Retak yang Menjadi Belati
Maya selalu percaya bahwa rumah adalah tempat paling aman. Baginya, suaminya, Bram, adalah pondasi dari rumah itu. Namun, sore itu, sebuah notifikasi yang muncul di layar tablet keluarga menghancurkan
0
0
Di Antara Rak Nomor Tujuh
Bagi Aris, perpustakaan kampus bukan sekadar tempat mencari referensi skripsi. Tempat itu adalah satu-satunya lokasi di mana ia bisa mencuri pandang ke arah Kirana tanpa terlihat aneh. Kirana selalu
0
0
Mahar Langit untuk Bunga yang Terluka (Part 2)
Di sebuah ruang yang wangi oleh aroma gaharu, Zaynab binti Jahsy berdiri di depan cermin, merapikan selendang sutranya dengan jemari yang gemetar. Ia adalah permata Quraisy. Kecantikannya bukan sekada
0
1
Mahar Langit untuk Bunga yang Terluka
Matahari di ufuk Madinah mulai merayap turun, menyisakan semburat jingga yang membakar langit, seolah mencerminkan gejolak yang tengah merambat di lorong-lorong hati para penghuninya. Di sebuah rumah
0
0
Tangisan Cinta Bertepuk Sebelah Tangan (Sebuah Kisah Nyata)
Di bawah langit Madinah yang membiru, di mana wahyu turun menyentuh bumi dan keadilan ditegakkan di atas singgasana takwa, hiduplah seorang lelaki bernama Mugits. Ia bukanlah seorang panglima perang y
0
1
kata yg belum selesai
Malam itu sunyi. Hanya cahaya layar ponsel yang menerangi wajah Aya. Tangannya gemetar ketika membaca ulang pesan terakhir dari Faiz. Rasanya seperti ada sesuatu yang perlahan runtuh di dalam hatinya.
1
0
Sisi Lain
Ruang OSIS terasa gerah meski kipas angin sudah berputar cepat. Alana duduk di meja panjang dengan tumpukan soal latihan di depannya. Matanya beberapa kali melirik pintu. Dia mencoba fokus pada an
0
1
Hwaseong Serial Murders
Hwaseong Serial Murders Pembunuhan Berantai Hwaseong ---[Kisah nyata] --- [Hwaseong, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan, 1986] Desa kecil itu seolah membeku dalam waktu. Ladang padi yang tak pe
0
1
Perjalanan Mengagumimu
Aku menatap layar ponselku untuk kesekian kalinya. Jemariku bergetar di atas tombol send. Pesan sederhana yang telah aku tulis ulang puluhan kali, “Anaya, aku ingin bicara. Ini penting.” Tiga titik mu
0
1
Jam Tangan Patah
Di rumah kontrakan dekat pelabuhan Tanjung Perak, Lia istri buruh pelabuhan, selingkuh dengan kapten kapal, Toni.Toni kasih jam tangan mewah sebagai hadiah, yang punya GPS tracker. Suami Lia, Joko, t
0
1
Bayangan di Aplikasi
Tika developer app di startup Surabaya. Selingkuh dengan partner bisnis suaminya, Vigo, via chat app rahasia yang Tika buat sendiri. Vigo hack app Tika, ciptakan avatar palsu suami untuk jebak Tika.
0
1
Surat dari Masa Lalu
Di pasar tradisional Genteng, Sinta jualan kain batik. Suaminya, Agus, sopir angkot. Selingkuhannya dengan pembeli tetap, Hasan, dimulai dari surat lama yang Hasan temukan di kain antik—surat cinta Si
0
0
Kedai Kopi di Ujung Jalan
Bagi Arga, mengasuh putri kecilnya, Hana, yang baru berusia empat tahun adalah sebuah petualangan sekaligus luka yang belum sembuh. Istrinya, Sarah, meninggal tepat saat Hana lahir. Sejak saat itu, du
0
1
Kode rahasia kafe
Di kafe hipster Tunjungan Plaza, Mira barista yang berselingkuh dengan owner kafe, Fajar, sementara suaminya, Kiki, koki di restoran sebelah bukan ketahuan langsung, tapi Mira ciptakan kode rahasia di
0
0
Jejak di Pasir Pantai
Ratih, istri nelayan di Kenjeran, Surabaya, sering sendirian saat suaminya, Darmo, berlayar. Ia bertemu Wisnu, pemilik villa pantai, saat membersihkan pantai dari sampah. Wisnu tawarkan kerja, lalu pe
0
1
Di Balik Jendela Perpustakaan
Pukul 15.30 selalu menjadi waktu favorit Arlan. Bukan karena itu jam pulang sekolah, tapi karena itu adalah waktu di mana Maya akan duduk di sudut perpustakaan, tepat di bawah sinar matahari sore yan
0
1
Tuai Puing di Bengkel Sepi
“Kau harus memilih antara dua orang itu.. kau tidak boleh egois, Zaq,” suara Dilan memecah kebisingan mesin-mesin di bengkelku. Sebagai Bos sebuah jaringan bengkel yang sedang berkembang, aku biasa me
0
0
Tiket Pergi Tanpa Namaku
Langit hari ini berada di antara dua sisi; tidak mendung, tapi juga tak menawarkan hangat matahari yang ramah. Seolah semesta sedang ikut bergeming, sama sepertiku. Aku bangkit dari kursi kerja, mereg
0
0
Demi sebuah masa depan anakku
Untuk ke,dua anak2 ku ketika kalian dewasa nanti mama ingin melukis diwajah kalian sebuah kesuksesan Mama ingin menjadi kebanggaan kalian Mama ingin kalian menjadi pewaris bukan perintis seperti mama
0
1
Cermin di Lorong Belakang
Satu aturan tak tertulis di rumah tua peninggalan kakek Nadia adalah: Jangan pernah melihat ke cermin besar di lorong belakang setelah pukul sembilan malam. Nadia, yang tumbuh besar dengan logika kot
0
1