Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"
Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HANCURNYA PRAHARA PERNIKAHAN
Velin turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya di depan rumah ibu mertuanya. Ia segera masuk ke dalam, kebetulan pintu memang terbuka.
Deg..
Jantung Velin terasa berhenti berdetak begitu melihat pemandangan yang sangat menyakitkan hatinya. Bagaimana tidak? Di depan sana, tepatnya di ruang tamu. Nampak ibu mertua dan suaminya duduk bersama Siska. Ibu mertua Velin nampak mengelus perut Siska yang masih rata.
Velin mengepalkan erat tangannya, " Jadi mama sengaja memanggilku ke sini karena mau menunjukkan betapa sayangnya dia sama tante Siska. Dan kamu mas, kamu pamitnya ke luar kota tapi rupanya kamu di sini menemani selingkuhanmu. Kita lihat saja, apa yang bisa aku lakukan pada kalian."
Velin melanjutkan langkahnya menghampiri mereka.
" Pagi ma."
Deg...
Zayn terkejut mendengar suara Velin. Ia segera mendongak menatap sang istri yang saat ini berdiri di depannya.
" Sa... Sayang, kamu ke sini?" Ucap Zayn gugup.
" Hmm. Mama yang memintaku datang kemari." Sahut Velin duduk di sofa sebrang Zayn. " Kenapa kamu di sini mas? Bukan kah harusnya kamu di luar kota?"
Zayn berpindah di sebelah Velin.
" Sayang maaf, bukannya mas berbohong padamu tapi.. "
" Tapi mama yang menyuruh Zayn membatalkan dinasnya." Sahut nyonya Yuli, ibu mertua Velin.
" Iya nyonya Zayn, tadi ketika saya main ke sini, saya jatuh di kamar mandi. Tante Yuli khawatir pada kandungan saya, jadi beliau meminta Zayn untuk tetap tinggal." Timpal Siska.
Zayn menatap Velin, " Sayang maafkan mas! Mas harap kamu bisa memaklumi hal ini. Mas tidak ingin sampai anak kita kenapa napa." Ucapan Zayn mampu meruntuhkan hati Velin yang sudah hancur. Begitu perhatian dan cintanya Zayn kepada sang kekasih hingga ia tidak memikirkan perasaan Velin.
" Oh ya, aku jadi ingat tentang anak itu." Ucap Velin membuat ketiga orang itu terkejut melihat reaksi Velin yang begitu tenang.
" Kenapa dengan anak kita sayang?" Tanya Zayn.
" Mas bilang anak itu akan menjadi anak kita nantinya. Jadi aku harus meminta jaminan kalau suatu hari nanti tante Siska tidak ingkar janji." Velin mengeluarkan beberapa lembar kertas yang sudah di steples dari dalam tasnya.
" Apa itu Velin?" Tanya nyonya Yuli.
" Dokumen perjanjian dan surat adopsi. Jika setelah anak itu lahir, tante Siska resmi memberikan anak itu pada kami. Dengan artian, tante Siska sama sekali tidak punya hak atas anak itu." Jelas Velin.
Siska menatap nyonya Yuli dan Zayn secara bergantian. Mereka nampak menganggukkan kepala.
" A.. Apa ini tidak terlalu cepat? Usia kehamilanku saja masih dua bulan." Ujar Siska.
Velin menatap Zayn, " Bukan kah kamu mau di maafkan mas?"
" I.. Iya sayang." Sahut Zayn.
" Kalau begitu suruh selingkuhanmu itu tanda tangan dokumen ini." Tekan Velin.
" Jangan Zayn!" Cegah Siska.
" Kenapa jangan?" Tanya Velin menatap Siska. " Atau jangan jangan kamu tidak berniat memberikan anakmu padaku? Atau kamu punya niat untuk menyingkirkan aku dan merebut mas Zayn dariku? Kamu ingin kalian bersama membesarkan anak itu?" Tebak Velin membuat Siska bungkam.
" Kalau benar begitu maka mas Zayn harus menceraikan aku."
Deg...
Jantung Zayn terasa berhenti berdetak begitu mendengar ucapan Velin.
" Tidak sayang, mas tidak mau berpisah denganmu." Sahut Zayn.
Siska menatap nyonya Yuli. " Tante, tante tahu kan kalau wanita hamil muda tidak boleh banyak pikiran? Tolong jangan bebani aku dengan surat perjanjian itu! A.. Aku akan menandatanganinya kalau usia kehamilanku mencapai tujuh bulan. Aku mohon tante!" Ucap Siska membujuk nyonya Yuli.
Nyonya Yuli menatap Velin, " Velin kamu masih punya hati kan? Biarkan Siska tenang menjalani masa masa ini. Mama jamin dia tidak akan ingkar janji padamu. Dia akan memberikan anak itu padamu. Mama janji itu." Ujar nyonya Yuli.
" Hanya ada dua pilihan, tanda tangan sekarang atau cerai. Aku sedang tidak bernegosiasi. Kesabaranku ada batasnya. Harusnya kalian beruntung aku masih mau menerima anak dari wanita lain. Kalau memang tidak mau tanda tangan tidak masalah, aku yang akan menandatangani surat perceraian. Aku berikan kesempatan kalian untuk hidup bersama membesarkan anak haram kalian." Ucap Velin.
" Baiklah sayang, Siska pasti akan tanda tangan." Sahut Zayn.
" Zayn, aku... "
" Kamu harus tahu posisimu Siska. Bukan kah dari awal kesepakatan kita memang seperti itu? Lalu apa bedanya kamu tanda tangan sekarang atau pun nanti. Jadi tanda tangani surat perjanjian itu sekarang. Aku tidak mau berpisah dari Velin, kalau sampai itu terjadi maka kau akan kehilangan aku untuk selamanya." Ucap Zayn.
Velin tersenyum kecut mendengar ucapan sang suami.
" Ba.. Baiklah. Tapi aku mohon, tolong jangan tinggalkan aku! Aku tidak bisa melewati masa masa sulit ini tanpamu." Ucap Siska.
" Baiklah aku janji."
Lagi lagi Velin tersenyum kecut mendengar janji dua pasang peselingkuh itu.
" Dimana aku harus tanda tangan?" Tanya Siska menatap Velin.
" Di sini dan di sini." Velin hanya menunjukkan bagian tanda tangan saja.
" Aku harus membaca point pointnya dulu." Ujar Siska.
" Kamu tidak percaya padaku? Ya sudah tidak usah tanda tangan." Ucap Velin.
" Tidak sayang, dia sangat percaya padamu." Sahut Zayn.
Akhirnya dengan terpaksa Siska membubuhkan tanda tangannya di atas kertas bermaterai yang di siapkan Velin. Velin tersenyum penuh kemenangan lalu melipat kertas itu dan memasukkannya ke dalam tas.
" Apa sekarang kamu puas? Kalau sudah, sekarang duduklah. Mari kita mengobrol sambil meminum teh. Mama ingin kalian lebih dekat." Ujar nyonya Yuli tanpa memikirkan perasaan Velin.
" Aku tidak sudi duduk bersama dengan wanita yang menjadi perebut suami orang. Lebih baik aku duduk sendiri daripada harus bersama dia." Sahut Velin.
" Velin, jangan keterlaluan!" Bentak nyonya Yuli.
" Apa ucapanku salah? Kalau salah, bagian mana yang salah ma?" Sinis Velin. " Mama begitu mendukung perselingkuhan mereka kan? Kalau mama ingin cucu, kenapa mama harus memilih cucu haram? Kenapa mama tidak meminta padaku? Mungkin aku bisa mengusahakan." Ujar Velin.
" Bagaimana kamu bisa mengusahakan kalau kamu saja mandul."
" Ma!!!!!!" Bentak Zayn dengan nada tinggi.
Karena terkejut nyonya Yuli langsung menyentuh dadanya yang terasa sakit.
" Tante, tante baik baik saja?" Siska segera mendekati nyonya Yuli.
" Memang kamu lebih pengertian daripada dia yang menjadi menantuku." Ucap nyonya Yuli menunjuk Velin.
" Ya, dia memang lebih pengertian. Dia lebih perhatian di banding aku. Itu sebabnya mama mendukung hubungan mereka." Ucap Velin. " Tapi tidak apa apa, aku juga tidak membutuhkan keluarga ini." Imbuh Velin.
" Sayang tolong mengalah sedikit dengan mama! Kesehatan mama sedang tidak baik." Pinta Zayn menatap Velin.
Velin menatap Zayn dengan tajam. " Kamu memintaku mengalah dari mama kamu mas?" Ujar Velin. " Bagaimana kalau keadaannya di balik? Bagaimana kalau kamu yang mandul dan aku yang mengandung anak dari pria lain? Apa kamu akan terima? Apa kamu akan setenang diriku hah? Jawab mas!!!!!" Teriak Velin kehilangan kontrol emosinya.
" Kalau kamu tidak mandul, mas tidak akan melakukan hal ini sayang. Kamu harus mengerti posisi mas yang terjepit. Mas... "
" Cukup!" Ucap Velin memotong ucapan Zayn. " Sesuai keinginanmu, aku akan mengalah. Sekarang temani saja ibu dan selingkuhan kamu itu. Aku sudah tidak peduli."
Setelah mengucapkan itu Velin segera pergi. Ia mengusap air mata yang menetes membasahi pipinya.
" Sayang tunggu!" Zayn hendak mengejar Velin namun tiba tiba Siska berteriak kesakitan.
" Awh Zayn! Perutku sakit banget." Teriak Siska.
Zayn tidak jadi mengejar Velin, ia malah mendekati Siska membuat Velin semakin kecewa.
" Tunggu kehancuranmu mas. Aku sudah siapkan kado spesial untukmu."
TBC...