Novel ini bercerita tentang gadis yatim piatu Meyra Almira Jaya yang dijodohkan dengan anak keluarga kaya bernama Nicholas Putra Waluya. Keluarga Waluya yang kebetulan teman dekat Orangtuanya langsung mengangkatnya anak karena takut Meyra kesepian.
Awalnya hanya Meyra yang mencintai Nick dengan tulus sehingga Nick mempermainkannya hanya untuk taruhan. Namun lama kelamaan Nick jatuh cinta ke Meyra.
Sayangnya rahasia Nick terbongkar saat dia sudah mulai mencintai Meyra, butuh 5 tahun untuk menyembuhkan luka sakit hatinya.
Meyra menjadi seseorang yang berbeda dalam 5 tahun terakhir, hal itu membuat Nick semakin yakin untuk mengejarnya mati-matian. Sayangnya dibalik kesuksesan dan penampilan Meyra ada sosok bernama Ali yang mendukungnya 5 tahun terakhir
Bagaimana kisah perjuangan Nick untuk mendapatkan Meyra kembali? bagaimana kisah cinta mereka akan diuji?
Baca terus kelanjutan CSGK ya. Berikan saran, komentar positif, like dan vote untuk penyempurnaan novel ini. Happy reading😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAYONK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMBALI LAGI
Suasana jadi canggung saat Nick turun dari kamarnya. Semula Meyra masih berinteraksi dengan anggota keluarga langsung lenyap tak bersuara.
Meyra memang sudah gak peduli lagi dengan Nick, memandangnya saja tak sudi.
"Loh kok pada diam?, wah kayanya ada yang canggung ya lama gak ketemu?" tanya Lastri menggoda Nick dan Meyra.
"Bukan canggung Ma, hanya aku sudah kebiasaan makan dengan kalian dan suka guyonan, takutnya (dengan intonasi agak dalam) ada yang gak biasa, yaudah aku permisi duluan, tugas kampus menumpuk," jawab Meyra langsung menaiki anak tangga.
"Gak biasanya itu anak langsung keatas setelah makan, biasanya bantu-bantu Bik Jum didapur." Lastri heran melihat Meyra bersikap seperti itu.
"Mungkin lagi PMS, mungkin juga ada yang kangen berat jadinya begitu Ma," ledek Andre.
"Apa sih Ma, tapi kenapa kalian tau?." Belum sempat Nick melanjutkan langsung dibantah oleh Mamanya.
"Sudah gak usah ngeles, kami sudah tau dari Mia yang punya kafe itu jadi jangan salahkan Meyra," jawab Lastri sambil menaikkan kedua alisnya.
Nick kebelakang rumah saat sudah selesai makan malam, dia hendak merokok karena takut ketahuan Mamanya. Kebiasaan baru yang dia dapat di kota Charli saat dia sedang suntuk. Baru saja dia menyalakan korek apinya, Nick melihat tumpukan kertas menggunung di tempat sampah yang akan dibakar oleh Anti.
Dia penasaran karena disitu banyak foto instax yang menampilkan banyak aktifitas seseorang yang ditempel di sebuah buku tapi seperti sudah dirobek-robek.
P**unya siapa ini? Anti?? tapi masa iya tulisannya bagus begini, astaga ini punya Meyra.
Deg!!!
Dia melihat satu persatu diari milik Meyra, setiap lembarnya menampilkan foto instax sebagai pembuktian bahwa kejadian itu benar terjadi. Foto tangan Meyra yang cedera saat masak, foto ulang tahunnya dan foto kafe itu.
A**staga gak punya kerjaan banget ini anak.
Setelah itu Anti membakar tumpukan kertas itu sesuai anjuran Meyra. Meyra sudah lama untuk menyuruhnya membuang kenangan Nick cuma tugas kampus yang begitu menumpuk membuatnya menunda-nunda untuk membakarnya.
A**ku harus cepat membakarnya, daripada nanti Mbak Meyra mengamuk, suasana hatinya sedang kacau sejak Mas Nick datang, batin Anti sambil membakar seluruh sampah Meyra.
Ditempat lain Nick menyaksikan Anti ingin membakar semua tumpukan sampah itu. Dia sengaja bersembunyi saat Anti datang.
Ke**napa aku harus sembunyi? dan kenapa aku ambil sampah ini, gerutu Nick memegang tumpukan kertas ditangannya. Tak dipungkiri dia sangat penasaran dengan tulisan Meyra.
"Mbak Mey kemana nak?? kok daritadi dikamar terus biasanya dia." Perkataannya terputus saat Anti memperingatkan dengan telunjuknya.
"Hsuuuuttt Bu, ada Mas Nick tadi jangan keras-keras." Anti mendekat dan berbisik. Mereka melihat Nick melintas, setelah dia naik ke kamarnya baru mereka melanjutkan obrolan.
"Kenap memangnya 'Nduk', bukannya mereka pacaran dan juga calon suami istri kan??," sahut Bik Jum protes.
"Memang iya Bu, tapi ...," sahut Anti hampir keceplosan.
"Hayo, mau main rahasia-rahasiaan sama Ibu sekarang? yowes Ibu tanya Mas Nick saja kenapa, Mas Nick pasti tanya dapat informasi darmana? Ibu bilang aja dari kamu?." Jurus kekepoan Bik Jum pasti berhasil secara dia sudah terbiasa merumpi dengan ART perumahan
"Ibu ini, oke-oke aku cerita," jawab Anti pasrah.
"Ya Tuhan, kok tega Mas Nick begitu, padahal uang dari Orangtuanya gak habis-habis tujuh turunan," jawab Bik Jum setelah mendengar cerita dari Anti.
"Beda Bu, ada kepuasan sendiri jika mereka berhasil"
"Terus gimana nasib Mbak Meyra, kasihan dia Nak gimana kalau Nyonya besar tau," ujar Bik Jum sedih.
"Mungkin diginiin." Anti meragakan tangan yang memotong lehernya.
"Hussh ngawur," sahut Bik Jum langsung tertawa.
Paginya
"Mey kemana Bik?",tanya Lastri sambil mengunyah sarapannya, dia bingung tak biasanya anak itu melewati sarapannya.
"Pagi-pagi sekali kayanya langsung kuliah Bu?," jawab Bik Jum.
"Gak sarapan jadinya??"
"Sudah bawa bekal tadi Bu"
"Kayanya menunya kembali sebelum Meyra datang ya," tanya Andre melihat makanan didepannya tak berselera.
"Mbak Mey sudah jarang ke dapur Pak, saya bisanya ya ini," jawab Bik Jum sedih.
"Oh maaf saya gak bermaksud bikin Bik Jum sedih, saya cuma kangen aja masakan Meyra sudah hampir semingguan sepertinya ya." Andre yang mengerti raut wajah Bik Jum segera mungkin menerangkan.
"Iya Pah kenapa ya, apa karena tugasnya yang menumpuk," jawab Lastri menerka-nerka.
"Tugas sih enggak, cuma mungkin lagi gak enak hati." Anti yang tadi diam sambil menghidangkan makanan dibantu ibunya akhirnya bersuara.
"Uhukkkk!!!!." Nick tiba-tiba tersedak mencoba minum segelas air didepannya. Sedari tadi dia enggan berbicara jika topiknya Meyra.
"Pelan-pelan Nick." Lastri yang kebetulan disebelah Nick menepuk-nepuk pundak anaknya itu.
"Ma, Pa, Nick kekamar dulu," ujar Nick bangkit dari kursinya.
"Gak dihabisin nasgornya??," tanya Lastri lagi dan dijawab gelengan Nick.
"Wah bisa buat Papa itu," ujar Andre berbinar, karena jatah makannya hanya sedikit hari ini.
"Papa!! ... diet! liat itu perut kaya ganjalan bantal," perintah Lastri melototi suaminya itu. Andre memang blasteran yang dulunya sangat menjaga pola makannya namun setelah mengenal Lastri dia seperti kalap karena masakannya ibarat bius yang bikin ketagihan. Dan kebiasaan makannya terus berlanjut walaupun bukan masakan Lastri. Dia sudah terlalu cinta dengan masakan negeri ini.
"Sayang, jangan gitu ahh, nanti gym lagi janji, biar berotot dan bisa angkat kamu," seringai mesum Andre membuat Lastri tersenyum geli.
"Anak sudah 2 Pa, gak usah genit"
"Siapa tahu yang ketiga cewek Ma"
"Sudah ada Meyra"
"Tapi kan.." belum juga melanjutkan ada jawaban Lastri yang sudah mengakhiri obrolannya.
"Titik gak pakai koma."Lastri mengakhiri.
*E*mang sudah dua, tapi dua-duanya jarang dirumah, gerutu Andre dalam hati.
Anak kedua mereka Michael Putra Waluya memang jarang pulang, dia melanjutkan studi di tempat Andre dilahirkan(diluar negeri). Mamanya Andre sengaja menahan Mike agar bisa menemaninya disaat usia senjanya. Beberapa kali Andre ingin memboyong Mamanya namun dia selalu menolak.
Akhirnya dengan berat hati Mike dikirim kesana, karena cuma Mike yang dekat dengan Omanya sedangkan Nick terlalu cuek. Lastri pernah hampir semingguan gak bisa tidur karena melepaskan Mike yang masih berusia 12 tahun itu. Tapi melihat Mike yang betah disana membuat Lastri terbiasa. Mike memang berbeda dengan Nick, Mike lebih penurut dan penyanyang yang membuat Omanya lebih memilih Mike daripada Nick.
Sekarang Mike sudah SMA. Biasanya satu tahun sekali atau dua kali dia pulang tapi tahun ini Mike tidak pulang yang membuat Lastri uring-uringan terlebih sikap cuek Nick yang semakin menjadi.
jngn kwatir thor aq trs mengikuti mu
😘😘😘😘
lanjuut thor
😭😭😭😭😭 ksihan meyra
hmdllh lhir selamat Amiinn
smangat thor💪💪