NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Jebakan di Gudang Obat

Pagi hari berikutnya, Puncak Embun masih diselimuti oleh kabut salju yang tipis dan udara dingin yang segar setelah pertarungan dahsyat kemarin.

Arya Dwipangga sudah bangun lebih pagi dari biasanya.

Setelah tidur selama satu hari satu malam di kamar harum milik Sekar Embun dan dijaga dengan penuh perhatian oleh gurunya yang dingin itu, energi di dalam tubuhnya sudah pulih hampir delapan puluh persen. Meridiannya yang tadinya kering karena menggunakan Ledakan Darah Naga kini sudah terisi kembali dengan energi emas naga yang hangat dan mengalir deras.

Kultivasinya yang baru saja naik ke Alam Jiwa Kesatria tingkat empat kemarin setelah membunuh Tetua Darah sudah stabil sepenuhnya. Bahkan Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 3 yang baru saja dia dapatkan membuat tubuhnya terasa jauh lebih kuat dan lebih ringan dari sebelumnya.

Di dalam kamarnya sendiri yang ada di sebelah barat, Arya duduk bersila di atas tempat tidur bambu dan membuka layar sistem.

[Poin Takdir: 4250]

[Kultivasi: Alam Jiwa Kesatria tingkat 4]

[Tubuh Meridian Naga Langit: Tingkat 3]

[Kepercayaan Sekar Embun: 95%]

[Kepercayaan Luna Maheswari: 55%]

[Misi Aktif: Buat Pil Pemurni Jiwa untuk Luna Maheswari, butuh: Bunga Teratai Suci 1000 tahun x1, Buah Jiwa Es x1, Darah Naga Murni x1 tetes]

4250 Poin Takdir. Itu adalah jumlah yang sangat besar yang belum pernah dia miliki sebelumnya.

Darah Naga Murni dia sudah punya di dalam tubuhnya sendiri, tinggal memberikan setetes saja, meskipun itu akan membuatnya lemah selama beberapa hari. Buah Jiwa Es ada di Puncak Embun sendiri, tumbuh di belakang kolam air panas, dijaga oleh Sekar Embun selama bertahun tahun dan hanya berbuah sekali setiap sepuluh tahun. Sekar Embun sudah berjanji akan memberikannya padanya pagi ini.

Tinggal satu bahan terakhir yang paling sulit didapatkan, Bunga Teratai Suci 1000 tahun.

Bunga itu tidak tumbuh di Perguruan Langit Biru. Bunga itu hanya tumbuh di dalam gudang obat rahasia milik Perguruan Langit Biru yang dijaga sangat ketat, dan hanya murid inti atau tetua yang boleh masuk dan menukarnya dengan poin kontribusi perguruan yang sangat besar.

Dan Arya adalah murid baru Puncak Embun yang tidak memiliki poin kontribusi sama sekali.

Tapi dia punya cara lain.

"Sepertinya harus menggunakan sedikit Poin Takdir untuk menukar poin kontribusi," gumam Arya sambil membuka Toko Sistem yang sudah lama tidak dia buka.

Di dalam Toko Sistem, ada banyak barang aneh dan ajaib yang tidak ada di dunia luar, mulai dari pil, teknik, senjata, hingga barang yang sangat tidak masuk akal seperti Poin Kontribusi Perguruan Langit Biru.

1 Poin Takdir bisa ditukar dengan 100 Poin Kontribusi Perguruan Langit Biru. Dan Bunga Teratai Suci 1000 tahun membutuhkan 5000 Poin Kontribusi untuk ditukar.

Itu berarti dia butuh 50 Poin Takdir saja. Sangat murah.

Tanpa ragu, Arya langsung menukar 50 Poin Takdir menjadi 5000 Poin Kontribusi.

[DING! Penukaran berhasil! 50 Poin Takdir ditukar menjadi 5000 Poin Kontribusi Perguruan Langit Biru!]

[Poin Takdir tersisa: 4200]

Setelah mendapatkan poin kontribusi, Arya langsung bangun dan berjalan keluar dari kamarnya.

Di ruang tengah, Sekar Embun sudah bangun lebih pagi dan sedang duduk di meja bambu dengan gaun putih sederhananya, menyeduh teh teratai es hangat untuk dua orang. Wajahnya yang kemarin masih terlihat lelah karena tidak tidur semalaman menjaga Arya, hari ini sudah segar kembali dan merona merah sehat. Kepercayaan 95% membuat auranya terlihat jauh lebih lembut dan lebih hangat saat berada di dekat Arya.

Melihat Arya keluar dari kamar dengan wajah segar dan penuh semangat, Sekar Embun tersenyum tipis, senyum yang hanya dia tunjukkan pada Arya seorang.

"Sudah bangun? Bagaimana keadaan tubuhmu? Apakah masih ada yang sakit?" tanya Sekar Embun dengan suara lembut.

"Sudah sembuh total, Guru! Berkat teh dan bubur buatan Guru kemarin, murid sekarang merasa bisa membunuh sepuluh Tetua Darah lagi!" jawab Arya dengan semangat dan sedikit menggoda.

Wajah Sekar Embun memerah mendengar pujian itu. "Mulut manis lagi. Cepat sarapan, bubur teratai es sudah aku hangatkan di dapur. Setelah sarapan, ikut aku ke belakang kolam, aku akan mengambilkan Buah Jiwa Es untukmu. Buah itu sudah matang sejak kemarin, seharusnya cukup untuk pil yang ingin kamu buat untuk Putri Suci Luna itu."

Nada suara Sekar Embun saat menyebutkan nama Luna masih sedikit dingin dan cemburu, tapi dia tidak menolak untuk membantu.

Arya mengangguk dan dengan cepat memakan bubur yang sudah disiapkan gurunya itu dengan lahap lagi. Hari ini buburnya sudah tidak gosong dan tidak keasinan lagi, rasanya pas dan sangat enak, jelas Sekar Embun berlatih memasak semalaman setelah Arya tertidur.

Setelah sarapan, mereka berdua berjalan ke belakang kolam air panas.

Di sana, di balik sebuah batu besar yang diselimuti lumut es, tumbuh sebuah pohon kecil setinggi satu meter yang seluruhnya terbuat dari es bening. Di puncak pohon itu, ada satu buah seukuran kepalan tangan yang berwarna biru es dan memancarkan cahaya lembut serta hawa dingin yang bisa menenangkan jiwa seseorang hanya dengan mencium aromanya.

Itulah Buah Jiwa Es, buah yang hanya tumbuh di tempat yang penuh dengan energi es murni seperti Puncak Embun dan hanya berbuah sekali setiap sepuluh tahun. Satu buah saja bisa membuat kultivasi jiwa seseorang naik satu tingkat dan memurnikan jiwanya dari racun iblis.

Buah yang sangat berharga, bahkan Pemimpin Perguruan pun akan iri jika melihatnya.

Tanpa ragu, Sekar Embun memetik buah itu dengan hati hati dan memberikannya kepada Arya.

"Ini, jaga baik baik buah ini. Jangan sampai terjatuh. Jika terjatuh, sepuluh tahun penantianku akan sia sia," kata Sekar Embun dengan nada yang sedikit mengancam tapi matanya penuh dengan kepercayaan.

Arya menerima buah itu dengan kedua tangan seperti menerima harta karun yang paling berharga. Buah itu dingin dan terasa sangat nyaman di tangannya.

"Terima kasih, Guru! Saya janji akan membuat pil terbaik untuk Luna dengan buah ini dan akan segera kembali untuk melakukan sesi penyembuhan ketiga untuk Guru malam ini!" kata Arya dengan tulus.

Mendengar kata sesi penyembuhan ketiga malam ini, wajah Sekar Embun yang tadi masih normal langsung memerah seperti tomat matang. Dia teringat sesi penyembuhan kedua kemarin di tengah kolam es di mana dia duduk di pangkuan Arya dan punggungnya disentuh oleh muridnya itu.

Sesi ketiga, menurut yang dikatakan Arya kemarin, akan membutuhkan kontak yang lebih lama dan energi yang lebih besar untuk mencairkan 20% sisa es di meridian terdalamnya.

"Si... siapa yang butuh penyembuhanmu malam ini! Aku... aku masih ingin istirahat! Sesi ketiga besok saja!" Sekar Embun berkata dengan gugup dan langsung berbalik berjalan cepat kembali ke pondok, tidak berani menatap mata Arya.

Melihat punggung gurunya yang malu malu itu, Arya tertawa kecil.

Setelah menyimpan Buah Jiwa Es ke dalam inventaris sistem, Arya langsung terbang dengan pedang esnya menuju kaki gunung, menuju Gudang Obat Perguruan Langit Biru yang berada di Puncak Obat.

Puncak Obat adalah salah satu dari tujuh puncak utama di Perguruan Langit Biru, terkenal dengan gudang obatnya yang memiliki ribuan jenis obat langka dari seluruh wilayah.

Saat Arya tiba di depan Gudang Obat, tempat itu terlihat cukup ramai dengan beberapa murid yang sedang menukar obat dengan poin kontribusi.

Arya berjalan masuk dengan langkah tenang dan langsung menuju ke penjaga gudang, seorang tetua tua dengan jubah abu abu yang sedang duduk sambil memejamkan mata.

"Tetua, saya ingin menukar Bunga Teratai Suci 1000 tahun," kata Arya dengan sopan.

Tetua penjaga membuka matanya yang sayu dan menatap Arya dari atas sampai bawah. "Bunga Teratai Suci 1000 tahun? Itu butuh 5000 Poin Kontribusi. Kamu punya?"

Arya mengangguk dan menyerahkan token murid Puncak Embun miliknya yang sudah diisi dengan 5000 Poin Kontribusi dari sistem.

Tetua penjaga memeriksa token itu dengan alat giok kecil dan matanya sedikit terkejut melihat angka 5000 di dalamnya. Murid baru Puncak Embun bisa memiliki 5000 poin kontribusi? Dari mana?

Tapi dia tidak bertanya banyak, dia hanya mengangguk dan berkata, "Tunggu sebentar, aku ambilkan di gudang dalam."

Tetua itu masuk ke dalam gudang dalam yang dijaga dengan formasi yang sangat kuat.

Pada saat itu, dari pintu masuk gudang obat, dua sosok yang sangat dibenci Arya berjalan masuk dengan senyum licik di wajah mereka.

Kezia Adinegara dengan gaun ungu keemasannya dan Rafa Adiputra dengan jubah murid inti Puncak Pedang.

Mereka berdua jelas sudah menunggu Arya di sini sejak pagi, setelah mendapat informasi dari mata mata mereka bahwa Arya akan datang ke Gudang Obat untuk mencari Bunga Teratai Suci 1000 tahun. Informasi itu mereka dapatkan dari Tetua Lotus yang masih memiliki mata mata di dalam perguruan.

Melihat Arya yang berdiri sendirian di depan meja penjaga, Kezia langsung tersenyum dengan penuh kemenangan dan berjalan mendekat dengan langkah angkuh.

"Wah, wah, lihat siapa ini. Bukankah ini sampah Puncak Embun yang kemarin pingsan di pelukan gurunya sendiri setelah membunuh Tetua Darah dengan bantuan gurunya? Bagaimana, sudah sembuh? Atau masih butuh dipeluk gurumu lagi?" ejek Kezia dengan suara keras yang sengaja dibuat agar semua murid di gudang obat bisa mendengarnya.

Beberapa murid di dalam gudang yang mendengar ejekan itu langsung menoleh dan berbisik bisik.

"Itu Arya Langit yang kemarin membunuh Alam Raja Langit!"

"Katanya dia hanya dibantu oleh Bidadari Pedang Embun, kekuatannya sendiri tidak seberapa!"

Rafa Adiputra yang berdiri di samping Kezia juga tersenyum licik dan menambahkan, "Kezia, jangan berkata begitu. Mungkin dia memang jenius yang bisa membunuh Alam Raja Langit dengan Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga. Tapi hari ini, di Gudang Obat ini, tidak ada gurunya yang bisa melindunginya. Benar kan, Tetua Obat?"

Dari dalam gudang dalam, Tetua penjaga yang tadi masuk ke dalam kini keluar, tapi dia tidak sendiri. Di sampingnya ada seorang tetua lain dengan jubah hijau yang merupakan Tetua Puncak Obat, Tetua Obat, yang kultivasinya Alam Raja Langit tingkat dua.

Dan di tangan Tetua Obat itu, tidak ada Bunga Teratai Suci 1000 tahun, hanya ada senyuman dingin yang penuh arti.

Tetua Obat menatap Arya dengan tatapan dingin. "Kamu Arya Langit? Maaf, Bunga Teratai Suci 1000 tahun yang kamu inginkan baru saja ditukar oleh murid inti Kezia Adinegara dan Rafa Adiputra lima menit yang lalu sebelum kamu datang. Stok kami habis. Kamu bisa datang lagi sepuluh tahun lagi saat bunga itu mekar lagi."

Jebakan! Ini adalah jebakan yang sudah direncanakan dengan sangat rapi oleh Kezia, Rafa, dan Tetua Lotus yang menyuap Tetua Obat!

Kezia tertawa dengan sangat puas melihat wajah Arya yang sedikit mengerut.

"Maaf ya, Arya Langit. Bunga Teratai Suci 1000 tahun itu sudah aku tukar untuk membuat Pil Kecantikan untuk diriku sendiri. Kamu tahu kan, sebagai murid inti Istana Teratai Suci, aku butuh banyak pil kecantikan untuk menjaga wajahku tetap cantik. Tidak seperti kamu yang hanya butuh pil itu untuk menyelamatkan Putri Suci Luna yang sudah terkena racun. Oh, maaf, aku keceplosan..."

Kezia sengaja mengatakan bahwa Arya membutuhkan bunga itu untuk menyelamatkan Luna yang terkena racun, untuk menunjukkan bahwa dia tahu rencana Arya dan untuk membuat Arya panik.

Semua murid di dalam gudang obat terkejut mendengar bahwa Putri Suci Luna terkena racun.

Arya menatap Kezia, Rafa, dan Tetua Obat yang tersenyum licik itu dengan wajah yang tenang, tanpa sedikit pun rasa panik seperti yang mereka harapkan.

Dia hanya tersenyum tipis, senyum dingin yang sama seperti saat dia akan membunuh Tetua Darah kemarin.

"Jadi begitu ya... Kalian sudah menukar bunga itu lima menit yang lalu? Padahal aku melihat dengan jelas di rak gudang dalam tadi, saat Tetua penjaga masuk, masih ada satu kotak giok yang berisi Bunga Teratai Suci 1000 tahun di rak paling atas. Apakah mata saya salah lihat, Tetua Obat? Atau... Tetua Obat sudah dibutakan oleh suap dari Tetua Lotus dan ingin ikut serta dalam pengkhianatan terhadap Putri Suci dari Istana Teratai Suci?"

Kalimat terakhir Arya itu dia ucapkan dengan suara yang keras dan penuh dengan tekanan, membuat seluruh gudang obat menjadi hening total.

Pengkhianatan terhadap Putri Suci dari Istana Teratai Suci! Itu adalah tuduhan yang sangat berat, bahkan bisa membuat seluruh Perguruan Langit Biru dimusnahkan oleh Istana Teratai Suci jika terbukti benar!

Wajah Tetua Obat yang tadinya tersenyum licik itu langsung pucat pasi seperti kertas.

Kezia dan Rafa juga terkejut tidak menyangka Arya berani menuduh mereka dengan tuduhan seberat itu di depan umum.

"Kamu... kamu jangan memfitnah! Kami... kami tidak melakukan pengkhianatan! Kamu... kamu punya bukti!" teriak Kezia dengan gugup, suaranya sedikit bergetar.

Arya tersenyum dingin. Dia melangkah maju selangkah, Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 3 di dalam tubuhnya meraung pelan dan memancarkan tekanan naga yang membuat Tetua Obat yang Alam Raja Langit tingkat dua itu pun merasa sedikit sesak.

"Bukti? Bukti ada di dalam kotak giok di rak paling atas di gudang dalam itu. Dan bukti lainnya ada di dalam tubuh Putri Suci Luna yang sekarang sedang diperiksa oleh Pemimpin Perguruan dan Tetua Lotus sendiri di Balai Utama karena laporan dari saya tadi pagi sebelum saya ke sini. Jika kalian tidak percaya, kita bisa pergi ke Balai Utama sekarang dan membuka kotak giok itu di depan Pemimpin Perguruan dan Putri Suci Luna. Berani?"

Arya sebenarnya berbohong. Dia tidak melaporkan apa pun kepada Pemimpin Perguruan tadi pagi. Tapi dia tahu Kezia dan Tetua Obat tidak akan berani mengambil risiko untuk pergi ke Balai Utama, karena mereka memang bersalah dan bunga itu memang masih ada di dalam gudang.

Benar saja, mendengar kata Balai Utama dan Pemimpin Perguruan serta Putri Suci Luna, wajah Tetua Obat, Kezia, dan Rafa langsung pucat pasi dan keringat dingin membasahi punggung mereka.

Jika mereka pergi ke Balai Utama dan kebohongan mereka terbongkar di depan Pemimpin Perguruan dan Putri Suci Luna, bukan hanya mereka yang akan mati, tapi seluruh Puncak Obat dan keluarga mereka pun akan ikut terseret dalam masalah pengkhianatan terhadap Istana Teratai Suci!

Tetua Obat yang paling ketakutan langsung mengubah sikapnya 180 derajat. Dia buru buru berlari masuk ke dalam gudang dalam dan keluar lagi dengan sebuah kotak giok putih yang memancarkan cahaya suci yang sangat murni dan aroma harum yang menenangkan.

Di dalam kotak itu, ada sebuah bunga teratai putih bersih dengan tujuh kelopak yang berkilauan seperti kristal, itulah Bunga Teratai Suci 1000 tahun.

"Maaf... maaf, Murid Arya... Tadi... tadi aku salah lihat... Ternyata masih ada satu stok terakhir di dalam... Ini... ini bunga yang kamu inginkan... 5000 Poin Kontribusi..." kata Tetua Obat dengan suara gemetar dan wajah pucat, menyerahkan kotak giok itu kepada Arya dengan kedua tangan seperti sedang menyerahkan nyawanya sendiri.

Arya menerima kotak giok itu dengan tenang dan menyerahkan token muridnya yang berisi 5000 poin kontribusi.

"Terima kasih, Tetua Obat. Terima kasih sudah menemukan kembali bunga yang sudah hilang itu," kata Arya dengan senyum tipis yang penuh arti.

Lalu dia menoleh ke arah Kezia dan Rafa yang wajahnya sudah hitam seperti arang karena malu dan marah karena jebakan mereka gagal total dan bahkan berbalik menyerang mereka.

"Kezia Adinegara, Rafa Adiputra, terima kasih sudah mencoba membantu saya menemukan bunga ini. Lain kali jika kalian ingin membuat Pil Kecantikan, datang saja ke Puncak Embun, aku akan memberikan kalian beberapa kelopak bunga gratis. Tidak perlu susah payah menyuap Tetua Obat seperti ini. Itu tidak cantik."

Setelah berkata begitu dengan suara yang penuh ejekan, Arya berbalik dan berjalan keluar dari Gudang Obat dengan langkah tegak dan punggung lurus, meninggalkan Kezia yang berteriak marah karena malu, Rafa yang mengepalkan tinjunya hingga berdarah karena menahan amarah, dan Tetua Obat yang terduduk lemas di lantai karena ketakutan.

Hari ini, untuk ketiga kalinya dalam minggu ini, Arya Langit kembali menampar wajah Kezia Adinegara dan Rafa Adiputra di depan umum, dan kali ini tamparannya bahkan lebih keras dari sebelumnya, karena dia menampar mereka dengan menggunakan nama Istana Teratai Suci itu sendiri.

Di luar Gudang Obat, Luna Maheswari yang ternyata sudah menunggu sejak tadi di balik pohon pinus es dengan gaun putihnya, melihat Arya keluar dengan kotak giok di tangannya dengan selamat, dia tersenyum bahagia dan berlari kecil menghampiri Arya.

"Sayang! Kamu berhasil!" seru Luna dengan bahagia.

Arya menatap Luna yang berlari ke arahnya dengan wajah bahagia itu, dia tersenyum. Bahan terakhir untuk Pil Pemurni Jiwa sudah didapatkan. Malam ini, dia akan membuat pil itu dan memberikan darah naga murninya.

Dan setelah itu, sesi penyembuhan ketiga dengan Sekar Embun yang akan menentukan apakah Bidadari Pedang Embun itu akan menjadi istri pertamanya dan mencapai 100% kepercayaan.

Malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang dan sangat penting bagi Arya.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!