" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .
......
Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .
" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .
" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .
" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.
" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.
next
yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 siapa itu
Baca dulu Bab sebelumnya .
..........
Sean menuruni tangga dengan pakaian casual nya sehabis mandi dan ikut duduk diruang tamu .
" Om, Tan" Sean bersalam pada kedua orang tua Shania yang masih merupakan kerabat dekat keluarga mereka .
" Sean " panggil Shania yang menatap Sean dengan tatapan terpesona nya .
" Sean Om lihat-lihat semenjak perusahaan di pimpin oleh kamu sebulan ini income nya sangat maju pesat bahkan saham nya langsung go publik untuk beberapa cabang perusahaan baru di bulan ini " ucap Papa Shania yang melihat hal itu secara langsung di dunia bisnis .
" Iya Om, aku merevisi beberapa kebijakan dalam perusahaan" jawab Sean .
" Termasuk mengganti karyawan dan staf " ucap Papa menyinggung hal itu mumpung didepan Ayahnya Sean .
" Ya, Aku mengganti lebih dari 40% karyawan yang bekerja tidak pada bidangnya " pernyataan Sean yang tidak memungkiri hal itu juga sekalipun didepan Ayahnya .
" Tapi Sean keputusan kamu itu membuat banyak dari kerabat kita kehilangan pekerjaan nya " ucap Mama Shania karena adiknya juga termasuk kedalam deretan orang yang Sean pecat, padahal susah payah dia memasukkan adiknya ke perusahaan besar melalui relasi Ayah Sean .
" Didunia pekerjaan mereka yang tidak memiliki kompetensi apalagi tidak memenuhi kualifikasi akan tertinggal dan tidak ada yang bisa disalahkan atas itu " pernyataan Sean .
" Tapi dalam budaya keluarga besar kita membantu sesama anggota keluarga adalah kewajiban " ucap Mama Shania .
" Itu Tante tau yang kewajiban itu hanya membantu bukan mempekerjakan, lagian aku hanya memecat orang-orang tidak kompeten dan tidak memberikan manfaat di perusahaan malah merugikan " ucap Sean yang mendapati banyak sekali kasus korupsi dan penggelapan dana.
Ting
" Ayang udah sampai?" pesan singkat Ara .
" Udah Baby, ini baru selesai mandi" jawab Sean .
" Wahhhh, pasti sudah wangi dan ganteng" emoticon mengedipkan mata yang dikirim Ara .
" Jangan menggodaku " balas Sean senyum-senyum sendiri sampai lupa situasi dimana dia berada .
...........
" Aku sudah menyerahkan segala urusan kepemimpinan perusahaan kepada Sean dan segala keputusan berada ditangannya aku tidak punya hak apa-apa lagi " ucap Ayah berbicara pada Papa Shania yang mengalihkan perhatian Sean yang sebelumnya sibuk dengan ponsel sampai mengabaikan orang-orang disekelilingnya.
" Keputusan apa?" pertanyaan Sean yang tidak menyimak pembicaraan sedari tadi .
" Sean, Om meminta kamu untuk memberikan keringanan atas tuntutan yang kamu layangkan pada Adik Om " ucap Papa Shania rada memohon .
" Aku hanya menuntut apa yang sudah dia ambil dari keluarga kami, selebihnya itu adalah konsekuensi atas apa kesalahan yang dia lakukan " pernyataan tegas Sean .
" Harus dia berpikir seribu kali untuk melakukan korupsi , jangan mentang-mentang Ayahku percaya dia jadi seenaknya " ucap Sean lalu berjalan pergi menaiki tangga menuju kamarnya karena sudah tau inti dari pembahasan Ayah Shania hingga datang langsung kerumah nya .
Sean tidak akan merubah keputusan nya!.
Sesampai dikamar Sean berbaring diatas ranjang nya lalu menelfon Ara .
" Baby, mana wajahnya?" pertanyaan Sean menatap ponselnya yang sedang melakukan panggilan vidio tapi yang terlihat hanya plafon kamar Ara .
" Ayang, aku belum mandi , masih ngantuk kita Vc nya nanti aja ya " suara serak Ara .
" Tidak, aku mau sekarang. Cepat perlihatkan wajahmu Baby" ucap Sean.
" Mmmmh, tapi, "
" Baby " suara tegas Sean yang membuat Ara langsung mengarahkan kamera padanya .
Sean mengulum senyum melihat Ara yang berbaring dengan rambut berantakan nya .
" Kalau kamu tidur lalu yang Chat aku 10 menit yang lalu siapa?" pertanyaan Sean .
" Ara lagi bobok terus keingit Ayang udah sampai apa belum makanya chat " jelas Ara mengatakan yang sebenarnya.
" Tapi Ayang malah telfon" kata Ara menguap pertanda kantuknya belum terlepas sempurna.
" Apa aku tidak boleh menelfon pacarku?" ucap Sean yang kadang rindu Ara juga.
" Boleh, tapi Ara pengen bobok " kata Ara mengucek matanya .
" Tidurlah, aku juga akan berkerja tapi jangan tutup telfonnya " ucap Sean yang diangguki Ara .
" Sandarkan ponselnya ke pot lampu tidur " ucap Sean yang masih ingin melihat wajah Ara .
" Nanti Ayang matiin aja ya, Ara benar-benar ngantuk" kata Ara mengembang selimutnya yang diangguki Sean.
Sean duduk bersandar ke kepala ranjang lalu membuka laptop nya untuk melanjutkan pekerjaan nya .
Tok
Tok
" Masuk " ucap Sean ketika seseorang mengetuk pintu kamar nya .
" Ehhhh, Ibu " ucap Sean ketika Ibunya yang masuk .
" Duduklah " kata Sean bergeser sedikit ketengah agar Ibunya bisa duduk ditepi ranjang .
" Kamu sedang apa nak?" tanya Ibu duduk berhadapan dengan Sean .
" Aku hanya mengecek beberapa email yang dikirimkan Bimo, ada apa Bu?" pertanyaan Sean menatap Ibunya dengan seulas senyum .
" Kata Ayah nanti malam kita akan mendampingi nya menghadiri acara bisnis di hotel X jam delapan " kata Ibu memberitahu.
" Kenapa kita bertiga?, bisanya hanya kalian berdua?" pertanyaan Sean karena tidak biasanya begini .
" Ayah berkata ingin pergi bersama " ucap Ibu .
Uhukkkk
Uhukkkk.
Ibu yang duduk berlawanan dengan Sean langsung menatap dengan kepo ketika mendengar suara batuk wanita dari ponsel Sean yang disandarkan ke laptop di pangkuan nya .
" Sean siapa itu nak?" ucap Ibu akan mengambil ponsel Sean namun di cegahnya .
" Ibu katakan pada Ayah aku tidak mau pergi " ucap Sean yang langsung mengubah ekspresi wajah damai Ibu .
" Sean, ikutlah jangan membuat Ayah marah lagi, dia hanya ingin pergi keacara bersama" ucap Ibu .
" Tapi selama beberapa tahun ini Ayah tidak pernah membawaku lagi " ucap Sean yang kadang juga iri melihat anak laki-laki yang menghadiri acara bisnis bersama Ayahnya .
" Itu karena kamu selalu menentang dan ribut dengan Ayah setiap bertemu, Sean cobalah untuk menurut pada Ayah sebenarnya dia sangat menyayangi kamu nak " ucap Ibu mengelus-elus lengan Sean.
" Sekarang usia kamu sudah 29 tahun dan kamu masih tidak akur dengan Ayahmu, umur tidak ada yang tau entah berapa lama lagi kalian akan bertemu " ucap Ibu yang membuat Sean langsung meletakkan laptop di pangkuan nya .
" Ibu, mengapa berkata begitu " lirih Sean memeluk ibunya, walaupun Sean sering melawan tapi dia juga menyayangi Ayahnya .
Sean tidak bisa membayangkan kalau Ayah nya meninggal .
" Ibu lelah berada di tengah kalian yang selalu bertengkar dan berbeda pendapat" ucap Ibu mengelus kepala Sean yang bersandar di pelukan nya .
" Itu semua karena Ayah yang terlalu keras kepala dalam mempertahankan pendapat nya " pernyataan Sean .
" Dan kamu adalah duplikat nya sehingga kalian selalu berdebat mempertahankan pendapat masing-masing " ucap Ibu .
" Iya juga " Sean berpikir ulang ke masa lalu menyadari kalau dia dan Ayah nya adalah dua orang dengan karakter yang sama .
mungkin itu adalah alasan mengapa mereka selalu berdebat karena sama-sama keras kepala .
" Jadi ikutlah ke pesta seperti keinginan Ayah" ucap Ibu .
Dan harus lebih berjuang dengan keras lagi untuk mendapatkan restu. Bukan hanya Ara yang harus dituntut untuk mengikuti aturan di keluarga Sean saja
Ara pergi agak jauh dulu jujurly aku penasaran Ara anak siapa yah dari sekian novel kan mafia semua