Kukejar Mentari
Siang itu, di sebuah rumah tua dan usang. Di tengah ruangan berdirilah seorang lelaki berusia 20 Tahun. Memiliki mata yang sesikit besar, hidung mancung, kulit putih, tubuh tegap badan semampai. Seola
0
0
Epilog Hujan dan Secangkir Kopi Terakhir
Seperti hujan yang jatuh ke bumi. Semua rintik air yang turun akan dengan ikhlas berhenti. Seperti itu, rindu kepadamu akan juga ikhlas melupa dengan sendirinya. Memang kisah kita belum genap setahun,
0
0
Vanesh
Tanpa terkendali aku berteriak “Vanesh…” air mata ini juga sudah tidak bisa terbendung. Andai saja aku tadi tidak terlambat setidaknya aku nggak akan ngecewain Vanesh. aku yang tidak bisa melakukan ap
0
0
Cinta Es Batu (Part 1)
Aku berlari dan terus berlari menjauhi puluhan wanita yang sedang mengejarku karna ingin menjadikan aku pacar mereka. Berlari dan berlari lagi. Sungguh, aku sangat takut diburu oleh semua wanita-wanit
0
0
Andi dan Ratih
“Andi! Tunggu!” Ratih berseru sembari mempercepat langkah kaki. Tak ambil pusing, remaja bertubuh atletis yang dipanggil Andi malah mempercepat langkah kakinya menapaki jalan keluar sekolah mereka yan
0
0
Kutemukan Lagi Dirimu
Kutatap deretan nama itu, “oh tidak”, ternyata ada namanya. Jantungku berdegup kencang saat aku tau ternyata dirinya yang kucinta sejak SMA yang lalu sekelompok KKN denganku. Mataku tak henti-hentinya
0
0
Pertemuan Klise
Aku harus menulis rangkaian kata apa untuk mengawali tulisan ini? apakah perlu, aku mengawali dengan kata-kata, yang membuat aku sendiri ketawa. karena tak kusangka aku bisa menulis sajak yang lumayan
0
0
Salah Cabut Gigi
Ada seorang pemuda bernama Gibang, dia suka berbicara bahkan saat makanpun dia berbicara tiada henti. Sampai suatu ketika dia makan amplang (sejenis kerupuk dari ikan) sambil berbicara kepada temannya
0
0
Tepat Meskipun Terlambat
Seorang lelaki yang sering kulihat saat masih semester satu selintas membuatku bingung dan terdiam menatapnya saat dia lewat di depan mataku. Entah mengapa aku menatapnya begitu terpaku, padahal hatik
0
0
Susah Ya Mengejarnya
Aku seorang remaja pria yang bernama Victor tidak memiliki banyak kelebihan yang suka kepada seorang wanita benama Santi yang menjadi incaran banyak orang entah kenapa semua yang suka kepada dia selal
0
0
Kakak Kelas, Ku Tetap Menunggumu
Kucurahkan semua keluh kesah dan suka duka pada kertas putih yang ditulis dengan tinta hitam. Keluarga, sahabat, orang terdekat, dan juga dia. Namaku Anisa ulfah, kelas 12 yang memiliki jabatan sebaga
0
0
Rencana Tuhan Sangat Sempurna
Tuhan yang menciptakan segalanya. Ia yang mengatur segala urusan dan takdir manusia. Kita tak bisa menolak dan menghindar dari takdir. Kita harus sanggup menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita.
0
0
Kecewaku Tak Beralasan
Betapa hari ini sangat menyebalkan tak ada lagi rasanya yang peduli denganku. Berawal dari sebuah pertemuan yang membuatku semakin berbeda dari sebelumnya. Semenjak aku mengikuti kegiatan Beladiri aku
0
0
Tinggal Kenangan
Waktu itu setelah memasuki sekolah Baru, teman Dan suasana yang baru tepatnya pada masa SMK. Disitulah awal mulanya Diah merasakan Apa itu Cinta Seperti biasa waktunya istirahat pun tiba, diah pun mas
0
0
Aku Mencintai Hujan
Karena ketika kau mencintai hujan kau tak perlu merasakan basahnya air hujan, cukup nikmati saja hujan dalam senja mungkin cintamu akan lebih bermakna terhadap hujan. Banyak orang menjadikan hujan seb
0
0
Pacar 24 Jam
“Ngapin lo ngikutin gue mulu?” Gadis berkacamata itu, menatap tajam cowok dengan tampilan urakan dan terkesan cool itu. sedangkan yang ditatap nyengir gak jelas. “Leona sayang, aku cuman mau jagain ka
0
0
Back To The Past
Hujan turun tepat pada waktu yang sangat sunyi. Aku yang duduk di teras, kembali mengingat tentang masalalu yang bertahun-tahun sudah kukubur dalam-dalam. Dan.. Inilah kisahku! Namaku Yulicha Azkiyatu
0
0
Wedang Kopi
Nama saya Risqi Dwi Setyo Aji tapi entah kenapa orangtua gue manggil eri!! Gak nyambung banget sih dan Dari kecil sampe gede gue gak pernah ngerti kenapa gue dipanggil eri dan temen temen gue juga ngi
0
0
Krisdiawati
Perempuan bermata sendu itu menjadi candu bagiku. Saban hari bayang tatapan sendu matanya tak mampu aku sapu dari pikiranku, aku lemah terpesona dengan tatapannya. Apakah ini sebuah pembuktian pernyat
0
0
Seminggu 1/2 Hari
Jam menunjukkan pukul 7 pagi, aku bergegas ke kantor karena takut kesiangan, sarapan yang aku buat sedikitpun nggak sempet aku sentuh. Suamiku yang berdiri di cermin melihatku krasak krusuk “kamu ngga
0
0