NovelToon NovelToon
Anak Kembar Mafia

Anak Kembar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.

Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.

"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."



Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Hening di dalam mobil yang dikendarai Marco menuju kontrakan, tenggorokannya tercekat tak mampu bicara. Pandanganya lurus ke depan, tapi hatinya berdebar tak menentu.

Setiap kali Marco melirik sekilas ke samping di mana Yasmin duduk. Raut wajah wanita itu seolah menyatu dengan bayangan Fatir, sementara Fathia lebih dominan ambil wajahnya sendiri jika diperhatikan secara saksama.

Ingatan Marco kembali pada tes DNA yang sedang diproses, dan keyakinan di dadanya perlahan menguat, kini mendekati angka tujuh puluh lima persen, semakin yakin bahwa kedua anak kembar itu darah dagingnya, buah dari peristiwa di klub malam.

Dua orang itu larut dalam pikiran masing-masing. Yasmin yang secara kebetulan menoleh ke arah Marco, mata mereka pun akhirnya bertemu, tapi secepatnya Yasmin berpaling ke arah kaca samping, tapi tetap waspada agar Marco memegang janji untuk tidak berbuat macam-macam. Walau pria itu telah menolongnya bukan berarti ia sudah mempercayai Marco seratus persen.

"Yasmin..." Panggil Marco, setelah beberapa detik kemudian.

"Saya..." ucap Yasmin menyembunyikan perasaan takutnya.

"Emmm... saya perhatikan setiap pulang bekerja tidak ada yang menjemput, memang kemana suami kamu?" Tanya Marco memastikan, walau hasil penyelidikan anak buahnya mengatakan bahwa Yasmin belum bersuami.

"Sudah mati!" Ketus Yasmin, tiba-tiba wajah wanita itu memerah.

Marco seketika diam, rasa takut dan bersalah mencengkeram dadanya. Keduanya kembali diam hingga beberapa menit kemudian.

"Anak kamu berapa?" Lanjutnya memberanikan diri.

"Dua, anak saya kembar," jawab Yasmin, tiba-tiba wajahnya sumringah membayangkan Fatir dan Fathia akan senang setelah menerima oleh-oleh dari nyonya Susana yang ia letakkan di pangkuan.

"Wow, kembar? Pasti lucu ya, kapan-kapan saya boleh kenalan?" Marco tersenyum karena mulai ada celah untuk menanyakan tentang anak-anak.

"Asal bersama saya," Yasmin tidak mungkin melepas anak-anak sendiri dengan orang asing.

"Kalau boleh tahu, siapa nama anak-anak kamu?"

"Fatir Haikal dan Fathia Haifa"

Deg.

Marco seketika diam, tidak salah lagi dugaannya, bahwa Fatir dan Fathia memang anak-anaknya. Suasana kembali sepi, di tengah keheningan perjalanan itu, ingatan Marco kembali ke belakang saat enam tahun silam.

Flashback On.

"Tuan Marco, saya sudah siapkan wanita seperti yang Anda inginkan," ucap seorang wanita.

Marco yang sedang merokok menancapkan ke dalam asbak. Lalu menatap arah yang ditunjukkan oleh Sonya, Leny, dan Mila.

Dia mengedarkan pandanganya ke arah hiruk-pikuk para wanita yang sedang asik berjoget dan pesta minuman keras. Hingga pandanganya itu berfokus kepada gadis muda, polos, pakainnya rapat, berbeda dengan yang lain, tampak bingung dan ketakutan di antara kerumunan.

"Antarkan ke kamar saya," perintahnya tegas.

"Untuk itu mudah sekali Tuan... tapi gadis itu sama sekali belum disentuh, tentu saja harganya mahal," ucap tiga teman Yasmin.

Marco melempar segepok uang ke atas meja di depan Leny, Mila dan satu lagi temannya, kemudian pergi menunggu di kamar privat.

Malam itu, Marco membuktikan kata-kata Mila dan Leny, meniduri Yasmin yang dalam keadaan mabuk berat hingga tidak sadarkan diri. Setelah puas, Marco meninggalkan begitu saja menuju Markas.

Flashback Off.

Marco baru tahu setelah kejadian, bahwa gadis itu dikhianati dan dijual oleh teman-teman dekatnya sendiri. Marco yang memang sedang mencari gadis semacam itu segera mengambil kesempatan merenggut kesucian dan masa depan Yasmin. Jelas meninggalkan luka mendalam yang tak terhapuskan. Terlihat dari ketakutan Yasmin setiap bertemu dengannya belakangan ini.

Bayangan pahit itu membuat tenggorokannya tercekat. Ingin sekali mengaku, meminta maaf atas kejahatan dulu, tapi tidak mungkin ia mengungkapkan kebenaran itu sekarang. Jika Yasmin tahu bahwa ia adalah orang yang membeli dan merenggut segalanya, serta tahu bahwa teman-temannya sendiri yang mengkhianatinya, tidak membayangkan seperti apa kebencian wanita itu kepadanya.

"Rahasia ini harus ditutup rapat-rapat, yang harus aku lakukan terus berupaya untuk membuat Yasmin jatuh cinta," batin Marco tidak mau kehilangan anak-anaknya. Hanya dengan cara ini Marco akan menebus kesalahannya, menyayangi Yasmin dan membesarkan si kembar.

"Sudah sampai Tuan... terima kasih," ucap Yasmin menyadarkan lamunanan Marco hingga ngerem mendadak.

"Tunggu Yasmin," Marco membuat Yasmin yang akan membuka pintu pun menariknya kembali, lalu menoleh pria itu.

"Apa kamu tidak berniat untuk menikah lagi?" Pertanyaan itu tiba-tiba meluncur dari mulut Marco. Tentu saja membuat mata Yasmin melotot tajam.

"Untuk apa Tuan tanyakan itu? Saya terima kasih karena Anda sudah menyelamatkan nyawa dan mengantar saya! Tapi tidak boleh mengurusi pribadi saya!" Tandas Yasmin, tangannya mendorong pintu dengan cepat lalu keluar.

Marco terkejut, tidak menyangka Yasmin akan semarah itu. Ia menyesal, seharusnya tidak terburu-buru menanyakan soal jodoh.

Marco hanya diam memandangi Yasmin yang berjalan cepat melalui gang. Di mana siang tadi Fatir dan Fathia lewati. Begitu Yasmin tidak terlihat lagi, ia menoleh jok yang baru saja Yasmin duduki. Tangan Marco mengusap dan masih terasa panas bekas bokong Yasmin.

"Aku berharap, seiring berjalannya waktu, kita akan selalu bersama Yasmin," Marco menarik tangannya hendak melanjutkan perjalanan, tapi tatapannya tertuju pada paper bag Yasmin yang tertinggal. Marco tersenyum, akhirnya ada kesempatan juga untuk berkunjung ke kontrakan Yasmin dengan alasan mengantar barang bawaan tersebut.

Marco mencari tempat parkir yang tidak menganggu lalu lintas, akhirnya memilih menitipkan kendaraan di depan mini market seberang jalan. Sebelum melanjutkan niatnya ke rumah Yasmin, ia masuk ke mini market membeli oleh-oleh untuk Fatir dan Fathia.

Sementara Yasmin sudah tiba di latar sempit rumah kontrakan. Langkah kakinya terburu-buru, karena ingin segera bertemu anak-anak sampai tidak ingat oleh-oleh pemberian Susana yang ketinggalan di mobil.

"Yasmin..." seru bu Endang yang masih duduk di teras sambil mengamati rembulan malam seketika bangkit dari kursi.

"Saya, Bu..." Yasmin berdebar-debar melihat bu Endang berjalan terburu-buru seperti hendak menyampaikan sesuatu. Pikiran buruk tentang Fatir dan Fathia mencengkeram dadanya.

"Yasmin, video Fatir dan Fathia viral," ujar bu Endang menunjukkan video di handphone miliknya.

Yasmin menutup mulutnya ketika kedua anaknya menyemir sepatu dengan wajah belepotan. Like dan komentar membanjiri akun yang yang menyebarkan video tersebut.

"Astagfirullah... saya sama sekali tidak tahu, Bu," tubuh Yasmin seketika berkeringat. Entah seperti apa anggapan orang tentang dirinya yang membiarkan anak-anak menyemir seperti itu.

"Memang kamu menyimpan semir sepatu, Yas?"

 Yasmin mengangguk cepat, air matanya seketika bercucuran membasahi pipi, ketika ingatannya kembali ke lima tahun yang lalu, setelah melahirkan Fatir dan Fathia. Untuk menyambung hidup, ia menyemir sepatu di pinggir jalan. Karena hanya pekerjaan itu yang bisa Yasmin lakukan tanpa harus meninggalkan anak-anak. Ia tidurkan bayi-bayi mungilnya di dalam pos ronda, kemudian menyemir di sampingnya demi bertahan hidup. Anak-anaknya tidak rewel seolah tahu bahwa bundanya sedang berjuang. Pekerjaan itu ia lakukan hingga si kembar umur satu tahun.

"Saya menyimpan semir itu di lemari Bu..." lanjut Yasmin serak khas sedang menangis.

"Aku percaya Yasmin, anak-anak kamu itu memang luar biasa," kata bu Endang terharu.

"Kalau gitu, saya ke dalam dulu ya, Bu..." pamit Yasmin diangguki oleh bu Endang. Namun, saat hendak mengetuk pintu Yasmin menarik tangannya kembali ketika mendengar langkah kaki berjalan ke arahnya.

"Selamat malam..." ucapnya.

Bu Endang menelan ludah susah payah memandangi wajah tampan yang tersenyum ke arah Yasmin, tidak menyangka jika kontrakan sempit ini akan kedatangan tamu seperti itu.

Sementara Yasmin hendak berbicara sesuatu kepada tamunya, tapi tiba-tiba pintu kontrakan dibuka dari dalam.

"Bundaaaa..."

...~Bersambung~...

1
🌷💚SITI.R💚🌷
kan bener wati kiriman budimarco..haduih smg aja tr yasmin ga tantrum pas tsu semuay
@alfaton🤴
bener kan suruhan sang Marco......gimana kabarnya keluarganya Yasmin ya ....masa ga merasa kangen kasihan.....sejahat jahatnya mestinya ya masih punya rasa kangen ama anak ada cucunya lagi......udah lima tahun masa ga ingin ketemu sih
Eka ELissa
kan art kiriman Marco...🤣🤣🫣buat bantuin kmu di rumah yass
sbar dong Marco dia itu GK mudah percaya ma orang tau yass itu orang nya hati2 percaya ma orang..
ardiana dili
lanjut
vj'z tri
kan udah di bayar 😅
vj'z tri
ini pasti ulah Dady Marco 😅
🌷💚SITI.R💚🌷
ini wati di kirim budimarcopolo kayanya
Rina
Semoga kalian selalu bahagia ya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Lia siti marlia
marco bisa aja ngerayu nya pake kasih perhiasan 🤗🤗kalau yasmin gak mau buat aku aja 🤭🤭🤭🤭
hadeh siapa tuh cewe jangan jangan yang nyari marco lagi😌
Eka ELissa
jngn 2 itu art yg di kirim Marco buat bntuin kmu...yass....
entah lah hanya emak yg tau
Eka ELissa
Marco udh jatuh cinta pada pandangan pertama yass dgn mu TPI kmrin dia lgi eror mknya lupa ma kmu yass 🤣🫣
Teh Yen
siapa yah itu ?
🌷💚SITI.R💚🌷
sopo mene iki
🌷💚SITI.R💚🌷
Aamiin. smg perjuangan kamu berhasil ya marcopolo walau pastiy ga mudah
🌷💚SITI.R💚🌷
lbh aman ya marcopolo dr pada ketahuan mau sunat
@alfaton🤴
kayaknya art buat kamu Yas.....biasa sang Marco pastinya yang nyuruh.....
@alfaton🤴
kamu pasti bohong kan Mar.......ga mungkin lah seorang pria memberi perhiasan tanpa pamrih.......dah kalau Yasmin ga mau nerima buat aku aja sini Mar......toh kamu ga ada maksud apa apa kan daripada nanti kamu buang kan sayang 😂😂😂😂😂
ardiana dili
lanjut
@alfaton🤴
lewat kotak itulah Yas yang nantinya akan ada jalinan......dua hati jadi satu keluarga .......maka diterima ya Yas....
🌷💚SITI.R💚🌷
kan udh tau tujuanya ngelamar kamu..tp caray aja marcopolo yg nyeleneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!