Hujan turun tepat pada waktu yang sangat sunyi. Aku yang duduk di teras, kembali mengingat tentang masalalu yang bertahun-tahun sudah kukubur dalam-dalam. Dan.. Inilah kisahku!
Namaku Yulicha Azkiyatul Fazhura yang biasa dipanggil Icha. Dulu, waktu aku umur 16 tahun, aku pertama kali merasakan apa yang namanya cinta. Ridho Namanya. Ia adalah pacar pertamaku. 6 bulan aku berpacaran dengannya, ternyata dia menduakanku dan pada akhirnya kita putus. Sejak itu, aku frustasi. Aku merubah semua kehidupanku menjadi nakal.
Selang beberapa hari aku duduk di sofa, aku tertidur pulas karena hawa yang sangat panas. “Assalamu’alaikum.. Chaa.. kamu dimana?” Mendengar suara itu, aku bergegas bangun. Aku tidak mengenal dia sama sekali. “Maaf, anda siapa?” tanyaku dengan cuek. “Aku zaky teman Ridho Chaa, aku tahu kamu sama Ridho udah dikhianati, udah disakitin, bahkan udah diduain. Aku datang kesini, karena aku pengen bilang ke kamu kalo aku siap menjadi pelampiasanmu, aku siap menjadi pendampingmu Cha!” Tanpa berpikir panjang aku menerima dia. Dia emang kalem, ganteng, dermawan, soleh pula. Tapi disisi lain aku masih frustasi sama Ridho.
Hingga suatu saat, aku menduakan Zaky. Aku berpacaran dengan Ferrel. Kemanapun aku pergi, aku ditemani Ferrel dan Zakypun tahu itu. Ketika Zaky main ke rumahku, dia bertanya “kamu sayang sama Ferrel?” “emang kenapa?? Aku salah gitu?” “kamu nggak salah. Kan aku udah bilang, aku siap menjadi pelampiasanmu. Jika kamu jalan sama orang lain ya nggak apa-apa”
Setelah aku pikir-pikir, yang udah aku lakuin ke Zaky udah keterlaluan. Aku sadar bahwa yang aku lakukan salah. Lalu aku memutuskan Ferrel dan pergi ke rumah nenek tuk menenangkan diri.
Nenek menjodohkanku dengan laki-laki yang cuek, nggak gaul, tapi perhatian sama keluarga. Harsyad namanya. 4 tahun nikah, aku dikaruniani 2 anak Farida dan Fany Namanya. Lalu aku memutuskan untuk pergi ke rumahku yang dulu. Disitulah, aku membuka usaha warung kecil-kecilan untuk jualan ketoprak. Suamiku pergi ke negeri Jiran untuk bekal masa depan anak-anak.
“mbaak.. beli ketopraknya 1 dimakan disini yang 2 dibungkus ya” Mendengar suara itu aku yang berada di belakang terdiam sejenak dan bergegas pergi ke depan. Aku terkejut dan sempat gak percaya dengan apa yang kulihat. Entah dia itu Zaky atau bukan. “Kamu.. Icha kan??” tanya Zaky dengan terkejut. “Iy.. Iy..Iyaa!” jawabku dengan gugup. Zaky tersenyum lebar. “kenapa kamu gugup Chaa?” “Maafin aku Zak.. Dulu aku pernah menyakitimu.. Dan aku pergi begitu saja tanpa pamitan bahkan tanpa minta maaf padamu!” kataku dengan mata berkaca-kaca. “Iya chaa.. Sebelum kamu minta maaf aku dah maafin kok.. Udahlah lupakan aja masalalu kita.. Mungkin ini memang yang terbaik bagi kita.. Sekarang kita kan udah mempunyai keluarga masing-masing, udah dikaruniai anak pula.. Jadi, kita anggap bahwa pertemuan kita ini hanya sekedal silaturahmi aja!” kata Zaky dengan lembut.
Itulah kisahku. Sejak aku bertemu dengan Zaky, rasa bersalahku padanya sudah hilang. Tapi, kadang kala disaat yang sunyi seperti ini rasa penyesalanpun masih ada. Kenapa dulu aku harus menyia-nyiakan orang yang sangat perhatian padaku? Tapi gimana lagi, Itulah perjalanan hidupku.
Cerpen Karangan: Imroatus S Blog / Facebook: Imroatuss Imroatus Namaku. Aku suka membaca cerpen sejak aku duduk di bangku SMA.