HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Saat waktu pulang sekolah tiba, Helen yang sedang memasukkan buku buku pelajarannya ke dalam tas, tiba tiba melihat ada pesan wahtsapp masuk di ponselnya, dan ternyata dari Velo.
[ Jangan pulang dulu, tunggu aku sebentar ]
Helen tersenyum mambaca pesan dari Velo, jadi setelah memasukkan semua bukunya ke dalam tas, Helen tidak langsung meninggalkan kelasnya, dia memilih menunggu beberapa menit dulu, dan setelah sepuluh menit kemudian Helen baru meninggalkan kelasnya.
Saat baru keluar dari dalam gedung, Helen melihat Velo sudah berdiri di samping mobilnya, cowok itu tidak sendirian di sampingnya ada Exel dan juga Maxim, namun tidak ada Hana, mungkin cewek itu sudah ada di dalam mobil Velo pikirnya.
Helen tidak terlalu memikirkannya, dia berjalan terus menghampiri Velo.
''Katanya suruh nunggu, kok lo udah ada di sini?'' tukas Helen.
''Dari kelas lari dia, takut lo nunggu kelamaan, eh ternyata lo nya baru muncul'' sela Exel.
Helen mengulum senyum.
''Hel''
Helen menoleh dan melihat Maxim menghampirinya.
''Ada apa?''tanyanya.
''Gue mau minta maaf sama lo, karna sudah buat kaki lo terluka'' ucap Maxim.
Helen hendak mengucapkan sesuatu, namun Maxim kembali membuka mulutnya dan bicara yang membuat Helen kesal bukan main.
''Lagian lo kenapa sih, tega banget nindas Hana,
padahal dia sudah minta maaf'' gerutu Maxim.
''Heh, kalau kiranya lo masih nyalahin gue, gak usah minta maaf sekalian'' sentak Helen kesal.
''Lama lama gue bogem juga mulut lo, ngeselin banget'' gerutu Helen.
''Lo brani ha''
''Kenapa tidak'' sahut Helen sembari menarik kerah baju Maxim.
Velo dan Exel langsung memisahkan keduanya, Velo berusaha melepaskan tangan Helen yang menarik kerah baju Maxim, sedangkan Exel dia menarik Maxim ke belekang.
''Sudah ya sudah, ayo kita pulang'' ajak Velo membawa Helen masuk ke dalam mobilnya.
''Awas lo ya'' ancam Helen pada Maxim, sebelum akhirnya pintu mobilnya di tutup oleh Velo, lalu Velo segera masuk ke kursi kemudi dan menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran sekolah.
Sedangkan Maxim dia terus menatap mobil Velo dengan nafas naik turun, Exel yang berdiri di sampingnya menepuk nepuk pelan bahunya.
''Lo kenapa sih kayaknya benci banget sama Helen?'' tanya Exel.
''Gimana gue gak benci, orang dia selalu nindas Hana'' sahut Maxim.
''Lo segitunya bela Hana, lo beneran suka sama dia?'' tukas Exel membuat Maxim diam seketika.
''Kenapa lo diam?, lo suka kan sama Hana'' ucap Exel lagi.
Akhirnya mau gak mau Maxim mengakuinya. ''Iya, gue selama ini suka sama Hana'' ucapnya.
Exel langsung menghela nafasnya, ternyata dugaannya selama ini benar, kalau Maxim menyukai Hana.
''Gue gak masalah kalau lo suka sama Hana, tapi lo harus terima fakta, kalau kemarin Hana memang melakukan trik licik untuk menjebak Helen'' ujar Exel.
Maxim diam saja tidak menyahut.
''Satu lagi, meskipun lo gak terima kalau Hana di tindas sama Helen, bukan berarti lo ngajak Helen baku hantam, malu tahu, lo itu cowok'' imbuh Exel lalu berbalik dan pergi meninggalkan Maxim yang terpaku di tempatnya.
Sedangkan di dalam mobil, Helen masih terus mencaci maki Maxim, untuk melampiaskan kekesalannya, Velo yang duduk di sampingnya, hanya diam mendengarkan sembari fokus pada kemudinya.
''Lo, kok gak ikut marah juga kayak si Maxim?'' tanya Helen menoleh pada Velo.
''Kenapa aku harus marah?'' Velo balik bertanya.
''Ya biasanya lo kan juga gak terima kalau gue menindas si Hana'' jawab Helen.
''Karna aku tahu kalau Hana memang salah sama kamu, tadi juga aku yang menyuruh Hana mint maaf sama kamu, eh gak taunya malah berujung Maxim buat kaki kamu terluka'' tukas Velo.
Helen seketika terdiam, ternyata Hana minta maaf padanya karna di suruh oleh Velo, apa mungkin Velo tahu kalau kejadian kemarin itu Hana memang sengaja melakukannya pikirnya.
"Ah sudahlah, gue gak perduli" batin Helen.
''Vel, lo hari ini sibuk gak?'' tanya Helen.
''Enggak sama sekali, Nona Muda mau minta antar ke mana, saya siap mengantarkannya'' goda Velo.
Helen langsung memukul pelan lengan Velo.
''Apaan sih, jangan panggil panggil Nona Muda, gak lucu tahu'' ketus Helen kesal.
''Ok ok, gak bercanda lagi, kamu mau minta antar kemana, hem?'' tanya Velo sembari tersenyum.
''Ke makam Mama'' jawab Helen, membuat senyum Velo langsung menguap, Velo baru teringat kalau Helen sejak lahir sudah di tinggal pergi oleh Mamanya untuk selama lamanya, ternyata dirinya masih lebih beruntung di banding Helen pikirnya.
''Kamu gak mau beli bunga dulu buat ke makam Tante?'' tanya Velo.
Helen mengangguk. ''Iya, nanti tak jauh dari makam ada penjual bunga, beli di sana saja'' ucapnya.
''Oh, ok'' Velo langsung memutar kemudinya menuju pemakaman umum di pusat kota, lebih tepatnya pemakaman VIP untuk para penduduk Ibu kota yang kaya raya.
Velo menghentikan mobilnya tepat di depan toko penjual bunga yang di katakan oleh Helen, lalu mereka berdua turun.
''Hai, Nis'' sapa Helen pada penjaga toko bunga yang bernama Nisa.
''Eh Kak Helen, mau ke makam Mamanya ya'' sahut Nisa ramah, seorang gadis yang usianya masih di bawah Hele, gadis itu terlihat seperti sudah kenal dekat dengan Helen.
''Iya'' sahut Helen tersenyum.
''Bunga seperti biasa ya Kak'' ucap gadis itu lalu pergi untuk mengambil bunga yang biasa di beli Helen, dan tak berselang lama gadis itu keluar kembali sembari membawa bunga mawar putih.
''Biar aku saja yang bayar'' ucap Velo, Helen menganggukkan kepalanya.
Velo langsung mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah dari dalam dompetnya, lalu di berikan pada Nisa semua.
''Kak, kebanyakan'' ucap Nisa.
''Ga papa, ambil saja kembaliannya'' tukas Velo.
''Ambil saja Nis, dia uangnya banyak'' sela Helen membuat Velo terkekeh kecil, begitu juga dengan Nisa dia juga tertawa.
Dan beberapa detik kemudian Helen tiba tiba merasakan perutnya mules, dan sudah tidak bisa di tahan lagi.
''Nis, aku mau numpang ke kamar mandi boleh?'' tanya Helen.
''Oh, boleh Kak, Kakak masuk saja ke dalam, nanti belok kiri, di situ kamar mandinya'' ucap gadis itu.
Helen mengangguk dan langsung berlari ke kamar mandi karna sudah tidak kuat.
''Em, maaf, Kaka pacarnya Kak Helen ya?'' tanya Nisa sembari menyerahkan buket bunga mawar putih pada Velo.
''Bukan, saya tunangannya'' jawab Velo.
''Benarkah, waahhh, Kaka beruntung banget bertungan dengan Kak Helen'' ucap Nisa.
Velo langsung mengerutkan dahinya. ''Kenapa bisa begitu?'' tanyanya penasaran.
''Iya, karna Kak Helen itu orangnya baik banget, terus dia itu royal banget'' jawab Nisa.
''Benarkah?'' tanya Velo.
Nisa mengangguk. ''Tentu, Nisa tahu kalau di rumah Kak Helen ada kebun mawar putih yang sangat luas, tapi Kak Helen tetap membeli bunga mawar putih di sini kalau mau ke makam Mamanya, terus setiap hari peringatan kematian Mamanya, Kak Helen selalu ngasih Nisa sama Ibu Nisa sembako dan uang yang jumlahnya sangat banyak, terus penjaga makam yang jumlahnya ada sepuluh orang semuanya juga di kasih sama Kak Helen'' ungkap Nisa yang terlihat sangat bangga saat menceritakan tentang Helen.
Velo tidak bisa berkata apapun lagi tentang Helen, ternyata tunangannya sebaik dan sedermawan itu, dan satu lagi tunangannya tidak pernah mengumbar kebaikannya.
"*Nanti kalau sudah sampai rumah Velo akan bersujud di kaki Mama, karna Mama sudah memberikan calon istri yang sangat baik untu*k Velo " batin Velo.
dan terlalu memanjakannya
sehingga dia gak nyadar diri bahwa dirinya hanya anak pembantu
makanya jangan jadi orang manipulatif
sekarang kena getahnya kan
liat aja jika dari rumah sakit lalu diusir dari rumah
mau kerja dimana yg gajinya gede
hah mikirngak sii kamu tuh egois banget🤔🤔
apa karna terlalu dimanja sama ibunya,, semua uang gaji ibunya dikasihkan semua
tak punya uang sisa gajihan
ckckck
sungguh malangbnasib ibumu punya anak sperti dirimu
hati hati patah hati berkali kali om😁😁😁
coba kalo tulus dalam persahabatan
Exel pasti suka
liat aja saat ada Rania dia enjoy
Karena apa dia tulus berteman
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣