Pernikahan adalah impian setiap wanita dan termasuk aku sendiri. Akan tetapi aku tidak pernah mengharapkan pernikahan ku datang dengan secepat ini dan dalam keadaan yang seperti ini pula. Di umur ku yang masih sangat muda seharusnya saat ini adalah waktu yang pas untuk menikmati kebahagiaan ku sebagai seorang gadis muda, akan tetapi aku harus mengorbankan masa indah itu demi sebuah pernikahan yang tidak bisa aku hindari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Kurang lebih enam jam lamanya perjalanan dari Jogja menuju Jakarta menggunakan kereta api dan kini sudah jam setengah tujuh malam, aku baru saja tiba di stasiun kereta api kota Jakarta.
Akupun menaiki sebuah taksi dan memberikan alamat rumah sakit yang di berikan Bi Ija pada ku.
Kini jam 18.45 aku sudah tiba di rumah sakit, disana aku melihat Bi Ija sedang menunggu ku.
" Bu.... Bagaimana keadaan Sheena "
" Masih demam Nak dsn dia juga muntah-muntah, disana tuan Alex sedang berjaga bersama baby sitter yang baru" kata Bi Ija. Kami pun berjalan menuju ruangan Sheena, sebelum masuk aku mengintip terlebih dahulu disana Sheena sedang menonton ponsel dan Alex duduk disamping tempat tidur menemani Sheena. Sementara seorang wanita lebih tua beberapa tahun dariku sedang menyuapi Sheena makanan.
Akupun membuka pintu, saat pintu terbuka mereka bertiga menatapku.
" Aunty....." Sheena pun langsung membuang ponsel ditangannya begitu saja mengulurkan kedua tangannya untuk memelukku. dengan langkah cepat aku menghampiri Sheena dan memeluk Sheena.
" Aunty dalimana, aunty bilang pelgi hanya sebental" Sheena pun langsung memberikan beberapa pertanyaan didalam pelukan ku.
" kan memang hanya sebentar, " melihat ku datang kini Alex pun langsung keluar dari dalam kamar Sheena.
" Aunty tidak boleh lagi pelgi" kata Sheena dengan nada lembut khas anak kecil
" siap tuan putri"
"mana coklat sama es klim nya" Sheena pun langsung menagih janji kepadaku.
" siapa suruh kamu sakit, orang sakit tidak boleh makan eskrim dan coklat. Tunggu Sheena sembuh, nanti Aunty bawa kamu beli coklat dan eskrim yang banyak"
" benal kah??" kata Sheena dengan ekspresi senang.
" benar dong.... sekarang kamu makan lagi ya" akupun membujuk Sheena agar mau makan.
" mau makan sama aunty" kata Sheena
" berikan pada ku" aku pun mengambil alih piring Sheena dari baby sitter barunya.
Sambil bercerita perlahan-lahan Sheena menghabiskan makanannya. Setelah selesai makan aku pun memberikan dia obat setelah itu merapikan pakaian Sheena.
" Aunty jangan pelgi, Aunty temanin Sheena " kata Sheena memeluk tanganku.
" siapa juga mau pergi, aunty akan temanin Sheena sampai Sheena sembuh" Sheena pun tersenyum dan kini kami bermain beberapa permainan yang lucu. Bi Ija pun ikut tertawa saat mendengar Sheena tertawa.
" Nak... Ibu pulang dulu, udah jam setengah sembilan soalnya " kata bi Ija padaku.
" oh... Iya bu....ibu hati-hati " dan kini pintu terbuka dan disana baby sitter Sheena masuk.
" mba ini makan malam untuk kita dari pak Alex " kata baby sitter tersebut.
" oh...aku sudah makan tadi kak, kakak saja yang makan" aku pun berbohong karena aku tidak ingin makan.
" jika begitu aku makan dulu" kata baby sitter tersebut.
Sementara aku dan Sheena sibuk bermain.
Akupun mengajari beberapa permainan kepada Sheena.
" Aunty ada permainan baru, nanti kita akan jadi patung, tidak boleh bergerak dan tidak boleh tertawa. siapa yang kalah akan di gelitikin"
" coba....coba ..." kata Sheena penasaran.
" permainan nya seperti ini" aku pun bernyanyi sambil mengajari beberapa gerakan pada Sheena.
" Amina...."
" Mega sari, mega petik"
" Amina mega sari, Mega petik"
" ambil tali di kamar mandi lama-lama menjadi patung" setelah aku selesai bernyanyi kini kami berdua pun sama-sama terdiam dan tidak bergerak akan tetapi itu terjadi henya beberapa detik karena di detik kemudian Sheena sudah tertawa saat pandangan kami bertemu.
" Sheena kalah.... Aunty yang menang " aku pun tertawa.
" Sekarang Sheena harus dihukum " Akupun menggelitiki Sheena dan kini Sheena pun tertawa.
" ampun Aunty...." kata Sheena sambil tertawa.
" udah...."
" sekarang waktunya istirahat, besok kita main lagi ya...."
" Sheena tidur ya" akupun membujuk Sheena untuk tidur.
" Tidak mau...."
" masih mau main" kata Sheena
" okey.... "
" tapi kita main sekali saja iya, sebelumnya Sheena harus janji dulu setelah ini Sheena harus tidur"
" iya aunty...." kata Sheena dan kini kami mengulangi permainan tersebut dan sesuai perjanjian setelah permainan selesai Sheena harus tidur.
Sheena tidur sambil memeluk tanganku, mungkin saja dia takut aku akan pergi lagi. Setelah Sheena tidur kini Alex pun masuk kedalam ruangan, perlahan-lahan aku melepaskan pelukan Sheena.
" kalian berdua pulanglah, biar aku yang menjaga Sheena " kata Alex
" Aku ingin tinggal, aku sudah janji akan menemaninya disini. "
" baiklah terserah kamu saja jika kamu tetap akan tinggal"
" jika begitu kamu saja yang pulang dan besok tolong bawa pakaian ganti Sheena" kata Alex kepada baby sitter tersebut.
" baik pak" kata baby sitter itu. Sementara aku memilih duduk di samping tempat tidur Sheena.
" Kamu istirahat disana saja, biar aku yang berjaga" kata Alex menunjukkan kursi sofa yang ada di ruangan itu.
" baik....." aku pun langsung berpindah ke sofa tersebut tanpa basa basi, melihat Sheena saat ini masih tertidur akupun mempergunakan kesempatan itu untuk tidur juga.