NovelToon NovelToon
Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Dijual oleh keluarganya sendiri sejak kecil, Viona Lin tumbuh sebagai pembantu keluarga Jiang. Hidupnya berubah ketika ia dipaksa mendonorkan ginjalnya untuk menyelamatkan Dylan Jiang, pewaris keluarga yang berkuasa.

Mengetahui pengorbanan itu, Dylan membawa Viona pergi dari keluarga Jiang. Namun alih-alih mendapatkan kebebasan, Viona justru terjebak dalam perhatian dan obsesi Dylan yang semakin sulit ia hindari.

Ketika seorang pria bertekad menjadikan dirinya miliknya selamanya, masih bisakah Viona menemukan jalan untuk bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Beberapa saat kemudian, mobil Dylan memasuki halaman sebuah mansion mewah.

Mobil berhenti tepat di depan pintu utama.

Dylan turun lebih dulu, diikuti Jay, Viona, dan Bibi Ma.

Begitu memasuki rumah, Dylan langsung melepaskan dasinya sambil berjalan menuju ruang tamu.

“Jay,” panggilnya.

“Iya, Tuan.”

“Tunjukkan kamar untuk Bibi Ma dan Viona.”

“Baik, Tuan.”

Tanpa banyak bicara, Dylan duduk di sofa dan menyandarkan tubuhnya, sementara Jay mengajak Viona dan Bibi Ma menuju koridor lantai satu.

“Silakan ikut saya.”

Jay membuka sebuah pintu.

“Bibi Ma, ini kamar Anda.”

Bibi Ma masuk dan langsung tertegun.

Kamarnya luas, bersih, dan lengkap dengan berbagai perabot. Jauh berbeda dengan kamar sempit yang ia tempati selama bertahun-tahun di rumah keluarga Jiang.

“Ini... terlalu bagus untuk saya,” gumam Bibi Ma.

Jay tersenyum tipis.

“Silakan beristirahat dulu.”

Bibi Ma menggeleng.

“Tidak, saya akan menyiapkan makan malam untuk Tuan.”

Jay menjawab, “Saya akan memberikan daftar makanan yang biasa dimakan Tuan. Ada beberapa lauk yang tidak beliau sukai.”

“Baik.”

“Aku akan membantu Bibi,” sahut Viona spontan.

Jay langsung menggeleng.

“Tidak, Viona. Kau harus menunggu dokter datang untuk memeriksa kondisimu. Jadi jangan banyak bergerak dulu.”

Viona tampak bingung.

“Aku tidak apa-apa. Kenapa harus diperiksa?”

Bibi Ma memegang tangan Viona dengan lembut.

“Viona, dengarkan saja perintah Tuan Muda. Jangan membuat beliau marah..Pergilah beristirahat. Bekas operasimu belum sembuh. Kalau dipaksakan terus bekerja, lukanya bisa infeksi.”

Viona menggigit bibirnya.

“Iya, Bibi.”

“Mari,” kata Jay.

Ia kembali berjalan menyusuri koridor, lalu berhenti di depan sebuah pintu lain.

Klik.

Pintu dibuka.

“Inilah kamarmu.”

Viona melangkah masuk perlahan.

Matanya langsung membelalak.

Kamar itu bahkan lebih besar daripada gudang tempat ia tinggal selama enam belas tahun.

Ada ranjang empuk, lemari pakaian, meja belajar, sofa kecil, bahkan balkon yang menghadap taman.

“Ini terlalu mewah, apakah aku bisa mengunakannya?” tanyanya tidak percaya.

“Iya.”

Jay mengangguk.

“Di rumah ini hanya Tuan yang tinggal menetap. Para pelayan datang pada pagi hari dan pulang setelah pekerjaan mereka selesai..Kalau ada sesuatu yang kau butuhkan, hubungi saja aku..Dan Bibi Ma berada di sini khusus untuk merawatmu.”

Viona segera menggeleng.

“Tidak perlu.Aku bisa merawat diriku sendiri.”

Jay tersenyum tipis.

“Kalau itu, kau katakan saja langsung kepada Tuan. Tapi...” ia menghela napas pelan, “Tuan tidak suka dibantah. Lebih baik kau mengikuti perintahnya. Kalau tidak... beliau benar-benar bisa marah.”

Setelah mengatakan itu, Jay menutup pintu perlahan dan meninggalkan Viona sendirian di dalam kamar.

Viona berdiri mematung.

Tangannya perlahan menyentuh sprei ranjang yang lembut.

Suasana kamar kembali sunyi setelah Jay pergi.

Viona berdiri memandangi ranjang besar di depannya.

Suara Moly kembali terngiang di kepalanya.

"Kau hanyalah anak yang tidak diinginkan. Jadi kau tidak layak tidur di atas kasur. Bisa tidur di gudang saja sudah merupakan keberuntungan untukmu."

Viona menundukkan kepala.

“Selama enam belas tahun, aku hanya bisa tidur di atas alas kardus dan selimut tipis. Apakah aku layak tidur di kasur empuk semewah ini? Kamarnya juga terlalu mewah.”

Tatapannya beralih ke sofa dan lantai.

“Bagaimana kalau malam ini aku tidur di lantai saja? Dengan begitu aku tidak akan mengotori kasurnya."

Tiba-tiba...

Klik.

Pintu kamar terbuka.

Dylan masuk bersama seorang pria berjas putih yang membawa tas medis.

“Tuan Muda.”

Dylan menatap Viona sekilas.

“Ini Dokter Fang. Dia dokter spesialis bedah. Tunjukkan bekas jahitanmu, biarkan dia memeriksanya.”

Dokter Fang tersenyum ramah.

“Nona Viona, saya teman dekat Dylan. Jangan sungkan, kalau ada yang terasa sakit atau tidak nyaman, katakan saja kepada saya.”

“Iya, Dokter. Terima kasih,” jawab Viona.

Beberapa menit kemudian, Viona berbaring di atas ranjang.

Dengan sangat hati-hati, Dokter Fang membuka perban tipis yang menutupi bekas operasinya.

Dahinya langsung berkerut.

“Bagaimana?” tanya Dylan dari sofa.

Dokter Fang menoleh.

“Bekas jahitannya mulai membengkak. Untung belum terjadi infeksi serius. Kalau terlambat beberapa hari lagi, kondisinya bisa jauh lebih buruk.”

“Penyebabnya?” tanya Dylan.

“Kurang istirahat, terlalu banyak bergerak, dan tidak pernah menjalani kontrol setelah operasi. Selain itu, tubuhnya juga kekurangan gizi sehingga proses penyembuhannya menjadi lebih lambat. Dalam kondisi seperti ini, dia seharusnya beristirahat total selama beberapa minggu, bukan malah dipaksa bekerja,” jelas Dokter Fang.

Dylan terdiam.

Tatapannya perlahan berubah semakin dingin.

Setelah mengoleskan salep dan mengganti perban baru, Dokter Fang menatap Viona.

“Nona Viona, mulai hari ini jangan mengangkat barang berat, jangan terlalu banyak berjalan, dan jangan memaksakan diri bekerja. Kalau tidak, luka ini bisa semakin parah.”

Viona menundukkan kepala.

“Tapi, Dokter... saya masih harus bekerja.”

“Tidak,” potong Dylan. “Mulai sekarang tugasmu hanya satu, yaitu menyembuhkan tubuhmu. Aku tidak suka mengulang perintah.”

Viona terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk pelan.

“Iya, Tuan Muda.”

“Tuan Muda sudah tahu kalau aku adalah pendonornya,” batin Viona.

Beberapa saat kemudian, Dylan dan Dokter Fang keluar dari kamar itu.

Dokter Fang menatap Dylan dengan serius.

“Dylan, apa yang terjadi pada gadis itu? Kenapa kondisinya sangat buruk? Apakah kau menindasnya?”

Dylan berjalan pelan di sampingnya.

“Dia hanya pembantu di rumah ayahku,” jawabnya datar. “Mereka memperlakukannya bukan seperti manusia. Viona hanya anak malang yang bekerja di rumah itu.”

Dokter Fang mengernyit.

“Dia sudah mendonorkan ginjalnya untukmu. Kau harus menyembuhkannya.”

“Bukan hanya fisiknya,” lanjutnya lagi. “Anak seperti itu biasanya menyimpan trauma sejak kecil sampai dewasa. Dia butuh psikiater untuk memastikan kondisinya stabil.”

Dylan terdiam sesaat.

Lalu ia menghela napas pelan.

“Aku juga baru tahu dia pendonornya,” ucapnya akhirnya. “Ayahku yang melakukannya. Dia memaksa, mengancam, dan mengambil ginjalnya tanpa persetujuan.”

Tatapannya mengeras.

“Jadi sekarang tugasku bukan hanya menyembuhkan luka fisiknya. Luka psikologisnya juga harus dipulihkan.”

1
erviana erastus
sujud syukur aku....selamat atas kehancuran kalian, 👏🏻👏🏻👏🏻
merry
kejam nuga dilan wkkkk adik se ayah pun gk peduli krn perbuatan orgtua yg jdi penghianat dan pelakor,, mntp dil
merry
bnr tu Jay 😆😆klo bls budi cukup ksh uang yg bnykk beres knn ksh saham juga bisa,,, in dr segala bju pun di atur in mah menlebhin seorg suami yg syg bgtt sm istrinya,, pdhl tau sndri bis mu dan vio bukn pasutri pcr juga buknn
erviana erastus
senangnya aku lihat 3 orang ini hancur lebur 🤭
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
sekali kali di buat tersadar krn selama ini g sadar sadar
erviana erastus
sujud syukur aku 🤭 hancur kalian bertiga manusia2 zholim dan serakah
merry
ngs bls perbuatan Bpk mu yg selingkuh buang kmu demi selingkuhn ya,,, blm lg viona dijadiin babu dan gaji
Henny Syafrida Rani
up terus Thor 😍 lagi seru banget ini
erviana erastus
habis kau delvin .... puas aku 🤭
erviana erastus
langsung eksekusi aza dylan terutama si moly ular
erviana erastus
cuma gtu doang mana ngepek buat dua orang ini 😏 lakukan tindakan tegas semisal blokir semua pendonor biar tau rasa tuh plakor....
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah dylan masih ada di rumah
erviana erastus
asyik semoga mereka berdua di eksekusi dylan ya setidaknya jual ginjal sama hati mereka 🤣
erviana erastus
habis kau pak tua ... beruntung dokternya langsung tlp dylan
merry
penghianat mati matian berjuang demi ank perselingkuhan y sdgk ank kandung y di lwan,,, emng kamprett tu delvin blm tentu sani itu ank mu x bisa jdi dh hamil tu moly
Maria Mariati
delvin masuk jebakan Dylan😁😁😁
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
ooo jelas tidak bisa, dylan sudah mempersiapkan semuanya. viona g bakalan tersentuh lagi sama kalian
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lapor ke dylan dokter Xu
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
yaAllah jajaran bgt jd orang, semoga dylan bisa mencegah kekejaman keluarga nya ibu tirinya
erviana erastus
kirain bunting ternyata lbh parah moga cepat kealam baka, kau sentuh viona pak tua siap2 umurmu bakalan pendek ayo dylan sikat habis 3 iblis ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!