NovelToon NovelToon
Trapped By The Devil

Trapped By The Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ingrid nadya

Davina pikir dia akan menjadi pengantin paling bahagia hari ini. Pernikahannya berjalan dengan baik bahkan sampai dia mengucapkan janji setianya pada lelaki impiannya.

Namun, tiba-tiba seseorang bangkit dari tempat duduknya untuk merusak segalanya.

"Calon pengantin perempuan itu milik saya, Pak Pendeta! Dia tidak boleh jadi milik orang lain!" kata Raka, tegas.

Seluruh jemaat yang hadir langsung gaduh.

Apakah Davina jadi menikah hari ini? Atau dia harus mengenyahkan terlebih dahulu si iblis yang selalu mengganggu hidupnya selama ini?

Covers obtained from pexels, free to use.
IG Author : @ingrid.nadya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingrid nadya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

À bientôt, Devni!

"Rakaaaaa!" Nayla langsung menutup mulut Raka saat anaknya ingin melanjutkan kalimatnya lagi.

Dave sudah mengurut keningnya. Diana melotot marah. Sementara wajah Nikolas dan Davina sudah merah padam.

Tinggallah Azel dan Nayla yang ingin mati saja rasanya karena malu dengan kelakuan anak mereka! Mereka benar-benar terlihat gagal sebagai orangtua.

Raka cepat-cepat menarik tangan Mamanya, masih ada yang ingin dia katakan.

"Raka yakin Davina juga punya perasaan yang sama dengan Raka. Davina cuma terlalu gengsi mengakuinya karena dulu Raka pernah nyakitin Davina."

"Kamu tuh..." Davina menggeram.

"Aku tuh cinta sama kamu, Dav."

Akhirnya, Dave berdehem.

"Udahlah, pembicaraan ini gak bakal ada ujungnya. Sudahi saja," kata Dave.

"Enggak, Pa. Raka belum selesai!"

"Apalagi sih, Ka?"

"Raka mau minta waktu sebulan aja, untuk menaklukkan hati Davina."

"Hah?"

"Maksudnya?"

"Kamu gila, Ka?"

Begitulah gumaman orang-orang yang berada di ruangan.

"Nikolas boleh kasih syarat apapun, selama sebulan Raka berusaha. Raka bakal nurutin semuanya, asal Raka dikasih waktu lagi."

"Kamu jangan mengada-ada! Kamu gak berhak punya waktu lagi," desis Davina.

"Aku lagi gak ngomong sama kamu, Dav. Aku lagi ngomong sama Nikolas. Kalau dia yakin sama perasaan kamu ke dia, dia gak bakal keberatan dengan ini semua."

"Apa yang bisa lo tawarkan kalau gue setuju?" Nikolas akhirnya membuka suara. Semua orang langsung memandang Nikolas dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana mungkin si calon pengantin pria tertarik dengan permintaan mengada-ada dari orang yang telah menggagalkan pernikahan mereka???

"Lo kan tahu keinginan Davina daridulu, dinikahkan sama Pendeta Jefri. Kalau setelah sebulan nanti, Davina ternyata memang cintanya sama lo, gue gak bakal pernah muncul lagi di kehidupan kalian."

Nikolas terlihat ragu. Dia memandang Davina. Dia ingin mengabulkan seluruh keinginan Davina. Tapi haruskah dengan cara seperti ini???

Davina langsung menggeleng tegas pada Nikolas, "Jangan, Nik! Jangan setuju, aku mohon!"

Nikolas goyah.

Tiba-tiba sebuah suara menggelegar dari tengah ruangan.

"KALIAN PIKIR DAVINA BARANG???" Kini Dave murka.

"Seenaknya menentukan semuanya sendirian! Kamu juga, Niko, kenapa kamu jadi mempertimbangkan keinginan Raka??? Kamu rela calon istrimu didekati pria lain???"

"Bukan gitu, Pa." Nikolas menjelaskan. Dia tidak ingin salah dimengerti oleh calon ayah mertuanya. Ini dia lakukan semata-mata karena tatapan sedih Davina kemarin di gedung gereja saat Pendeta Jefri menolak lagi untuk menikahkan mereka. Pendeta Jefri adalah salah satu dari sedikit orang yang Davina anggap berharga di dalam hidupnya. Bagaimana Nikolas tega merelakan mimpi Davina jika saat ini ada di depan mata?

"Apapun bakal Niko lakukan, supaya Davina mendapatkan mimpinya, keinginannya. Dan Niko yakin seratus persen, hati Davina cuma untuk Niko."

"Oh, Tuhan..." Kini Diana sudah terduduk lemas di sofa.

"Niko, aku gak peduli mau dinikahkan siapa. Kamu jangan kasih kesempatan buat Raka!" Davina memelas.

"Raka, ayo, kita pulang!" Azel sudah tidak betah dengan anaknya. Dia menarik kuat-kuat tangan Raka.

"Pa, sebentar. Sekali ini aja. Raka mohon!" Raka memelas. Sebenarnya dia bisa dengan mudah menepis tangan Papanya itu, tapi dia tidak mungkin melakukan sesuatu yang bisa melukai harga diri Papanya di depan khalayak ramai.

"Apalagi, Raka??? Kamu mau mempermalukan Papa dan Mama lagi di depan banyak orang??? Gak cukup yang kemarin???"

"Raka cuma mau memperbaiki kesalahan Raka sama Davina selama ini, Pa. Please?" Raka memohon.

Baru kali ini, Azel melihat kesungguhan di mata anaknya. Benarkah anaknya itu mencintai Davina?? Dia tahu betul betapa menghancurkannya perasaan bersalah dan menyesal. Bagaimana dia sanggup membiarkan anaknya merasakan hal itu?

"Papa Dave..." Kini Raka sudah berganti memandangi Dave selagi Azel mulai goyah.

"Papa gak mau Davina nikah sama orang yang gak bener-bener dia sayang kan? Ini bukan tentang Raka memperlakukan Davina kayak barang. Justru ini karena Raka menganggap Davina wanita yang benar-benar berharga, yang gak bakal pernah Raka bisa temui lagi dimana pun, makanya Raka minta semua ini."

Dave meneliti ekspresi Raka. Tidak ada lagi ketengilan, yang ada hanya kesungguhan dan tekad. Sejak kapan Raka jadi sedewasa ini?

"Cukup, Raka!!!" Kini Davina berdiri.

"Kamu udah pernah aku kasih kesempatan. Dan kamu menghancurkan semuanya!!! Sekarang kamu coba mempengaruhi orang-orang di sekitarku supaya ngasih kamu kesempatan lagi??? Kamu pikir kami semua bodoh???" Davina merasakan seluruh tubuhnya bergetar saat mengucapkan seluruh kalimatnya.

"Kalau kamu memang yakin sama perasaan kamu ke Nikolas, kenapa kamu kelihatan mau nangis sekarang?" Raka memandang Davina lurus-lurus.

Mendengar kalimat Raka, Dave berpaling pada anak perempuannya. Dia memperhatikan pandangan Davina yang goyah, mulutnya yang langsung terkatup rapat, airmata yang menggenang di pelupuk matanya. Dan Dave langsung mengerti begitu saja, kepada siapa hati anak perempuannya itu sebenarnya tertuju.

"A-aku..." Davina berusaha mengucapkan sesuatu.

"Dav, jangan terpancing sama omongan dia." Nikolas menggenggam tangan Davina.

Davina menoleh pada wajah teduh Nikolas. Dia tidak boleh kalah pada Raka. Dia tidak akan goyah lagi.

"Aku gak bakal kalah dari kamu, Ka!" Davina menatap tajam pada Raka.

Raka tersenyum miring. Sepertinya pihak lawan mulai menerima persyaratan perang.

"Terserah kalian aja..." Dave beranjak pergi dari ruangan.

"Dave!" Diana mencoba mengejar suaminya. Bagaimana mungkin Dave meninggalkan semua kekacauan ini??

Nikolas beralih memandang Davina, menyelidiki apakah wanita itu benar-benar siap untuk perang ini. Dan dia menemukan keyakinan di mata Davina. Maka, dia pun mengangguk mantap.

"Waktunya sebulan dari sekarang. Syaratnya, lo gak boleh ketemu Davina kalau dia bilang gak mau ketemu. Lo gak boleh ngajak dia kemana pun selama dia gak mengkhendaki semua itu. Intinya, lo gak boleh memaksakan hal yang gak diinginkan Davina."

Raka tersenyum, "Deal!"

"Tuhanku!" Azel dan Nayla langsung menyeret Raka keluar dari rumah itu.

Tapi sebelum hilang di balik pintu, Raka tersenyum lembut pada Davina, "À bientôt, Devni."

Lalu, Raka menghilang di balik pintu.

Hati Davina mencelos.

Dia ingat betul kata-kata tadi. Dia tidak akan pernah lupa kapan Raka mengucapkan kalimat itu.

"Devni?" tanya Nikolas, membuyarkan lamunannya.

"Abaikan aja. Dia memang gila, Nik."

"Kamu baik-baik aja? Keputusan kita benar kan?" Nikolas merengkuh Davina ke dalam pelukannya.

Davina mengangguk di bahu Nikolas.

Dia tidak mungkin mengaku pada Nikolas bahwa saat ini dia takut setengah mati pada hatinya sendiri. Bagaimana kalau setelah semua sakit yang dia rasakan selama ini, ternyata hatinya masih mencintai Raka?

***

* À bientôt (French) \= see you very soon.

***

Wah wah wah, author cuma bisa geleng-geleng sama kelakuan si anak setan! 🤣

Jangan lupa like dan comment-nya, beb!!! 😉

IG Author : @ingrid.nadya

1
Borahe 🍉🧡
Haha gila si Raka
Vina
uhuy
Shifa Burhan
novel egois wanita

aku tantang author nya jika kau diposisi raka apakah kau akan Terima saja diperlakukan kayak gitu

jadi wanita punya hati sedikit dalam berkarya lihat juga perasaan pemeran utama pria jangan egois hanya semua tentang pemeran utama wanita (posisi diri kalian)

kalian bangga lihat novel yang merendahkan lelaki, di novel kelihatan sekali kalian tidak peduli perasaan pemeran utama pria kalian buat pemeran utama pria kayak orang bodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermain

ini contoh kalian merendahkan karakter raka (pria)
*dibuat kayak pengemis yang terus mengemis cinta
*dibuat kayak lelaki bodoh diperlakukan seperti apapun dia Terima begitu saja
*dibuat hanya sebagai pelarian dia Terima begitu saja
*raka yang ditolak dan campakkna tapi dia juga yang terus mengejar devina
*dipermalukan didepan banyak orang kayak pengemis
*digantung dan dibuat kayak boneka yang bisa dipermainkan begitu saja
*saat diperlukan dia harus ada tapi saat tidak dibutuhkan dia di campakan kayak sampah

author punya hati, coba kau diposisi raka apakah kau Terima begitu saja,

novel memang bagus tapi keegoisan mu sebagia wanuta sangat jelas disini
Fareza Gmail.Com: baper keknya..
total 3 replies
Shifa Burhan
kasian sekali karakter pemeran utama pria di dalam nov buatan wanita

raka jelas hanya dibuat pelarian oleh davina tapi author seakan karakter raka jadi lelaki bodoh yang harus Terima saja dipermainkan devina, dipermalukan devina, dibuat pelarian devina

aku tantang author jika author diposisi raka, apakah author mau diperlakukan kayak gini

jadi novelis juga harus punya hati dalam membuat novel, jadi novel bisa adil

lihat saat raka melakukan kesalahan pada devina kalian buat devina tegas dan tidak mudah memaafkan raka
tapi saat devina yang mempermainkan raka kalian buat raga menerima begitu saja kayak lelaki bodoh

pakai hati sedikit saja thor dalam berkarya biar kelihatan betapa egois dirimu sebagai wanita dalam membuat novel
Indri Any: bener banget novel mom tree aku ngikuti novelnya semua
total 2 replies
Shifa Burhan
enak ya jadi pemeran utama wanita dalam novel bebas berbuat apa saja dan semua perbuatannya pasti dibela author (karena authornya wanita jadi dia hanya melihat dari posisi ini)

dan mirisnya jadi pemeran utama pria ketika dia salah dia akan dibuat dapat balasan dan kayak pengemis, tapi ketika dia disakiti dia dibuat harus menerima begitu saja dan kayak lelaki bodoh yang selalu siap untuk pemeran utama wanita


*aku tantang kalian (author) jika kalian diposisi raka apakah kalian akan Terima begitu saja diperlakukan kayak gitu

pakai hati sedikit dalam membuat novel jadi kalian juga memikir pemeran utama pria jangan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

sekian
Andi Andi
puas banget bacanya. sesuai keinginan ku. 🥰
Andi Andi
nggak sadar diri banget sih si yuni. dari awal dia muncul dicerita ini. aku uda benci banget.
Andi Andi
mantaap raka utk pertama kalinya bersikap dewasa😄
Andi Andi
assyk ini yg aku mau. aku sukaaaa.
Andi Andi
akhirnya ketahuan kan siapa yg lebih tulus mencinta. mana si yuni yg sok sok an. dukung teman. yg di dukung kurang ajarrr. 😁
Andi Andi
akhirnya terucap juga. rasa yg terpendam selama ini
Andi Andi
ya aku juga benci julia
Andi Andi
aku benci yuni.
Andi Andi
niko kamu tu yg masuk dalam kehidupan raka dan dav bukan raka yg masuk dlm hubungan kalian. lupa ya. klu aku mah ogah punya camer kayak mama niko
Andi Andi
aku dari awal uda benci banget sama si yuni ini.
Andi Andi
uda balikan lagi aja.
Andi Andi
nggak banget nih mamanya niko.
Andi Andi
sumpah aku tak bisa lagi menahan air mata ku. tes.. yes jatuh deh. mewek ha.. 😂
Andi Andi
nyesek ya. nyesek nggak. nyesel nggak. bangeeet pake iya. ya mau gimana lagi. Terima aja walau pahit.
Andi Andi
kok aku nggak rela ya niko sama dav. pake cium2 lagi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!