NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengantin Baru

Kembali ke kota untuk menempuh pendidikan lagi. Kali ini dengan status berbeda, bukan lagi "Seatap dengan Mantan" melainkan "Mantan tapi Menikah"

Jeviza menggelengkan kepalanya menyadari pikirannya. Ia lalu mengikuti Kean dan terkejut saat sosok Kean berhenti begitu saja di depannya.

Punggung itu, hanya dilihat dari belakang saja sudah membuat jantung Jeviza mulai berdetak dengan cepat, apa lagi jika ia sampai membalikan badan.

Jangan balik, please

Jeviza bisa bernapa dengan lega saat Kean menarik tangannya tanpa menoleh, lalu mengisi sela-sela jari mereka.

Diam dengan senyum mengembang, Jeviza memperhatikan tautan tangan keduanya. Tidak terjadi apa-apa setelah malam pertama mereka. Selain masih canggung dengan status baru, keduanya juga sama-sama capek. Jeviza merasa belum siap dan belum kepikiran ke arah yang lebih intim sebagai pasangan suami istri, berbeda dengan Kean yang tinggal menunggu sampai Jeviza mengiyakan keinginannya.

Tetapi

Kean masih coba tahan, tidak gegabah sampai membuat Jeviza merasa tidak nyaman, sekalipun ia harus menahan mati-matian tadi malam. Melihat tubuh Jeviza meringkuk beberapa meter darinya tadi malam, tanpa sentuhan dan hanya memandang sampai ia puas dan terlelap sendiri.

Dari bandara, mobil yang mereka tumpangi langsung menuju ke rumah Arlo. Di dalam mobil, sesekali Jeviza melirik Kean, lalu menatap jalanan yang masih sama seperti beberapa hari lalu.

Jelas saja, mereka di Jakarta hanya 2 hari saja. Dan sore ini sudah kembali ke kota Jogja. Sama-sama masih kuliah, tetapi harus menikah. Tidak ada yang terpaksa dalam pernikahan ini, karena keduanya memang masih memiliki perasaan yang sama, hanya saja kecanggungan tidak bisa terelakan lagi, untuk Jeviza tentunya, karena jika Keandra, cowok itu hanya perlu menyeimbangkan Jeviza.

Jeviza terkejut saat sebuah tangan menarik pinggangnya, dan membuat tubuh keduanya semakin merapat.

"Kak, udah mau sampai," cicit Jeviza sebagai penolakan.

"Ya..terus?"

Jeviza menatap pada sopir di depannya, lalu menunjuknya. "Malu."

Kean menatap sopir tersebut sesaat, lalu beralih pada Jeviza. "Harus banget gue bilang kalau kita itu suami istri?"

Suami isti

Kata itu sekaan sihir untuk Jeviza, yang tadinya ingin protes jadi terurungkan. Lalu gelengan kepala terlihat dari Jeviza, masih dengan perasaan aneh karena setatus baru mereka.

Mobil berhenti di depan rumah Arlo. Keduanya turun dan menatap rumah yang membuat keduanya kembali dipertemukan. Saksi bisu yang membuat kedekatan mereka terjalin lagi.

"Mau pada bengong di situ? Masuk gih."

Suara Puspa yang timbul dari balik jendela dapur membuat Jeviza menoleh. Tetapi Puspa tidak terlihar karena terhalang mobil Arlo yang terparkir di garasi, hanya ujung rambutnya saja yang dapat dilihat oleh Jeviza.

"Kak Pus." Jeviza berlari dan segera memasuki rumah melalaui pintu samping.

Menyisakan Kean dengan tangan menggantung di udara. Kean ingin menarik pinggang Jeviza lagi, tetapi harus urung karena gadis itu sudah lebih dulu pergi.

Ia menyunggingkan senyumnya, menggelengkan kepalanya dan ikut melangkah masuk.

"Nggak usah bantuin, lo ke atas aja sana, bebersih dulu, kita makan malam bareng."

Jeviza diam, ia ingin membantu Puspa agar tidak terjebak berdua dengan Kean di lantai atas. Tetapi Puspa sepertinya tidak mengerti maksud Jeviza, jusrtu seperti memberi kesempatan.

"Buruan, Je. Kasian Kean nunggu tuh." Puspa melirik Kean yang masih berdiri tidak jauh dari sana.

Jeviza menoleh, mendapati Kean yang sedang berdiri sembari mengobrol dengan Arlo.

"Lagi ngobrol sama mar Ar, kok."

"Ya..itu sambil nungguin lo, peka dikit kek jadi istri."

Jeviza mengalah, ia berbalik badan dengan wajah kesal. Saat sampai di depan Kean, ia tidak mengatakan apa-apa, tetapi Kean sudah sadar lebih dulu. Ia berbalik badan dan menatap Jeviza sebelum meninggalkan Arlo dan mengajaknya untuk ke atas.

Tetapi entah kenapa, ajakan Kean ini menjadi alarm bahaya untuk Jeviza. Jujur saja dengan status mereka sekarang, Jeviza merasa sedikit waspada, Kean bisa saja melakukan lebih dari yang pernah ia lakukan selama ini.

Sampai di lantai atas. Keduanya terdiam, melirik pintu kamar masing-masing, aneh saja rasanya jika mereka harus terpisah.

Itu berlaku untuk Kean yang tidak menginginkan keduanya tidur terpisah, jika Jeviza, ia sedikit merasa lega, paling tidak ia tidak akan merasa semakin gugup dengan tidur bersama Kean di rumah Arlo yang penuh kenangan beberapa bulan ini.

"Guys! Kamar kalian di dekat balkon ya? Eyang yang nyiapin kemarin!"

Teriakan Puspa dari lantai bawah sontak membuat keduanya saling melirik.

Hening

Tidak ada yang bersuara terkecuali dada yang sama-sama berdebar hebat mendengar eyang telah mempersiapkan kamar untuk bersama.

Sudut bibir Kean tertarik ke atas, sangat tipis sampai tidak terlihat, namun tentu saja itu suatu kemenangan untuknya. Eyang benar-benar telah mempersiapkan semuanya. Selain pernikahan dadakan mereka, ternyata tempat tidur tidak luput dari perhatian wanita tua itu.

"Ayo," ajak Kean menoleh pada Jeviza.

Gadis itu masih diam, terlalu gugup untuk sekedar menggerakan kakinya menuju ke kamar baru mereka. Rasanya sangatlah mendebarkan hatinya.

"Jeviza," panggil Kean tidak melihat pergerakan dari Jeviza sama sekali.

"Apa perlu gue gendong?" tawaran dari Kean seketika melemaskan seluruh tubuh Jeviza. Gadis itu buru-buru menggeleng dan lari terlebih dahulu meninggalkan Kean yang menatapnya dengan sudut bibir tertarik ke atas. "Lucu banget sih? Kalau lagi malu."

Kean melangkah, menyusul Jeviza yang sudah lebih dulu masuk dan langsung menutup pintunya. Tidak dikunci memang, karena setelahnya Kean bisa membukanya, tetapi melihat tidak adanya gadis itu di dalam kamar dengan suara samar gemericik air di dalam kamar mandi membuat Kean kembali menyunggingkan senyumnya.

Kean tahu, Jeviza sedang menghindarinya, tetapi kamar bersama mereka saat ini tidak bisa membuat Jeviza benar-benar bisa terlepas, satu-satunya ruangan yang masih tersekat ialah kamar mandi.

"Sekarang lo bisa ngehindar, tapi enggak sengan nanti."

Sorot mata Kean penuh pada pintu kamar mandi yang tertutup rapat.

Sembari menunggu Jeviza membersihkan diri, Kean duduk di sofa panjang depan ranjang. Ia mengamati ruangan yang lebih besar dari kamarnya sebelumnya. Lalu terkekeh saat sebuah lemari saling bersisian. Pikirannya liar kemana-mana. Membayangkan jika Jeviza sedang berganti baju di depannya, atau Jeviza yang sedang memilih baju untuk ia kenakan.

Sampai pada akhirnya. Ketukan pada pintu kamar membuat Kean menyadarkan dari lamunan liarnya. Ia bangkit dan mendapati Puspa di depan pintu.

"Belum mandi, Ke?" tanyanya mendapat gelengan kepala Kean.

"Ya udah, mandi terus pada ke bawah ya? kita makan bareng, ada yang mau diomongin juga."

Setelah Puspa pergi. Kean kembali ke kamar dengan pintu yang sudah kembali ditutup rapat, lalu pandangannya jatuh pada pintu kamar mandi yang sudah terbuka sedikit. Kepala Jeviza muncul dengan wajah pucat.

Kean mendekat, paham akan kecemasan Jeviza. "Ada apa?"

Pertanyaan sangat sederhana Kean itu tidak mampu untuk langsung Jeviza jawab. Bibirnya kaku untuk sekedar menjawab jika ia lupa tidak membawa baju ganti.

Baru juga nikah kemarin, udah ada drama memalukan gini

1
dwi alfiah
kean bahasanya ampiuuun dah
Nita Nita
waduh parah nih x jev 😄😄😄🤣
Nita Nita
hah 😱
Aam Siti
🤭🤭🤭
Deky Suprapto
astaga🤣🤣 pesan dari Kean bikin berdesir sndri🤭
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
ditinggal 2thn aja masih love" ke jepi. aplgi cuma ada hileund bulu d kantor.. 😜
Reni Anjarwani
doubel up
Tulas Bundae Felli
ya ko GK ada adengan bangun tidur malu2 gitu mlh di tinggal meeting
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣ampun dah jepii
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
Ita Putri
wadduuhh
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
Nurs_tars
siap grak
Tulas Bundae Felli
kak mana ko blm up lagi sih, nanggung banget
Nikita
hareudang hareudang
Nita Nita
siap kak,,,, lanjut 🤣😄😄
Septi Wulandari
weeeiiii mantaapppp
hareudang kak🤭😍🤭🤭🤭
Herman Lim
aduh panas dingin ku disini Thor mana suami lagi dia rmh 🤪🤪
Herman Lim
bagus kompor u berhasil buat jevi meleduk😭😭🤪🤪
Herman Lim
di naikin donk ke jevi nya 😭
Herman Lim
aku ke bar² banget sih ngomong nya
Riria Raffasya Alfharizqi: iya kan? kaya yang uda perna aja
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
yah..yah.. udah panas inii,,,
lanjut maljum😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!