NovelToon NovelToon
Cinta Tak Terungkap

Cinta Tak Terungkap

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:333.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: an-nashihah

Namaku Hilya Nafisah. Lahir dari keluarga sederhana dipelosok desa. Mendapat jodoh diperantauan dengan orang kaya raya. Hidup berkecukupan, semua yang ku inginkan terpenuhi.

Namun hidup tidak selalu melulu tentang uang. Aku mendapat suami yang kaya harta namun miskin hati. Selalu cuek dan dingin serta selalu mengabaikan ku. Akankah aku kuat untuk terus bertahan? Memilih cinta atau harta?

dimanakah aku akan menemukan kunci bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon an-nashihah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Menyesal Menikahiku?

Aku hanya duduk dipinggiran sungai menikmati sejuknya suasana, dengan kaki ku turunkan memainkan air.

"Mas ngajak aku kesini untuk apa?" Tanyaku yang melihat mas Faris hanya duduk disampingku dengan kaki menyila, malas basah.

"Melihat air." Jawabnya singkat dengan matanya yang tak lepas dari hp.

"Nggk salah tuh." Kataku mencibir.

"Maksudnya?" Tanyanya mengalihkan pandangan dari hp, melihatku sebentar.

" Nyatanya tu lihat hp, nggk menikmati pemandangan dan airnya."Jawabku. " Ada apanya to dihp? menarik sekali kayaknya".

Dia hanya diam menatapku, memasukkan hp kesakunya.

"Kenapa ? ada yang aneh dengan aku?" Tanyaku heran. Nggk biasanya dia memperhatikanku begitu.

" Ada , kamu tu aneh." Jawabnya sambil tertawa pelan.

" Apa yang aneh?" Aku menunduk melihat bayanganku diair, tak ada yang aneh.

"Kamu tu aneh, masa cemburu sama hp,benda mati dia." Mas Faris mengalihkan pandangannya pada pohon sawit yang berjajar rapi.

"Cemburu itu apa toh?" Aku bertanya. Melihatnya yang masih memperhatikan burung-burung yang hinggap di ranting pohon.

"Cemburu itu rasa tak terima,tak suka ketika melihat orang yang kita sayang lebih perhatian sama yang lain. Dan yang lain itu kan tak harus seorang perempuan atau selingkuhan, kepada benda atau makhuk lain ,binatang peliharaan misalnya itu kan juga rasa cemburu. Sakit hati juga kalo melihat pasangan kita lebih memilih sibuk dengan hp dari pada istrinya yang nyatanya ada disampingnya."Lanjutku.

Dia hanya menghembuskan nafasnya kasar, tak menyahuti ucapanku.

" Mas apakah aku boleh bertanya?" Ingin sekali aku menanyakan kelanjutan hubungan ini.

"Apa?"

"Mas kenapa dulu setuju untuk menikah denganku?" Tanyaku hati-hati.

"Kenapa? kamu menyesal menikah denganku?" Tanyanya balik dengan suara rendah.

" Aku tak tahu. Aku hanya ingin tahu apa alasanmu, agar aku bisa mengambil sikap, tidak terlalu berharap mungkin?." Kapan lagi coba aku bisa bicara kalo tidak sekarang?.

" Kamu ingin tahu alasan yang serius atau bercanda?" Malah menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

"Yang serius?." Aku menghadapnya menunggu jawaban.

"Yang serius? karna umurku sudah tua." Jawabnya tanpa beban ,santai sekali bicaranya.

Males banget aku dengarnya. lagian umur 30tahun nggk tua amat lah untuk laki-laki.

" Kalo yang bercanda?" Tanyaku lagi.

"Karna permintaan bunda, kamu tahu kan bunda sering sakit-sakitan?bunda ingin melihatku menikah sebelum pergi." Dengan wajah yang masih datar .

" Jadi kamu terpaksa menikah denganku?" Sedih sekali bukan?

Bukankah menikah itu menyempurnakan separuh agama? tapi bagaimana ketika melakukannya dengan terpaksa? hukum menikah itu bermacam-macam bukan? tergantung yang melakukannya. Bisa menjadi wajib,Sunnah ,mubah ,bahkan haram. Bagaimana jika dalam kasus ini?. Entahlah, aku belum mempelajarinya.

"Aku tidak pernah terpaksa menikahimu." Jawabnya masih dengan suara yang biasa aja, tanpa rasa bersalah apalagi menyesal.

" Trus kenapa kamu mengacuhkan aku? mengabaikan ku? menelantarkan ku?." Suaraku mulai meninggi emosi. Dia masih tak terganggu dengan nada suaraku.Gemes banget rasanya, pengen ku cubit tu mulut.

Sebenarnya masih banyak yang ingin aku katakan tapi ini ditempat umum, aku tak mau jadi perhatian pengunjung yang lain. Hanya air mata yang meskipun tak ku izinkan tetap aja menerobos keluar,menetes di pipiku. ku hapus air mata, ku pejamkan mata dan menormalkan kembali emosiku ,agar air mata tak menetes lagi.

"Aku tak menelantarkan kamu, aku masih memberi mu nafkah uang yang

banyak, tempat tinggal yang nyaman, makanan yang sehat." Masih dengan nada suara yang sama, mata menatap kedepan melihat pepohonan.

Haruskah aku jelaskan apa aja kewajiban suami? apakah harus aku beberkan apa aja hak seorang istri? apakah suami hanya bertanggung jawab atas nafkah lahir saja? bukankan tanggung jawab nya adalah memberi rasa aman? bukan hanya rumah yang nyaman?.Tak cukup dengan uang yang banyak, tapi juga ketenangan dan perlakuan yang layak. Bukan hanya memberi makanan yang nikmat,tapi lebih pada nikmatnya saat makan. Bukankah suami maupun istri memiliki hak dan kewajibannya masing-masing? bukankah suami itu imam? yang akan ikut bertanggung jawab akan Makmun nya?.

" Apakah kamu dekat Sama seorang perempuan? maksud aku apakah kamu punya perempuan yang kamu inginkan untuk menjadi seorang istri ?"Suaraku mulai terdengar bergetar menahan sesak.

Belum sempat mas Faris menjawab , hp ku bergetar tanda ada panggilan masuk. Kulihat ada nama ibu disana.

"Assalamualaikum ,Bu." Sapaku.

"Waalaikum salam ndok, gimana kabarnya?"

"Alhamdulillah kami sehat semua, Bu." Ku coba bicara seceria mungkin. Agar ibu selalu berfikir kalau aku bahagia,aku tak ingin ibu yang jauh disana cemas karna memikirkan aku.

" Ibu dan bapak gimana kabarnya?"

"Alhamdulillah sehat juga. Kemaren baru selesai panen padi Alhamdulillah hasil melimpah nak."Suara ibu selalu terdengar menyenangkan.

"Alhamdulillah, Bu.Jangn lupa zakatnya Bu." Aku mengingatkan, karna hukum zakat mall itu wajib.

" Sudah diurus sama ayahmu."

"Ya Alhamdulillah kalo begitu."

"Kamu dimana to ndok? kok rame?" Tanya ibu , karna biasanya kalo telpon dirumah selalu sepi, hanya suaraku yang terdengar.

" Aku lagi main sama mas Faris Bu, liburan."Masih selalu menjaga suara agar terdengar ceria.

"Liburan kemana?"

" Dekat-dekat sini aja Bu, maklum mas Faris sibuk jadi nggk bisa liburan jauh." Mas Faris yang aku sebut namanya hanya diam melihatku sekilas.

"La romadhon nanti kesini nggk? nggk kangen sama ibu to?"

*K*angen banget Bu, tapi mas Faris mau nggk ya aku ajak liburan kesana? atau aku kesana sendiri? tapi aku tak mau ibu menanyaiku macam-macam jika aku pulang kampung sendirian.

"Maaf Bu, kayaknya Hilya ramadhan ini belum bisa pulang." aku diam sejenak, ku lirik mas Faris yang masih diam tak acuh." Aku nggk bisa janji,tapi aku usahakan deh nanti ,Bu." Lanjutku, tak ingin membuat ibu kecewa.

" Iya usahakanlah. Abangmu tadi telpon katanya mau pulang juga sebelum idul Fitri." Ibu memberi kabar, pasti bahagia kan idul Fitri kumpul keluarga?

" Ayah dimana Bu?" Ku coba mengalihkan pembahasan.

" Masih tidur siang, mau bicara ? biar ibu bangunkan."Terdengar suara langkah kaki,ibu nampaknya mulai berjalan kekamar.

" Tak usah Bu, takut mengganggu." Larangku untuk membangunkan ayah."Salam aja Bu, salam kangen."

"Iya nanti ibu sampaikan. La suamimu mana? nggk ada suaranya ,katanya lagi liburan bareng?"

"Mas Faris ada disini Bu dsamping Hilya, ibu mau ngomong sama mas Faris?" Tawarku. Siapa tahu ada yang ingin disampaikan.

"Nggk usah, ya udah ibu tutup dulu telponnya. Maaf malah ganggu waktu berdua nya."

"Ibu bicara apa sih, ibu tak pernah mengganggu ,aku malah senang ibu telpon. "

"Ya udah assalamualaikum."

"Waalaikum salam." Hp tampak menyala kembali ke layar awal ,tanda sambungan telpon telah terputus.

"Udah sore Ris yuk pulang, takutnya nanti kemalaman." Suara Joni yang sudah selesai main air bahkan sudah ganti baju.

"Ayuk" Aku dan mas Faris berdiri untuk pulang. Ini mah cuma nemanin Joni dan keluarga liburan.

1
Whatea Sala
Sepertinya lebih takut sama suami dari pada ke tuhan😁
Whatea Sala
Senang banget bertahan dan tersiksa,yang pasti sudah tau ujungnya semua buang2 waktu dan akan sia sia,jangan jadi orang bodoh dengan terus bertahan,cobalah sayangi dan hargai diri sendiri.
Wiwin Winarti
waw keren orang Bengkulu Rafflesia Arnoldi, bagus ceritanya, saya suka
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
DearPE
Baper aku thor
DearPE
Udah gak tau mau ngomong apa yang pasti aku sukaaaa bangettt kak author baru sampai sini aja aku udah dibuat kehabisan kata-kata bacanya saking bagusnya
Wasiatik Atik
kasihan hilya
Afni Marlina
asyiik ceritanya semangat Thor
Elisa Damayanti
tamate mosok nggantung....
Agoes Feri SH
bonus chap donk thor
Nurhayati Yesha
ya Allah..sedih bget baca nya.dari SE kian purnama bru ada yg komen
Elisa Damayanti
y Allah kasihan nya si Aidan.... semoga cepat sembuh tuh ummi sm abinya..
Elisa Damayanti
g rampung2 cobaan ne hilya....
Agoes Feri SH
up donk
Agoes Feri SH
lagi othor
Agoes Feri SH
othor up donk
Elisa Damayanti
bang za payah nih....
Agoes Feri SH
othor up donk
Agoes Feri SH
lanjut thor
Agoes Feri SH
lanjut othor sayang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!