Berawal dari menolong seorang laki-laki yang habis-habisan di hajar oleh ketiga preman. Maila juga harus bertemu kembali dengan laki-laki itu di sekolah barunya. Yang ternyata laki-laki itu adalah kakak kelasnya sendiri, yang merupakan laki-laki populer di sekolah. Yang ternyata namanya adalah Larbi.
Bukan hanya itu. Larbi juga terus mengusik dirinya. Sehingga, membuat Maila sebal pada Larbi sendiri. Namun, tanpa mereka sadari. Pertemuan mereka ada hubungannya dengan masa lalu mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasil Penyelidikan.
Anggi POV.
"Ini kak." Ia memberikan laptop tersebut padaku, dan langsung ku terima. Aku membuka laptop tersebut, dan langsung ku hidupkan data nya. Aku langsung beralih ke Google, untuk men-sreach bagaimana cara mengetahui video fakta dan hoax. Tak lama kemudian setelah di sreach, muncul halaman yang ku cari. Dan langsung ku buka halaman yang berada di atas. Dan setelah di buka. Terdapat sebuah langkah-langkah untuk mengetahui video fakta dan hoax. Dan langsung ku baca saja langkah-langkah tersebut secara detail. Setelah di baca dan paham dengan cara langkah-langkahnya, langsung saja ku coba.
Pertama aku harus memilih frame yang ada di video tersebut di ponselku, lalu screenshot bagian yang menurutku unik. Karena aku sudah melakukan langkah pertama, aku langsung berlanjut ke langkah ke dua. Yaitu membuka situs Yandex. Karena ponselku tidak mempunyai kuota untuk membuka situs tersebut, jadi aku harus mengirim hasil screenshot tadi terlebih dahulu ke laptop Maila. Setelah dikirim aku langsung berlanjut membuka situs Yandex.
Setelah di buka, lalu memilih menu "images", lalu mengklik ikon "kamera", klik "select a file", setelah itu memilih file screenshot yang sudah di buat sebelumnya, kemudian pilih "similar images"
Lalu setelah ku pilih "similar images", situs Yandex ini menampilkan frame gambar yang mirip dengan yang sudah ku sreenshot video tadi. Karena dari langkah-langkah tersebut harus teliti untuk memilih potongan gambar yang paling mirip, jadi aku pokus dan teliti untuk melihat dan memilihnya. Setelah itu langsung ku temukan potongan gambar tersebut yang sangat mirip dengan hasil screenshot tadi. Lalu langsung saja aku mengklik gambarnya.
Dan yang terakhir adalah aku harus mengecek sumber asli dari hasil screenshot tadi. Ternyata hasil screnshot tadi benar-benar mirip dengan gambar yang di tampilkan. Aku juga harus memeriksa dimana gambar itu berasal, dengan mengklik situs yang ada di pojok kanan layar. Dan aku langsung di arahkan ke akun Instagram yang pertama kali mengupload video tersebut. Nama akun Instagram tersebut adalah @Rzkhfii_22.
Aku juga membuka dan memutar video yang diupload sebelumnya. Saat di buka, nampak aku terbelalak. Begitu juga dengan Maila yang sedari tadi memperhatikanku menyelidiki hasil tadi. Benar!
Video yang di upload akun ini sama seperti video yang di berikan bu Yuyun, terdapat anak berandalan sedang berkelahi di jalanan yang kalau di lihat sepi, mereka sedang tawuran. Tapi, di video yang di upload tidak menampakan wujud Larbi. Video ini hanya menampakan anak berandalan sedang berkelahi dengan menggunakan senjata tajam.
Dan yang aku pikirkan benar, kalau video dari bukti Baim hanyalan video editan yang ia buat sendiri. Jadi selain bukti ini, aku juga punya bukti dari Maila. Ia bisa mewakili penyelidikanku.
Dan tiba-tiba saja, aku kepikiran dengan akun Instagram ini, membuatku penasaran. Aku juga menjelajahi akun ini. Mulai dari postingannya. Dan yang nampak membuatku terkejut adalah ketika melihat sebuah postingan photo.
Sebuah photo yang terdapat tiga orang yang sedang merokok di sebuah warung, mereka nampak asik menikmati rokok tersebut. Dan salah satu di antara mereka adalah orang yang aku kenal.
"Loh kak, ini orang yang Maila ceritakan tadi. " Ucap Maila sambil menunjuk ke salah satu di antara mereka, orang yang aku kenal juga. Jadi begini?! Kalau begini, aku sudah mempunyai bukti yang sangat kuat. Dan aku bisa menyimpulkan tentang itu. Dan aku akan menyuruh Maila untuk datang besok ke ruang BK saat jam istirahat.
(Flashback off)
"Heh! Gue salah apa sih ke lo? Bisa-biasanya lo menuduh gue dengan mengedit video itu! Salah apa gue, begitu dendamnya lo sama gue!" Ucap Larbi marah dengan tiba-tiba berdiri dengan mencengkram kerah baju Baim, sepertinya ia memang marah karena di tuduh olehnya.
"Larbi lepaskan! Berhenti!" sergah bu Yuyun dengan nada yang cukup membentak.
"Udah! Udah kak lepaskan!" Ucap Maila Menenangkan Larbi yang sedang marah pada Baim. Lantas Larbi langsung melepaskan cengkramannya pada Baim, dan langsung duduk kembali.
"Tenang dulu! Gue belum selesai menjelaskannya!" Bentakku padanya. Kalau dia emosi terus nanti aku tidak kelar untuk menjelaskan.
"Jadi begini kesimpulan saya. Karena video yang saya dapat ini berasal dari akun tesebut yang isi video nya sama dengan video ini." Ucapku mulai mengemukakan sambil memperlihatkan video dari bu Yuyun.
"Hanya saja, di video yang ada di akun Instagram tersebut tidak menampakan wujud Larbi, sedangkan yang berada di video ini menampakan Larbi. Jadi kesimpulan saya, Baim mengambil video yang berada di akun Instagram tersebut lalu ia edit dengan dengan video yang ia rekam ketika Larbi berkelahi dengan preman." Jelasku.
"Dan.... Saya ingin bertanya pada Baim, tentang ini." Aku menunjukan photo yang berada akun IG @Rzkhfii_22. Yang menampakan tiga seorang remaja tengah asik merokok di sebuah warung. Ia nampak terbelalak melihatnya. Dan salah satu dari tiga orang tersebut adalah Baim.
"Apakah akun yang bernama @Rzkhfii_22 ini adalah teman lo?" tanyaku. Sementara ia hanya terdiam.
"Baim jawab pertanyaan Anggi! Kamu jangan diam saja, ayo jawab!" Ucap bu Yuyun dengan nada yang agak membentak.
"Ayo jawab! Mau berpikir buat nyari alasan lo! Jawab!" timpal Larbi dengan rasa marahnya.
"Bukan." Singkatnya.
"Kalau begitu, gue tanya ke Maila." Ucapku sambil menatap Maila.
"Maila, apakah orang yang kamu lihat di warung saat membeli bensin waktu menolong Larbi. Ketiga orang yang berada di warung sambil merokok itu adalah orang ini?" aku menunjukan photo tersebut padanya.
Ia mengangguk." Iya kak, itu orang nya."
"Heh! Lo jangan nuduh gue gitu aja dong! Mungkin yang lo liat salah orang, bukan teman gue. " Ucap nya pada Maila dengan merasa marah.
"Berarti yang ada di photo ini temen lo?!" tanyaku padanya. Mungkin ia keceplosan, dan nampak terbelalak sendiri dengan ucapannya.
"Eummm... Itu.. " ia sedikit gugup untuk menjawab.
"Sudahlah jangan mengelak! Kamu sudah tentu bersalah! Ibu paham dengan penjelasan Anggi. Jadi kamu tidak sengaja merekam Larbi sedang berkelahi, lalu kamu edit dengan video yang berada di IG teman kamu!" Tegas bu Yuyun.
"Sekarang kamu minta maaf pada Larbi!" tegasnya lagi.
"Bentar bu! Saya ingin bertanya dulu pada dia!" sergah Larbi.
" Lo ada dendam apa sama gue? Apa kesalahan gue sama lo? Bisa-bisanya lo nuduh gue! Perasaan gue nggak pernah ada urusan sama lo!" Ucap Larbi pada Baim.
"Jawab!" Tegas Larbi.
Anggi POV end
...***...
Aku menghela nafas lega setelah ke luar dari ruang BK. Permasalahan tadi sangat membuatku sedikit tegang, karena orang yang bernama Baim itu sangat marah padaku ketika aku menceritakan itu. Tapi untung ada kak Anggi yang terus membelaku.
" Dasar!!! Dia cuman mempermainkan gue ternyata. Dia mengedit video itu tanpa alasan? Apa dia ingin gue di keluarin dari sekolah? Cuman itu?" Gerutu Larbi dengan rasa kesalnya.
"Ngapain marah, sih? Udah kelar juga, dan lo juga nggak salah!" sahut kak Anggi.
"Ya, gimana gue nggak marah! Kalau tiba-tiba video itu nggak di selidiki, bu Yuyun nanti malah percaya sama video itu. Dan gue juga pasti di keluarin dari sekolah." Ucap Larbi yang masih terasa kesal.
"Lalu, kenapa sih bu Yuyun tidak mengambil tindakan langsung untuk mengeluarkan Baim dari sekolah? Kan dia salah, udah nuduh gue lagi. Harusnya dia di penjara sekalian!" Gerutunya lagi. Benar-benar menyebalkan banget sih ini orang! Dari tadi terus menggerutu itu, padahal masalah dia sudah kelar.
"Bu Yuyun lagi mengintrograsi Baim dulu, nanti juga ada kabar tentang dia." Sahut kak Anggi.
"May!" Tiba-tiba saja Larbi menghentikan langkahku yang hendak balik ke kelasku.
"Apa?" responku.
"Terima kasih untuk ke empat kalinya. Lo udah nolongin gue tadi." Ucapnya padaku.
"Eh, gue nggak, nih? Kan gue juga yang udah menyelidiki. Bahkan otak cerdas gue ini sampai pusing menyelidiki itu." Sahut kak Anggi tiba-tiba.
"Nggak usahlah, nanti gue juga bakal traktir lo lontong di warung bi Sumi." Ucap Larbi.
"Emangnya, kalau gue nolongin lo gue butuh imbalan?" tanya kak Anggi pada Larbi.
"Yaiyalah!" lanjutnya lagi, padahal Larbi belum sempat menjawab pertanyaannya.
Wah ternyata selain pintar, kak Anggi juga sedikit somplak. Cuman sekedar lontong ia terima, apa tidak bisa di tawar untuk mentraktir bakso, mie ayam, atau lainnya?
Jangan lupa like, komen, vote, dan rate
Oh, jadi gitu. Syukurlah, ingatan kamu balik Larbi. Semoga, kalian bisa semakin dekat lagi, ya!🥰🥰
Benar! Cinta pasti akan ada coba dan uji. Tidak mungkin akan selalu mulus² saja. 👍🏻❤️
Tetap semangat ya Dek! Semoga, Allah selalu menjaga dan melindungi kamu serta membimbing kamu di mana dan kapanpun itu. Sehat terus! Aamiin!!
Sukses terus buat kamu, Dek!🥰👍🏻❤️
like😍
tetap semangat thor
ditunggu karya barunya💪
Kita tidak bisa menentang takdir yang sudah di tetapkan! 🤧🤧