NovelToon NovelToon
Noda ( Pewaris Yang Dibuang )

Noda ( Pewaris Yang Dibuang )

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Haram Sang Istri
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: riena

Di rumah megah keluarga Pramoedya, Nadia bukanlah siapa-siapa. Statusnya mengambang. Bukan sekadar pembantu, tapi juga tak sepenuhnya dianggap sebagai anak angkat. Demi bisa bertahan hidup dan membiayai kuliahnya, Nadia rela memeras keringat dari pagi buta hingga larut malam, mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tanpa mengeluh. Hingga malam jahanam itu tiba...Saat jam dinding menunjukkan tengah malam, Nadia yang baru sempat membersihkan kamar mandi akibat jadwal kuliahnya yang padat, dikejutkan oleh kepulangan Axel, putra tunggal sang majikan. Axel pulang dalam keadaan mabuk berat, kehilangan akal sehat, dan menyimpan amarah terpendam.
Dalam kegelapan malam dan di bawah pengaruh alkohol, Axel melompati batas yang tak seharusnya. Dia memaksa Nadia, menodai kesucian gadis itu dalam sebuah malam penuh tangis yang tak akan pernah bisa dimaafkan. Dan satu malam itu mengubah segalanya. Nadia hamil. Bukannya mendapatkan pertanggungjawaban, dia justru di campakkan dan diusir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26. Keceplosan

Setelah menghabiskan semangkuk soto ayam Madura yang hangat, Ubay melanjutkan perjalanan mengantar Nadia ke kampus. Motor RX-King hitam itu berhenti tepat di depan gerbang utama universitas. Di antara deretan motor matik mahasiswa lain yang mulus, motor Ubay yang garang dan menderu sangar itu tentu saja langsung menarik perhatian beberapa pasang mata.

Nadia turun dari boncengan dengan hati-hati. Ia melepas helm merahnya lalu menyerahkannya kepada Ubay.

"Nanti kalau pulang jam berapa?" tanya Ubay, suaranya berat terdengar dari balik kaca helm yang terangkat setengah.

"Mungkin jam satu siang nanti, Mas," jawab Nadia sopan.

"Ya sudah. Nanti kalau gue gak repot di pangkalan, gue jemput. Kalau jam satu gue belum datang, lu tunggu aja di pos satpam depan, jangan kelayapan," pesan Ubay lempeng. Setelah Nadia mengangguk patuh, Ubay langsung menggeber motornya, melesat membelah jalan raya meninggalkan kepulan asap tipis.

Nadia memandangi punggung tegap Ubay sampai hilang di tikungan. Saat ia membalikkan badan hendak melangkah masuk ke dalam area kampus, sebuah tepukan pelan mendarat di pundaknya.

"Nadia!"

Nadia menoleh dan mendapati Keysha, salah satu teman satu angkatannya. Mereka tidak bisa dibilang sahabat karib, tapi karena sering satu kelompok tugas dan duduk bersebelahan, mereka lumayan sering mengobrol akrab.

Keysha menatap ke arah jalan raya dengan mata membelalak heran, lalu menyenggol lengan Nadia. "Nad, barusan itu siapa? Pacar baru kamu, ya? Gila, sangar banget potongannya. Rambut gondrong, pake jaket jeans belel, motornya King lagi. Kamu pacaran sama preman, Nad?"

Nadia seketika tertegun, lidahnya mendadak kelu. Pertanyaan polos dari Keysha itu terasa menghantam dadanya cukup telak.

Nadia tidak bisa langsung menjawab atau sekadar mengiyakan kalau itu pacarnya. Ada perang batin yang berkecamuk di dalam kepalanya. “Kalau aku bilang itu pacar, aku bohong. Tapi kalau aku bilang itu suami... apa Keysha gak bakal curiga?” batin Nadia bingung.

Namun, Nadia segera sadar. Usia kandungannya sekarang sudah berjalan tiga bulan lebih. Sebentar lagi, dalam hitungan minggu, perutnya pasti akan mulai membuncit dan berubah bentuk. Ia tidak mungkin bisa menyembunyikan rahasia besar ini lama-lama dari lingkungan kampus. Daripada nanti menjadi fitnah yang lebih kejam saat perutnya terlanjur membesar tanpa ada yang tahu statusnya, Nadia memilih untuk jujur.

Nadia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang mendadak berpacu cepat. Ia menatap Keysha dengan senyum tipis yang dipaksakan senormal mungkin.

"Bukan, Key... dia bukan pacarku," ucap Nadia lirih.

Keysha mengernyitkan dahi, makin penasaran. "Lah, terus siapa? Kakak kamu? Perasaan kamu pernah cerita kalau kamu yatim piatu sebatang kara."

"Dia... suamiku," jawab Nadia mantap, walau suaranya sedikit bergetar.

"Hah? Apa?" Keysha melotot sempurna, langkah kakinya langsung terhenti di koridor kampus. Beberapa mahasiswa yang lewat sampai ikut menoleh karena suara Keysha yang terlalu nyaring. "Kamu... kamu sudah menikah, Nad? Sejak kapan? Kok gak ada pesta atau kabar-kabar sama sekali?"

Nadia menundukkan kepalanya sedikit, meremas tali tas ranselnya untuk menyalurkan rasa gugup. "Iya, Key. Aku sudah menikah sekitar dua bulan yang lalu. Pernikahannya sederhana sekali di KUA, cuma dihadiri keluarga dekat dan tetangga sekitar rumah saja, makanya aku gak buat pengumuman di kampus."

Keysha masih menutup mulutnya dengan telapak tangan, syok berat menerima kenyataan bahwa teman sekelasnya yang dikenal pendiam dan berprestasi ini tiba-tiba sudah menjadi seorang istri dari pria berwajah garang tadi.

"Serius kamu, Nad? Tapi... kok mendadak banget? Kenapa buru-buru nikah?" tanya Keysha lagi, otaknya mulai meraba-raba alasan di balik pernikahan kilat itu.

Nadia mengelus permukaan perutnya yang tertutup kemeja longgar dengan gerakan yang sangat halus, sebuah gestur refleks seorang ibu pelindung.

"Karena aku juga sudah hamil, Key. Sekarang jalan bulan keempat," bisik Nadia jujur, menatap mata Keysha dengan pandangan pasrah namun sarat akan ketegasan seorang wanita yang sudah memiliki tameng hidup bernama Ubay.

Mendengar bisikan jujur Nadia, Keysha seolah membeku di lantai koridor. Otaknya yang sedari tadi berputar mencari alasan mendadak macet total. Tangannya yang menangkup mulut kini beralih memegangi kepalanya yang mendadak pening karena kalkulasi matematika instan yang berjalan di kepalanya.

"Bentar, bentar, Nad..." Keysha menarik lengan Nadia ke sudut koridor yang agak sepi, dekat mading kampus. Suaranya berbisik penuh tekanan, matanya melotot menuntut kepastian. "Kamu bilang tadi nikahnya baru dua bulan? Tapi kandungan kamu sudah jalan empat bulan?"

Nadia seketika terkesiap. Ia baru menyadari celah fatal dari kalimat jujurnya barusan. Efek dari soto ayam Madura dan rasa gugup membuat mulutnya keceplosan menyebutkan usia kandungan biologisnya yang sebenarnya. Wajah Nadia langsung pucat pasi, lidahnya mendadak kelu untuk meralat ucapannya.

Melihat Nadia yang mendadak bungkam dengan wajah pias, Keysha menghembuskan napas panjang. Kejutan ini benar-benar membuat Keysha syok berat. Seorang Nadia, gadis beasiswa yang selalu duduk di barisan depan, jarang bergaul aneh-aneh, dan dikenal sangat kalem ternyata menyimpan rahasia Married by Accident atau anak muda sekarang ngomongnya MBA saja.

Namun, ingatan Keysha langsung berputar kembali ke gerbang kampus beberapa menit lalu. Bayangan sosok pria yang mengantar Nadia melintas jelas di benaknya, rambut gondrong berantakan, jaket jeans belel, tatapan mata yang dingin menembus kaca helm, dan motor RX-King yang menderu garang layaknya penguasa jalanan.

Seketika itu juga, raut wajah syok Keysha berubah. Alih-alih memandang Nadia dengan tatapan menghakimi yang sinis, Keysha justru menggeleng-gelengkan kepalanya dengan senyum maklum yang tertahan. Di dalam otak Keysha, semua teka-teki ini langsung terjawab dengan kesimpulan yang sangat masuk akal menurut logikanya.

"Pantas aja..." gumam Keysha setengah berbisik, nadanya terdengar sangat maklum.

Nadia mendongak, menatap temannya itu dengan bingung sekaligus cemas. "Maksudmu gimana, Key?"

Keysha menyenggol bahu Nadia, lalu berbicara dengan suara yang sangat pelan agar tidak bocor ke telinga mahasiswa lain. "Ya ampun, Nad... pantesan kamu langsung diajak ke KUA. Mengingat tampangnya suamimu yang preman jalanan begitu, aku sudah bisa menyimpulkan sendiri, deh. Namanya juga cowok modelan begitu, pasti gaya pacaran kamu sama dia kemarin gila-gilaan, kan? Nggak bisa nahan rem!"

Nadia melebarkan matanya, terkejut bukan main dengan arah pikiran Keysha. “Gila-gilaan? Pacaran?” batin Nadia menjerit. Mereka bahkan tidak pernah pacaran, dan Ubay sama sekali bukan pria yang menyentuhnya!

"Key, sebetulnya nggak kayak…."

"Udah, nggak usah dijelasin, Nad. Aku paham kok," potong Keysha cepat, menepuk-nepuk punggung tangan Nadia dengan simpati. "Anak jalanan begitu kan kalau sudah cinta memang suka nekat dan agresif. Tapi untungnya, meskipun dia tampang preman begitu, dia jantan! Dia mau tanggung jawab langsung nikahin kamu ke KUA begitu tahu kamu isi, nggak kabur kayak cowok-cowok pengecut di berita."

Keysha menghembuskan napas lega, merasa kagum dengan "tanggung jawab" sang preman jalanan penunggang RX-King tersebut. "Ya sudah, kamu nggak usah takut atau minder di kampus. Yang penting sekarang statusmu sudah sah jadi istri orang. Kalau nanti ada anak-anak lain yang mulai sadar perutmu buncit terus mulai gosip miring, biar aku yang bantu jagain dari belakang. Kamu fokus kuliah aja demi bayimu."

Nadia hanya bisa terpaku dengan bibir yang terkunci rapat. Ia tidak tahu harus merasa lega atau sedih. Di satu sisi, kesimpulan salah kaprah dari Keysha justru menyelamatkan aib kelamnya dari kebenaran yang jauh lebih menyakitkan tentang Axel. Orang-orang akan mengira janin ini adalah hasil kenakalan masa pacarannya dengan Ubay yang "gila-gilaan".

Nadia mengelus perutnya diam-diam, mengirimkan ucapan maaf yang teramat dalam kepada Ubay di dalam hatinya. “Maafkan saya, Mas Ubay... demi melindungi saya, nama baik Mas sekarang malah dicap sebagai preman yang nggak bisa nahan rem di luar sana.”

****

1
Safitri Agus
TRIms kak Riena 🙏🥰
Safitri Agus
orang kan cuma bisa menilai dari luar, mereka gak perlu tau kebenarannya,sudah nad jgn terlalu dipikirkan
Safitri Agus
jadi terharu kan nad,😊
Safitri Agus
gak apa-apa nad, jangan sungkan 😊
tati st🌼🌼
banyak yg tertipu dan berpikir buruk sama penampilan ubay,padahal dia baik
S.R ciplux
nadia. km jg jujur sama ubay kalo tadi km keceplosan. kasian ubay gk tau apa2
Anna Annawaliana
untung Nadia punya teman Keysha yang baik hati ,,biarin Nadira temanmu mau bilang apa tentang Ubay ,yang penting di kampus sudah aman nanti perutmu semakin beras ada mas Ubay ,
Afternoon Honey
ide ceritanya bagus ⭐
Afternoon Honey
the best Ubay ⭐💖👍
Enisensi klara
Ubay bertanggung jawab sama kamu Nadia ,jadi jgn sungkan ya 😇😇😇😇Ubay kasihan kamu sendirian 😇
Enisensi klara
Ikut aja Nadia dianterin mas ubay ke kampus sekalian sarapan bareng kasihan baby utunnya laper loh ,mas ubay mau jadi suami siaga 😍😍
Anna Annawaliana
mas Ubay lama" berubah cinta sama Nadia .
Enisensi klara
Makanya Ubay temanin Nadia dong saat ngidam kasihan dia sendirian😓
Enisensi klara
makasih up nya kk rie 😇
partini
dikit dikit lama" jadi something between two of them so sweet
Sriharyanti 80
Bagus banget ceritanya dan bikin penasaran/Heart/
Sriharyanti 80
Bagus banget ceritanya dan bikin penasaran
Rini Muharni
Makasih ya Mas Ubay, udah mau nurutin Drama Ngidam Tengah Malam Nadia.. 🤭
Safitri Agus
terimakasih mas Ubay 🙏🥰
Safitri Agus
wes kelamutan 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!