Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Basket Class and A Wild Imagination
Setelah mendapat pesan dari Jack, Bu Raisa menghela napas. Ia paham betul keadaan Billby. Bukan hanya dirinya tapi,semua guru disini. Mereka semua tau alasan billby selalu tidur di kelas. Mereka juga tahu bagaimana perlakuan Jack kepada ponakannya
Jadi,ini bukan hal baru lagi bagi Bu Raisa. Ia menatap vahan "kamu mau tidur kan? Ya udah sana pulang aja Jangan masuk sekolah sampe Minggu depan"
Napas vahan tercekat di tenggorokan. Ia ingin sedikit membela diri. Namun, apalah daya ia tidak berani. Kalau ia membantah satu kata saja mungkin hukuman nya bertambah jadi 1000 kali lipat. Daripada hal itu terjadi, lebih baik ia segera membereskan barang barang nya
Mex yang duduk tidak jauh dari vahan itu hanya bisa menatap dengan tatapan kasihan. Ia tahu apa yang akan dilakukan orangtua Vahan di rumah nanti.
Sementara itu vahan yang sedang membereskan barang-barang nya juga sedang memikirkan alasan apa yang bisa membuat nya terbebas dari kemarahan kedua orangtuanya nanti
Setelah vahan pergi dari kelas, pelajaran berlanjut tanpa ada hal hal aneh lainnya.
Hingga billby terbangun beberapa menit sebelum pelajaran usai. Ia menatap bangku vahan yang kosong
Kemana anak itu?
Vahan itu hampir tidak pernah bolos barang satu pelajaran. Namun, kenapa tiba tiba anak itu menghilang? Tasnya pun sudah tidak ada. Ah, sudahlah.. karena billby baru bangun tidur ia tidak mau terlalu memikirkannya. Masih baru ngumpulin nyawa masa harus pusing pusing mikirin kemana perginya vahan. Kan males banget
Setelah pelajaran usai, billby segera pergi ke ruang guru yang ada di lantai paling atas. Menunggu Jack selesai dengan pekerjaannya.
Di ruangan yang penuh komputer tersebut billby mondar mandir hingga ia melihat tumpukan kertas tentang biodata siswa.
Tiba tiba otaknya memikirkan sesuatu. Ia segera mencari biodata vahan lalu memotretnya. Tenang. Dia gak naksir kok sama vahan. Yang ia cari di biodata itu hanya tempat tinggalnya saja
•••
"Om.. belakangan ini om sibuk apa di sekolah? Apa mau ada acara?" Tanya billby saat mereka sedang dalam perjalanan pulang
Jack mengangguk "om mau buka kelas basket buat anak kelas tiga"
Billby menatap Jack tidak percaya "lah.. katanya kelas tiga harus fokus belajar doang"
Jack mengelus setir mobil dengan ibu jarinya "biar mereka gak frustasi. Makanya om sibuk banget karena harus nyari cara biar bisa buka kelas basket tanpa mengganggu pelajaran mereka"
Billby mengangguk paham "ada yang cewek om?"
Jack tersenyum "kamu mau ikutan? Kamu kan gak suka olahraga yang terlalu berkeringat"
"Aku mau kok"
Jack mengerutkan dahinya bingung "kenapa tiba tiba?"
Billby mengendikkan bahunya sekilas "pengen tinggi aja"
Jack tertawa. Namun, setelah nya ia menatap billby dengan serius "apa ada yang ngejek kamu?"
Billby menggelengkan kepalanya "enggak. Cuman kadang kadang ada yang nanya umurku katanya aku kayak kelihatan lebih kecil dan lebih pendek dari anak anak SMA lainnya"
"Kan kamu memang gak seumuran. Wajar kalo kamu kelihatan lebih pendek. Nanti juga kalo kamu dah seumur mereka, kamu bakal tinggi" tutur Jack
"Oh ya om, nanti yang jadi pembimbing nya siapa?"
Jack membasahi bibir bawahnya "om"
Billby melotot tidak percaya "seriusan? Om lagi?" Wajar saja kalau billby terkejut. Karena omnya itu sudah menjadi pembimbing basket anak anak kelas satu dan dua. Dan, sekarang.. astaga.
Selain itu, pekerjaan Jack di sekolah ini juga banyak sekali. Masa iya masih harus ditambah jadi pembimbing anak kelas tiga
"Cuman kelas 3A doang. Lagian kamu tahu sendiri kalo om suka basket. Jadi,om gak bakal keberatan" balas Jack. Tiba-tiba ia flashback ke masa lalu.. Dulu semasa SMA nya Jack adalah ketua OSIS sekaligus kapten basket yang paling ganteng dari semua manusia di sekolahnya.
Mungkin semua cewek naksir dengan nya. Namun, karena Jack itu galak level mampus jarang ada yang berani mendekati nya apalagi mengungkap kan cinta
Dan, satu satunya cewek yang pernah Deket dengan si basket OSIS itu hanya Ceylon seorang. Ah,gadis itu.. Jack jadi merindukannya
"Nanti di rumah om mau ajarin billby main basket?" Tanya billby penuh harap
Jack tertawa kecil saat membayangkan ring basket yang setinggi 3,05 meter itu dimasuki oleh kurcaci di sebelahnya ini "boleh aja.. nanti om ajarin sampe kamu jago"
"Kira kira kelas basket nya kapan dimulai om?" Tanya billby yang tampak pinisirin
Hmmmh, tumben tumbenan
"Awal bulan"
Entah ada angin dari mana tiba tiba saja billby membayangkan vahan bermain basket dengan wajah yang penuh keringat. Tatapan matanya terfokus pada bola dan ring saja.. pasti tampan sekali. Tampan dan menggoda. Eh, astagaaa billby! Apa yang kamu pikirin? Billby segera menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran tidak jelas itu
"Ini pasti gara gara novel mama" batin billby yang malah menyalahkan benda mati
•••
Saat ini hari sudah sore. Billby tengah menggunakan setelan Jersey yang baru ia beli.
Tadi, sepulang sekolah billby meminta Jack agar membelikan baju tersebut. Awalnya Jack mengatakan lebih baik pesan dulu. Biar ada namanya. Namun, billby menolak. Katanya sore nanti ia mau mulai latihan basket menggunakan Jersey. Biar semangat dan kelihatan serius.
Dan, akhirnya billby berhasil mendapatkan barang tersebut. Barang yang kini sudah melekat di tubuhnya. Tampak lucu si billby kontet menggunakan Jersey
Jack tertawa menatap penampilan billby lalu tersenyum "sudah siap?"
Billby mengangguk dengan mantap "siap" balas billby sambil mengangkat jempolnya
Jack memindahkan bola basket dari tangan kanan ke tangan kirinya bergantian "kalo gitu kita mulai dari awal. Belajar memantulkan bola dulu" saat Jack hendak mencontohkan nya billby menyela
Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya "no! Langsung belajar masukin ring aja. Kalo menggiring bola aku dah ngerti. Dribbling namanya kan? Itu terlalu awal"
Jack menatap billby dengan heran. Darimana gadis itu mengetahui nya?
Billby yang paham dengan ekspresi Jack langsung merebut bola yang ada di tangan omnya itu. Lalu mencontohkannya. "Gini kan om?" Tanya gadis itu menatap Jack yang tampak terkejut
"Aku kan sering liat om main. Aku juga ada beberapa kali liat om ngajarin orang lain. Jadi aku tahu tahap awalnya" jelas billby
Jack menganggukkan kepalanya. Ponakannya ini memang cerdas "kalo gitu kita langsung ke passing. Tau passing?"
Billby berpikir sejenak. Ia berkacak pinggang Dengan satu tangan. Tangan lainnya memegang bola "hm? Passing ya? Ngoper kan? Passing itu ada tiga macam : yang pertama-chest pass. Yang kedua-bounce pass. Yang terakhir-overhead pass"
Jack ternganga. Tak menyangka billby sepaham itu dengan perbasketan. "Kamu betul. Kamu belum bisa kan?"
Billby memeluk bolanya dengan kedua tangan di depan dada "belum. Tapi, aku mau langsung masukin ke ring aja. Gimana? Boleh kan?"
"Mana bisa gitu. Kita belajar passing dulu. Karena kamu pintar gak bakal lama. Kita belajar satu jam. Nanti setengah jam terakhir sudah boleh belajar masukin ke ring" tutur Jack
Billby berbinar-binar. "Serius om?" Sekali belajar langsung boleh masukin ke ring? Menyenangkan
"Gak janji sih.. tergantung kualitas kamu"
Billby tampak kecewa namun, berikutnya ekspresi gadis itu berubah garang. "Okee! Liat aja.. billby bakal tunjukkin kemampuan billby yang sehebat Fir'aun" cerocos gadis itu
Sedangkan Jack tertegun. Hah? Fir'aun?
Ada ada saja ponakannya ini