NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Pemberontakan di Bawah Awan Ungu

​Debu yang berterbangan di alun-alun Puncak Utama perlahan turun menyentuh lantai batu giok yang kini hancur berantakan. Keheningan yang menyelimuti Sekte Awan Ungu terasa begitu pekat, bagaikan keheningan di dalam makam yang baru saja disegel.

​Ribuan pasang mata, dari murid luar hingga para tetua, menatap lurus ke arah pemuda berpakaian putih yang berdiri di tengah alun-alun.

​Di bawah pilar batu yang runtuh, Tetua Lu—seorang ahli tahap Inti Emas Puncak yang selama puluhan tahun dihormati dan ditakuti—mengerang dalam kubangan darahnya sendiri. Lengan kanannya hancur, dan meridian di tubuhnya kacau balau akibat serangan balik dari energi Lin Tian.

​"I-Iblis..." erang Tetua Lu dengan suara serak, matanya menatap Lin Tian penuh kengerian. "Dia... dia bukan manusia..."

​Tiba-tiba, tekanan spiritual yang luar biasa dahsyat turun dari langit. Udara di alun-alun mendadak terasa seberat jutaan ton. Para murid tingkat Pondasi Bumi langsung jatuh berlutut, memuntahkan darah karena tidak mampu menahan tekanan tersebut. Bahkan para Tetua Inti Emas harus memutar Qi mereka hingga batas maksimal hanya untuk tetap berdiri.

​Itu adalah tekanan absolut dari tahap Jiwa Nascent!

​Master Sekte Awan Ungu, sang penguasa tertinggi, melayang turun dari udara. Wajahnya yang biasanya tenang kini diliputi oleh amarah yang membara dan kewaspadaan yang dalam. Jubah ungu keemasannya berkibar tanpa ada angin. Matanya yang tajam menatap langsung ke arah Lin Tian, mencoba menembus rahasia di balik pemuda itu.

​"Lin Tian," suara Master Sekte menggema, berat dan menggetarkan gendang telinga. "Kau membunuh sesama murid di dalam Alam Rahasia, dan sekarang kau melukai seorang Tetua Utama di hadapanku. Apakah kau berniat memicu pemberontakan?"

​Di bawah tekanan tahap Jiwa Nascent, bumi di sekitar Lin Tian retak semakin dalam. Namun, pemuda itu tetap berdiri tegak. Tulang-tulangnya yang telah ditempa oleh esensi naga api dan Jantung Pedang sama sekali tidak berderit. Di Dantiannya, Inti Kehampaan berputar lambat, menelan tekanan spiritual dari Master Sekte dan membuangnya ke ketiadaan.

​Lin Tian mendongak, menatap Master Sekte dengan senyum dingin.

​"Pemberontakan? Kata itu hanya berlaku bagi budak yang menentang majikannya," jawab Lin Tian santai. "Tetua Lu menyerangku dengan niat membunuh dari belakang. Jika aku tidak memiliki kekuatan, aku pasti sudah menjadi mayat sekarang. Apakah sekte ini mengajarkan para Tetuanya untuk membunuh murid yang tidak mereka sukai secara terang-terangan?"

​"Lancang!" bentak salah satu Tetua Penegak Hukum dari kejauhan. "Tetua Lu bertindak karena kau membunuh cucunya, Lu Ming, dan jenius nomor satu kita, Lu Changkong! Kau telah memotong masa depan sekte ini!"

​Lin Tian tertawa pelan. Tawanya terdengar merdu, namun membuat bulu kuduk semua orang berdiri.

​"Masa depan sekte? Jika masa depan kalian bergantung pada seorang pengecut yang mengorbankan tujuh adik seperguruannya sendiri demi menyelamatkan nyawanya dari pedangku, maka Sekte Awan Ungu memang sudah sepantasnya runtuh."

​Pernyataan itu meledak seperti bom di alun-alun. Murid-murid yang mendengarnya mulai berbisik-bisik panik. Lu Changkong mengorbankan murid lain?

​"Omong kosong! Kau memfitnah orang mati!" raung Tetua Lu dari bawah reruntuhan.

​Master Sekte mengangkat tangannya, membungkam semua suara. Matanya menyipit menatap Lin Tian. Ia bisa merasakan fluktuasi Qi di tubuh Lin Tian. Itu adalah tahap Inti Emas awal. Tapi bagaimana bisa seorang Inti Emas awal mematahkan lengan Inti Emas Puncak dalam satu benturan?

​Dan yang paling membuat Master Sekte waswas adalah aura gelap yang memancar dari Lin Tian. Itu adalah energi yang tidak dikenalnya, sesuatu yang terasa purba dan mematikan.

​"Terlepas dari apa yang terjadi di dalam Alam Rahasia, hukum sekte harus ditegakkan," ucap Master Sekte dengan nada final. "Lin Tian, serahkan Cincin Penyimpananmu, serahkan semua warisan dari Makam Utama, dan biarkan aku menyegel kultivasimu. Jika kau terbukti benar, sekte mungkin akan mengampuni nyawamu dan membiarkanmu menjadi manusia fana biasa."

​Mendengar tawaran 'kemurahan hati' itu, Lin Tian menggelengkan kepalanya pelan. Tangan kanannya bergerak perlahan ke belakang punggungnya.

​Sring.

​Logam Hitam Tanpa Nama ditarik. Ujung pedang tumpul seberat lima ribu kati itu menghantam tanah giok, menciptakan getaran yang menjalar ke seluruh alun-alun.

​"Menyegel kultivasiku? Menjadi manusia fana?" Lin Tian menyeringai lebar, memperlihatkan deretan giginya yang putih. Niat membunuh yang murni dan gelap meledak dari tubuhnya, menentang secara langsung tekanan Jiwa Nascent milik Master Sekte. "Master Sekte, jika kau menginginkan hartaku atau nyawaku... turunlah dari awanmu dan cobalah ambil sendiri!"

​"Bocah arogan! Kau mencari mati!"

​Kesabaran Master Sekte akhirnya habis. Sebagai penguasa tahap Jiwa Nascent, dihormati oleh jutaan manusia fana dan kultivator di wilayah ini, ditantang oleh seorang bocah yang baru seumur jagung adalah penghinaan mutlak.

​Master Sekte merentangkan kedua tangannya. Langit di atas Puncak Awan Ungu mendadak berubah ungu pekat. Awan-awan berkumpul, membentuk sebuah telapak tangan raksasa berukuran seratus meter yang terbuat dari energi spiritual murni.

​Teknik Ilahi: Tapak Penghancur Awan Ungu!

​Telapak tangan raksasa itu menukik turun dengan kecepatan luar biasa, menargetkan Lin Tian. Tekanan udara di bawahnya begitu dahsyat hingga bangunan-bangunan paviliun di sekitar alun-alun mulai runtuh satu per satu. Ini bukan serangan untuk menangkap, ini adalah serangan untuk memusnahkan!

​Di pinggir alun-alun, Mu Qingxue memalingkan wajahnya. Dia terlalu sombong. Melawan ahli Jiwa Nascent adalah hal yang mustahil.

​Namun, di tengah titik jatuhnya tapak raksasa itu, Lin Tian tertawa keras. Darahnya mendidih oleh semangat bertarung. Ini adalah momen pembuktian bagi Inti Kehampaannya!

​Lautan energi di dalam Dantian Lin Tian meledak. Cairan Qi hitam keunguan meluap, membalut sekujur tubuhnya dan Logam Hitam Tanpa Nama. Otot-ototnya membesar, memancarkan pendaran perunggu gelap.

​Alih-alih menghindar, Lin Tian menekuk lututnya. Tanah di bawahnya hancur membentuk kawah sedalam sepuluh meter akibat tolakan kakinya.

​BUM!

​Lin Tian melesat ke udara layaknya roket hitam, menyongsong telapak tangan awan ungu raksasa itu. Ia memegang pedang beratnya dengan kedua tangan, menariknya jauh ke belakang, lalu mengayunkannya dengan kekuatan penuh.

​Tebasan Ketiga Seni Pedang Penelan Langit: Kehampaan Mutlak!

​Sebuah garis hitam yang sangat pekat dan hening tercipta di udara. Berbeda dengan dua tebasan sebelumnya, tebasan ini tidak memiliki bentuk proyektil. Ia benar-benar menghapus ruang di lintasan pedang tersebut.

​SREEEEK!

​Bilah pedang hitam Lin Tian bertemu dengan telapak tangan awan ungu raksasa milik Master Sekte.

​Suara robekan yang menyayat hati terdengar. Di depan mata ribuan murid dan tetua yang tercengang, telapak tangan raksasa energi Jiwa Nascent itu... terbelah menjadi dua! Garis hitam dari pedang Lin Tian menelan energi ungu di sekitarnya, membuat serangan pamungkas Master Sekte hancur berkeping-keping menjadi angin badai sebelum menyentuh tanah.

​Lin Tian melayang di udara, pedang hitamnya masih menunjuk ke langit. Napasnya sedikit memburu, dan ada setitik darah mengalir dari sudut bibirnya. Benturan dengan kekuatan Jiwa Nascent memang membuat meridiannya sedikit bergetar, namun dia berhasil membelahnya!

​"M-Mustahil!" Master Sekte mundur setengah langkah di udara. Wajahnya yang agung memancarkan horor. Serangan kekuatan penuhnya dihancurkan oleh seorang kultivator Inti Emas?!

​Di bawah, seluruh anggota sekte terdiam seperti patung batu. Otak mereka tidak mampu memproses apa yang baru saja mereka saksikan.

​Lin Tian mengusap darah di bibirnya dengan punggung tangannya. Ia menatap Master Sekte dengan senyum mengejek.

​"Kekuatan tahap Jiwa Nascent... ternyata rasanya hambar," ejek Lin Tian.

​Master Sekte mengertakkan gigi, wajahnya memerah karena malu dan marah. "Bocah iblis! Aku tidak percaya kau bisa menahan serangan kedua! Formasi Penjaga Sekte! Aktifkan formasi dan kunci ruang di sekitarnya!"

​Mendengar perintah itu, delapan Tetua Utama langsung bergerak ke delapan arah mata angin. Mereka merapal segel dengan cepat, berniat mengunci seluruh pegunungan agar Lin Tian tidak bisa melarikan diri menggunakan teknik gerak apa pun.

​Melihat pilar-pilar cahaya mulai muncul dari dasar gunung, Lin Tian tahu bahwa jika formasi itu sepenuhnya aktif, bertarung melawan seluruh sekte akan menghabiskan tenaganya. Saat ini, ia belum memiliki kekuatan untuk membantai sebuah sekte sendirian.

​"Waktunya berpisah, Sekte Awan Ungu."

​Lin Tian menyarungkan kembali pedang hitamnya. Ia memusatkan energi spasial di punggungnya.

​ZRAAASH!

​Sepasang Sayap Pengoyak Ruang yang memancarkan cahaya abu-abu keperakan membentang dari punggung Lin Tian. Saat sayap itu muncul, hukum ruang di sekitar Puncak Awan Ungu mulai terdistorsi hebat.

​"S-Sayap spasial?! Hentikan dia! Dia menggunakan energi ruang!" teriak Master Sekte panik, menyadari bahwa Formasi Penjaga tidak akan sempat mengurung ruang sebelum pemuda itu pergi.

​Master Sekte melesat maju, mencoba meraih Lin Tian secara langsung.

​Lin Tian mengepakkan sayapnya satu kali. Tubuhnya langsung memudar.

​Sebelum sosoknya benar-benar menghilang ke dalam celah dimensi, suara Lin Tian yang dingin dan penuh janji bergema di seluruh langit Sekte Awan Ungu.

​"Simpan kepala kalian di atas leher dengan baik. Suatu hari nanti, aku akan kembali untuk mengambilnya."

​Pop.

​Sosok Lin Tian menghilang tak berbekas, meninggalkan Puncak Awan Ungu yang hancur berantakan dan seorang Master Sekte yang mengaum penuh amarah ke arah langit yang kosong.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!