NovelToon NovelToon
Cinta Kita Belum Usai

Cinta Kita Belum Usai

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yoyota

Raisa memiliki prinsip untuk tidak memiliki anak setelah menikah. Awalnya Edgar, suaminya menerima prinsip Raisa itu. Tapi setelah 6 tahun pernikahan, Edgar mendapatkan tekanan dari keluarganya mengenai keturunan. Edgar pun goyah dan hubungan mereka berakhir dengan perceraian.

Tanpa disadari Raisa, ternyata dia mengandung setelah diceraikan. Segalanya tak lagi sama dengan prinsipnya. Dia menjadi single mother dari dua gadis kembarnya. Dia selalu bersembunyi dari keluarga Gautama karena merasa keluarga itu telah membenci dirinya.

Sampai suatu ketika, mereka dipertemukan lagi tanpa sengaja. Di saat itu, Edgar sadar kalau dirinya telah menjadi seorang ayah ketika ia sedang merencanakan pernikahan dengan kekasihnya yang baru.

Akankah kehadiran dua gadis kecil itu mampu mempersatukan mereka kembali?

Follow Ig : @yoyotaa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoyota, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23

Mia terus cemberut dan tak mau diajak bicara. Dia merasa telah gagal untuk membanggakan maminya. Apalagi masuk 3 besar saja tidak.

"Mia, makan malam sudah siap! Yuk makan!" ajak Raisa sambil mengetuk pintu kamar.

"Mia nggak lapar, Mi," jawab Mia.

Raisa menghela napasnya terus masuk ke dalam kamar dan duduk di sebelah Mia.

"Kalah dalam perlombaan itu nggak papa sayang. Jangan terlalu dipikirkan. Dari tadi, mami mencoba mengerti kesedihan kamu, tapi ini sudah terlalu lama kamu mendiamkan mami dan yang lainnya. Yang penting bagi mami itu bukan kamu menang lomba, tapi kamu yang berusaha memberikan yang terbaik yang kamu bisa. Itu sudah cukup membanggakan di mata Mami. Jadi, jangan terus bersedih dan makan malamnya bersama."

"Mami nggak marah?" tanya Mia sambil melihat ke Raisa.

"Kenapa mami harus marah? Gadis kecil mami sudah membuat mami bangga dengan mengikuti lomba dengan sungguh-sungguh."

"Beneran nggak marah?"

Raisa mengangguk lalu memeluk Mia dengan sayang.

"Kamu dan Kia akan selalu jadi anak yang membanggakan mami."

"Mia! Buruan keluar! Aku sudah lapar!" teriak Kia yang perutnya sudah keroncongan minta diisi.

"Tuh, kembaran kamu udah teriak-teriak!"

"Iya mi, ayo!"

Mia pun turun dari ranjangnya dan menggandeng tangan Mami nya keluar dari kamar.

Setelah terlihat oleh Kia, gadis itu tersenyum mengejek.

"Kalah lomba aja sampai mendiamkan diri kaya gitu. Gimana bisa kamu bercita-cita jadi artis? Sementara persaingan jadi artis itu ketat. Belum lagi dengan tanggapan orang yang pastinya tidak semuanya bakalan suka. Apa iya, kamu akan galau seharian? Begitu?"

"Ssstt, udah, udah. Jangan dibahas terus, waktunya makan."

Kia memanyunkan bibirnya. Mereka pun makan malam bersama. Meski tadinya mengejek Mia, Kia selalu punya cara untuk berbaikan dengan Mia.

"Makan yang banyak, menangis pun butuh tenaga," ucap Kia sambil menaruh dua potong ayam goreng bagian paha ke piring Mia. Karena merasa kesal atas ucapan Kia, Mia malah mengambil ayam goreng bagian dada dari piring Kia.

"Dua potong mana cukup."

Rasanya Kia ingin marah, tapi dia tak jadi.

"Makanlah, kalau perlu, makan habis sampai ke tulang-tulangnya. Konon katanya kamu akan lebih kuat," ucap Kia asal.

"Mana ada begitu! Kamu pikir aku kucing?"

Karena tak ingin kedua putrinya terus berdebat di meja makan, Raisa pun melerai mereka dan meminta untuk tetap tenang.

"Maaf Mi."

Selesai makan, si kembar langsung masuk kamar untuk mengerjakan tugas sekolah mereka, sementara Raisa dan Roni memilih duduk berdua di ruang tamu sambil menonton televisi.

"Kalau dipikir-pikir, Mia itu mirip banget sama Mba kalau lagi terpuruk. Memilih untuk menghindar dan menyendiri. Tapi, selebihnya, Kia lah cerminan diri Mba yang sesungguhnya."

"Kadang kalau aku pikir-pikir, aku merasa apa yang aku lakukan itu akan lebih membuat diriku nyaman. Tapi pada kenyataannya, nyaman bagiku malah membuat orang lain jadi khawatir. Aku jadi tahu bagaimana rasa kekhawatiran orang yang berada di dekatku. Maaf ya, Ron, Mba selalu merepotkan dan membuat kamu khawatir."

Roni menggeleng. "Mba tidak pernah merepotkan aku. Kita ini keluarga, saling merepotkan sudah biasa."

*

*

Sedari tadi, Tamara selalu melirik ke arah ponselnya, padahal dia harus fokus menghafalkan dialog yang akan ia peragakan nanti.

"Fokus, Tam! Fokus!" Tamara dimarahi oleh managernya yang bernama Jena. Jena mengambil ponsel Tamara yang terletak di meja dan memasukannya ke dalam tasnya.

"Jangan memikirkan hal lain dulu, kamu harus fokus dan menghafal dialognya. Sebentar lagi kami akan take. Jadi, berusahalah dengan baik"

"Iya, iya, bawel banget ih!"

"Aku bawel untuk kebaikan kamu sendiri."

"Iya."

Tamara pun akhirnya fokus pada pekerjaannya, meskipun pikirannya masih jalan-jalan memikirkan kekasihnya.

Satu jam telah berlalu, hari pun sudah semakin malam. Lokasi syuting sudah mulai sepi karena beberapa pemain sudah banyak yang pulang, sementara para staf sedang membereskan peralatan syutingnya.

Sambil menunggu Jena datang dengan mobilnya, Tamara memainkan ponselnya untuk memastikan ada pesan atau tidak dari kekasihnya. Tapi, rupanya kosong.

"Kamu sedang apa sih? Sibuk banget apa? Sampai ngucapin selamat malam aja tidak," gerutu Tamara.

Rasanya ia ingin sekali menghubungi Edgar duluan. Tapi entah kenapa, di dalam hatinya yang terdalam, sesekali ia ingin dicari dan dihubungi duluan. Selama dua tahun menjalin kisah asmara, selalu Tamara yang inisiatif duluan, baik jalan-jalan keluar atau hal lain apapun.

Seharusnya, semakin dekat dengan hari pernikahan, mereka jadi semakin sering berkomunikasi. Tapi yang dia dapatkan malah semakin jauh. Hatinya pun merasakan sedikit keraguan.

Apa Edgar mencintainya?

Tapi, sedetik kemudian, Tamara meyakinkan diri lagi. Edgar mencintainya, mana mungkin, Edgar melamarnya tanpa mencintainya. Lantas apa artinya kisah dua tahun itu kalau bukan karena cinta?

*

*

Di hari itu, hujan mengguyur kota dengan sangat derasnya. Raisa meminta Roni untuk mengantar si kembar ke sekolah mereka. Karena kalau menggunakan mantel hujan, si kembar akan tetap basah.

"Iya tenang aja Mba, Mba mau sekalian aku antar juga?"

"Nggak, nggak usah, yang ada nanti kamu malah telat. Jalan kita kan berbeda."

"Baiklah."

Si kembar dan Roni pun telah berangkat. Raisa mengunci pintu rumahnya lalu mengenakan mantel hujannya. Ia melajukan motornya dengan kecepatan sedang karena jalanan menjadi sangat licin ketika hujan. Bahkan penglihatannya pun jadi terbatas karena derasnya air hujan yang menghantam helm yang dikenakannya.

Tiba-tiba di depannya, ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat kencang. Mau menghindar pun sudah tak bisa. Alhasil, mobil itu menabrak dirinya hingga terpental ke pinggir jalan.

"Ssss ... "

Raisa merintih kesakitan ketika kakinya yang sebelah kanan terluka. Rupanya, bukan di bagian itu saja lukanya, di bagian kepala, siku, juga di bagian lengannya.

Raisa bersyukur dirinya masih diberikan kehidupan, padahal kalau dilihat dari kondisi motornya yang bagian depannya rusak, juga mobil yang menabraknya ringsek, mungkin, ia bisa saja dalam keadaan yang kritis.

Tak lama, orang-orang pun berbondong-bondong menolong. Salah satu dari mereka adalah Bian, anak dari Pak Baskoro. Laki-laki itu langsung mengendong Raisa masuk ke dalam mobilnya.

Di sepanjang jalan, Raisa terus merintih kesakitan sambil terus memalingkan wajahnya agar tak melihat darah yang keluar dari kakinya.

"Apa kamu masih kuat bertahan?"

"Ya," jawab Raisa.

"Syukurlah, aku akan bawa kamu ke rumah sakit terdekat."

Raisa mengangguk saja, karena dirinya sudah tak bertenaga dan lemas sambil menahan rasa sakitnya.

Setibanya di rumah sakit, Bian langsung menggendong Raisa dan membawanya ke IGD. Tapi ternyata di ruang tunggu rumah sakit, dia malah mendapati Edgar yang sedang bersama Tamara. Entah kenapa semesta seperti sengaja terus mempertemukan mereka. Padahal sebelum-sebelumnya, tak pernah ada.

Jelas sekali wajah kekhwatiran di wajah Edgar ketika melihat Raisa yang berdarah sambil digendong oleh laki-laki yang teramat asing baginya. Saking khawatirnya, Edgar sampai berdiri dan hendak pergi.

"Kamu mau kemana?"

*

*

TBC

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kok ceritanya kayak muter² terus Thor terlalu lama ngulur waktu dengan hal yang sama.
maaf ya Thor Aku bacanya sampe sini saja.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah kan di telak omongan sama Bimo, Setuju sih apa kata Bimo.
harusnya kalau masih ragu Edgar jangan dulu ambil keputusan serius.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kia si kakak yang dewasa, pendiem dan suka memendam perasaannya terus si Bungsu Mia yang ceria dan ceplas ceplos.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ga bahagia endasMu, Kamu sudah mau nikah dengan Tamara terus apa namanya Edgar... kan Kamu sendiri yang siap menikah lagi dan bilang sendiri kalau Kamu sudah Ngga mencintai Raisa jadi rasain resikonya jadi laki2 Plin Plan ga tegas.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
waduuuhh Elsa sudah tau lagi.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Gas Bian kalau memang Kamu serius kejar Saja Raisa asal jangan dibkecewakan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dih ngelihat Edgar kayak gitu mending Raisa di buat sembuh dengan Traunya Thor terus berjodoh dengan laki² lain aja deh rasanya ga ikhlas banget kalau mereka bersatublagi apa lagi punya Ibu mertua kayak gitu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dasar si Kembar ada³ saja ngomongin kejelekan Maminya sendiri di depannya langsung.🤭😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Pli Plan jadi laki², hatinya masih Abu² tapi masih bisa jalin hubungan dengan Tamara bahkan sudah sentuhan fisik pula.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
apa yang ngadain acara di restoran itu Rdgar sama Tamara ya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kasihan si Kembar... Raisa juga keras kepala kenapa ga sedikit saja lunakin hatinya buat ketemuin sama Edgar biar mereka ga Trauma apa lagi malah denger cerita teman sekolahnya kan jadi parno Mereka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Coba hubungin Edgar atau Adiknya, Sa ajak ketemuan di Cafe dan bicarain yang sebenarnya... untuk hasilnya mereka entah mau nerima kehadiran si Kembar atau ngga itu urusan nanti yang penting kamu sudah ga rahasiain Mereka lagi.
hubungan Kamu dengan Edgar mungkin sudah Kandas tapi Anak² juga ga salah kalau ingin ketemu Papinya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Duh kok Aku jadi ikut deg²an ya, tar gimana si Kembar perasaannya kalau tau Papaihnya sudah punya Tunangan.🫣
Raisa Kamu harus trrus kuat ya buat Anak²Mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Edgar alasan belum siap tapi giliran sosor²an mah mau² aja, kalau gitu mending mau aja di ajak nikah sama si Tamara.

Masih mending Raisa biarpun keras kepala dan egois tapi masih bisa jaga diri, hidupnya fokus pada Anak²nya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah Lho mau ngasih jawaban apa Edgar... 🫣
kalaupun Edgar jadi dengan Tamara kasihan si Kembar biarpun Edgar ga tau kalau Dia sudah punya Anak dari Raisa tapi yang bikin sekenarionya kan Author jadi ga tau gimana ntar.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Trauma boleh Sa tapi kan nikah lumayan lama juga sampe 6thn pula dan rasa takutmu harusnya sedikit demi sedikit bisa pulih karna ada Suami yang setia dampingin plus setia sama Kamu... tapi susahnya Kamu kayak ga mau sembuh dan terus berfokus pada alasan itu oba kalau bener² mau berubah mah pasti bisa.
Ayo Sa belajar berani kek, jangan sembunyi terus karna mau lari sejauh apa pun kalau sudah saatnya takdir mempertemukan Kalian bertemu ga bakal bisa menghindar.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mungkin sebenarnya keluarga Edgar baik tapi di sini Raisa yang posisinya salah karna keras kepala dan egois jadi yang buat jarak yang Dia ciptakan sendiri buat si Kembar juga sulit mengenal Ayahnya dan Keluarga Yang lain.
coba turunkan egoMu Risa dan pikirka psikologis anakMu juga karna mereka merindukan sosok Papahnya tapi Mereka ga berani bicara karna takut.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Setujubkata Roni, peran dan kasih sayang seOrang Ibu ga akan sama dan ga akan bisa gantikan peran seOrang Ayah yang di butuhkan Si kembar, Raisa
susahnya kamu merasa kalau semua baik² saja padahal Anak²mu hanya bisa memendam.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Raisa ini aneh, yang namanya Nikah ya pasti setiap Orang/pasangan, keluarga ada keinginan punya keturunan... kalau ga mau punya anak ya ga usah nikah sekalian, ngapain juga hidup berumah tangga.. itu Egois namanya hanya mikirin keinginan sendiri tanpa mikirin pasangan maupun keluarga yang butuh penerus.
Ririn
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!