PENHGIANATAN PERNIKAGAN 1
awal aku mengenal soni merupakan sebuah kebahagiaan untuk ku karna aku berfikir Soni adalah orang yang baik dan orang yang tepat untuk menjadi imam ku
sebelum pada akhirnya aku menyadari semua nya
sampai pada akhir nya kami menikah selama enam tahun dan memiliki dua orang anak dan setelah kelahiran anak ku yang kedua terbongkar semua nya.
dia bahkan berhianat dan memiliki wanita lain hingga ia tega memfitnah ku sungguh memang aku sangat bodoh selama ini telah mempercayai dia.
hingga aku pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah dan lumayan lama aku mengumpulkan uang untuk biaya perceraianku
tepat dua tahun kami berpisah aku pun lantas langsung menggugat cerai Soni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmawijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan
aku masih berharap untuk rumah tangga ku agar tetap utuh, tapi tidak ku pungkiri di dalam fikiran ku selalu kefikiran dan ada perasaan takut bagai mna kalau rumah tangga yang sudah ku jalani selama 4 tahun akan berbuntut perpisahan jika bang Soni selalu seperti itu.
tapi aku berusaha untuk menepis semua fikiran ku, dan aku berusaha untuk berfikiran positif kalau bang Soni pasti akan berubah, dan rumah tangga ku akan harmonis kembali.
biar lah ku coba untuk bersabar menghadapi sikap nya yang seperti itu, ku coba untuk melupakan masalah yang telah terjadi.
******
di saat merenungkan semua itu bang Soni pun menghsmpiri
"aku mau tanya maksud mu tadi pagi apa " tanya bang Soni
" aku kecewa sama kamu, kenapa kamu kemana - mana enggak bilang sama aku" jawab ku ketus
" kan aku sudah bilang, mau bangun kan kamu aku enggak enak " kata bang Soni memberi alasan
" ok lah kalo itu alasan mu, lalu kenapa sampai pagi baru kamu pulang, kamu ini sudah memiliki anak dan istri bang kamu bukan bujangan lagi, kamu harus bisa menempatkan diri kamu bang " aku sudah tidak dapat menahan kekecewaan ku terhadap nya
" aku baru pulang pagi ya karna aku engga enak lah sama temen-temen ku," jawab bang soni. " aku tau sudah memiliki anak dan istri lantas apa kah aku tidak boleh bersenang-senang dengan teman-teman ku' sambung bang Soni yang sudah agak emosi
" kamu lebi mementingkan teman mu dan merasa enggak enak sama mereka hanya karna kamu pulang duluan,! aku tidak melarang mu untuk kumpul- kumpul dengan teman-teman mu tapi kamu harus sadar diri kamu bukan bujang lagi bang.!" jawab ku sudah terpancing emosi
" sudah lah bang aku enggak mau sampe fani lihat keributan ini, lebih baik kamu koreksi diri kamu sendiri. sekarang sudah malam aku mau istirahat" sambung ku lagi lalu berlalu pergi ke kamar tanpa menunggu jawaban dari bang Soni.
****
saat di kamar aku tidak lantas tidur karna hati masih terasa kesal dengan sikap bang Soni yang lebih mementingkan teman- temannya di banding aku istrinya sendiri, tak terasa air mata ku tumpah juga
karna merasa sakit hati makin ke sini sikap bang Soni makin berubah tidak seperti dulu yang selalu mengutamakan ku dan fani.
di saat aku sedang menangis dan meratapi nasib ku, terdengar pintu kamar terbuka dan bang Soni masuk karna aku yang tidur membelakangi pintu tak memperlihatkan wajah ku yang sembab.
ku pejam kan mata ku berpura- pura tidur karna aku tak ingin lagi ada pembahasan-pembshsan soal tadi, tak lama bang soni pun membaringkan tubuh nya di samping ku.
dia pun hanya diam tak ada kata- kata apa pun tak juga dia meminta maaf pada ku dengan kesalahan yang telah di perbuat nya.
segitu gengsi nya kah meminta maaf kepada istri sendiri, apakah menurut dia harus selalu istri yang meminta maaf meskipun suami bersalah.
bahkan aku tak pernah mendengar dia meminta maaf atas kesalanannya setelah kami menikah, aku hanya pernah mendengar dia meminta maaf hanya sekali yaitu hanya waktu pacaran dan itu pun hanya sekali saja
kecewa itu yang kurasakan merasa tak di anggap sama sekali
hubungan haram