Andhera adalah pria yang dingin dan terkesan tidak mempedulikan apapun disekitarnya. namun, semua itu perlahan berubah.
semua berawal dari seorang wanita cantik yang datang ke perpustakaan untuk menemui Andhera, ia meminta Andhera untuk menjadi pacarnya selama 30 hari.
ia meminta hal tersebut lantaran ayahnya yang akan menjodohkannya dengan orang yang tidak dikenalnya.
perlahan menyadari akan Andehra yang tidak pernah berekspresi, wanita tersebut membuat janji pada Andhera. janji tersebut adalah membuat Andhera tertawa, marah, dan menangis selama 30 hari.
apakah wanita itu dapat menepati janjinya? akankah hubungan mereka berakhir setelah 30 hari? ayo baca untuk menjadi saksi janji ini!
genre: romantis, comedy, drama, teen
berlatar di london, tidak membuatnya berbahasa inggris ya. Tapi, bisa dibayangin aja kalo semua dialog memakai bahasa inggris ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astradan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kerumah Hikari
2 hari kemudian …
2 desember 2010.
Tringgg!
Suara bell pulang sekolah telah berbunyi. Andhera meninggalkan kelasnya, sedangkan Karel masih mempunyai urusan kegiatan basket. Andhera langsung bergegas pergi ke tempat yang sudah dijanjikan untuk menemui Hikari.
Hari ini Hikari telah mulai masuk kembali ke sekolah setelah 2 hari tidak masuk. Sebelumnya Hikari telah menemui Andhera di perpustakaan untuk memberi tahu tempat pertemuan untuk mereka.
Andhera telah sampai di tempat yang telah diberitahu oleh Hikari. Tempat itu adalah persimpangan jalan yang cukup sepi dan tidak banyak orang berlalu lalang disana.
Andhera terus menunggu belasan menit untuk menunggu Hikari di hari yang sejuk ini. Andhera menggunakan syalnya karena hari yang bertambah sejuk ini. Dari kejauhan terlihat Hikari yang sedang menghampiri Andhera sambil melambaikan tangannya.
"Apakah kau sudah menunggu lama, Andhera?" Hikari ngos-ngosan karena kelelahan.
Andhera melihat ke arah jam tangannya. "Jika 17 menit bisa disebut lama, berarti iya! Aku sudah menunggu cukup lama"
Hikari menundukkan kepalanya. "Heh? Jangan jujur seperti itu dong," ujarnya pelan, "baiklah, coba kenakan ini," Hikari dengan semangat menambahkan.
Hikari memberi Andhera sepasang kemeja dan celana untuk Andhera kenakan. Kemeja abu-abu dengan celana hitam panjang diberikan pada Andhera.
"Untuk apa?" tanya Andhera.
"Ayahku suka dengan orang yang memakai pakaian rapi, dan elegan, tapi tidak mencolok. Jadi aku membeli pakaian untukmu yang cocok dengan selera ayahku," ujar Hikari seraya memberikan pakaian tersebut pada Andhera.
Adhera menuruti Hikari dan memakainya di toilet umum yang dekat dengan tempat itu. Saat Andhera keluar dengan pakaian baru yang dikenakannya, Hikari menjadi tertegun untuk sesaat melihat Andhera.
"Ada apa? Apa aku salah memakainya?" tanya Andhera yang tidak peka akan tatapan Hikari.
Hikari menjadi sadar dan salah tingkah di depan Andhera.
"Ti-tidak ada! Baiklah, ayo pergi menuju mobilku"
Andhera menaiki mobil yang sama dengan Hikari dan juga pengawasnya. Suasana di dalam mobil menjadi sangat canggung. terlihat wajah 2 orang pria menyeramkan bersama 1 wanita yang sama dengan orang yang menatap tajam Andhera saat di stasiun bus beberapa hari yang lalu"
Mereka sampai ke rumah Hikari hanya dalam 15 menit saja. Andhera menjadi terdiam melihat besarnya rumah Hikari yang mempunyai 4 lantai dan memiliki halaman yang sangat luas.
Pantas saja ia tidak terlalu peduli saat menghamburkan uangnya. Bahkan rumahnya jauh lebih besar dari Karel, ujar Andhera dalam hati
Saat Andhera masuk kedalam rumahnya, terlihat ada dua pasangan orang tua yang tengah berdiri menunggu Andhera dan Hikari.
"Mereka orang tuaku, beri salam pada mereka!" bisik Hikari pada Andhera.
"Hallo Paman, Tante." Sapa Andhera, " aku adalah tem … Pacar dari Hikari." Andhera hampir saja salah bicara di depan orang tua Hikari.
Mendengar Andhera yang hampir salah bicara, Hikari menoleh ke arah Andhera sambil berkeringat dingin di situasi yang sangat canggung ini.
"Oh, jadi kau adalah Andhera! Ayo masuk dan silahkan duduk dulu," ajak ibu Hikari.
Andhera dan Hikari menjadi sedikit lebih lega karena ayahnya tidak mencurigai Andhera yang sebagai pacar sewaan dari Hikari.
Saat Andhera duduk, suasana kembali menjadi canggung dan membuat Andhera menelan air liurnya beberapa kali saat duduk berhadapan dengan orang tua Hikari.
"Kau mau minum apa?" tanya Ayah Hikari.
"Teh saja, dengan sedikit gula" jawab Andhera.
Setelah ayah Andhera meminta asisten untuk menyiapkan teh, Ayah Hikari masih terus menatap ke arah Andhera. Ibu Hikari yang merasa kasihan dengan Andhera akibat suasana canggung yang dibuat suaminya, lantas segera mencairkan suasana di ruangan tersebut.
"Jadi, kapan kalian mulai berpacaran, nak Andhera?" tanya Ibu Hikari.
Andhera melirik ke arah Hikari yang malah memalingkan wajahnya ke tempat lain, dengan wajah datar Andhera menjawab, "emmm .... Sudah sekitar 3 bulan lalu" dalih Andhera.
"Jangan terlalu tegang seperti itu!" tutur Ibu Hikari.
Di tengah pembicaraan, asisten di rumah Hikari datang membawa 3 cangkir teh, dan 1 cangkir kopi untuk Ayah Hikari.
Andhera dengan santainya meminum teh miliknya.
"Kalian, apakah ada niat untuk melanjutkan ke pernikahan?"
Uhuk-uhukk
Pertanyaan itu membuat Andhera tersedak saat menyeruput teh miliknya. itu sangat membuat Andhera terkejut mendengarnya.
"Andhera?" kata Hikari yang panik.
Terlihat wajah Hikari yang khawatir saat Andhera tersedak. Saat melihatnya, Ibu Hikari menjadi yakin jika Hikari dan Andhera saling mencintai satu sama lain, walaupun pemikirannya pada Andhera dan Hikari salah.
Saat Hikari mengalap pakaian Andhera, Ayah Hikari melihat kemeja yang dikenakannya. "Selera pakaianmu ternyata bagus juga, apakah itu pilihanmu sendiri?"
"I-iya" jawab Andhera berkeringat.
Ayah Hikari tidak mengetahui jika pakaian yang dikenakan Andhera itu sebenarnya adalah pemberian Hikari. Tapi dengan itu, ayah Hikari menjadi lebih mudah untuk diajak komunikasi.
Beberapa saat kemudian suasana menjadi lebih ramai dan sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Mereka berbincang-bincang hingga puluhan menit lamanya. Banyak pertanyaan yang dilontarkan orang tua Hikari pada Andhera, tetapi Andhera berhasil menjawabnya tanpa menimbulkan rasa curiga.
27 menit telah berlalu. Ibu Hikari pergi ke dapur dan mengajak Andhera untuk makan bersama, sementara Ayah Hikari pergi ke depan untuk mengangkat telepon yang sepertinya dari rekan bisnis miliknya, menyisakan Andhera dan Hikari di sana.
"Fuhh… andhera, bisakah kau mencoba untuk tersenyum sekali saja?" tanya Hikari sambil menarik pipi Andhera.
Andhera melepaskan cubitan dari Hikari. "Apa itu sangat diperlukan?!"
"Tentu!" Kata Hikari.
Andhera sepanjang obrolan dengan orang tua Hikari tidak pernah sekalipun tersenyum, tetapi kedua orang tua Hikari tetap tertarik lebih banyak tentang Andhera.
Andhera memaksakan dirinya untuk tersenyum sesuai permintaan Hikari, tetapi wajah yang ditunjukan Andhera menjadi berbeda dan malah menjadi terlihat aneh.
"Oh, sepertinya kau memang lebih baik dengan wajah sebelumnya saja," ungkap Hikari memalungkan wajahnya.
Saat mereka berdua berbincang, tanpa sadar seseorang menepuk pundak Andhera. Saat Andhera menoleh ke arahnya, terlihat seorang pria yang tidak dikenal oleh Andhera.
"Oh, kak Genh! Kau baru pulang?" sapa Hikari.
Andhera sedikit terkejut, ia tidak menyangka jika Hikari mempunyai seorang kakak laki-laki.
"Yo, Hikari. Siapa anak ini?" tanya Genh.
"Dia pacarku! Andhera, dia adalah kakakku, Genh," tutur Hikari.
"Wooo! Ternyata kau adalah pacar Hikari?!" tanya Genh sedikit tidak percaya.
"Ya"
"Aku adalah Genh forlade, kakak dari Hikari." Genh menjabat tangan Andhera.
"Aku Andhera …" jawab Andhera sambil menjabat tangan Genh dan mengayunkannya.
Saat mereka bertiga berbincang, ibu Hikari memanggil mereka untuk makan bersama yang sudah disiapkan di ruang makan.
Hikari menarik tangan Andhera dan membawanya ke ruang makan. Hikari duduk persis di sebelah Andhera dan mereka bersiap untuk makan. Andhera menjadi sedikit risih karena selalu ditatap tajam oleh Genh.
Maaf thor baru mampir.
Salam dari novelku : "Cinta Tulus Viola" bila berkenan, mampir ya kak.. hehe ditunggu😅
slam hangat dari The Crazy Testament
bawa boom like 🤭💪💪