"Kamu adalah budakku Radini Prastiwi Sukarna dan kamu tidak akan bisa lepas dari cengkramanku!"
"Aku adalah abdi setiamu wahai iblis..."
Radini Prastiwi Sumarna, seorang perempuan keturunan bangsawan yang menjadi pewaris sebuah tradisi keluarga, bukan tradisi sembarangan karena keluarga itu merupakan keturunan perempuan pemuja iblis dan Radini terpilih sebagai penerus keluarga untuk melanjutkan jejak leluhurnya.
Apakah dia akan tetap memegang teguh ritual keluarganya sebagai pemuja iblis atau justru dia akan bertaubat setelah dia bertemu Dirga Bintang Darmawan yang menjadi targetnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Energi murni
"Amartha, baru satu malam dan para penjaga gaib rumah juga lahan ini sudah kewalahan, aku harus bagaimana?" tanya Dirga
"Om Dirga tidak usah khawatir, ayahanda dan yang lain sudah berusaha mengumpulkan energi mereka, kakak Argadana dan Anggada juga melindungi mama Kania dan papa Dimas, jadi keluarga ini tidak akan celaka selama kami masih hidup" jawab Amartha
"Aku juga ingin melakukan sesuatu, harus Raja yang membuat pagar itu kan, lima raja sudah di pilih dan satu raja untuk melindungi tanah Bagaskara, aku akan menghubungi Abah yai untuk meminta bantuan Samen, Samen raja kegelapan mungkin bisa membantu membuat pagar itu semakin kokoh" gumam Dirga
"Opa Samen memang raja kegelapan, tapi dia bukan pelindung untuk kita, hanya untuk Abah yai dan keturunan Wijaya, jika untuk yang lain maka Opa Samen di sebut pemusnah karena akan menyerap apapun ke dalam alam kegelapan miliknya" ungkap Amartha
"Iya, Om Samen itu hanya bagian pembersihan saja semua dia sapu dengan awan kinton hitamnya" racau Sahara yang matanya masih terpejam.
••••••••••••
Di bengkel.
"Rumah Lo terlihat berantakan" ucap Gibran
"Iya, semalam banyak teluh datang dan kami sibuk melindungi para perempuan dan anak anak" jawab Dimas
"Papa juga khawatir semalam karena ayah Hala bilang ibu Rukmini meminta bantuannya" ucap Gibran
"Iya, pasukan ayah Hala semalam juga bergabung dengan pasukan Gandra" jawab Dimas
"Gue lihat juga sebagian lahan Lo ada yang kena hama tadi pas lewat di jalan" ucap Restu
"Iya, tapi hanya yang di pinggir jalan saja, ke dalam tidak kata Sigit" jawab Dimas
"Tidak ada pekerja juga" ucap Panji
"Tidak, papa sengaja meliburkan semua pekerja karena khawatir, kang Deden dan beberapa orang yang di lukai kemarin juga masih di rumah sakit dan papa menjenguknya ke sana" jawab Dimas
"Tapi tidak ada keluarga kamu yang terluka kan?" tanya Sadam
"Tidak ada, Alhamdulillah tapi Sahara perlu memulihkan tenaganya, dia makan bola api banyak semalam" jawab Dimas
"Kasihan si cantik, dia pasti kelelahan" ucap Gilang
"Ini mobil siapa? kayanya gue baru lihat" tanya Dimas
"Mobil nyai Radini, katanya mesinnya mati dan minta di perbaiki" jawab Restu
"Udah Lo buka?" tanya Dimas
"Belum, gue nunggu Lo dulu" jawab Restu
"Bagus, jangan di buka dulu, karena gue harus memastikan sesuatu" ucap Dimas memejamkan matanya.
"Argadana, Anggadana, kalian dengar papa kan, lihat mobil ini apakah ada sesuatu di dalamnya?" tanya Dimas.
Dimas harus memastikan semuanya aman setelah dia tahu kalau pagar gaib di rumahnya hancur karena di masuki oleh Radini, bahkan tentang energi Radini yang tidak terlihat pun Dimas harus mencurigainya.
"Tidak ada apapun papa, tapi untuk berjaga jaga lebih baik minta kak Kenanga yang membuka kap nya, supaya energi jahat hilang dari mobil ini" jawab Anggadana
"Kenapa Kenanga?" tanya Dimas
"Karena energi kak Kenanga itu bersih pa, apapun yang dia pegang kalau benda itu ada energi jahatnya pasti hilang makanya kios Om Sadam tetap terpagari pagar gaib Oma Rukmini" jawab Argadana membuat Dimas terkejut
"Kenanga" panggil Dimas
"Iya kak" jawab Kenanga menghampiri Dimas
"Tolong kamu buka kap mobil ini, tangan kak Dimas lemas" ucap Dimas membuat para temannya shok.
"Biar gue saja, kasihan Kenanga kesusahan" ucap Gibran
"Tidak tidak, Kenanga saja, tidak apa apa kan Kenanga?" tanya Dimas
"Iya, tidak apa apa" jawab Kenanga tersenyum manis
Kenanga membuka kap mobil Radini setelah membaca bismillah, anting yang dia pakai tiba tiba saja mengeluarkan cahaya yang cukup menyilaukan sampai membuat mata Dimas juga yang lain terpejam.
"Astagfirullah, apa itu?" kaget Kenanga saat melihat sosok hitam bertanduk melotot ke arahnya di dalam mobil Radini.
"Ggrrr.. Bagaimana mungkin ada manusia berenergi murni di sini, sial! Tujuan ku jadi harus tertunda" ucap Luca menghilang dari sana.
Wush...
"Akhh!"
"Kenanga!"
Dimas segera menarik tangan Kenanga saat tiba tiba sebuah bayangan hitam menarik tangan Kenanga hingga tertarik ke arah luar.
"Kamu tidak apa apa?"
"Tidak apa apa kak, tapi tangan Kenanga.. Mas Sigit pasti marah" jawab Kenanga memperlihatkan tangannya yang ada bekas cengkraman Luca.
"Tidak apa apa, nanti Argadana dan Anggadana yang akan mengobati kamu, terima kasih sudah membantu kakak" bujuk Dimas dan Kenanga mengangguk.
"Dim... Apa itu tadi?" tanya Gibran
"Rumah gue sudah tidak ada pagar gaibnya, tapi kios Sadam masih terpagari dan itu karena Kenanga" jawab Dimas
"Masya Allah, jadi Kenanga punya kemampuan sama kaya Lo?" tanya Panji
"Iya, bahkan mungkin lebih, hanya saja Kenanga tidak menyadari itu" jawab Dimas
•••••••••••••
Di rumah Radini.
"Kamu yakin mau menikah dengan Dirga?" tanya Radiah ibu dari Radini.
"Iya ibu, Radini butuh lelaki yang kuat dan Dirga cocok, Radini sudah tiga puluh tahun dan harus memiliki keturunan perempuan untuk menggantikan Radini nanti di usianya yang ke dua puluh" jawab Radini
Dia sedang bersimpuh di depan Radiah, Radini adalah keturunan ke empat dari pemuja iblis di keluarga Sukarna, Radiah sebenarnya memiliki lima anak tapi empat anaknya adalah laki laki jadi mereka di anggap tidak berguna karena tidak bisa menjadi pengantin Iblis keluarga Sukarna.
Hanya Radini anaknya dan sudah bisa di pastikan kedudukan Radini lebih tinggi dari kakak kakaknya di mata Radiah yang akan selalu memanjakan Radini hingga Radini menjadi anak manja dulu.
"Baiklah, aku akan mengajukan lamaran lagi untuk Dirga pada Bintang, lamaran kita yang dulu di tolak karena Dirga masih di pesantren" ucap Radiah
"Terima kasih ibu" ungkap Radini mencium tangan Radiah
"Radini, bagaimana jika mereka menolak lagi?" tanya Radiah
Radini terdiam, tapi sedetik kemudian dia menatap mata Radiah dengan tatapan serius dan melirik ke arah pintu tempat biasa dia melakukan ritual setiap tiga bulan sekali dengan Luca.
"Radini yakin Om Bintang akan menerima lamaran ini ibu, karena Om Bintang sudah menyukai Radini" jawab Radini begitu yakin.
"Kuntilanak itu juga pasti sedang sekarat sekarang karena aku sendiri yang mengirimkan bola api banas Pati untuk Kania dan Silvia" batin Radini
"Baiklah, hari ini juga ibu akan ke sana untuk melamar Dirga" jawab Radiah
"Saya akan siapkan semuanya ibu, kak Roman sudah Radini minta untuk membeli seserahan" ucap Radini
Satu tradisi di keluarga Sukarna yang sudah di ketahui warga kampung Curug adalah, mereka yang melamar dan mereka yang memberi seserahan, itu di lakukan karena laki laki yang akan di nikahi perempuan di keluarga Sukarna di anggap sebagai penyelamat, karena laki laki itu akan membantu perempuan di keluarga Sukarna untuk memiliki keturunan baru yang akan menjadi penerus perempuan pemuja iblis di sana.