Kenapa?
Tik… tik… tik… Bunyi jam di kelas 12 bahasa 3 menunjukan jam 6 sore. Seorang gadis telihat seperti sedang menunggu seseorang, tapi sepertinya orang yang ia tunggu tak kunjung datang. Akhirnya gadis it
0
0
Secangkir Kopi yang Mengurai Ingatan
Di sebuah kedai kopi kecil di sudut Jakarta, ada satu menu yang tidak pernah tertulis di papan: *Kopi Kenangan yang Hilang*. Pemiliknya, seorang pria tua bernama Pak Seno, hanya akan menyajikannya kep
0
1
Jubah yang Terlepas, Cahaya yang Menetap
Sepuluh tahun yang lalu, duniaku seolah runtuh di balik tembok biara yang sunyi. Biara itu, dengan lorong-lorong batu yang dingin dan aroma dupa yang menenangkan, seharusnya menjadi pelabuhan terakhir
0
0
The Magic of Dreamcatcher (Part 2)
“Bagaimana bisa dia kesini!?” Ratu terlihat sangat marah pada anaknya yang telah gagal menghalangi Andel untuk menginjak Andelion. Kepalanya terasa sangat sakit. “Maafkan aku, Ibu. Aku tak menyangka d
0
0
Kembalinya Negara Mayor
Selama lebih dari setengah abad, langit di atas Negara Mayor tidak pernah benar-benar biru. Setidaknya, begitulah yang dirasakan oleh Arkan. Sejak kakek-neneknya dipaksa tunduk di bawah laras senapan
0
1
Dijodohkan!
Pagi yang cerah menyinari Desa Sumber Makmur, namun suasana di rumah tua itu terasa kelam bagi Handayani, atau yang akrab dipanggil Yani. Gadis berusia dua puluh tahun itu adalah anak tunggal, dan kin
0
1
IBU
rasa sayang yang tak tergantikan.. jika ada orang bertanya apa arti kebahagiaan seorang anak mungkin kebanyakan akan memilih ibu ketimbang ayah. apa kamu pernah berfikir?? mengapa ibu kita begitu ku
0
1
Rumah Quarantine
Nama ku Sari, di sini aku ingin menceritakan pengalaman ku ketika aku berada di rumah quarantine di saat terjadinya penyebaran virus Corona. Saat lagi marak-maraknya penyebaran virus Corona. Aku yang
0
6
WARNA-WARNI HIDUP
"Kak Galih, ini ilustrasi baru saya – tentang kehidupan anak-anak di daerah terpencil yang tetap bahagia meskipun tidak punya banyak hal," ujar Nadia sambil menunjukkan buku gambarnya ke pria yang
0
0
Karir dalam Berumah tangga
Kehidupan Banyak Orang Akan mengeluh kala Perjuangan tak membuahkan hasil. Namun saat kesuksesan datang menghampiri, Ia akan membusungkan dada. Kita kadang menuntut sebuah doa untuk di ijabah. Tapi
12
81
PULANG
Jika mencintaimu adalah perjalanan, maka otakku pun akan gagal merapalnya. Aku hilang arah, terlalu panjang dan melelahkan. Ketika itu aku tidak pernah singgah sebab terlalu yakin bahwa kau adalah tuj
1
6
Hilangnya Felicia
∆LATAR BELAKANG Felicia atau yg lebih sering dikenal Cia merupakan anak tunggal dari pasangan suami istri yang bernama Rafa dan Aurel. Ia merupakan mahasiswa semester akhir Universitas Gunadarma y
0
0
Tebing Lavender Senja: [Birthday Picho, 15 Maret, 2026]
Gelap. Dingin. Sesak. Picho merasa ingin pipis dari dalam tenda yang entah sejak kapan kosong. Ia berusaha memanggil ayah dan ibunya, namun tak ada jawaban. Saat tangan mungilnya hendak membuka ti
0
1
KAKAK KU PAHLAWANKU
Buat Kamu siapakah pahlawan terbaik mu? kalau bagi Aku pahlawan terbaik Aku adalah Kakak Aku. Beliau lah segalanya untuk Aku, ibarat kata Aku bagai ambulans tanpa uwiw uwiw tanpa Kakak ku, bisa juga
8
14
NENEK KUYANG ( Penghisap Darah Anak Kecil)
Pada zaman dahulu ketika aku masih kecil, mungkin sekitar tahun 2004 dan aku masih berumur 5 tahun saat itu. Kala itu ada seorang nenek-nenek yang umurnya sudah lebih dari 100 tahun tapi dia masih hi
0
3
Judul: Luka di Antara Janji yang Pudar
Rumah itu tampak tenang dari luar, namun di dalamnya menyimpan luka yang tak pernah sembuh. Sari duduk di sudut kamar, memandangi putra kecilnya yang baru berusia delapan bulan—Bayu—yang terbaring lem
0
0
pohon Kecil
"POHON KECIL" Aku tidak tahu bagaimana pohon ini tumbuh gemuk. Dulu saat aku kecil Aku melihat pohon ini begitu kurus dan pendek Tapi saat ku datang Kali ini pohon ini begitu besar Pohon ini speert
2
5
Liburan
*Brak. Ayah menutup bagasi mobil kami dengan kuat. "Semuanya ayo cepat masuk," seru Ayah dari dalam mobil. *Bruuum. Langit biru di sertai awan-awan yang menawan, menghiasi perjalanan kami pada pag
11
23
Lantai Dua Puluh Delapan
Angin berhembus kencang. Hujan turun deras. Aku berdiri menatap sebuah apartemen. Tubuhku kuyup. Senyum kecil terlihat dari wajahku. “Aku menemukannya.” Aku berjalan pelan. Mulutku terus berguma
7
2
Jalan Bubur
Hujan di Desa Pulerejo bukanlah berkah, melainkan kutukan purba yang mengubah topografi desa menjadi adonan kue cokelat raksasa. Tanah di sini memiliki kepribadian ganda; saat kemarau ia berdebu seteb
1
1