Bima Aditya, seorang dokter magang yang diremehkan dan dicampakkan kekasihnya demi pria kaya, tiba-tiba mendapatkan keajaiban setelah mengalami kecelakaan tragis. Ia membangkitkan Sistem Medis Super yang memberinya kemampuan bedah tingkat dewa, mata-X, dan pengetahuan medis puluhan tahun, dengan syarat ia harus terus menyelamatkan nyawa pasien di lapangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Melihat suasana yang mulai tegang, Bima memutuskan untuk sedikit mencairkan suasana.
"Selama Anda meminum obat resep saya secara rutin, sisa-sisa racunnya akan bersih dalam waktu tiga hari."
"Dan Anda harus menjaga pola makan yang bersih."
Bima menatap Kiara dan tersenyum tipis.
"Nona Kiara, tolong pastikan kakek Anda istirahat yang cukup."
"Jangan biarkan dia mengurus bisnis terlalu keras selama masa pemulihan."
Kiara mengangguk patuh.
"Tentu saja, Dokter Bima."
"Saya akan memantau Kakek setiap saat."
Karena rasa penasaran yang mendadak muncul, Bima secara refleks mengaktifkan Pandangan Sinar-X miliknya dan menatap Kiara.
Dia hanya ingin memastikan bahwa tidak ada keluarga Pratama lain yang terinfeksi parasit.
Namun, apa yang dia lihat di dalam tubuh Kiara membuatnya tersentak kaget.
[Peringatan Sistem!]
[Mendeteksi kelainan genetik fatal pada tubuh target: Kiara Pratama.]
[Kondisi: Kardiomiopati Hipertrofik Bawaan (Penebalan Otot Jantung Ireguler).]
[Estimasi waktu hidup tanpa penanganan khusus: 2 tahun.]
Jantung Bima berdegup kencang membaca tulisan merah yang melayang di udara itu.
Kiara yang terlihat begitu sehat, anggun, dan penuh vitalitas ternyata menyimpan bom waktu di dalam dadanya.
Penyakit ini sangat sulit dideteksi tanpa pemeriksaan ekokardiogram secara khusus, karena gejalanya hampir tidak ada sampai pada tahap gagal jantung mendadak.
"Ada apa, Dokter Bima?"
Kiara menyadari perubahan raut wajah Bima yang tiba-tiba menegang saat menatapnya.
"Apakah ada yang salah dengan pakaian saya?" tanya Kiara sambil meraba kerah bajunya.
Bima segera mematikan Pandangan Sinar-X nya dan mengendalikan ekspresinya.
"Tidak, tidak ada apa-apa, Nona Kiara."
"Saya hanya teringat bahwa saya masih ada jadwal operasi ringan di poli bedah siang ini."
Bima tidak bisa langsung memberitahukan tentang penyakit jantung itu.
Itu akan menimbulkan kepanikan, dan dia harus mencari alasan logis bagaimana dia bisa tahu penyakit genetik tanpa melakukan tes medis apa pun pada Kiara.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Kakek Darma."
"Saya akan memeriksa keadaan Anda lagi besok pagi."
Kakek Darma mengangguk pelan.
"Pergilah, Bima."
"Jangan biarkan pasien lain menunggumu terlalu lama."
Bima menundukkan kepala sekali lagi dan berjalan keluar dari ruang VIP.
Saat pintu tertutup di belakangnya, pikiran Bima langsung bekerja keras.
Menyelamatkan Kiara dari penyakit jantung bawaan bukanlah hal yang mudah.
Bahkan dengan bantuan sistem, dia butuh ruang operasi khusus dan reputasi yang sangat tinggi agar dipercaya melakukan operasi jantung seberat itu.
"Sistem, apakah ada cara menyembuhkan penyakit Kiara tanpa operasi bedah dada terbuka?" batin Bima.
[Akses ditolak.]
[Host harus mencapai Level Reputasi: Spesialis Senior untuk membuka informasi tersebut.]
Bima menghela napas panjang.
Sistem ini tidak memberikannya segalanya secara instan.
Dia harus terus menyelesaikan kasus-kasus medis dan meningkatkan statusnya di rumah sakit ini.
Langkah kaki Bima membawanya menuju poli bedah di lantai dua.
Suasana di poli bedah jauh lebih sibuk daripada ruang VIP.
Puluhan pasien duduk mengantre di kursi tunggu.
Bima baru saja akan masuk ke ruangannya ketika dia melihat seorang wanita tua menangis di depan ruang periksa Dokter Surya.
"Tolonglah, Dokter."
"Suami saya kesakitan, kakinya sudah membiru semua."
"Kami punya BPJS, kenapa tidak mau diperiksa?"
Dokter Surya yang berdiri di ambang pintu menatap wanita tua itu dengan tatapan jijik.
"Ibu, sudah saya bilang kuota BPJS hari ini sudah penuh!"
"Kalau mau diperiksa sekarang, bayar jalur umum!"
"Ini bukan panti sosial, ini rumah sakit swasta!"
Dokter Surya menutup pintu ruangannya dengan kasar.
Brak!
Wanita tua itu menangis sambil memeluk suaminya yang duduk di kursi roda.
Kaki kanan pria tua itu terlihat bengkak parah, dengan kulit yang berubah warna menjadi kebiruan dan hitam di bagian jari-jari.
Naluri Bima langsung bereaksi.
Dia segera menghampiri pasangan suami istri itu.
"Ibu, apa yang terjadi dengan kaki bapak?" tanya Bima dengan suara lembut.
Wanita tua itu mendongak dan menatap Bima dengan mata berair.
"Dokter... kaki suami saya terjepit mesin penggiling padi seminggu yang lalu."
"Awalnya cuma memar, tapi sekarang semakin sakit dan bau busuk."
"Dokter di puskesmas menyuruh kami ke sini untuk amputasi, tapi kami tidak punya uang untuk bayar jalur umum."
Mendengar kata bau busuk dan kulit hitam, Bima langsung mengaktifkan Pandangan Sinar-X-nya.
[Mendeteksi Gas Gangren akut pada ekstremitas bawah.]
[Bakteri Clostridium perfringens menyebar dengan cepat.]
[Estimasi waktu sebelum sepsis fatal: 6 jam.]
Bima menelan ludahnya.
Gas gangren adalah infeksi mematikan yang menyebar sangat cepat.
Otot-otot kaki pria ini sudah mulai mati dan membusuk dari dalam, menghasilkan gas beracun.
Jika tidak segera diamputasi, racunnya akan menyebar ke jantung dan paru-paru.
"Bawa bapak ini ke ruang periksa nomor empat sekarang!" perintah Bima pada seorang perawat yang lewat.
"Tapi Dok, status mereka..."
"Aku yang akan menanggung biayanya kalau administrasi mempermasalahkan hal ini!" potong Bima tegas.
Perawat itu segera mendorong kursi roda menuju ruang periksa Bima.
Dari kejauhan, pintu ruangan Dokter Surya terbuka sedikit.
Dokter Surya mengintip dari balik celah pintu dengan senyum licik di wajahnya.
"Bagus, ambillah semua pasien sampah itu, Bima."
"Mari kita lihat apakah kau bisa melakukan amputasi gas gangren sendirian tanpa bantuan asisten senior."
"Satu kesalahan kecil, bakterinya akan membunuh pasien itu di atas meja operasimu."
Dokter Surya mengeluarkan ponselnya dan mengetik sebuah pesan singkat kepada seseorang.
[Dia sedang sibuk dengan pasien BPJS. Mulai jalankan rencana B di bagian farmasi.]
Permainan kotor dari Dokter Surya baru saja dimulai.