NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07

Tuhan tidak adil, itulah yang saat ini Naya rasakan. Mengapa, mengapa Ia harus bertemu dengan Raka? mengapa Ia harus kalah lagi dengan Raka?

Apakah Naya harus kembali mengikuti permainan Raka? lalu sampai kapan ini semua akan berakhir?

Rasanya Naya ingin menceburkan diri kesumur agar ia tidak kembali merasakan kesakitan ini lagi.

Naya hanya bisa menangis, sungguh Ia tak bisa melakukan apapun lagi sekarang, ancaman Raka benar benar menyekik lehernya membuat Naya tak bisa melakukan apapun.

Restoran ini adalah hidup Naya dan anak anak panti, bagaimana jika Raka mengusur restoran ini, tentu Naya harus memulai semuanya dari nol lagi.

Sungguh Naya tidak bisa membayangkan bagaimana nasib anak anaknya jika sampai Ia tidak memiliki penghasilan lagi.

Jadi apakah Naya harus menuruti keinginan Raka? kembali pada permainan Raka?

Hanya tangisnya lah yang bisa mengambarkan betapa menyesakan hidupnya ini.

....

Setelah kejadian siang itu, Raka memang tak menemui Naya lagi hingga malam ini tiba, malam dimana Raka memintanya datang dan memasak untuknya.

Sebuah mobil suv hitam mewah sudah terparkir didepan panti, beruntung malam ini anak anak tidur lebih awal hanya Anna saja yang sedari tadi menemani Naya dikamar sambil menanyakan kemana Naya akan pergi.

"Kau yakin tak perlu kutemani?" tanya Anna yang merasa khawatir karena ini sudah pukul 8 malam, kemana Naya akan pergi, kecemasan Anna terlihat kala Naya tidak memberikan jawaban yang memuaskan.

"Aku hanya memenuhi undangan seseorang untuk memasak makan malam, tak perlu mengkhawatirkan ku." balas Naya pada Anna.

"Kau tau? kau tidak pernah pergi sebelumnya jadi aku sedikit mengkhawatirkan mu." kata Anna.

"Tidak perlu, aku baik baik saja, jika terjadi sesuatu aku pasti akan menghubungimu." jelas Naya.

"Baiklah jika seperti itu." Anna terlihat pasrah, Naya benar benar tak memberitahunya kemana dan dengan siapa Ia akan pergi.

"Aku titip anak anak." kata Naya sebelum keluar dari panti.

"Pasti, jangan lupa menghubungi aku jika terjadi sesuatu." kata Anna mengingatkan Naya.

Naya hanya mengangguk lalu memasuki mobil yang sudah menjemputnya.

Anna melihat mobil mewah itu sudah meninggalkan pekarangan panti, jika diingat ingat Naya tidak pernah memiliki kekasih lalu siapa pemilik mobil itu? apakah Raka mantan kekasih Naya? sepertinya bukan karena Naya jelas jelas menolak kedatangan pria itu dipanti, lalu siapa?

Hanya memikirkannya saja membuat Anna merasa sangat khawatir apalagi sikap Naya yang akhir akhir ini sangat pendiam, semakin menambahkan kekhawatiran Anna.

Ingin rasanya Anna membuntuti mobil itu dari belakang tapi Anna juga tak bisa meninggalkan Anak anak,

Huft.. menghela nafas panjang, Anna memasuki panti dan menutup pintu.

Satu jam perjalanan, mobil Suv hitam berhenti disebuah Villa dekat pantai yang terkenal dijogja.

"Sudah sampai Nona, Tuan sudah menunggu Nona didalam." kata Sopir itu.

Naya mengangguk dan keluar dari mobil, Naya berdiri cukup lama didepan villa, memandangi sekitar Villa ada sebuah pantai membuat Naya bisa mendengar deburan ombak dan juga angin pantai yang sejuk.

Celana jeans, kaos oblong putih dan jaket serta rambut yang dikuncir asal itulah yang dikenakan oleh Naya sekarang, tak peduli dengan pesta didalam karena Ia kesini hanya untuk memasak jadi Ia mengenakan apapun yang membuatnya nyaman.

"kau sudah datang? kenapa tidak masuk?" tanya Raka berjalan menghampiri Naya.

Raka memandangi penampilan Naya dari ujung bawah hingga atas, jelas berbeda sekali dengan Naya yang dulu, dulu Naya terlihat kurus tapi sekarang Naya terlihat begitu berisi.

"Kamu selalu cantik dengan penampilan apapun." bisik Raka ditelingga Naya membuat Naya berdenyut nyeri.

"Apa Raka pikir dengan mengucapkan kata sampah itu bisa merayunya?'' batin Naya.

Karena tak mendapatkan respon dari Naya akhirnya Raka berinisiatif mengandeng tangan Naya tapi segera saja ditepis oleh Naya.

"Dimana aku harus memasak?" tanya Naya dingin.

"Kamu mau langsung memasak? tidak istirahat lebih dulu? bukankah perjalanan nya sedikit jauh dan melelahkan?" tanya Raka.

"Aku ingin segera menyelesaikan tugasku, jadi dimana tempatnya?" tanya Naya masih dingin.

"Hmmm, oke ikut aku." kata Raka, Naya mengikuti Raka yang sudah tak berusaha untuk mengandeng tangan nya.

Naya heran melihat villa ini sepi sekali, apa tidak ada pesta disini? kenapa sepi sekali batin Naya.

Raka mengajak Naya memasuki sebuah Kamar, awalnya Naya tidak masuk namun saat Raka membuka pintu kaca dimana kamar itu langsung menghadapkan pada pantai.

"Masuklah, kamu akan memasak diluar." kata Raka , Naya pun masuk kekamar lalu keluar melalui pintu kaca.

Deburan ombak terdengar sangat jelas, serta angin pantai membuatnya sedikit tenang, Naya memang menyukai pantai, karena bagi Naya saat dipantai semua beban nya terasa terangkat dan hilang.

Naya melihat ada dapur buatan disamping kamar, dimana ia bisa memasak sambil menikmati angin pantai.

"Bukankan ini yang aku inginkan dulu?" tanya Raka mencoba mendekati Naya, namun Naya mencoba menghindari.

Malam itu saat makan malam dengan Raka, Naya sempat mengatakan keinginannya , dia ingin makan malam dengan Raka divilla yang ada pantainya, Ia ingin memasak makan malam sambil menikmati angin pantai, lalu dinner romantis dipinggir pantai dengan lilin yang banyak.

Naya mengingat itu, dan sekarang Raka baru mengabulkannya. Kenapa baru sekarang, disaat semua sudah hancur? batin Naya. ingin rasanya Naya menangis saat ini juga karena mengingat semua memori yang sudah Ia kubur dalam dalam.

"Segera lakukan dan pergi." batin Naya.

Naya berjalan mendekati dapur buatan itu dan mulai memasak. Awalnya berdiri disampingnya namun karena Naya risi akhirnya ia menyuruh Raka duduk ditempat yang sudah disiapkan.

Tidak membutuhkan waktu lama, Naya sudah menyelesaikan masakannya dan membawanya ke meja dimana sudah ada Raka duduk disana.

"Apa aku kesini hanya memasak untukmu saja?" tanya Naya.

"Ya, lalu untuk siapa lagi."

"Baiklah, aku sudah menyelesaikan pekerjaanku jadi aku akan pulang." kata Naya.

"Kau sudah memasak makanan dua porsi, satu untuk ku dan satu untuk siapa lagi? duduklah dan temani aku makan." kata Raka.

Bagaimana Naya bisa duduk dan menatap Raka, jika berdekatan seperti ini saja sudah membuat Naya mengingat semua masa lalu kelamnya.

"Tidak, aku akan pulang." kata Naya.

"Kau tau jika didaerah sini tidak ada transportasi umum, lagipula ini sudah malam apa kau tidak takut jika ada orang jahat?" tanya Raka.

"Kau menjebak ku?" kata Naya memperlihatkan raut kesalnya.

"Tidak, aku mengatakan yang sebenarnya, duduklah makan bersamaku dan aku akan mengantarmu pulang setelah ini." kata Raka.

Akhirnya Naya menurut dan duduk didepan Raka dengan sangat terpaksa.

Naya berharap setelah makan malam Raka benar benar mengantarkan nya pulang.

Namun Raka tetaplah Raka, dia tetap pria brengsek yang tidak bisa Naya percayai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!