Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.
cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 META MENUNTUT NIKAH
Beberapa hari Barca di Jakarta untuk melayat dan menyelidiki kematian adiknya, belum nampak hasil yang jelas, namun dia harus kembali ke Medan karena pasiennya menunggu disana. Akhirnya Barca dan Hesti pamit ke Rudiansyah untuk kembali dan berpesan untuk menjaga anak-anaknya.
"InshaAllah Om akan kembali bulan depan dan menyelesaikan semua"
"Iya Om "
Ada rasa penasaran dihati Barca seperti ada yang disembunyikan dan terjadi dirumah tangga adiknya sebelum ke matiannya. Namun tabir ini masih kelam tanpa arahan. Rudiansyah yang terpaku tak memikirkan apa dan kenapa, seperti anak dan ipar nya yang penasaran atas kematian Istrinya Bunga yang selama ini sehat saja, Yang ada di otaknya sekarang bagaimana bersama Meta. Wanita yang secara halus sudah merusak. rumah tangganya.
setelah om nya kembali, Dinar kembali merasa sepi dan sendiri, tak ada orang bisa diajaknya bicara.Belum sehari Om Barca pergi Papa sudah menghilang entah kemana dan pulang larut malam.
ternyata Pak Rudiansyah bertemu dengan Meta dicafe, tadi siang setelah Barca berangkat, dia langsung menemui Meta yang mengirim pesan kepadanya ingin bertemu.
"Meta Sudah telat datang bulan Mas sudah dua minggu Meta belum haid, Bagaiamana ini Mas"
"Apa ....bukankah kita pakai pelindung, kok masih "
"iya kita pakai pelindung tapi kan ada beberapa kali Mas ngak pakai, pingin lebih enak katanya"
"Bagaiamana kalau Meta hamil Mas, Mas harus segera nikahi Meta"
"Apa... Nikah"
"Iya, Mas harus tanggung jawab kepada Meta dong, bukankah Mas Duda sekarang"
"Iya Mas tahu,tapi menikahi kamu secepatnya tentu tidak mungkin Meta"
"istri Mas baru satu minggu meninggal, dan apa kata Dinar nanti jika tahu bahwa kamu adalah penganti Mamanya."
"Persetan dengan semua pokoknya Mas harus tanggung jawab sama aku, besok aku akan periksa, jika terbukti aku hamil, maka Mas harus menikahi aku segera, aku tidak mau perutku besar aku baru dinikahi, ini anak Mas"
"jika Mas tidak nikahi aku akan bunuh diri dan mengatakan pada orang banyak bahwa Mas yang sudah menghamili aku tapi tidak bertanggung jawab biar semua Orang tahu"
Ancaman Meta membuat sakit kepalanya sehingga Rudiansyah tidak bisa tidur malam itu.
"Mudahan hasilnya negatif"
saat ini hubungan nya dengan Dinar sedang tidak. baik dengan putrinya itu. dia tidak mau ambil resiko jika Dinar semakin membencinya. karena Mamanya baru meninggal dan dia sudah menikah lagi.
Kepala pak Rudiansyah sangat sakit, dan penasaran menunggu hasil cek up Meta besok.
Jikan ternyata Meta Hamil, maka dia harus siap mendengar semua omongan para tetangga dan di kantornya, Karena Meta pernah Magang di Kantor nya. Menikahi teman anaknya sendiri. Dan ini bisa berdampak buruk pada karirnya jika semua orang membicarakannya.Tapi apa yang harus dilakukannya kini.
kepala Rudiansyah penuh seolah tak ada solusi yang bisa dia cari, dia bingung, merasa bodoh atau apalah Meta sengaja untuk hamil, dia menghamili wanita yang seumur dengn anaknya.
"Ah.... gila... "
Rudiansyah memukul kepala tidak sanggup mendengar gejolak hati dan pikirannya yang sedang berkecamuk.
"Besok adalah hari saat aku mendengar kabar dari Meta bagimana hasil pemeriksaan dokter, semoga dia tidak hamil"
Harapan Rudiansyah sangat berharap tidak ada kehamilan di diri Meta. Sedangkan disisi lain Meta kini menjadi bangga dan rencananya seakan perfect dengan keadaanya saat ini terlambat bulan, besok dia akan mencek kembali ke dokter, untuk menyakinkan dirinya bahwa dia berharap hamil.
"Nenek kalau terbukti aku hamil Rudiansyah harus menikahi aku segera"
"Ya jelas, laki-laki itu harus bertanggung jawab kalau tidak akan kita ancam dia"
"Iya Nek"
"Hmm... akhirnya keluargamu hancur satu persatu Ransano" Nenek Aini nampak bahagia selangkah demi selangkah dendam nya terbalaskan untuk menghancurkan keluarga itu.
"Kini Bunga sudah meninggal tinggal cucu dan Barca, akan aku hancurkan keluargamu sampai ke akar-akarnya"
Dendam Nenek Aini nampaknya mendarah daging sampai diusianya saat ini, tak ada kesadaran, tak ada keinsafan diusia yang harusnya sudah menjadi pertobatan bagi dirinya, malah menjadi hati yang semakin kelam didiri wanita tua itu.
keimanan seseorang memang bukan karena umur, tapi memang keimanan seseorang mencerminkan dirinya. Ketika keimanan dijaga maka akan membuat diri seseorang bisa mengontrol dirinya.
"Nenek jika Meta menjadi Istri Mas Rudiansyah, Nenek tinggal sama Meta ya"
"Tentu sayang kita akan memiliki semua harta keturunan Ransano"
Meta memeluk Neneknya dan tersenyum dengan segala rencana busuk mereka.
***
Paginya Meta sudah bersiap berangkat ke klinik untuk mencek dirinya, dia berangkat bersama Nenek Aini. Selama ini Nenek Aini pura-pura tidak tahu tentang hubungan cucunya dengan Rudiansyah.
Karena ini memang merupakan bagian dari rencana mereka.Setelah sampai di klinik bagian kandungan Meta diperiksa oleh Dokter. Meta sempat menghubungi Rudiansyah yang akan berangkat ke kantor.
Beberapa lama menunggu hasil labor pun keluar
"Ibu Meta ini hasil Labor nya dan selamat ya Ibu Meta anda Hamil"
Mata Meta terbelalak dengan gembira juga Nenek Aini yang mendengar berita itu.
"Hamil.... saya hamil dok"
"Iya Buk, sudah memasuki empat minggu, tolong dijaga jangan sampai capek ya buk, karena masih rawan"
"Baik dokter, Terima kasih"
Meta bersama Neneknya sangat bergembira seakan Tuhan kini berpihak dengan mereka berdua.
Meta menelpon Rudiansyah, namun telpon tersebut tidak diangkat.
"Mungkin Mas Rudiansyah lagi sibuk Nek"
Kita harus temui dia Meta, dia harus bertanggung jawab dengan kehamilanmu.
"Tenang Nek, itu pasti aku akan menuntut dia untuk bertanggung jawab"
Rudiansyah mematikan telponnya karena dia punya firasat Meta pasti menelponnya. Hatinya gelisah saat rapat, pikiran nya tak tenang dari kemarin malam.
"Uuhhh, Mas Rudiansyah kayaknya sibuk sekali Nenek.
"Kita tunggu aja Nek, Dia tidak akan lari"
"Ya kita harus sabar"
Sesampai dirumah Rudiansyah masuk ke kamar waktu sudah menunjukkan pukul Sebelas Malam, hatinya ragu untuk menghidupkan Handphonenya, rasa takut menggerogoti hatinya yang tak siap untuk bertanggung jawab akan perbuatanya.
Dinar pasti akan marah besar dengannya jika ternyata dirinya diketahui selingkuh dengan Meta, dan keacuhannya selama ini kepada Bunga akan diketahui oleh Dinar bahwa dirinya sibuk dengan Meta yang jadi selingkuhan nya, hingga hamil.
Rudiansyah tidak sanggup memikirkan kehancuran hati anak-anaknya yang kini sudah tidak memiliki Mamanya. Saat anak nya sudah gadis dan remaja diusia ini, dia malah bertingkah dari keluarga yang bahagia dulu kini hancur karena rayuan nafsunya.
"Ah.... bodoh bodoh"
Rudiansyah menampar wajahnya sendiri, kerinduannya pada Bunga istrinya mulai terasa, diambilnya photo Bunga yang ada meja kamar itu.
"Maafkan Papa Ma, Papa banyak berbohong kepada Mama, kini Papa merasa Terjebak"
Rudiansyah memeluk photo istrinya itu erat dengan tangis yang keluar di matanya sebagai penyesalan dirinya. Sampai pagi akhirnya Rudiansyah tertidur dengan memeluk photo Bunga istrinya. Hari ini dia harus menghadapi semua masalah yang akan datang pada dirinya.