Gema adalah seorang Manajer Pemasaran pada salah satu perusahaan di Jakarta. Kerja keras dan semangatnya untuk meniti masa depan melupakannya untuk mencari pasangan.
Beberapa kali ia bertemu wanita, tetapi selalu saja ia tolak. Standar yang terlalu tinggi untuk mencari wanita yang sempurna, membuat dirinya belum bisa menikah.
Sampai akhirnya mama Gema menjodohkannya dengan seorang gadis desa bernama Ratih. Ratih sendiri merupakan gadis polos dan cantik, yang baru saja pindah ke Jakarta beberapa bulan lalu karena berhasil diangkat menjadi PNS di Tanggerang Selatan.
Awalnya hubungan mereka selalu dihiasi dengan adu mulut dan saling benci satu sama lain. Perilaku tidak senonoh Gema kepada Ratih juga membuat Ratih semakin tidak menyukainya.
Namun siapa sangka, mereka seperti menjilat ludah sendiri, ketika sebuah rasa hadir dalam hubungan mereka. Membuat mereka sadar bahwa menikah dahulu dan pacaran setelahnya adalah jalan terbaik yang Tuhan berikan kepada mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifky Adek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prank
"Duh, ngantuk banget."
Gema menguap seperti seekor naga dari mitologi masyarakat zaman dahulu. Bedanya sang naga mengeluarkan semburan api, sementara Gema hanya mengeluarkan uap panas berupa Karbon Dioksida.
Bagian bawah matanya sedikit hitam seperti riasan wajah yang digunakan pemain film horror. Namun, yang ada pada Gema terlukis natural di wajahnya karena efek kelelahan akibat acara kemarin.
"Gem, yok...udah mulai tu," Ujar Adam.
Ia membuka pintu ruangan Gema sambil memegang sebuah hamburger berisi daging.
"Ayok apa?" jawab Gema lesu.
"Ya rapatlah lu kira apa lagi? Daritadi orang-orang cuman nungguin lo doang lo."
"Iya iya,yok."
Gema dan Adam kemudian berjalan keluar dan menuju meeting room. Suasana kantor terasa sepi karena sekarang adalah weekend. Kalau memang tidak ada kepentingan mungkin Gema tidak akan datang ke kantor hari ini. Mungkin ia lebih memilih untuk tidur dan bermanja bersama kasur kesayangannya untuk mengobati rasa penat.
"Gem, lo mau?" tanya Adam. Ia menyodorkan sebuah hamburger yang telah digigit sebagian.
"Ga...gua udah kenyang." Ucap Adam sambil mengibaskan tangan.
"Kenyang? masih pagi udah kenyang aja lo."
"Iya tadi gua habis sarapan di rumah."
"Sarapan? sejak kapan seorang Gema sarapan di rumah?"
"Sejak tadi." Seraya memutar mata.
"Hahaha, kok bisa?" Menepuk pundak Gema penasaran.
"yaa...ya gitu. Tadi Istri nyuruh sarapan dulu sebelum berangkat."
"Duh...duh...pengantin baru." Goda Adam sambil mencolek dagu Gema.
"Apesih lo." Jawab Gema risih sambil menyingkirkan tangan yang mencoleknya.
"Terus kenapa lo lesu kaya gini?"
"Gua capek, masih nanya aja lo bego."
"Capek ngapain? Habis main ya?" Tanya Adam seperti seorang detektif yang menginterogasi pelaku kejahatan.
"Main?"
"Iya main Kuda-kudaan. Kalau udah sah kan boleh main itu sama bini lo. Hayo ngaku....Masih hari pertama lo Gem, emang lo ga tahan banget gitu?" Tersenyum licik ke arah Gema.
"Woy ga gitu lah goblok!" Menunjuk Adam.
Adam berlari setelah berusaha meledek Gema. Meninggalkannya yang terlihat membuntuti. Keduanya terlihat seperti dua sejoli yang kejar-kejaran dalam film India, berlari melewati satu pohon ke pohon lainnya.
Saat saling mengejar tanpa sadar Adam dan Gema sampai di depan meeting room. Tiba-tiba saja sebuah confetti meletup dan spanduk bertuliskan selamat pengantin baru terpampang saat pintu ruangan itu dibuka.
"Selamat menempuh hidup baru Gema!" teriak semua orang di dalam ruangan serempak. Suara wanita dan pria saling beradu memenuhi ruangan itu. Terasa bising dan memekakkan telinga, namun entah kenapa terasa sangat bahagia bagi Gema.
Adam menarik Gema untuk bergabung ke pesta pelepasan masa lajangnya. Tak pernah terbayangkan bagi Gema seumur hidup ia akan diberi kejutan seperti ini. Apalagi oleh rekan-rekan teman kantornya sendiri. Beberapa atasan terlihat bertepuk tangan dan diiringi dengan karyawan yang tak memiliki kesibukan di akhir pekan.
"Cie pengantin baru...."
"Cihuy, Pak Gema udah ga jomblo."
Terdengar beberapa orang yang berteriak yang tak jelas sumber suaranya. Ada juga yang bersiul dengan tangan kepada Gema.Tak selang beberapa lama ucapan doa dan selamat pun diucapkan satu persatu oleh rekan Gema, sambil menyalaminya.
"Selamat ya Pak Gem."
"Gem, selamat!"
"Asyik udah ada yang nemenin tidur nih."
Gema tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang memberi selamat. Lalu seorang pria yang familiar datang menghampiri Gema.
"Akhirnya lo nikah juga. Bagus deh, supaya barang lo yang di bawah ga dipake buat pipis doang." Ujar Erick tertawa kecil.
Bukan Erick namanya kalau bukan menyampaikan sesuatu yang tidak biasanya. Entah darimana inspirasi yang ada pada kata-kata Erick berasal, apakah sebuah ilham yang turun dari langit atau sesuatu yang hanya ia buat-buat saja.
Musik diputar dan orang-orang mulai bergoyang. Beberapa makanan berderet di atas meja. Entah seberapa banyak, yang jelas bisa memenuhi perut setiap orang yang datang.
Mulai dari cemilan, makanan berat pun terhidang dengan jelas. Benar-benar lingkungan kerja yang luar biasa pikir Gema, setiap orang diperhatikan dengan baik oleh perusahaan. Sampai-sampai mereka bersedia membuatkan pesta kecil untuk karyawan yang melepas masa bujangannya.
Semua orang larut dalam pesta. Suatu hal yang awalnya Gema pikir akan menjadi sebuah rapat formal yang membosankan, berubah menjadi perayaan kecil dengan suasana kekeluargaan.
Akhirnya beberapa jam berlalu dan pesta kecil ini ditutup oleh sepatah kata oleh Bapak Hardi selaku Direktur Perusahaan. Beliau mengucapkan selamat kepada Gema yang kini telah resmi menjadi pengantin baru.
Semua orang yang hadir kemudian keluar ruangan dengan senyum yang gembira. Namun saat Gema akan keluar mengikuti yang lainnya, ia ditahan oleh Erick.
"Gem, ini tagihannya." Ucap Erick sambil memberikan beberapa potong kertas yang lumayan banyak.
"Tagihan maksud lo?" jawab Gema kebingungan.
"Iya tagihan. Lo pikir semua makanan yang kita makan hari ini dibayar siapa?"
"Perusahaan kan?"
"Hehe, bukan. Jadi semua ini ide gua Gem. Gua undang atasan dan beberapa karyawan untuk ngadain pesta kecil buat ngerayain pernikahan lo. Gua bilang aja lo bakalan traktir orang sekantor, makanya di tagihannya nama lo semua. Sama nomor telepon lo juga ada di sana, jadi yaa...tolong ya gem." Erick menepuk pundak Gema dan berlalu pergi.
"Kok lo ga bi-"
"Udah...ga seberapa kok Gem lo liat aja tagihannya, gua pulang dulu ya." Potong Erick seraya melambaikan tangan.
Gema melihat tagihan tersebut, dan setelah ditotalkan ternyata dia harus membayar sekitar tiga juta rupiah untuk makanan yang telah mereka makan. Gema hanya mematung, sambil meremas kertas berisi tagihan tersebut. Seharusnya ia mendengarkan nasehat mamanya saja agar tak ke kantor hari ini, dan ternyata benar hari ini berakhir sial bagi Gema sendiri.
Erick memang pria brengsek, tetapi ini perilakunya yang paling brengsek dari semuanya. Ia seperti pembuat onar dan pentolan di sebuah sekolah. Ada saja yang terlintas di pikiran pria itu. Kalau saja ia bukan rekan kerja Gema mungkin sudah lain ceritanya.
Bukannya pelit, tetapi Gema hanya tak habis pikir dengan caranya. Toh, kalau dibilang dan dibicarakan baik-baik sebelumnya pun Gema tak akan menolak.
Tiga juta juga bukan angka yang kecil, walaupun gaji Gema sudah melebihi angka tersebut. Tetapi tetap saja bagi Gema ia tak terlalu suka menghabiskan uangnya dengan sekejap, ia takut saja perilaku hidup berfoya-foya bisa membuatnya ke arah gaya hidup boros dan tidak baik. Sementara dia bisa menggunakan uang tersebut untuk hal lainnya, seperti tabungannya masa depan karena ia sekarang juga sudah kedatangan seseorang dalam hidupnya.
Tapi ya sudahlah, yang terjadi biarlah terjadi. Hari ini mungkin memang belum baik, tetapi ia banyak belajar dari lamunan panjangnya di hari ia diperlakukan semena-mena oleh rekan kerjanya.
hi kak Rifky
salken yaa..
salam buat urang minang, salam utk urang kampuang awak...
urang minang nihh.. othor orng mana nih??
jd kangen main ka taplau😄
astaga
soalnya jarang bgt Nemu novel othornya cowok..ceritanya mnarik, rapih lg,,ga tw dh slanjutnya..
lanjut ja dh,,smangat KK othornya y..
waduuuh nanggung amat yaa
IYA wanita jantan ✅
salken yaa