NovelToon NovelToon
Langit Yang Menyimpan Janji

Langit Yang Menyimpan Janji

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia kultivasi terbagi menjadi banyak sekte dan keluarga besar. Orang-orang berlomba mencapai tingkat tertinggi demi keabadian.
Tapi protagonis kita?
Seorang pemuda biasa yang dianggap sampah oleh semua orang.
Dia nggak punya bakat kultivasi yang bagus. Bahkan keluarganya sendiri malu mengakuinya.
Sampai suatu hari, dia bertemu dengan seorang gadis dari sekte besar.
Cantik, dingin, berbakat, dan statusnya jauh di atasnya.
Awalnya mereka saling benci.
Lalu mulai saling peduli.
Lalu muncul masalah...
Si gadis ternyata sudah dijodohkan dengan seorang jenius dari sekte lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Qingli..." panggil Yunche lirih.

​"Apa lagi?"

​"Ini sama sekali bukan soal aku tidak memercayaimu."

​"Kalau begitu, soal apa?" sergah Gu Qingli dengan nada menuntut.

​Yunche mengepalkan tangannya kuat-kuat, berusaha menahan gejolak emosi di dadanya. "Karena aku tidak bisa membawamu ikut bersamaku! Di sana sangat berbahaya!"

​Gu Qingli tertawa kecil—sebuah tawa singkat yang terdengar begitu pahit. "Lucu sekali..."

​Yunche mengerutkan keningnya. "Apa yang lucu?"

​"Selama ini..." Gu Qingli mendongak, mengunci pandangannya pada sepasang mata Yunche. "...siapa yang selalu berkoar-koar ingin menjadi kuat, hm? Siapa yang pernah berkata ingin menjadi seseorang yang bisa berdiri tegak di sampingku?"

​Yunche mendadak membeku, lidahnya terasa kelu.

​Gu Qingli melangkah makin dekat, membuat jarak di antara mereka menipis. "Dan sekarang... ketika kau benar-benar berkesempatan untuk melangkah maju..." Setetes air mata perlahan menggenang di pelupuk matanya. "...kau justru memilih untuk meninggalkanku sendirian."

​Yunche terpaku. "Qingli..."

​"Jangan..." pangkas Gu Qingli seraya mundur perlahan. "Jangan panggil namaku seperti itu."

​"Kenapa?"

​Satu tetes air mata akhirnya meluncur menembus pipi mulus gadis itu. Tetes.

​Yunche panik melihatnya. Gu Qingli buru-buru menyapu jejak air mata itu dengan punggung tangannya, lalu berbisik dengan suara bergetar, "Aku benci diriku sendiri... Aku benci karena sejak pertama kali kita bertemu, aku selalu merasa kau pada akhirnya akan pergi meninggalkanku."

​Yunche meremas jemarinya, tak tahu harus berkata apa.

​"Sejak awal, aku tahu ada sesuatu yang berbeda darimu, Yunche," lanjut Gu Qingli dengan nada memohon yang amat dalam. "Dan aku... aku sungguh tidak ingin kehilanganmu."

​Keheningan seketika melingkupi kamar itu. Dunia seolah berhenti berputar di antara mereka. Sepasang iris mata mereka saling mengunci dalam keheningan yang menyesakkan.

​Hingga akhirnya, Gu Qingli membalikkan badan. "Selamat malam."

​Gadis itu melangkah menuju pintu. Yunche bergeming di tempatnya, tetapi tepat saat jemari Gu Qingli menyentuh gagang pintu kayu, Yunche bersuara tegas, "Qingli."

​Langkah gadis itu tertahan.

​Dari belakang, Yunche menatap punggungnya yang tampak begitu rapuh. "Aku berjanji akan kembali."

​Gu Qingli tidak memutar tubuhnya. "Janji?"

​"Ya, aku berjanji."

​"Jangan berani-berani berbohong padaku."

​"Aku tidak akan berbohong," tegas Yunche. Dia mengulas senyum tipis yang sarat kesedihan, lalu menambahkan, "Tapi... jika pada akhirnya aku tidak pernah kembali... jangan menungguku."

​Kalimat itu persis seperti pesan yang dulu pernah dikirimkan Gu Qingli kepadanya: Jangan menunggu.

​Namun kali ini, Gu Qingli tidak tersenyum. Dia memutar tubuhnya, berjalan mantap mendekati Yunche kembali hingga berdiri tepat di hadapannya.

​"Jika kau sampai tidak kembali..." bisik Gu Qingli. Dia perlahan mengangkat tangannya, meletakkan telapak tangannya yang hangat tepat di tengah dada Yunche—tepat di mana liontin hitam itu tersembunyi. "...maka aku sendiri yang akan pergi mencarimu."

​Yunche tersentak. "Qingli..."

​"Di mana pun kau berada, tak peduli ke ujung dunia mana pun kau menghilang... aku pasti akan mencarimu," tegas Gu Qingli tanpa keraguan sedikit pun di matanya.

​Setelah mengucapkan kalimat sakral itu, Gu Qingli berbalik dan melangkah keluar kamar. Pintu kayu tertutup rapat, meninggalkan Yunche yang berdiri menyendiri dalam hening.

​Yunche perlahan menyentuh bagian dadanya yang baru saja disentuh oleh Gu Qingli. Untuk waktu yang cukup lama, dia mematung tak bergerak. Namun kemudian, sebuah senyuman tulus terukir di bibirnya.

​"Kalau begitu..." Yunche menyampirkan tas kainnya ke bahu. "...aku harus memastikan diriku bisa pulang."

​Di luar kediaman Keluarga Shen, Gu Qingli melangkah sendirian membelah kegelapan malam. Sisa air mata di pipinya belum sepenuhnya mengering, tetapi senyum tipis terukir di paras cantiknya.

​"Idiot..." bisiknya pelan pada angin malam. "Berani-beraninya dia membuatku secemas ini."

​Namun perlahan, senyuman itu melenyap. Gu Qingli menyadari ada rahasia besar yang sengaja ditutupi oleh Yunche—sebagaimana dirinya yang juga terpaksa menyembunyikan kenyataan tentang ayahnya sendiri.

​Jika suatu hari nanti Yunche mengetahui kebenaran di balik kematian ayahnya... dan jika kebenaran itu memang mengarah pada Ayah... apa yang harus kulakukan?

​Gu Qingli memejamkan matanya rapat-raptat, meremas jemarinya erat. Jika hari kelam itu benar-benar tiba... aku akan tetap pergi mencarimu, Yunche.

​Sementara itu, jauh dari perbatasan Kota Qinghe, di pelataran puncak Gunung Tianyuan.

​Seorang pria berdiri anggun di hadapan sebuah gerbang batu raksasa Kuno. Di belakangnya, puluhan sosok berbalut jubah hitam berdiri berbaris dalam keheningan yang mencekam.

​Pria itu mendongak menatap pendar langit malam. "Anak itu pasti akan datang."

​"Bagaimana jika dia memilih untuk tetap bersembunyi dan tidak pernah datang, Tuan?" tanya salah satu pengikutnya di belakang.

​Pria itu terkekeh pelan. Dia merogoh sesuatu dari balik jubahnya—sebuah gelang perak kecil berukir halus peninggalan Shen Tianyu. "Dia pasti datang."

​"Mengapa Anda begitu yakin?"

​Pria itu menatap gelang di tangannya dengan pendar mata yang amat dingin. "Karena dia adalah manusia yang kehausan akan kebenaran. Dan manusia yang memburu kebenaran... selalu bersedia membayar harga sesadis apa pun."

​Malam itu, Shen Yunche melangkah keluar meninggalkan Kota Qinghe seorang diri.

​Di belakangnya, dia meninggalkan tempat kelahirannya, sanak keluarga, para sahabat, serta seorang gadis yang tanpa disadarinya telah bertransformasi menjadi alasan terutamanya untuk bertahan hidup. Di hadapannya, membentang Gunung Tianyuan—sebuah wilayah terlarang yang menyimpan misteri, jawaban masa lalu, dan mungkin jurang kematian.

​Yunche menghentikan langkahnya di atas bukit, menoleh sebentar menatap pendar lampu Kota Qinghe yang makin mengecil dari kejauhan.

​"Qingli..." bisiknya seraya meremas liontin hitam di dadanya. "Aku pasti akan kembali."

​Yunche tidak menyadari bahwa pada saat yang bersamaan, Gu Qingli sedang berdiri tegak di atas benteng tertinggi Kota Qinghe. Gadis itu menatap lurus ke arah jalur utara, menyaksikan satu bayangan kecil yang perlahan lebur ditelan kegelapan malam.

​Gu Qingli menggigit bibirnya erat-erat. "Shen Yunche... jika kau sampai tidak kembali..." Sepasang matanya berkilat tegas. "...aku benar-benar akan memburu keberadaanmu sampai ke ujung dunia."

​Tanpa disadari oleh keduanya, sebuah ikatan janji telah terpatri malam itu—janji yang kelak akan menautkan dua takdir mereka dalam pusaran badai. Namun sebelum mereka dapat benar-benar bersatu, ada satu rintangan berdarah yang harus mereka lewati lebih dulu: Kebenaran.

1
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
lanjut lagi
Alia Chans
Datang tiba-tiba, tujuan nya Darah 😭😭
apa gk syok tuh thor
obeng min
luar biasa
obeng min
hurra
obeng min
josss
obeng min
mana nih ketua
DeZigur: besok bang. 5 bab crazy up.
total 1 replies
obeng min
joss
obeng min
mantap
obeng min
lanjut thor
obeng min
gas thor mantap💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Semoli Ginon
blom waktunga yunche. sabar 🤭
Semoli Ginon
🤣🤣
Semoli Ginon
duh yunche celamitan pula/Cry/
Semoli Ginon
dasar mc koplak emang 🤣
Semoli Ginon
merepet aja mulutnya yunche. husss diam dulu
Semoli Ginon
sangat tidak sopan 🤣
Semoli Ginon
mc nya rada koplak ini ya? 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!