"Kamu adalah budakku Radini Prastiwi Sukarna dan kamu tidak akan bisa lepas dari cengkramanku!"
"Aku adalah abdi setiamu wahai iblis..."
Radini Prastiwi Sumarna, seorang perempuan keturunan bangsawan yang menjadi pewaris sebuah tradisi keluarga, bukan tradisi sembarangan karena keluarga itu merupakan keturunan perempuan pemuja iblis dan Radini terpilih sebagai penerus keluarga untuk melanjutkan jejak leluhurnya.
Apakah dia akan tetap memegang teguh ritual keluarganya sebagai pemuja iblis atau justru dia akan bertaubat setelah dia bertemu Dirga Bintang Darmawan yang menjadi targetnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perempuan pemuja iblis
"Ketahuilah Radini, mulai sekarang kamu adalah pengikutku! tidak ada yang bisa memutuskan tali perjanjian ini dan aku jamin hidupmu akan sejahtera dan kamu akan menjadi perempuan paling di hormati di tempat ini"
Seorang perempuan sedang bersimpuh di depan cermin dalam ruangan yang seluruhnya berwarna merah darah, di sekelilingnya ada banyak lilin yang di buat melingkari dirinya.
Dia adalah Radini Prastiwi Sukarna seorang perempuan berusia tiga puluh tahun dan merupakan seorang keturunan bangsawan yang di hormati di kampung Curug, namanya bahkan mampu bersanding dengan nama nama besar para orang terpandang di kampung yang begitu luas itu.
Hartanya juga tak kalah banyak dengan harta milik Bintang Darmawan dan Galuh Raharja di kampung itu, Radini adalah pengusaha perhiasan emas dan juga perkebunan yang di hormati di kampung itu sekaligus di takuti, karena Radini yang masih lajang di usianya itu sama sekali tidak segan segan meludahi laki laki yang datang untuk melamarnya.
"Ingat baik baik Radini, aku akan menagih janjimu dan jangan pernah mencoba untuk lepas dariku karena itu tidak akan mungkin! perjanjian sudah di buat dan kalau kamu ingkar, nyawamu dan seluruh keturunan Sukarna terutama keturunanmu akan aku lenyapkan!" ucap sosok bertanduk yang memiliki tubuh berwarna hitam menyeringai ke arah Radini.
"Baik tuanku! hanya engkau sesembahan ku dan tiada yang lebih agung dan berkuasa di banding engkau" ucap Radini bersujud di depan cermin yang merupakan tempat tinggal Iblis yang dia sembah.
"Katakan apa yang kamu inginkan?" tanya iblis itu
"Tanah Darmawan tuanku, tanah itu, aku menginginkannya" jawab Radini
"Hahahaha... kamu memilih sesuatu yang salah Radini, kalau kamu menginginkan tanah itu maka taklukkan dulu pemiliknya, karena tanah itu di lindungi sosok yang tak mudah untuk di kalahkan meskipun kamu bisa bebas keluar masuk area tanah itu tanpa kepanasan seperti penyembah iblis lain" ucap Iblis itu
"Mereka bahkan tidak menyadari kalau aku pemuja iblis" ucap Radini
"Dekati anaknya dan jadilah pengendali untuk keluarga itu, sesatkan mereka dan aku akan memberikan semua yang kamu inginkan" ucap Iblis itu tertawa
"Baik tuanku, targetku selanjutnya adalah... Dirga Bintang Darmawan" jawab Radini
Dirga Bintang Darmawan merupakan saudara kembar dari Delisha Bintang Darmawan, adik dari Dimas Darmawan yang merupakan putra pertama Bintang Darmawan.
Keluarga Darmawan sama berpengaruhnya dengan keluarga Sukarna dan Raharja karena Darmawan memiliki banyak tanah peninggalan Bagaskara Darmawan dan juga beberapa aset lain yang di kembangkan Bintang dan Dimas seperti bengkel dan juga sebuah rumah sakit yang didirikan oleh Bintang, bekerja sama dengan besannya Galuh Raharja dan Zaki Alamsyah Smith yang merupakan mertua dari Delisha putri Bintang.
Radini keluar dari ruangan itu setelah menaburkan kembang tujuh rupa dan minyak kelapa di setiap sudut ruangan itu. Radini juga mengunci kembali ruangannya supaya tidak ada siapapun yang masuk karena hanya dirinya yang boleh ke sana setiap tiga bulan sekali untuk melayani iblis sesembahannya yang selama sepuluh tahun ini memberikan banyak kekayaan untuk dirinya dan keluarganya.
Radini bukan tanpa alasan menyembah iblis itu, dia adalah keturunan ke empat dari keluarganya yang di pilih untuk menjadi pengantin Iblis setelah berusia dua puluh tahun dan Radini menerima tanggung jawab itu setelah dia sakit hati pada seorang laki laki yang sudah meninggalkan dia dalam keadaan hamil, bahkan bayi yang dia kandung dia tumbalkan untuk iblis tersebut.
"Sumantri! cari tahu di mana Dirga putra dari Bintang Darmawan bekerja" perintah Radini
"Baik nyai, apa ada yang lain?" tanya Sumantri yang merupakan orang kepercayaan Radini
"Untuk sementara hanya itu, selebihnya biar aku yang mengurusnya" jawab Radini
"Baik nyai" jawabnya menunduk sopan.
•••••••••••••
Di kediaman Bintang Darmawan.
"Hantcim!"
"Yarhamukallah" ucap Bintang saat Dirga yang sudah pulang dari pesantren satu bulan lalu bersin.
"Yahdikumullah"
"Katanya kalau bersin itu ada yang membicarakan kita" ucap Dimas
"Mitos" ucap Dirga terkekeh
"Pa, lihat Dirga kita setelah bertahun tahun tinggal di pesantren rasanya aneh ya" ungkap Dimas
"Ko aneh?" tanya Bintang
"Aneh pa, soalnya Dimas biasa lihat si Dirga yang punya dua istri di kampung halaman Sigit" jawab Dimas terkekeh.
"Dirga yang ini beda kak, Dirga ini mah setia, bahkan pacaran juga belum pernah" ucap Dirga
"Kamu sudah tiga puluh tujuh tahun loh nak, cepat cari jodoh" ucap Silvia
"Biar Abah yai Adrian yang mencarikan ma, katanya sedang di cari yang cocok" jawab Dirga
"Kenapa tidak dengan Khanza saja pa, kan Khanza sudah delapan belas tahun" ucap Dimas
"Dia mau memangnya sama adik kamu yang sudah tua ini?" tanya Bintang
"Iya pa, Khanza itu di taksir banyak laki laki di kampus, Sakti juga suka dia" ucap Ardana putra kedua Dimas yang sudah berusia dua puluh tahun.
"Sakti bukannya suka sama Ayana ya?" tanya Dimas meledek.
"Jangan mulai pa, Ayana sedang fokus sarapan" gerutu Ayana adik kembar Ardana.
"Sama adiknya kak Gerhana saja pa, cocok usianya juga sudah dua puluh tiga tahun" ucap Bimantara putra pertama Dimas yang sudah berusia dua puluh tiga tahun.
"Cukup, Om akan menikah dengan pilihan Abah yai, sudah tidak ada perdebatan lagi, titik" ucap Dirga tegas
"Kenapa pulang kalau maunya menikah dengan pilihan Abah yai Adrian?" tanya Dimas
"Justru Dirga pulang juga di minta Abah yai" jawab Dirga
"Pasti ada tugas itu kalau di suruh pulang, jangan jangan sebenarnya Dirga ini sudah menikah dan istrinya di sembunyikan, seperti di drama drama itu, ku sembunyikan istriku dari keluargaku karena dia miskin" celetuk Sahara yang tiba tiba ada di samping Dirga.
"Iya, aku sudah menikah tapi istriku selingkuh dan punya suami empat, namanya Sahara dan dia sudah punya anak tiga" jawab Dirga membuat Sahara tersipu malu.
"Hihihi... Sahara salting parah!" pekik Sahara terbang mengelilingi ruang makan rumah Bintang.
"Benar benar Sahara ini, Sahara memangnya kamu tidak ke bengkel? Di bengkel tidak ada yang menjaga" ucap Dimas.
"Sahara bosan jaga bengkel, maunya jaga hatinya Dirga saja" jawab Sahara kembali tertawa membuat Bintang terkekeh.
"Rayuannya sudah bukan rayuan pulau kelapa lagi, Sahara sudah naik tingkat jadi ahli merayu paling top di dunia jin" ucap Bintang.
"Cah Bagus benar, Sahara memang tidak terkalahkan, Sahara yang terbaik dan yang paling cantik" jawab Sahara
"Yang paling GeEr an dan yang paling gampang salting juga" ledek Dimas
"Benar sekali" jawab Ardana dan Ayana menaikkan jempol tangannya.