NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Cadangan

Bukan Pengantin Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.

Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"

Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"

Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makin Cinta.

Sena keluar dari kamar mandi yang ada di luar kamar, karena kamar mandi yang di dalam kamar tadi digunakan oleh Aruni.

Dengan handuk masih melingkar di leher, Sena terdiam di ambang pintu. Indra penciumannya di serbu oleh sesuatu yang wangi dan membuat perutnya kerucukan. Dia berjalan pelan menuju dapur yang lumayan ramai dengan suara minyak bergemericik dan suara pisau memotong sesuatu.

Dilihatnya, Aruni, dengan celana jeans pendek dan t-shirt over size dengan motif bunga warna ungu, rambut digelung berantakan menggunakan jepit rambut hingga mempertontonkan tengkuk putih mulus yang membuat Sena sedikit berdebar.

Aruni yang mengenakan apron putih tampak berjoget mengiringi irama lagu 'Love You like a love song' milik Selena Gomez yang diputar di ponsel sambil asyik memotong bahan makanan.

“Aruni… kamu lagi ngapain?”

Aruni menoleh, lalu tersenyum lebar, “masak lah, masa nggak kelihatan?”

“Aku kira kamu lagi joget-joget nggak jelas!” gumam Sena, lalu berjalan mendekat untuk melihat apa yang sedang dimasak oleh istri kecilnya itu.

Ada dua buah telor ceplok di penggorengan, lalu ada sewajan nasi goreng dan aruni sedang sibuk mengiris tomat dan mentimun.

“Kamu masak?” kagetnya.

“Nggak! Lagi joget!” jawab Aruni kesal. Sena ini kayak kaset rusak aja. Barusan dia udah nanya, eh, nenya lagi!

Sena terkekeh lirih.

“Duduk Mas, sebentar lagi juga selesai, kok,” ucap Aruni sambil meletakkan tomat dan mentimun yang sudah selesai diiris ke atas piring saji.

“Dia mengangkat telor ceplok yang sudah matang, lalu dengan gesit bergerak menuju rak piring dan mengambil dua piring yang tersedia di sana.

Sena duduk, mengusap-usap rambut basahnya smbil etrus memperhatikan istri kontraknya itu. Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat sedikit. Entah kenapa dia merasa senang melihat adegan ini. Dia duduk di kursi makan –melihat istrinya sibuk memasak untuknya. Sempurna sekali.

Sena terdiam. Sempurna? Kau gila Sena! Dia bocah! kalian beda duabelas tahun! Memangnya kau nggak merasa geli membayangkan Aruni yang masih bocah itu melayanimu di ranjang?

Sena menelan salivanya, lalu mengusap wajahnya dengan handuk. “Gila! Aku kayak pedofil aja!” gumamanya sambil menggeram –frustasi.

“Mas!”

“Eh? Ya? apa?”

“Ayo makan,” Aruni meletakkan sepiring nasi goreng dnegan telor ceplok dan beberapa potongan tomat dan mentimun di piring Sena.

Sena menatapnya –lama.

“Kenapa?” tanya Aruni bingung. Dia meletakkan piring nasi goreng miliknya di dekat Sena, lalu dia beranjak ke dapur lagi. “Mas mau aku buatkan kopi?”

Sena terdiam lagi. Dia merasa benar-benar memiliki istri yang merawatnya. Rasanya.. apakah senyaman ini?

Sena sering bepergian dengan Bianca, menginap di villa atau hotel, tapi tak pernah sekalpun dilayani seperti ini oleh kekasihnya itu.

“Mas?”

“Eh? Iya, tolong kopi pahit saja.” Sena menatap Aruni yang terlihat begitu gemulai di dapur. Bahkan terpercik minyak panas pun dia tak tersentak kaget, seperti punya ilmu kebal saja.

“Kamu… terbiasa memasak di rumah Bi, eh, Tante Melati?”

Aruni mengangguk, “Aku walaupun statusnya anak angkat, tetap saja aku itu orang asing yang numpang hidup. Harus tau diri, kan?” ucap Aruni, senyum mengembang lebar dibibirnya, tapi Sena tau sekali ada semburat luka di sana.

“Ini Mas, kopi hitam –pahit, sepahit hidup kita, hahaha…” tawa Aruni. Dia meletakkan secangkir kopi yang masih mengepul tepat di sebelah piring nasi goreng Sena.

“Hidupku nggak pahit-“

“Ditinggal pas hari pernikahan bukan pahit namanya? Luar biasa…” goda Aruni lalu duduk tepat di samping Sena, dan mulai melahap nasi goreng buatannya.

“Nggak lucu!” celetuk Sena.

“Memang nggak lucu, kan tadi aku bilangnya pahit! Pahit itu berarti sakit, menyedihkan…” Aruni melirik Sena dan langsung membungkam mulutnya, taut Sena marah lagi padanya. “Sudah lah, makan saja…”

Sena mendengus, lalu mulai menyuap sesendok penuh nasi goreng ke mulutnya. Dia terdiam lalu menatap Aruni –kagum.

“Kenapa? Enak, kan? Masakan buatanku? Pokoknya aku itu istriable banget. Cantik, nggak malu-maluin di ajak jalan, pinter masak, pinter bersih-bersih, pokoknya sempurna.. numero uno!” Aruni menyombongkan diri sambil terkekeh riang.

“Cih!” Sena tak mau mengakui, tapi dia makan nasi goreng buatan Aruni dengan lahap bahkan menghabiskan semuanya hingga piringnya bersih tak bersisa.

“Setelah ini, kita jalan-jalan ke pasar seni Sukowati. Mau?” tanya Sena sambil membereskan piring kotor.

“mau lah, masa enggak. Eh, mas Sena ngapain?” kaget Aruni ketika Sena mengambil piring bekas makan Aruni.

“Cuci piring.”

“Nggak usah, biar aku saja-“

“Shut! Tadi kamu sudah masak, sekarang aku yang harus cuci piring!’ ucap Sena tegas –tak mau dibantah.

Aruni menatap Sena, sedikit terkejut tapi lalu tersenyum. “Mas.. Mas Sena juga suamiable banget loh…”

“Nggak usah ngerayu, aku nggak akan belikan kamu macam-macam di pasar nanti!” Sena melipat bibir ke dalam, berusaha menahan senyumnya.

Mendengar ucapan Sena, Aruni langsung manyun. “Ya udah, aku mau siap-siap dulu!" lanjutnya lalu bergegas menuju kamar.

.

Aruni berjalan di samping Sena dengan kaus oblong dan celana pendek, rambutnya diikat ekor kuda yang tinggi, imut. Dia terlihat seperti remaja, bukan istri sah pria dewasa di sampingnya. Tapi Sena tidak bisa memungkiri -Aruni lebih cantik tanpa riasan.

Sena sendiri, mengenakan kemeja putih lengan panjang bahan lembut dengan lengan digulung hingga siku, celana cargo selutut dan sandal jepit -santai.

Di pasar, Aruni seperti anak kecil yang masuk ke toko mainan. Matanya berbinar melihat gantungan kunci kayu, gelang anyaman, lukisan khas Bali, dan patung-patung kayu.

"Mas, lihat ini!" Aruni mengambil topi jerami besar dan memakainya. "Cocok?"

Sena menatap datar. "Kamu kelihatan seperti petani sedang panen."

"Huh, Mas tidak tahu selera."

Tapi Sena memperhatikan. Tidak hanya topi. Aruni juga menatap lama pada beberapa barang lain:

Sebuah gelang perak dengan liontin bunga kamboja. Dia memegangnya, memutar-mutar, lalu menaruhnya kembali setelah melihat harga.

Sebuah sarung pantai bermotif batik cerah. Dia mengusap kainnya lama, lalu bergeser ke rak lain.

Sepasang anting berbentuk daun. Dia tersenyum, lalu meninggalkannya karena tidak ada dompet di tangannya.

Sena tidak berkata apa-apa. Tapi dia menyimpan semua momen itu di benaknya.

Setelah puas melihat-lihat, akhirnya mereka memutuskan beristirahat sejenak. Duduk di warung kecil, Aruni menikmati kelapa muda. Matanya melayang ke toko di seberang -sebuah toko perhiasan perak tradisional.

Dia tidak minta dibelikan. Dia hanya menatap.

Sena berdiri tanpa suara dan berjalan ke toko itu.

"Mas mau ke mana?" tanya Aruni bingung.

"Beli sesuatu."

Dia kembali lima menit kemudian. Tangannya kosong. Tidak ada tas.

Aruni tidak bertanya.

*

Akhirnya sore pun tiba, waktunya mereka pulang. Kaki sudah terasa pegal, tubuh pun lengket karena keringat. Tak sabar untuk mandi dan rebahan.

Aruni masuk ke kamar mandi untuk mandi sore. Saat keluar, dia melihat satu kotak kecil di atas bantal.

Kotak beludru biru.

Dengan hati berdebar, Aruni membukanya.

Di dalamnya terdapat gelang perak dengan liontin bunga kamboja. Sama persis seperti yang dia tatap pagi tadi. Juga sepasang anting daun perak. Dan sehelai sarung pantai batik cerah dilipat rapi di sampingnya.

Ada juga topi jerami—tapi ukurannya kecil, model yang lebih imut, bukan yang dia coba tadi.

Sebuah secarik kertas kecil tertulis:

"Topi yang tadi terlalu besar. Ini pas untuk kepalamu."

Aruni menekan gelang itu ke dadanya. Matanya berkaca-kaca.

Dia berlari keluar kamar. Sena sedang duduk di teras, menghadap pantai, menghisap rokok.

"Mas!" panggil Aruni.

Sena menoleh datar. "Apa?" takut Aruni mendekat, Sena segera memadamkan rokoknya di asbak.

"Ini... semua ini..."

"Terserah kamu mau pakai atau tidak. Kalau nggak suka buang saja."

"Tapi aku tidak minta—"

"Aku lihat kamu menatapnya lama. Jadi aku pikir kamu suka." Sena membuang muka. "Itu bukan masalah besar. Jangan lebay."

Aruni berlari mendekat. Dia duduk di samping Sena, lalu tanpa ragu memeluknya erat.

Sena kaku. "Aruni-"

"Makasih, Mas."

"Lepas."

"Tidak."

"Sekarang."

"Belum."

Sena menghela napas, tapi kali ini dia tidak mendorongnya pergi. Tangannya yang semula terangkat di udara akhirnya turun pelan -menepuk punggung Aruni dengan kaku, lalu membiarkannya di sana.

"Jangan nangis," katanya pelan.

"Aku nggak nangis," suara Aruni bergetar.

"Kamu nangis."

"Kena debu."

"Di sini tidak ada debu."

"Eh, kena asap rokok!"

Sena tersenyum kecil. Tidak terlihat oleh Aruni. Tapi senyum itu tulus.

1
falea sezi
perawan dpet bekass 🤣🤣kasian amat dpet bekas kakak sendiri klo q sih mual
Tamie: g papa kak, kan emang bukan kamu yg dapet... 🤭
total 1 replies
falea sezi
ya sena cowok bekass🤣🤣🤣🤣 males deh
Reni Anjarwani
lanjut
sryharty
ya salaaam 5 ronde gaeessss,,
lecet2 ga ya punya rumi,,😁😁
Tamie: jangan ditanya... 🤭🤣
total 1 replies
hiro_yoshi74
wk wk hebat juga run 5 x di bolak balik kayak tahu goreng dadakan ....🤭
hiro_yoshi74: mendadak 🤭🤣🤣
total 2 replies
hiro_yoshi74
nah to bikin treveloka kk tam .....
Tamie: 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭
total 1 replies
partini
nek sampe ping 4 pa 5 kue normal ping 1 pa 2 kue Ra normal
masa iya perdana kur Pindo 😂😂🤭🤭🤭 ya noo good lah
Tamie: weh.. suhune metu... 🤭🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut
Tamie: udah kak 🤭
total 1 replies
sryharty
kentang ka kentang,,bikin penisirin aja
selanjutnya mau apa mereka di kamar😁😁😁
Tamie: ngapain ya kira2... 🤭🤭😅
total 1 replies
partini
ya elah otak ku wis Travelling Thor 🤭😂😂
Tamie: 🤣🤣🤣 wes ngarep mesti kie... 🤣🤣🤣
total 1 replies
Hiro Yoshi
siap eksekusi run🤭🤣🤣
Hiro Yoshi: lanjut kk
total 2 replies
aku
buyar dah moment nya 😌😌🤣🤣🤣
Tamie: ambyar... 😅😅
total 1 replies
partini
welehhh endingnya di kokop tadi mode Curek budek gawe nek wkwkwkwkkkk
partini: he ahh ngerti Bae koh,,ga kokop sedina ora afdol 🤭🤭😂😂
total 2 replies
hiro_yoshi74
mau mau aje ly di umpani adit ren ren wirang kan 🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Tamie: kasihan... 🤭🤭😅
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Hiro Yoshi
sadapp..... begitu Dateng langsung dapet samsak ........ jozzz
Hiro Yoshi: bobel up lah KK 🤭 plissss🙏
total 2 replies
partini
lah Thor part Sena cuma SE etttttwellll
partini: yesss ora ngapak ora kepenak 🤭
total 4 replies
hiro_yoshi74
wk🤣🤣🤣🤣 ngk nyangka juga vivi bakalan langsung tersepona sama adit 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
kak tam bukanya runi masih dapet ya ......
/ itu udah sembuh kan ngk lucu dah mancing bujang lapuk eh ngk bisa di exsekusi 🤭.......
hiro_yoshi74: ya sallam awass ajo kalo sampe di tunda ngk seru 🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
sryharty
jangan pengecut makanya kamu sen,,
ayo rum bikin seno cemburu marah berat,,😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!