rumah. Mereka lalu menyuruhku untuk berganti pakaian dulu sebelum membic
0
0
Rasa Terlarang (Part 4)
Sebulan berlalu Setelah kejadian Siti pingsan dan kami sudah sangat dekat sekali, namun yang seperti kalian tahu aku hanya pengagum rahasianya, meski sering kali di depan umum aku selalu berlebihan pe
0
0
Berakhir
Suga namanya, harus tepat dalam pengucapannya, nggak usah ditambah R, cukup Suga saja. Orang bilang dirinya manis, tapi dia tidak merasa demikian dia hanya merasa dirinya sangat tampan saja. Saat diri
0
0
Me vs Cousin (Part 3)
Sikap Aska yang sekarang malah membuatku mengernyitkan dahi. Dia tak lagi memamerkan seringai jahilnya saat menatapku. Malah kalau bertemu, dia tak pernah sedikitpun melirikku. Seperti saat ini misaln
0
0
Harus Kuberi Judul Apa Ini?
Dia Athan, lelaki manis bermata sendu. Lelaki yang gemar menyusun diksi demi diksi menjadi kalimat apik yang menawan, lelaki yang piawai menuliskan aksara. Dia Athan, lelaki yang menemaniku selama 8 b
0
0