NovelToon NovelToon
CEO Yang Terjerat Pesona Sang Model

CEO Yang Terjerat Pesona Sang Model

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lalalicious

Demi membalas budi kepada orang tua angkat yang membesarkannya, Eros Forger, CEO muda sukses, rela menerima perjodohan meski sudah memiliki kekasih yang dicintainya, Lura.

Ternyata, calon istrinya adalah Zenaya Harper, supermodel internasional yang cantik, mempesona, dan berhati tulus.

Awalnya Eros berusaha setia pada Lura, tetapi kebersamaannya dengan Zenaya perlahan menggoyahkan hatinya. Akankah ia tetap bertahan pada cinta pertamanya, atau justru jatuh cinta pada wanita yang semula tak pernah ia inginkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalicious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PEWARIS TANPA IKATAN DARAH

BAB 1

Langkah kaki seorang pria tampan bergema pelan di lantai marmer lobi gedung pencakar langit yang menjadi pusat kerajaan bisnisnya. Jas hitam mewah yang membalut tubuh tegapnya tampak sempurna, memancarkan aura elegan sekaligus berwibawa.

Tatapannya setajam mata elang, rahangnya tegas, dan setiap gerak-geriknya memancarkan karisma yang sulit diabaikan. Dengan gerakan tenang, ia melepas kacamata hitam yang menutupi sepasang mata dinginnya, memperlihatkan sorot penuh kewibawaan yang seketika membuat suasana menjadi hening.

Di belakangnya, beberapa ajudan berbadan tegap dengan setelan hitam berjalan mengikuti setiap langkah sang bos. Mereka menjaga jarak yang rapi, selalu waspada terhadap keadaan sekitar.

Begitu pria itu memasuki area utama perusahaan, seluruh karyawan yang telah berbaris di sisi lobi serempak menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan.

"Selamat pagi, Tuan."

Sapaan itu terdengar hampir bersamaan, menggema memenuhi ruangan megah tersebut. Sosok pria itu bukan hanya dikenal sebagai CEO termuda, tetapi juga sebagai pemilik perusahaan terbesar di negaranya.

Tak sedikit karyawan wanita yang diam-diam mencuri pandang. Wajahnya yang nyaris sempurna, dipadukan dengan pembawaan dingin dan berkelas, membuatnya tampak bak dewa Yunani yang turun ke dunia manusia. Namun, tak seorang pun berani menatapnya terlalu lama.

Tanpa menghiraukan tatapan kagum di sekelilingnya, pria itu tetap melangkah dengan ekspresi datar. Di sampingnya, sang sekretaris berjalan sambil membawa tablet berisi jadwal dan dokumen penting hari itu.

Mereka berhenti di depan sebuah lift eksklusif yang hanya dapat diakses oleh CEO dan orang-orang tertentu. Pintu lift terbuka secara otomatis setelah sistem mengenali identitas sang pemilik perusahaan.

Pria itu melangkah masuk bersama sekretarisnya. Sementara itu, para ajudan hanya berhenti tepat di depan pintu lift, berdiri tegak dengan tangan terlipat di depan tubuh. Mereka memahami batas tugas masing-masing; tak seorang pun diizinkan memasuki area privat yang dikhususkan bagi sang CEO.

Saat pintu lift perlahan menutup, bayangan sosok pria berkarisma itu menghilang dari pandangan, meninggalkan kesan hormat sekaligus kekaguman di hati setiap orang yang menyaksikan kedatangannya.

Eros Forger. Nama itu kini telah dikenal luas di kalangan pebisnis dan masyarakat kelas atas. Nama keluarga Forger melekat begitu erat pada dirinya, seolah-olah ia memang terlahir sebagai bagian dari keluarga tersebut.

Di usianya yang baru menginjak 28 tahun, Eros telah menjelma menjadi salah satu pengusaha muda paling sukses dan berpengaruh. Kecerdasan, ketegasan, serta kerja kerasnya membuat namanya disegani di dunia bisnis. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui kisah di balik kehidupannya yang tampak sempurna.

Eros bukanlah putra kandung keluarga Forger.

Ia adalah anak semata wayang dari sahabat dekat pasangan Erwin Forger dan Alice Forger. Takdir yang kejam merenggut kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan pesawat saat Eros baru berusia lima tahun. Sejak hari itu, hidupnya berubah untuk selamanya.

Melihat putra sahabatnya kehilangan segalanya dalam sekejap, Erwin dan Alice tidak sanggup membiarkannya menghadapi dunia seorang diri. Terlebih lagi, pasangan itu belum pernah dikaruniai seorang anak karena Alice tidak bisa hamil.

Dengan penuh kasih sayang, mereka membawa Eros ke dalam keluarga mereka dan membesarkannya layaknya darah daging sendiri.

Hari demi hari berlalu, dan hubungan mereka tidak lagi sekadar antara orang tua angkat dan anak asuh. Eros tumbuh dengan cinta yang tulus, perhatian yang tak pernah kurang, serta kehangatan keluarga yang selama ini hampir hilang dari hidupnya.

Karena itulah, Erwin Forger mempercayakan seluruh kerajaan bisnis keluarga kepada Eros. Bukan hanya karena kemampuan luar biasa yang dimiliki pemuda itu, tetapi juga karena Erwin telah menganggapnya sebagai putranya sendiri.

Di mata sang kepala keluarga, Eros adalah pewaris yang paling pantas untuk meneruskan segala yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Perasaan yang sama juga dimiliki Eros.

Ia begitu menghormati dan menyayangi Erwin serta Alice. Bagi Eros, mereka bukanlah orang tua angkat, melainkan keluarga sejatinya. Mereka adalah orang-orang yang mengisi kekosongan dalam hidupnya, memberikan kasih sayang tanpa syarat, serta menghadiahkan segala hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Sejak kecil hingga dewasa, Eros selalu menjadi satu-satunya putra yang dimanja, diperhatikan, dan dibanggakan oleh keluarga Forger. Setiap pencapaian yang diraihnya membuat Erwin dan Alice merasa bangga seolah melihat darah daging mereka sendiri tumbuh menjadi pria luar biasa.

Dan kini, berdiri di puncak kesuksesan dengan nama besar Forger yang disandangnya, Eros berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menjaga keluarga itu, sebagaimana keluarga itu telah menjaganya selama ini.

Malam mulai menyelimuti kota Brussels dengan gemerlap lampu yang menghiasi setiap sudut jalan. Setelah menyelesaikan seluruh pekerjaannya di perusahaan, Eros akhirnya kembali ke mansion keluarga Forger.

Mobil mewahnya memasuki halaman luas yang dipenuhi taman-taman indah. Begitu kendaraan itu berhenti di depan pintu utama, beberapa pelayan segera berbaris rapi menyambut kepulangannya.

"Selamat malam, Tuan Eros."

Eros hanya membalas dengan anggukan tipis sebelum melangkah masuk ke dalam mansion.

"Aku pulang."

Suara beratnya menggema di ruang tengah yang megah.

Tak jauh dari sana, Erwin dan Alice Forger sedang duduk santai di sofa sembari menikmati secangkir teh hangat.

"Wah, anak Mommy sudah pulang!"

Alice langsung bangkit dari duduknya dan berlari kecil menghampiri putra kesayangannya.

Tanpa ragu, wanita paruh baya itu mengecup lembut kening Eros.

Kebiasaan itu tak pernah berubah sejak Eros masih kecil. Dahulu, setiap Eros pulang sekolah, Alice selalu menyambutnya dengan kecupan di dahi. Hingga kini, meski Eros telah tumbuh menjadi pria dewasa, kebiasaan sederhana itu tetap dipertahankan.

"Capek tidak, nak?" tanya Alice sambil mengusap lembut pipi putranya.

Eros tersenyum tipis.

"Tidak, Mom. Hari ini jadwalku tidak terlalu padat. Pertemuan dengan para kolega juga tidak banyak."

"Syukurlah."

Alice menggandeng tangan Eros menuju sofa.

"Duduk dulu, ya. Mommy dan Daddy ingin membicarakan sesuatu yang cukup serius."

Eros mengernyitkan dahi.

"Soal apa, Mom?"

Erwin meletakkan cangkir tehnya sebelum menatap Eros penuh kebanggaan.

"Bagaimana keadaan perusahaan? Semuanya berjalan lancar?"

"Sangat lancar, Dad. Tidak ada kendala berarti."

Erwin mengangguk puas.

"Bagus. Daddy benar-benar bangga padamu. Di usiamu yang sekarang, kamu sudah mampu memimpin perusahaan sebesar ini. Bahkan teman-teman Daddy tidak berhenti memujimu."

Eros tersenyum hormat.

"Terima kasih, Dad. Apa pun yang kulakukan, semuanya untuk Mommy dan Daddy."

Mendengar jawaban itu, senyum Alice semakin mengembang.

"Kalau begitu..." ucapnya sambil menatap wajah tampan putranya dengan jahil.

"Anak Mommy yang tampan ini sudah punya pacar belum?"

Pertanyaan itu membuat Eros terdiam sesaat.

Nama seorang gadis langsung terlintas di benaknya.

Lura.

Wanita yang telah mengisi hatinya selama tiga tahun terakhir.

Sebenarnya, Eros sudah lama ingin memperkenalkan Lura kepada Erwin dan Alice. Namun, kesibukan Lura yang sedang menempuh pendidikan di Australia membuat rencana itu terus tertunda.

Mereka belum pernah memiliki kesempatan untuk mempertemukan kedua orang tua angkatnya dengan wanita yang dicintainya.

"Memangnya kenapa, Mom?" tanya Eros hati-hati.

Alice saling melirik dengan Erwin, lalu tersenyum penuh arti.

"Begini, Sayang... Mommy dan Daddy ingin menjodohkanmu dengan putri sahabat kami."

Deg!

Jantung Eros seolah berhenti berdetak.

Seketika senyum di wajahnya menghilang. Tatapannya berubah datar, meski ia berusaha tetap terlihat tenang.

"Kamu masih ingat Zenaya, kan?" tanya Alice antusias. "Waktu kecil kalian pernah bertemu."

Eros mencoba mengingat-ingat.

"Seingatku... iya. Tapi aku sudah lupa wajahnya. Waktu itu aku masih kecil dan tidak terlalu memperhatikannya."

Alice bertepuk tangan kecil dengan wajah berbinar.

"Sekarang Zenaya sudah tumbuh menjadi wanita yang luar biasa cantik. Dia juga sangat baik dan sopan. Bahkan sekarang dia menjadi model internasional. Saat ini dia tinggal di Paris karena mendapat kontrak sebagai brand ambassador ternama."

Nada suara Alice dipenuhi rasa bangga.

"Hebat sekali, bukan?"

Eros hanya terdiam.

Tak sepatah kata pun keluar dari bibirnya.

Erwin ikut tersenyum.

"Zenaya anak yang baik. Daddy yakin kalian akan cocok."

Namun, bagi Eros, setiap pujian itu terdengar semakin jauh.

Pikirannya kini dipenuhi oleh satu nama.

Lura.

"Apa yang harus kulakukan?"

"Haruskah aku menolak?"

"Tapi... Mommy dan Daddy terlihat begitu bahagia."

"Bagaimana dengan Lura?"

"Apa yang harus kukatakan kepadanya nanti?"

"Eros?"

Suara Alice membuyarkan lamunannya.

"Eros..."

Wanita itu melambaikan tangan di depan wajah putranya.

Eros tersadar.

"Ah... iya, Mom?"

"Kamu melamun."

Alice menggenggam kedua tangan Eros dengan lembut.

"Kalau kamu tidak setuju dengan perjodohan ini, tidak apa-apa. Mommy dan Daddy tidak akan memaksamu."

Kalimat itu justru membuat hati Eros semakin sesak.

Ia memandang wajah Alice yang tersenyum lembut.

Meski wanita itu berusaha terlihat tenang, Eros dapat menangkap secercah harapan di balik sorot matanya.

Ia tahu...

Alice sangat menginginkan pernikahan itu terjadi.

Perlahan, Eros membalas genggaman tangan wanita yang telah membesarkannya sejak kecil.

"Aku setuju, Mom."

Alice membeku beberapa detik.

"Serius?"

Eros mengangguk sambil memaksakan seulas senyum.

"Apa pun keputusan Mommy dan Daddy... aku akan menerimanya. Aku percaya, kalian selalu menginginkan yang terbaik untukku."

Air mata haru langsung menggenang di pelupuk mata Alice.

Tanpa menunggu lebih lama, ia memeluk erat putra kesayangannya.

"Mommy sangat menyayangimu, Nak. Mommy yakin... kamu akan bahagia bersama Zenaya."

Eros membalas pelukan itu.

Namun senyum di wajahnya tak pernah benar-benar sampai ke hatinya.

Erwin ikut tersenyum lega.

"Kalau begitu, Dady akan mengatur jadwal pertemuan dengan keluarga Harper, sekaligus makan malam bersama."

Alice mengangguk penuh semangat.

Sementara itu, Eros hanya duduk diam.

Tak ada penolakan.

Tak ada protes.

Hanya keheningan yang memenuhi dadanya.

"Mungkin... memang sudah seharusnya aku mengorbankan cintaku."

"Mommy dan Daddy telah memberiku kehidupan, kasih sayang, dan keluarga. Mana mungkin aku menyakiti hati mereka hanya demi kebahagiaanku sendiri?"

"Sekarang... yang harus kupikirkan adalah bagaimana menjelaskan semua ini kepada Lura."

1
Red Blossom
Makasih thor
falea sezi
lanjut moga cerai 😒
falea sezi
🤣🤣 Eros Eros lu pelaku tukang selingkuh ehh belagakk korbann
falea sezi
elehh prett ujungnya balikan🤣🤣 gunanya minggat apa 🤣🤣🤣 males skip aja
falea sezi
Eros uda pernh tidur belom ma lura🤣pasti. udah kan
falea sezi
🤣🤣 laki serakah kayak lu g pantes dpet kesempatan kedua
falea sezi
kasian lucian😕 yg tulus lo itu zenaya
falea sezi
males klo. ujungnya balik🤣 g ada beda ma novel lain di sakiti ujungnya balik demi anak katanya alah prettttt😒
falea sezi
pokok harus cerai
falea sezi
gk ada maaf buat penghianat
falea sezi
kapok
Viora Yorticia
keren
Red Blossom
Setuju thor, jangan sampe anaknya keburu lahir kaya cerita2 yg lain.
Eneng Farida
laki2 plin plan kitu jgn kasih kesempatan zenaya
Red Blossom
Thor kok Eros tidak ada tindakan tegas untuk Lura? Padahal Lura sudah memprovokasi Zenaya
Eneng Farida
laki2 seperti eros pantas d cerai kan kmu berhak mendapatkan laki2 baik zenaya yg tulus mencintaimu bukan laki2 yg terlambat menyesal baru cinta
Viora Yorticia: Terima kasih kk sudah membaca😍🫰
total 1 replies
Eneng Farida
makan tuh nanti penyesalan mu eros zenaya sudah kecewa berat jangan mau kembali zenaya makan tuh cinta pertama kmu s lura soalnya penghianat cocok sm penghianat jga
Viora Yorticia
makasii kakak udah baca😍😍
merry
bgus sm Lucian tuu Zen
Viora Yorticia: makasi kakak udah baca😍
total 1 replies
merry
heran msk ceo sekelas Eros gk tau kelakuan lura dan Zen juga model terknl msk gk bs cari tau kelakuan lki ya
Viora Yorticia: karena Eros punya uang jadi bisa nutupin semuanya🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!