Sampai Detik Ini
Bab 1 — Laut, Tidur, dan Sebuah Pertanyaan Kalau laut itu luas dan dalam, maka mungkin... aku juga harus belajar punya kesabaran yang seluas itu. Tapi gimana kalau aku malah tenggelam di dalamnya? N
0
1
Ke mana aku harus bersandar
Di kehidupan yang cuma sekali ini terkadang kita ingin yang nama nya merasakan hidup yang damai, tetapi kenyataan tidak seperti yang kita harapkan. Nyata nya diriku terlahir di dunia ini hanya untuk s
0
2
Ketika Gaza Terus Tengadah
Gaza bukan sekadar titik koordinat di atas peta yang dikelilingi pagar kawat berduri dan menara pengintai. Jika kau menempelkan telingamu ke tanahnya yang retak, kau tidak akan mendengar suara pasir y
0
2
Pertemuan Pertama dengan sebuah Payung Ungu
Awal kita bertemu, mungkin dia sudah lupa atau bahkan tidak pernah mengingatnya sama sekali. Saat itu aku duduk di halte bus dekat sekolahku. Hujan tak kunjung reda, sementara aku tidak membawa payung
0
0
Payung Hitam
Bukankah warna hitam sering dianggap sebagai warna sial? Ia sering menjadi bahan candaan. Namun, siapa sangka, di balik kata “sial” itu tersimpan makna yang jauh lebih dalam. Hujan tak kunjung reda.
0
0
YANG BERDIRI SAAT KAMU TIDAK MELIHAT
Di kota ini ada cerita kecil yang jarang dibicarakan keras-keras. Katanya, setiap kamar punya sudut yang tidak benar-benar kosong. Kalau kamu mematikan lampu, menutup pintu, dan tidak bergerak cukup
0
1
Seragam coklat dan nama yang tak pernah hilang
Namanya Rangga. Anak kelas 10 yang kalau dilihat sekilas, ya… biasa saja. Rambutnya sering sedikit berantakan, tasnya selalu terasa lebih berat dari seharusnya, dan dia punya kebiasaan buruk: tidur sa
1
1
Shinkansen Love
Buna masuk ke rumah hantu sendirian. Baru beberapa langkah, ia terkejut melihat seorang pria tampan yang lupa memakai kostum hantunya… dan tanpa sadar, ia langsung mimisan dan pingsan 🤭😘🤯. Pria itu
0
1
Di Luar batas waktu
Aku, kaii natsuki, aku sedang berdiri di depan portal aneh yang terbuat dari kristal berkilau. Aku telah mencari portal ini selama bertahun-tahun, dan akhirnya aku menemukannya. Portal ini dikatakan d
0
2
SURAT KABAR YANG DATANG PAGI ITU
Pelukan sinar matahari pagi yang mengkilap di kaca jendela kamar itu terasa seperti sentuhan lembut yang tak diinginkan. Ranika berdiri di sana, pundaknya sedikit membungkuk karena tas ransel yang mas
0
0
Surat Dari langit untuk bunda...
—Aku pernah menjadi seseorang yang paling takut akan kehilangan. Namun, setelah aku pikir pikir lagi. Buat apa aku begini? Sedangkan orang lain saja tak pernah takut akan kehilanganku. -------- Yogy
1
2
WANITA BIASA MEREBUT TIGA HATI PRIA TAMPAN
Bagian dua Dani terbangun di malam hari karena ingin ke toilet, awalnya dia ingin membangunkan ku tapi saat melihat ku yang tertidur pulas dia lagi-lagi mengurungkan niat dan berjalan sendiri k
0
0
PRIA DI BALIK DINDING
Apartemen itu tidak pernah benar-benar sunyi. Bahkan ketika tidak ada suara, ada sesuatu yang terasa menunggu. Adrian menyadarinya pertama kali pada malam ketiga ia pindah. Jam di ponselnya menunjuk
0
0
Pesan Terakhir Di Ponsel Mati
Jam di dinding berdetak terlalu keras malam itu. Dina sudah mencoba tidur sejak pukul sebelas, tapi tubuhnya hanya berbaring kaku di atas kasur. Lampu kamar dimatikan, tirai tertutup rapat. Tidak ada
0
1
IBUKU WANITA KUAT
Di sudut dapur yang masih gelap, suara denting sudip bertemu wajan menjadi alarm alami bagiku setiap pukul empat pagi. Ibuku, Sarah, tidak pernah butuh jam weker. Tubuhnya seolah memiliki kompas inte
0
0
Akulah istri yang kau buang
Lantai marmer rumah mewah itu terasa dingin di bawah telapak kaki Arini, sedingin tatapan laki-laki yang berdiri di hadapannya. Wisnu, suaminya selama tujuh tahun, baru saja meletakkan selembar kerta
0
0
Keluarga suamiku benalu
Di sebuah ruang tamu yang pengap oleh tumpukan barang yang tak kunjung dibereskan, Arini menatap layar laptopnya dengan mata pedih. Jarum jam menunjukkan pukul dua pagi. Di sebelahnya, secangkir kop
0
1
Perjalanan Khildan
Khildan adalah pemuda berusia 20 tahun yang tinggal di Kampung Cibuntu, dekat pusat kota Bogor. Rambutnya keriting sedikit kusut, tubuh atletis karena sering membantu bapaknya bekerja di kebun teh. Ta
0
0
Semburat Senja di Tunjungan
Aku dibayar untuk membuat perempuan merasa dicintai. Tapi tak pernah sekalipun aku merasa dicintai. Namaku Rendra Adiputra. Dan malam ketika semuanya berubah, langit Surabaya diguyur hujan tipis yan
0
1
Tato Tengkorak Sang Preman Pensiun
Damar berdiri di bawah papan kecil bertuliskan “Parkir Masjid Al-Ikhlas” yang catnya mulai mengelupas. Sore itu langit berwarna jingga, dan azan Magrib baru saja selesai dikumandangkan. Motor-motor be
0
1