Betapa hari ini sangat menyebalkan tak ada lagi rasanya yang peduli denganku. Berawal dari sebuah pertemuan yang membuatku semakin berbeda dari sebelumnya. Semenjak aku mengikuti kegiatan Beladiri aku mulai mengenalnya. Awalnya dia memakai nama palsu, karena aku penasaran akhirnya aku berani mengrimkan pesan untuk menanyakan nama aslinya. Sebelumnya aku hanya berniat untuk menanyakan namanya, namun dia membalas lagi, lagi dan lagi, jadi, mau tidak mau aku harus membalasnya, karena aku dulunya adalah bendahara yang harus memintakan uang tabungan kepada para murid Beladiri tersebut.
Entah kenapa dari hari ke hari kita semakin dekat dan akrab. aku memang dari awal sudah mengira bahwa dia menyukaiku, tapi aku tak ingin memperpanjang jadi kuyakinkan diri bahwa dia hanya berlaku biasa kepadaku. Namun, lama kelamaan dia malah mengorbankan segalanya demi aku, memberi apa pun yang aku mau tanpa ku bicara. Dia pun selalu memperhatikan aku, menjagaku dan lainnya. Hanya dalam waktu kurang lebih satu bulan ini kami kenal dan akrab, tanpa kuduga dia menyatakan perasaannya kepadaku. Awalnya aku tolak karena aku lebih suka jika berteman namun dia terus menyakinkanku, akhirnya mau tidak mau aku menerimanya.
Setiap pagi pasti akan selalu ada pesan darinya yang berisikan ucapan ‘selamat pagi, semangat beraktivitas ya sayang’ perhatiannya itu yang membuatku semakin yakin aku harus menerimanya dan membukakan pintu hati untuknya, hingga akhirnya aku semakin nyaman jika berada di sampingnya.
Hanya sekitar satu bulan pula aku bersamanya, entah mengapa dia berubah dan entahlah. Ada pesan masuk dan ternyata itu darinya “maaf, mungkin setelah ini kamu bisa bahagia dan setelah ini takkan ada yang mengganggumu lagi seperti yang kulakukan, mungkin setelahnya aku akan pergi dan takkan membuatmu tertekan lagi, terima kasih atas segalanya”. Aku sangat terkejut setelah membaca pesan tersebut. ‘mengapa kau datang jika setelahnya kamu akan pergi? mengapa kamu membuat aku senyaman mungkin denganmu tapi kamu memilih untuk menyakiti? apa salahku? apa yang kuperbuat padamu hingga kamu membalas semuanya dengan sempurna? kamu bahkan telah berjanji untuk tidak membuatku kecewa? sungguh sakit luka yang telah kamu goreskan di hati’ banyak pertanyaan pertanyaan yang membuatku tak tenang dalam fikiranku. Mengapa dia harus ada di hati ini dan telah membuat kisah di setiap lembaran itu.
Setelah beberapa waktu, dia kembali mengirimiku pesan “maaf kata kata tersebut kutarik kembali, kuharap hubungan ini akan berlanjut, maaf aku sudah mengatakan hal yang seharusnya tak kukatakan”. “maaf, aku sungguh benar benar kecewa denganmu, semudah itukah kamu mempermainkan perasaanku, semudah itu kah kamu menarik kata-kata yang telah menggores hati, apa salahku selama ini, begitu mudahnya kamu merubah perkataanmu dengan cepat, ingatlah hati yang terluka karena goresan takkan sembuh dengan sekejap saja, aku kecewa” balasku padanya. “maafkan aku Lia, aku yang salah, aku salah, tolong Lia” “masalah memaafkan gampang Ky, kalo maaf tentu saja aku memaafkanmu, tapi aku tak bisa kembali padamu, jujur aku kecewa” “maaf lia maaf, tolong lia, mengapa? Apakah hatimu telah sangat terluka?” “please Eky aku tak ingin membahasnya sekarang, kumohon kamu mengerti” “lia, kumohon, sekali saja lia”. Aku tak membalas pesannya lagi, tapi masih saja dia berusaha, aku tau ini salah tapi aku sangat kecewa. Entahlah aku merasa sangat kecewa karena apa?.
Hari berlalu, tak ada lagi ucapan selamat pagi, ucapan semangat, yang menemaniku untuk melewati hari. Kubiarkan semuanya berlalu seperti hari sebelum adanya dirinya, memang ada yang kurang tetapi setidaknya aku tak begitu memaksakan hati ini. Nanti akan ada saatnya aku menemukan pengganti Eky.
Cerpen Karangan: Bella Nandha Blog / Facebook: bella